
Ke esokan pagi nya. . .
Semua nya pada dirumah,Alex tidak pergi ke tempat taekwondo.Maryam libur jualan.Ge juga belum mengambil pekerjaan di puskesmas.
Dari tadi Albert duduk di teras rumah,dengan celana jeans hitam,baju kaos hitam ketat,terlihat begitu jelas otot-otot nya.Albert terus saja memperhatikan Ge yang sedang membersihkan halaman rumah nya.
Ge terlihat begitu sibuk,ia menebas semua pohon yang ia rasa sudah begitu merusak pemandangan nya.
"Om,bantuin!"Teriak Ge,Albert melotot.
"Kamu panggil Aku Om?"Ketus Albert yang kesal menghampiri Ge.
"Kan umur Kita beda tujuh tahun Om,sedang'Kan Aku masih gadis!"Ujar Ge melanjutkan pekerjaan nya.
"Kamu Gadis Aku perjaka,klop'kan?"Goda Albert lagi,Ge menoleh ke arah Albert dengan malas."Kamu masih menolak Ku?"Tanya Albert,ia mengingati Ge lagi,yang sudah mengajak nya menikah beberapa hari yang lalu saat mereka di Inggris.
"Eeemmm,banyak yang harus Om lalui kalau mau menikah !"Ujar Ge,sok tahu tentang pernikahan.
"Ge ular !"
"Aaakhhh"Teriak Ge berlari keluar dari semak-semak,tanaman bunga milik Maryam.
"Om Albert!"Teriak Ge dengan keras.Albert terkejut,begitu juga dengan Alex yang ikut terkejut mendengar panggilan Ge.Maryam di tempat jemuran baju,begitu mendengar nama itu segera menghampiri mereka.
Alex meninggalkan mobil di garasi,padahal ia ingin pergi ke bandara untuk menjemput ke dua anak nya.Tapi,ia kembali mematikan mobil itu,lalu turun dan menghampiri Ge dan Albert.
"Ge apa yang Kamu lakukan?"Bisik Albert,berjalan ke arah Ge,"Bukankah Kita sudah berjanji,Kamu tidak boleh memanggil nama asli Ku?"Sambung nya lagi.Ge terlihat bingung,dan sedang meminta maaf kepada Albert.
"Albert"Panggil Alex,berdiri tepat di belakang nya,Albert segera menoleh.
Melihat Alex yang sudah banjir air mata ,dengan tangan yang gemetar Alex merentangkan tangan nya.Albert segera berbalik dan memeluk Alex."Albert King"Ucap Alex lagi,masih memeluk pria itu dengan erat.
"Jagoan Bunda!"Ucap Maryam yang memegang lengan kekar Albert yang sedang memeluk Alex.
"Bunda"Lirih Albert melepas pelukan Alex,
Bugh!
Albert bersujud di kaki Maryam membuat Maryam segera terduduk di tanah.Ge heran saat melihat sikap orang tua nya terhadap Albert.
"Maaf 'kan Albert yang tidak menepati janji,Albert berjanji sebelumnya akan melindungi Bunda,Tapi,justru Albert malah membiarkan Bunda di tuduh menjadi seorang pembu-nuh oleh mereka!"Albert melihat ke arah Maryam yang berada di depan nya.Albert segera merebahkan kepala nya di lutut Maryam.Tangan Maryam yang bergetar mencoba mengusap rambut Albert.
"Maaf,maafkan Albert Bunda!"Ucap Albert lagi.Cadar yang di kenakan Maryam,sudah basah di banjiri air mata,Maryam memegang bahu Albert,menyuruh ia untuk berdiri,Alex dan Maryam tidak menyangka takdir bisa mempertemukan Ge dengan Albert.
"Kenapa Kalian berdua merahasiakan ini dari Kami?"Tanya Maryam,menatap Albert lalu beralih menatap Ge.
"Umi,Ge tidak tau apapun,Ge malah tidak tahu jika Papa dan Umi kenal dengan Om Albert!"Ujar Ge,yang kesal karena telah di bohongi oleh Albert.
"Ini pasti Kamu yang meminta Ge untuk tidak memanggil nama mu 'kan?"Maryam menjewer daun telinga Albert.
"He..He..Ampun Bunda,janji enggak lagi!"Maryam menangis tapi juga tersenyum,ia tidak dapat menahan diri,Maryam segera memeluk Albert.
"Kamu sudah membuat Kami khawatir dua puluh tahun belakangan ini!"
"Maaf Bunda!"Albert berulang kali meminta maaf.
"Eheem !"Alex berdehem,Maryam segera melepaskan pelukan Albert,dan ia tersenyum melihat Alex yang cemburu.
"Mas,Ayo,Kita harus pergi ke pesantren,bantu-bantu Aisyah,Umi belum tau Gus Zayn sudah sampai atau belum !"Ucap Maryam,Alex pun segera membawa sang istri menuju mobil.
Kini tinggal Ge sama Albert di rumah,Ge segera melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda.Albert terus saja memperhatikan Ge yang sedang sibuk sendiri.
"Kamu marah?"Tanya Albert mengikuti Ge dari belakang.Ge tidak menjawab.
__ADS_1
"Jadi,Kamu benaran marah?"Ge masih diam.
"Ayolah Ge,Aku tidak bermaksud begitu,Aku memang sangat merindukan Mereka jadi Aku tidak bermaksud membohongi Kamu!"Albert terus saja mengikuti Ge dari belakang.
"Kenapa Om tidak bilang,kalau Om kenal sama Papa dan Umi?"Ge menoleh menatap Albert dengan ujung netra nya.
"Aku takut,kalau Kamu tidak bisa menerima nya!"
"Heeeemm"Ge berkacak pinggang,dan menghela nafas nya,menatap ke arah Albert.
"Menikahlah dengan Ku,Aku janji akan membuat mu selalu bahagia!"Ungkap Albert lagi,yang kini mencoba merayu Ge.Ge tidak menjawab ia segera pergi meninggalkan Albert.
"Ge.."Teriak Arman,teman Ge.
"Datang lah satu masalah !"Gumam Ge,yang melihat Arman berjalan ke arah nya.
"Aku tau,dirumah mu tidak ada Papa mu 'kan?"Tanya Arman,Ge mengangguk."Iya tidak ada Papa,tapi ada itu!"Ge menunjuk ke arah Albert,Pria itu menatap Arman dengan nyalang.
"Ge siapa dia?kenapa Wajah nya begitu ganas!"Bisik Arman.
"Dia Anak Papa Ku di LA"Ungkap Ge,berjalan ke arah teras.Albert memperhatikan mereka dengan berdua tanpa ada ekspresi di wajah.
"Ge kapan Kamu pulang,Aku sudah merindukan mu begitu lama!"Ujar Arman dengan manja,yang sudah biasa dekat dengan Ge.
"Kamu di depan Papa Ku coba begitu,kalau enggak kepala mu di pisahkan dari tubuh mu!"Ketus Ge,Arman menatap nya dengan cemberut.
Albert segera duduk di samping Ge,dan terus saja menatap Arman,membuat nyali pria itu menciut.
"Jadi,itu alasan kamu menolak Ku?"Tanya Albert,Ge membulatkan matanya melihat ke arah Albert.
"Apa yang Om katakan,tidak ada hubungan nya dengan dia!"Ujar Ge,lalu kembali melihat Arman,
Albert memainkan netra nya ke arah Arman.Tapi,Arman menatap Albert dengan cuek,ia tidak akan perduli dengan saingan cinta nya itu.Namun,berbeda dengan Albert,ia takut kehilangan Ge,karena ia baru pertama kali ia mengajak seorang gadis untuk menikah.
"Kalian mengobrol lah,Aku akan membersihkan tangan Ku!"Ujar Ge yang berdiri,lalu masuk ke dalam rumah,meninggalkan dua orang pria dewasa di depan teras.
"Apa hubungan mu dengan Ge?"Tanya Albert,langsung pada intinya.
"Seperti yang Anda liat,Saya sedang mengejar nya!"Ungkap Arman,tanpa rasa takut.
"Mengejar?"Ulang Albert,Arman mengangguk.
"Aku ingatin ya,lebih baik,Kamu urungkan saja niat mu itu,Ge itu calon istri Ku,jangan harap Kamu dapat memiliki nya!"Tegas Albert,berusaha mengancam Arman.
"Heeh"Arman mengejek Albert."Kamu?"Arman menatap sinis ke arah Albert."Kami sudah kenal lama,dan siapa Kamu melarang-larang saya untuk dekat dengan Ge.Saya tidak akan mundur sampai titik darah penghabisan!"Ucap Arman dengan lantang.Arbert yang merasa dirinya di tantang begitu saja,tentu tidak akan tinggal diam.
"Kamu berani melawan?"Albert mencengkram kuat kerah kemeja Arman.
"Kalau berani Kita main bersih!"Tantang Arman lagi,"Kamu boleh dekatin Ge,Aku juga boleh,Kita liat siapa yang di pilih oleh Ge,jika yang kalah harus siap menerima kekalahan nya.Dan jauhi Ge!"Sambung Arman.
"Aku setuju !"Jawab Albert dengan tegas.
"Oke,deal!"Mereka berdua berjabat tangan,setelah itu,Arman pergi meninggalkan kediaman Alex.
Pesantren Al-kitab. . .
Maryam yang sedang membantu Aisyah untuk menyambut tamu,dan juga membantu menyiapkan segala hidangan untuk tamu,di dapur.Dengan di bantu oleh Azizah teman Aisyah.
"Azizah,kenal 'kan,ini Umi Maryam calon ibu mertua saya!"Ungkap Aisyah memperkenal 'kan Maryam kepada teman nya itu.
"Assalamualaikum,Umi,Saya Azizah"
"Waalaikumsalam,Saya Maryam,senang berkenalan dengan mu"Ke dua nya tersenyum dari pancaran netra Azizah dan juga Maryam.
__ADS_1
"Umi tau,Azizah jarang mau berbicara dengan orang lain semenjak ia memantapkan diri untuk bercadar.Padahal dulu saat di sekolah Azizah termasuk anak yang ceria dan juga suka bercanda,tidak tau,kenapa dia sekarang menjadi orang yang pendiam!"Ungkap Aisyah memperhatikan gerak gerik Azizah,yang membantu ibu-ibu komplek.
"Namanya juga manusia,ada waktu nya untuk berubah,dan Azizah berubah untuk menjadi orang yang lebih baik,bukan kah itu bagus?"Maryam melirik Aisyah.Aisyah hanya mengangguk saja sembari membereskan semua pekerjaan nya.
"Azizah,apa Kamu sibuk?"Aisyah menghampiri Azizah.
"Tidak,apa ada yang bisa saya bantu?"
"Bantu bawakan ini ke bilik Abah,disana ada tamu Gus Zayn yang baru saja tiba dari Mesir!"Aisyah memberikan dua buah mangkuk yang berisi sayur dan ikan.
"Eeemm"Azizah segera mengambil alih benda yang ada di tangan Aisyah,dan mengikuti Aisyah menuju bilik Abah.
"Assalamualaikum !"Ucap Aisyah berdiri di depan pintu.Zayn yang mendengar itu segera keluar.
"Ning,letakkan saja di atas meja,para tamu masih di belakang,mungkin sebentar lagi akan kesini!"Ujar Zayn,
"Baik Gus"Aisyah menata barang bawaan nya tadi,serta di bantu oleh Azizah.
"Astagfirullah,Azizah Saya lupa mengambil nasi yang ada di dalam baskom,boleh kah Anda bantu saya mengambil nya?"
Azizah tersenyum ia sudah mengerti dengan senior nya itu,"Boleh,tunggu sebentar,Saya akan kembali ke dapur"Aisyah mengangguk nya,Azizah segera berlalu.
"Aisyah,dimana Kamu simpan barang-barang Abah,Gus ingin mengambil nya,Gus akan menyimpan nya di kamar Gus,bisa kah Kamu ambil untuk Gus?"
"Bisa,ikutlah dengan Aisyah,Ning akan membawa Gus ke kamar pondok!"Zayn segera mengikuti Aisyah,meninggalkan bilik Abah terbuka,karena Aisyah tahu,Azizah akan kembali lagi.
Beberapa menit kemudian,Azizah kembali dengan baskom di tangan nya yang berisi nasi,dan ada tambahan lauk,yang di berikan Maryam kepada Azizah.
"Assalamualaikum "Ucap Azizah melangkah masuk,
"Waalaikumsalam"Jawab seorang Pria yang berdiri di samping pintu dengan baju agamis putih dan sorban yang melilit di kepala nya,khas orang Mesir.
Pria itu menatap Azizah,begitu juga dengan Azizah yang tanpa sengaja memperhatikan pria itu.
Pria itu tersenyum,sehingga membuyarkan lamunan Azizah "Astagfirullah"Ucap Azizah yang segera meletakkan baskom nasi di atas meja.Lalu segera pergi tanpa berpamit dan meninggalkan tempat itu.Pria tersebut mengintip nya dari jendela,ia lama sekali menatap punggung Azizah yang sudah pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa yang Kamu liat Zaki ?"Tanya Zayn yang baru saja kembali ke bilik Abah.
"Aku melihat bidadari yang baru saja turun dari langit!"Ucap nya lalu berbalik,melihat ke arah Zayn.
"Heeh"Zayn tersenyum,sembari menggelengkan kepala nya.
"Mari makan!"Ajak Zayn,Zaki segera segera duduk di depan Zayn,dan kedua nya mulai makan bersama.
Di Dapur. . .
"Kenapa Azizah jalan nya terburu-buru?"Aisyah menegur Azizah.
"Tidak ada!"Sahut nya seketika,membuat Asiyah penasaran,lalu mendekat.Aisyah memegang tangan Azizah yang dingin dan gemetar."Ada apa ?"Tanya Aisyah,saat melihat netra Azizah yang berkaca-kaca.Aisyah tidak pernah tahu,jika Azizah memiliki masa lalu yang mungkin sangat sulit untuk ia lupakan."Kak,Saya akan mengantar ibu pulang,insyaAllah,besok jika tidak ada halangan apapun Saya kembali lagi!"Ujar Azizah,
"Heeem,kembali lah secepat nya Azizah,Aku butuh teman.Tapi,benar Kamu tidak apa-apa 'kan?tangan mu begitu dingin ?"
"Tidak,Aku tidak apa-apa Kak,Aku pamit pulang dulu"Azizah menarik kembali tangan nya.
"Assalamualaikum"
"Wassalamualaikum"
Setelah Azizah pergi,Maryam datang menghampiri Aisyah lagi.
"Apa yang terjadi?"
"Aisyah juga tidak tau Umi.Eh,Umi apa semua tamu sudah datang?"
__ADS_1
"Sudah,Ayo bantu siapkan semua makanan "
Aisyah mengangguk,lalu membantu Maryam untuk menyiapkan semua makanan untuk para tamu yang datang melayat.