
El segera menghindar agar Atika tidak membantu nya.
"Tunggu!"
"Apa lagi Tuan Muda,ini waktu yang cocok untuk Anda berjemur,jangan menyulitkan pekerjaan saya .Tolong !"Tegas Atika,dengan geram.
"Tapi Saya,bisa sendiri,tanpa di sentuh oke!"Ujar El dengan begitu lembut.
"Tuan muda,bagaimana bisa saya membiarkan Anda melakukan sendiri,mendengar suara Anda yang lembut saja,Saya tidak yakin Anda dapat melakukan nya!"
Brak!
El terjatuh ke atas kursi roda.
"Sudah Saya katakan saya bisa sendiri,Kamu liat?"El melihat El arah Atika sekilas,lalu segera memalingkan wajahnya.
"Oke-Oke,Anda memang hebat !"Ujar Atika mendorong El agar segera keluar dari kamar nya.
Atika menghentikan kursi roda saat melihat tangga yang begitu panjang.
"Kamu tidak sedang berniat mendorong Aku dari sini 'kan?"Seru El,menoleh ke belakang.
"Siapa yang berani,seluruh tempat ini di penuhi cctv!"Sahut Atika.
Atika segera menghidupkan tombol yang ada di kursi roda elektrik scewo,untuk memudahkan El turun dari tangga.
Begitu tiba di lantai dasar,Pak Kim menghampiri Atika.
"Kalian mau kemana?"
"Saya akan membawa Tuan muda untuk berjemur,itu bagus untuk kesehatan nya!"
"Pastikan jangan terlalu panas,kulit Tuan Muda,terlalu sensitif!"
"Saya mengerti!"
Atika segera mendorong kursi roda El menuju pintu utama.
***
Mereka berdua berhenti tepat di taman.Beberapa pengawal berjaga di sisi taman,melihat gerak gerik Atika.Tidak akan ada celah untuk mencelakakan El.
__ADS_1
'Kenapa banyak sekali pengawal disini,Aku akan menghancurkan dia dengan cara lain!'Atika segera duduk di kursi besi yang ada di dekat taman mawar.
"Tuan Muda,kenapa Anda melamun?"
"Saya sedang berzikir!"Sahut El,menang El terlihat begitu tenang,ia selalu memanfaat 'kan waktu nya untuk berzikir.
"Berzikir?apa itu?"Atika memiringkan kepala nya.El menoleh sebentar lalu segera memalingkan kembali wajahnya.
"Zikir itu cara Kami mengingat Allah dan mendekatkan diri dengan Allah!"
Jawaban El,membuat Atika mangut-mangut,meskipun ia tidak tahu betul apa yang di maksud El.Namun,Atika tahu di dunia ini Kita hidup berdampingan dengan semua orang.
"Tuan Muda,apa ada seseorang yang mengisi relung hati Anda?"Tanya Atika dengan lancang.
"Ada"
"Siapa?"
El mengerutkan dahi nya menoleh ke arah Wanita itu.Atika segera tersadar,kalau pertanyaan dia terlalu lancang.
"Ma..."
"Keluarga Saya!"Sambung El,Atika menaikan satu alis nya.
"Ada,dia perempuan pertama yang membuat Saya,menundukkan pandangan saya terhadap perempuan lain!"
Atika memijit dahi nya yang tidak sakit.
'Bagaimana cara dekatin dia,kalau dia sendiri sudah ada wanita disisi nya!'
"Eeeemm"Atika berfikir sejenak,lalu menatap lekat ke arah El,yang duduk begitu tenang.
Hembusan angin,menyibak rambut El yang bergelombang itu,membuat wajah nya yang teduh terlihat begitu tampan,saya angin lewat menyapu seluruh wajah sang Tuan Muda ke dua.
El memejamkan matanya,bibirnya terus bergerak,mengucap lafaz Allah.Atika melihat nya dengan begitu serius.
"Tuan,kenapa Anda memilih menundukkan pandangan Anda terhadap perempuan lain,bukan kah,diluar sana mungkin banyak sekali wanita cantik yang bisa menggoda pandangan Anda?"Atika menompang kepala nya dengan satu tangan di atas meja besi.
"Kesetiaan itu adalah prinsip,tidak semua orang mampu,bahkan sangat sedikit orang dapat melakukan itu,bahkan sudah sangat jarang di miliki oleh orang yang memiliki naf-su lebih besar ketimbang harga diri.Selain pandangan,Kita juga harus bisa menahan diri dari banyak godaan yang lain,yang mungkin tidak Anda ketahui!"
Atika tercengang mendengar jawaban El,yang ia kenal dan ketahui,Al adalah sosok Pria yang tegas dan kejam,tidak ada toleransi sama sekali jika seseorang melakukan kesalahan.Namun,Atika tiba-tiba tersenyum,saat mendengar jawaban dari El yang ia tahu adalah Al.
__ADS_1
'Ternyata Tuan Al,yang di kenal kejam,memiliki sisi yang lembut seperti ini,apa benar yang di ucapkan dia sangat berbeda dengan yang Ku dapatkan infonya'
"Dok,Saya ingin masuk!"Seru El,seger memutar roda elektrik nya.Atika segera berdiri dan membantu El.
Atika mendorong kursi roda itu dengan tangannya,setelah menekan tombol on off.Tiba di dalam rumah,Ayin yang sejak tadi menunggu mereka berdua,segera menghampiri nya.
"Atika,saya perlu catatan medis Tuan muda segera.Karena perusahaan membutuhkan Tuan Muda,Senin depan ada kolega kami dari jepang datang berkunjung kemari,Kami butuh Tuan Muda di perusahaan !"Pungkas Ayin,
"Saya mengerti,Saya akan memeriksa Tuan Muda tiba di kamar,saat ini Tuan Muda akan pergi mandi dan juga beristirahat di kamar!"
"Baik,Saya menunggu Kamu di ruangan tamu!"
"Baik,saya mengerti,Saya permisi dulu!"
Ayin mengangguk nya,sembari berlalu ke arah ruangan tamu.
Di di kamar. . .
"Anda sudah bisa pergi,biarkan Saya melakukan nya sendiri,Anda tidak perlu membantu saya untuk mandi atau hal yang lain,Saya sudah sehat!"El berdiri dari kursi roda nya,meninggalkan kursi roda bersama dengan Atika,wanita itu menatap punggung El yang penuh dengan keringat.
Piyama yang tipis itu menempel di kulit El yang putih,terlihat setiap tetesan peluh keringat yang mengalir dari rambut El,membuat Atika terpesona.Bisa bayangkan betapa ganteng nya El,saat ia menolak untuk bersentuhan dengan wanita.
El menoleh,melihat Atika dengan setengah netra nya,keringat yang mengumpul seperti embun di ujung rambut El menetes tepat di bahu nya.
"Anda sudah bisa pergi!"Titah El lagi,saat melihat Atika masih mematung.
"Ba-Baik,Saya segera pergi.Tuan Muda,jika ada apa-apa,segera hubungi Saya.Oh ya,satu lagi jangan sampai perban nya basah,Anda bisa membuka perban dulu,jika ingin mandi!"
"Saya mengerti,silahkan pergi!"El kembali membelakangi Atika.Wanita itu,hanya mengangguk,lalu berbalik pergi meninggalkan kamar El.
Blam!
Atika,melepas handle pintu dari tangan nya,lalu membelakangi pintu.Atika menyentuh dada nya yang berdegup begitu kencang.
Deg..
Deg..
"Apa ini?"Gumam Atika,berjalan ke arah tangga,lalu ia berhenti sejenak,sebelum meninggalkan tempat itu.
'Eeemem,Atika,ingat misi mu dari awal,datang kemari untuk membalaskan dendam,bukan untuk mencari jodoh,jauh 'kan pikiran mu dari kata kagum kepada laki-laki itu.Pria itu orang yang kejam dan juga jahat,mungkin saat ini ia bersikap lembut kepada mu,hanya karena kamu dokter,tapi tiba ia mengetahui tujuan Kamu datang kemari,saat itu juga di tengah Kalian berdua hanya ada kata dendam dan musuh!'
__ADS_1
Atika menginjak satu persatu anak tangga rumah itu,hingga ia sampai di bawah.
Buat reader,pastikan baca dulu baru like ya 👏miris liat view setiap hari bukan naik malah anjlok ✌️