
"Dasar King sia lan!"Teriak Tuan Cristopan lagi.
"Kau tidak bisa mencampakkan keluarga Ku begitu saja!"Tuan Cristopan,benar-benar di buat frustasi dengan masalah yang menimpa keluarga nya saat ini.
Banyak investor,dan klien yang memutuskan kerjasama sepihak,sehingga membuat Tuan Cristopan mengalami kerugian yang cukup besar.
Khai datang menghadap Tuan Cristopan lagi,setelah Dia menenangkan Charlotte di kamar nya.
"Bagaimana ?"
"Masalah itu di sebabkan oleh Tuan Alex,dengan bantuan Tuan Dante!"Ujar Khai.
"Tuan Dante?"Tuan Cristopan mengerutkan dahi nya.
"Benar,Tuan Cristopan sudah mengatur rencana itu sejak awal,dan yang terpenting pasti ada pihak lain yang membantu mereka!"Imbuh Khai.
"Kita tidak bisa melawan Anak dari kedutaan LA,jika Kita melawan Dia,Kita dalam masalah besar!"Tuan Cristopan terlihat memijit pelipis nya.
"Jadi Tuan,apa rencana Anda?"
"Kita hanya bisa menyerang keluarga King,jangan libatkan keluarga Tuan Dante!"Tegas Tuan Cristopan,menunjuk ke arah Khai,yang berdiri di depan nya.
"Baik Tuan,Saya mengerti!"
"Tunggu Khai!"Saat Khai akan pergi,Tuan Cristopan menghentikan nya.
"Lakukan sesuai dengan rencana ke dua yang telah ku rancang dengan sangat rapi,Aku tidak mau mendengar kata kegagalan!"Kecam Tuan Cristopan,Khai mengangguk nya,dan pergi saat Tuan Cristopan mengibas-ngibas tangan nya.
'Bagaimana Dia bisa mengorbankan Anak nya demi bisnis yang Dia jalankan!sungguh Tuan Cristopan Pria yang licik!'
Khai berpikir jika rencana Tuan Cristopan sangat berbahaya,dan bisa membuat Charlotte kehilangan nyawa nya.
Rumah Utama. . .
Semua pengawal masih berbaris di depan teras,menunggu kepulangan Alex dan Maryam.
"Tuan "Sapa semua pengawal sembari menundukkan kepala nya,saat Alex berjalan ke arah pintu,bersama dengan sang istri.
Sejak pulang dari pertemuan itu,Maryam terlihat diam saja,Alex juga tidak berani bertanya,apa yang menyebabkan istrinya diam.Tentu,Alex sudah mengerti dengan diam nya Maryam.
"Papa sudah pulang?"Suara Albert mengagetkan ke dua nya.Maryam menoleh ke arah Albert yang berdiri tidak jauh dari tangga.
"Bagaimana ?"Albert berjalan ke arah mereka.
Maryam segera menaiki tangga,dan meninggalkan ke duanya.
"Apa yang terjadi?tidak biasanya Bunda begitu?"Melihat sikap Maryam yang begitu dingin,membuat Albert terus bertanya.
"Mungkin Bunda,hanya capek saja,Papa akan kembali ke kamar,Kamu juga langsung tidur!"Imbuh Alex,menepuk bahu Albert.
__ADS_1
Albert melihat ke arah Alex,tentu saja Dia tidak akan percaya dengan ucapan yang baru saja di lontarkan Alex.Albert lebih percaya pada insting nya.
"Tuan Muda,mari Saya antar ke kamar!"Seru Pak Kim,
"Saya bisa sendiri!"Albert ikut pergi dan meninggalkan Pak Kim.
Pak Kim,menghela nafas nya berkali-kali,dan ia merasa jika ponsel nya bergetar.
"Iya Tuan "
"Apa Mereka sudah kembali?"
"Baru saja sampai ke rumah,dan Mereka semua sudah masuk kamar!"
"Kim,Kau melewati sesuatu!"Ketus Tuan King dengan tegas.
"Ma-Maaf Tuan,apa yang Saya lewatkan?"
"Kau tidak mengawasi Albert dengan baik,malam ini Dia telah menggagalkan semua rencana Ku!"Tegas Tuan King.
"Tu-Tuan,ma-maafkan Saya,Saya mengaku salah.Tapi,hampir dua puluh empat jam Saya selalu bersama dengan Tuan Muda!"
"Apa seharian ini Dia hanya bermain iPad?"
"Benar Tuan,Aku mengawasi nya,dan Tuan Muda hanya bermain game saja!"
"Be-benar Tuan,apa ada yang salah ?"
"Kau masih bertanya,yang di mainkan Albert bukan lah game biasa,Dia sedang mengendalikan acara pertemuan keluarga Cristopan,dan itu sudah berhasil di kacau 'kan nya!"Tegas Tuan King.
"Apa?tapi bagaimana bisa Anak seumuran Dia bisa melakukan itu?"
"Kau masih bertanya,atau Kau benar-benar bodoh semenjak tinggal disana,Albert sudah sejak usia ti-ga tahun sudah di bekali ilmu IT oleh Alex,dan Kau masih bertanya?"Terdengar suara Tuan King yang semakin geram di seberang sana.
"Tuan,Saya minta maaf untuk kejadian hari ini,Aku akan lebih mengawasi nya lagi!"Ujar Pak Kim dengan sedikit gemetar.
"Lupakan soal yang itu,Kamu harus mengawasi Alex,jangan sampai rencana Dia dengan dokter Lauren berhasil,karena Aku sudah mengetahui semua nya!"
"Baik Tuan Saya mengerti!"
Tut..Tut..Tut..
Seperti biasa Tuan King selalu memutuskan panggilan nya tanpa permisi,kepada siapapun orang yang ia hubungi.
"Kenapa Aku bisa lupa kalau Tuan Muda,bukan lah Anak-anak pada umum nya,Aku terlalu menyepelekan Tuan Muda,sehingga membiarkan masalah sebesar ini terjadi!"Gumam Pak Kim,berjalan ke arah kamar nya.
Kamar Alex. . .
Ceklek !
__ADS_1
Alex membuka pintu,Dia melihat tidak ada Maryam di dalam kamar,bahkan di tempat tidur.
Alex melihat Maryam yang berdiri di balkon kamar.
"Sayang..."Seru Alex mendekat ke arah Maryam,yang sedang melamun di balkon.
Melihat Maryam tidak merespon,Alex lalu memanggil nya lagi,sampai ia tiba di tempat di mana Istri nya menyendiri.
"Sayang,Are you oke?"Alex menyentuh bahu Maryam,ia berdiri tepat di belakang Maryam.
"Eeem"Sahut Maryam singkat,tanpa menoleh ke arah Alex.
Alex memeluk nya dari belakang dengan sangat manja,dan meletakkan dagu nya itu di bahu Maryam.Sesekali ia mengecup bahu sang istri dengan mesra.
"Aku awal nya takut,kalau Kamu akan marah saat melihat Aku dan Wanita itu berada di dalam kamar yang sama,Aku tidak menyangka Kamu percaya kepada Ku,terimakasih sayang!"Alex memperat pelukan nya.
"Sayang..."Panggil Alex lagi,melihat Maryam yang hanya diam saja,tidak menjawab apa yang telah di katakan Alex.
"Sayang,jangan diam katakan sesuatu!"Sambung Alex.
Dzzzrt..Ddzzrrt...
Alex merasa jika ponsel milik nya bergetar,dan ia segera merogoh ponsel yang ada di saku celana nya.
"Hallo,Jerry!"
"Tuan,Kami sudah mendapatkan orang di dalam masalah yang terjadi di markas ti-ga hari yang lalu!"Pungkas Jerry di seberang sana.
"Awasi orang itu,jangan sampai kabur,Aku akan kesana besok!"
"Baik Tuan !"
Panggilan pun terputus,Alex masih melihat Maryam yang masih membelakangi nya,dan tidak merespon kehadiran Dia.
"Sayang..."lirih Alex dengan lembut berusaha untuk berbaikan dengan Maryam.
Melihat Maryam tidak bergeming,lalu Alex berbalik masuk ke kamar,dan melepas jas yang ka kenakan.
Meletakkan ponsel milik nya di charger,lalu menoleh ke arah Maryam yang masih berdiri di balkon.
Alex menghampiri Maryam lagi,yang masih menyendiri.
"Sayang,katakan sesuatu,apa yang membuat mu diam,dan katakan padaku apa yang mengganggu pikiran mu!"Ujar Alex,berdiri di belakang Maryam.
"I know all about it ! Teriak Maryam dengan lantang,berbalik kini melihat ke arah Alex.
Wajahnya yang putih bersih,kini di basahi dengan air mata,entah berapa lama Dia sudah menangis di balkon.Namun,Alex dapat melihat betapa hancur nya hati seorang istri,saat mengetahui jika Suami yang ia percaya,tapi malah ingin menggugurkan hasil buah cinta mereka.
Dukung author dengan Vote+give+like 😘
__ADS_1