
LA. . .
Albert baru saja pulang dari kantor,dan mendapati sang istri sedang berada di ruang makan.
"Assalamualaikum sayang"Sapa Albert,yang berjalan ke arah Ge dan segera mengecup pucuk kepala Ge.
"Waalaikumsalam mas,sudah pulang?"
"Belum masih meeting di kantor!"Goda Albert yang tersenyum melihat ke arah Ge.
"Heeeemm"Ge mengerucutkan bi-bir nya,ia masih berlanjut mengupas mangga di tangan nya.
"Dari mana mangga nya sayang?"
"Ada tuh petik sendiri di pohon nya!"Ge berbalik menggoda Albert,tapi Albert sudah duluan tersenyum mendapati Ge membalas menggoda nya.
"Dimana mama?"
"Mama ada di kamar,seperti nya sedang istirahat!"
"Malam ini,ada reunian dari sekolah internasional,apa Aku boleh pergi sayang?"Tanya Albert kepada Ge,
"Pergilah"
"Kamu enggak cemburu aku pergi ketemu dengan teman-teman lama ku?"
"Kenapa Aku harus cemburu?"Ge menaikan satu alis nya menatap sang suami.
"Kalau kamu enggak cemburu berarti kamu enggak cinta sama aku sayang"Tukas Albert dengan memiringkan bi-birnya.
"Kalau Aku tidak cinta,Aku tidak akan berada disini,dan Albert junior enggak akan hadir disini"Pungkas Ge sembari menuju ke arah perut nya.
"Sini peluk dulu dan ci-um"Ucap Albert yang merentang 'kan tangan nya ke arah Ge,
"Apaan sih mas"Malah Ge yang malu dengan sikap Albert.
"Tuan Muda,Permisi"
"Iya Bi"
"Tuan Alex sudah tiba,beliau ada di luar bersama dengan keluarga yang lain"
"Umi Papa..."Seru Ge yang segera bangkit dari duduk nya,dan berlari ke arah depan.
__ADS_1
"Geisha...!"Teriak Albert,yang ngilu melihat Ge berlari,ia takut sang istri tersandung.
"Oops..."Ge segera berhenti ketika mendengar suara Albert,ia pun baru menyadari nya,kalau diri nya tengah hamil.
"Pelan-pelan jalan nya"Titah Albert,begitu tiba di samping Ge,dan segera merangkul pinggang sang istri.
"Maaf mas"
"Eeeemm...Ayo"Ge mengangguk,Albert merangkul pinggang ramping sang istri.
Tiba di teras...
Alex dan Maryam serta yang lain,baru saja turun dari mobil,pengawal dan pelayan membantu menurunkan koper milik mereka,dan membawa nya masuk ke dalam mansion.
"Umi"Ge segera berjalan ke arah Maryam,bersalaman dan menci-um punggung tangan Maryam,serta memeluk sang ibu dengan erat.
"Bagaimana keadaan mu sayang?"
"Sudah membaik Umi"
Albert berjalan ke arah Alex,memeluk papa mertua serta ke dua ipar laki-laki nya,dan menangkup ke dua tangan nya ke arah Atika dan Aisyah.Dua wanita bercadar yang berdiri di depan Albert.
"MasyaAllah,Kakak-Kakak ku sungguh cantik"Ujar Ge,berjalan ke arah Aisyah dan Atika,bersalaman serta memeluk Ke dua kakak ipar nya itu.
"Kamu juga cantik Sayang"Puji Atika yang baru pertama kali melihat Ge,
"Baik mas"
"Ayo masuk Kakak,Umi juga"Ajak Ge,semua nya segera melangkah masuk ke dalam mansion,ini ke dua kali nya Maryam menginjak kaki di tempat ini.Berbeda dengan Al yang pernah tinggal di tempat ini.
Tiba di dalam mansion,Sandra baru saja keluar dari kamar nya yang berada di lantai bawah,lalu melihat semua keluarga Alex tiba di sana.Awal nya Maryam sedikit ragu saat Sandra mendekati mereka.Tapi,Alex memberi isyarat untuk tetap tenang,karena Alex yakin kalau Sandra sudah berubah.
"Maryam"Panggil Sandra,mendekati istri Alex,Sandra segera memeluk Maryam,dan di balas pelukan juga oleh Maryam,kedua nya melepaskan rindu.
"Bagaimana kamar mu?"Tanya Maryam,
"Aku baik,bagaimana dengan mu,bagaimana sekarang Aku memanggil mu,apa Aku harus memanggil nya besan"Goda Sandra yang melirik ke Alex,Pria itu hanya senyum saja menanggapi ucapan Sandra.
"Ayo masuk,kalian boleh langsung istirahat,gini saja kalian istirahat dulu disini,Aku akan meminta pelayan untuk siapkan cemilan dan juga minuman"Ujar Sandra,mempersilahkan semua keluarga nya untuk menunggu di ruang tamu.
"Pelayan,buatkan minuman untuk Tuan Alex dan untuk semua keluarga nya "
"Baik Nyonya"
__ADS_1
Sementara Alex dan Maryam,serta Anak dan menantu mereka pun ikut menyusul berjalan ke arah ruang tamu.Ada foto Tuan King disana terpajang di ruang tamu,dengan foto yang begitu besar.
"Ge apa benar kamu hamil?"Tanya Maryam yang sudah penasaran semenjak di Mesir.
Ge dan Albert terkejut mendapati pertanyaan itu,karena mereka ingat bahwa mereka belum mengabari Maryam akan berita bahagia itu.
"Benar Umi"Sahut Ge,dengan senyuman di wajahnya.
"Alhamdulillah,semua nanti menantu Umi yang lain juga segera di beri rejeki yang sama oleh Allah!"
"Aamiin ...."Jawab mereka serentak,membuat Maryam tersenyum.
"Ini siapa?"Tanya Sandra melirik ke arah ke dua wanita yang bercadar.
"Ini istri El dan itu istri Al"Alex memperkenalkan kedua menantu nya.
"Salam kenal Tante,saya Aisyah"
"Saya Atika"Mereka semu berjabat tangan.
"Kalian semua sudah besar,aku sangat menyesal dulu banyak sekali melakukan kesalahan terhadap kalian semua "Ucap Sandra melirik ke arah Maryam.
"Kita adalah keluarga,sudah seharusnya saling memaafkan "Ujar Maryam dengan sopan.Sekali lagi membuat Sandra terharu,Maryam tidak pernah menyimpan dendam terhadap Sandra.
"Terimakasih,kamu selalu baik kepada Ku,tidak heran,Albert waktu kecil begitu menjaga dan melindungi mu,Aku sadar kalau kamu orang yang seharusnya mendapat perlindungan dari kami semua"Ujar Sandra,Maryam hanya tersenyum,menanggapi ucapan Sandra.
"Kalian berdua adalah wanita hebat,baik Mama mau pun bunda,sama-sama orang terpenting di keluarga King"Tukas Albert,
"Semoga Kita semua sehat,agar selalu dapat berkumpul seperti ini"Sambung El,yang duduk di sebelah Atika.
"Saya juga berharap begitu"Sahut Albert.
"Silahkan di minum,dan di cicipi makanan nya"Ge mempersilahkan keluarga nya untuk mencicipi hidangan yang telah di bawakan oleh pelayan.
Terlihat semua keluarga begitu harmonis dan bahagia saat berkumpul seperti itu,baru kali ini mereka semua dapat merasakan kebahagian yang sesungguh nya.Jika mengingat dua puluh tahun yang lalu,mustahil bagi mereka dapat berkumpul seperti ini.
"Nyonya,kamar tamu sudah di bersihkan"Ucap Pelayan yang menghampiri Sandra.
"Baik,kamu boleh pergi"Pelayan tersebut segera pergi.
"Al,El kamar kalian ada di sebelah sana,tentu Al akan tahu yang mana,kamar Kak Alex masih kamar yang lama"Tukas Sandra yang tersenyum.
"Terimakasih " Ucap Alex,Sandra hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"Kalian boleh istirahat dulu,Al bawa istri mu untuk istirahat dulu,begitu juga dengan El,kalian pasti sangat lelah!"
"Kalau begitu kami duluan "Ujar Al dan El pun mengikuti sang Kakak.