
"I know all about it ! Teriak Maryam dengan lantang,berbalik kini melihat ke arah Alex.
Wajahnya yang putih bersih,kini di basahi dengan air mata,entah berapa lama Dia sudah menangis di balkon.Namun,Alex dapat melihat betapa hancur nya hati seorang istri,saat mengetahui jika Suami yang ia percaya,tapi malah ingin menggugurkan hasil buah cinta mereka.
"Hiks..Hiks..Hiks.."
Tubuh yang tadi berdiri kokoh di depan Alex,kini melemah duduk bersandar di tembok balkon.
Alex menatap nya dengan tatapan hancur,Alex sendiri merasa kecewa,dengan apa yang sebelumnya ia rencana 'kan.
"Sayang,Aku mengakui salah,memang ia sebelumnya Aku ingin menggugurkan Anak itu,tapi itu terjadi sebelum Aku dapat menerima kehadiran Anak itu!"Imbuh Alex,yang berusaha untuk memegang bahu Maryam.
Pak!
Maryam menepis nya.
"Don't touch me!"Tegas Maryam menatap nyalang ke arah Alex.
Maryam berdiri kembali,dan kini menatap wajah Pria yang berstatus suami nya dengan penuh rasa kecewa.
"Kita bukan Tuhan,bisa mewujudkan semua impian yang Kita mimpikan,termasuk memimpikan seorang bayi laki-laki.Kita hanya manusia,yang tidak berhak mengeluh atau memaksa,tapi Kita hanya bisa menerima apa yang menjadi kehendak Tuhan!" Tutur Maryam dengan lantang.
Alex terpaku,bi bir nya kelu,ia tidak menyangkal semua perkataan sang istri.Saat ini,Dia telah membuktikan bahwa dirinya tidak pantas disebut seorang suami dan seorang calon Ayah.
Krak !
"Apa ini yang Kamu ingin 'kan Mas!"Ujar Maryam mengarahkan senja ta nya ke arah perut Dia yang semakin hari semakin terlihat buncit.
"Sayang,tenang!"Alex mencoba menenangkan Maryam.
"Sayang,Aku tau Aku salah,tapi Anak Kita tidak bersalah,Aku yang salah,tembak Aku!"
Alex melangkah maju ke arah Maryam.
"Jika Aku menembak Mas,apa yang Ku dapat?"Kini senja ta sudah berpindah arah, Alex dapat melihat kebencian dan kemarahan dari netra Maryam.
Matanya yang nanar memancarkan kekecewaan yang begitu dalam.
"Tembak Aku,itu bisa membuat mu puas,dan merasa lega!"Alex memegang ujung pis tol,dan mengarahkan nya tepat di dada nya.
__ADS_1
"Hiks..Hiks..Hiks.."
Bugh!
Alex menarik Maryam ke dalam pelukan nya,ia tidak sanggup melihat sang istri menangis begitu kuat,membuat ia semakin terluka.
Dugh ..Dugh..Dugh..Dugh..
"Apa salah Ku,apa yang telah Ku perbuat di masa lalu,sehingga Aku di hadapkan dengan masalah seperti ini!"Ucap Maryam,sembari memukul dada bidang sang suami,dalam posisi Alex masih memeluk nya.
"Sayang,maaf,Aku berjanji,Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepada Kalian.Aku berjanji Aku sendiri yang akan melindungi Kalian,Aku tidak peduli calon Anak Kita laki atau perempuan,bagi Ku sama saja.Yang terpenting Kamu adalah satu-satu nya wanita yang Ku cintai!"
Cup!
Alex mengecup dahi dan ke dua mata Maryam dengan lembut,lalu kembali memeluk sang istri dengan erat.
"Kita masuk,disini udara nya dingin,jika berlama-lama disini,Kamu akan sakit!"Ujar Alex,lalu membawa Maryam masuk ke dalam kamar.
Di sebelah kamar,di sisi balkon,seseorang berdiri dengan tangan yang mengepal.
Albert sudah mendengar semua percakapan Alex dan Maryam.Albert merasa kecewa dengan sikap Alex.Tapi,yang lebih membuat Albert marah adalah,tekanan itu pasti di berikan oleh Tuan Besar,yaitu kakek nya sendiri.
"Sayang,benar Kamu setuju!Kakek pasti senang!"Sandra terdengar bahagia saat mengetahui keputusan sang Anak.
"Tapi,Aku punya satu syarat!"
Mendengar ucapan terakhir Albert,Sandra terdiam.Sandra dapat menebak watak Anaknya yang begitu keras,ia tidak akan menyerah hanya dengan satu perintah orang lain.Namun,kali ini ia tiba-tiba setuju,pasti ada sesuatu yang ingin Dia selamat 'kan.
"Sayang,katakan apa syarat mu,jika itu baik,maka Kakek akan setuju dengan itu!"
"Katakan pada Kakek,jika anak yang di kandung Bunda Maryam adalah perempuan,ia tidak boleh membu nuh atau mencelakakan mereka,Dia juga tidak berhak memisah Papa dengan Bunda Maryam !"Pungkas Albert.
Sandra terdiam beberapa menit,Dia tidak berani menyetujui persyaratan sang anak.
"Heeh,Mama tidak bisa memutuskan apa yang menjadi syarat Ku,bukan kah begitu?"Mendengar ucapan sang Anak,Sandra merasa belum bisa menjadi ibu yang baik untuk melindungi sang Anak.
"Siapa yang berbicara?"Seru seseorang terdengar oleh Albert,yang masih berbicara dengan Sandra.
"Albert !"Jawab Sandra pelan.
__ADS_1
Tuang King mengulurkan tangan nya kepada Sandra,Wanita ini segera memberikan ponsel kepada Ayahnya.
"Albert!"Panggil Tuan King.
"Kakek!"
"Eem,bagaimana keadaan mu.Saat Kamu kabur dari rumah Aku sangat cemas,kalau Kamu tidak ingin pergi pelatihan militer,Kamu bisa memberitahukan Aku,Aku tidak akan memaksa mu!"Imbuh Tuan King.
"Kabar Aku jauh lebih baik.Kakek,Aku setuju pergi ke pelatihan militer,tapi Aku punya satu syarat!"Ujar Albert dengan lantang.
"Apa syarat mu?"Tanya Tuan King,tanpa ekspresi kepada Albert di balik telepon genggam.
"Ayah,berikan ponsel nya kepada Ku,Albert masih anak-anak Dia belum paham apa yang Dia ingin 'kan!"Ujar Sandra,Albert dapat mendengar nya.
Tuan King memberi isyarat tangan kepada Sandra untuk diam,dan wanita itu segera diam.
"Katakan Albert!"Tegas Tuan King.
"Jika anak yang di kandung Bunda Maryam adalah perempuan,Kakek tidak boleh membu nuh atau mencelakakan mereka,Kakek juga tidak berhak memisah Papa dengan Bunda Maryam !"Imbuh Albert.
Tuan King mengerutkan dahi nya,ia juga mengepalkan tangan nya.
"Ayah,Aku mohon,jangan dengar ucapan Albert,Dia masih anak-anak!"Sandra mencoba menyangkal apa yang menjadi syarat Albert.Sandra takut jika Tuan King,dapat melakukan hal yang lebih buruk dari itu.
"Baik,Kakek setuju dengan syarat mu,segera lah kembali,besok Kamu harus segera sampai kemari,dan segera pergi pelatihan militer!"
"Aku setuju,Aku akan kembali segera,dan meminta Pak Kim membantu membereskan barang Ku.Tapi,Kakek,Anda harus ingat,Anda tidak boleh ingkar janji,Anda harus menepati nya.Jika Anda ingkar janji maka Aku selamanya tidak akan mengakui Anda Kakek Ku!"
Mendengar penuturan Albert,Tuan King sekali lagi mengepalkan tangan nya.
"Kakek janji,pergi lah beberes!"
"Baik Kek!"
Panggilan pun terputus.
Albert segera pergi meminta bantuan Pak Kim,untuk membantu membereskan barang milik nya,tanpa memberitahukan Alex.
"Kamu dengar!Cucu yang Ku besar 'kan sudah berani mengancam Ku,Aku lupa entah cucu siapa yang Ku besarkan,sehingga ia bisa begitu kejam mengancam Ku!"Ucap Tuan King berdiri di depan Sandra.
__ADS_1
Tanpa menjawab,Sandra melihat Tuan King yang berlalu dari hadapan nya.Sandra hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat semua masalah yang tejadi di dalam keluarga nya.