
Alex segera mempercepat langkah nya,agar bisa melihat sang istri lebih dekat lagi.
Alex melihat Maryam yang kini berbaring lemah di ranjang pasien.
Alex duduk di kursi yang ada di samping ranjang,lalu memegang tangan Maryam dengan lembut.
Tok ..Tok..Tok
"Siapa ?"Sahut Alex di dalam saat mendengar suara ketukan dari luar.
"Dokter Lauren!"
"Masuk!"
Ceklek !
"Permisi Tuan Alex,Saya ingin memeriksa pasien !"
"Eem!"
Alex segera berdiri dari tempat nya.
Dokter Lauren segera melakukan tugasnya.Dan Alex memperhatikan nya walaupun sekecil apapun ia tidak akan melewatkan nya.
"Jika jarum infus di gantikan dengan yang punya bayi bisa enggak?"
Pertanyaan Alex membuat dokter lauren tercengang menatap nya heran.
"Maksud Tuan,yang ini di gantikan dengan ukuran baby ?"dokter Lauren memastikan lagi.
Alek mengangguk nya.
"Ada apa Tuan,ini adalah yang terbaik disini,dan seperti nya aliran nya lancar enggak sumbat!"
Jelas dokter Lauren.
"Iya.Tapi ini menyakiti tangan lembut nya,jarum ini terlalu besar untuk di pasangkan di tangan cantik nya!"
Ketus Alex sembari memperhatikan jarum yang menancap di kulit punggung tangan Maryam.
"Ba-Baik Saya akan mengantikan nya segera,Saya permisi Tuan !"
Dokter Lauren menundukkan kepala nya sebentar lalu segera keluar.
Alex kembali duduk di kursi yang tersedia di dekat ranjang Maryam.
Alex memegang tangan Maryam,saat itu juga Maryam menggerakkan jari nya,kalau ia telah siuman.
"Sayang.."
Lirih Alex dengan lembut.
Maryam melirik melihat sang suami yang duduk disebelah nya.
"Mas!"
Panggil Maryam,Alex tersenyum,melihat Maryam.
"Katakan mana yang sakit,Aku akan memanggil dokter segera!"
"Tidak,Aku tidak apa-apa mas!"
"Kenapa Kamu bisa seceroboh ini,Kamu enggak tau itu terlalu berbahaya,untuk melawan dua orang pria jahat,liat diri Mu sendiri begitu lemah dan juga lembut.Tapi malah dengan berani nya ikut campur urusan orang lain !"
Marah Alex,Maryam hanya terdiam saja,memang benar ia salah.Namun,ia lakukan karena bentuk rasa peduli nya terhadap sesama manusia.
"Maaf Mas.Aku tau Aku salah,hanya saja Aku tidak tega melihat Mereka memperlakukan nya dengan buruk!"
Ujar Maryam,kini memegang tangan Alex yang sedang menggenggam tangan nya satu lagi.
"Pokoknya,kedepan nya,Kamu enggak boleh lagi membahayakan diri Mu,Kamu harus cari bantuan jika Kamu ingin menolong orang!"
"Iya Mas!"
Sahut Maryam tersenyum.
"Mas!kenapa wajah Ku terbuka!"
Maryam baru sadar jika ia tidak memakai cadar,saat menyentuh pipi nya.
"Itu karena dokter harus mengobati luka Mu!tenang saja,Mas udah ngelarang siapapun Pria tidak boleh masuk ke ruangan ini.Karena keindahan ini hanya Mas yang boleh liat!"
Cup!
__ADS_1
Pungkas Alex,sembari mengecup punggung tangan Maryam.
"Mas,kapan Aku bisa pulang?"
Maryam mencoba untuk bangun dan duduk agar bisa lebih rileks lagi.
"Hati-hati!"
Alex membantu Nya.
"Secepat nya,jika sudah membaik,Kita akan segera pulang!"
"Tapi Aku mau sekarang Mas,disini enggak enak!"
Rengek Maryam.
"Tapi Kamu belum sembuh,luka nya masih baru selesai di jahit!"
Pungkas Alex cemas.
"Aku enggak apa-apa,Aku bisa istirahat dirumah,dan Mas bisa merawat Aku,dan itu bisa membuat Aku cepat sembuh!"
Maryam tersenyum,Alex tidak tahan melihat godaan di depan mata nya.
Cup!
Alex mengecup bi bir Maryam,membuat Maryam terkejut membulatkan ke dua mata nya.
"Berani menggoda Ku di tempat seperti ini!"
Bisik Alex,melepaskan cium an nya.Wajah Maryam merona mendengar bisikan Alex,dan tangan Alex yang sengaja menyelinap ke dalam selimut Maryam.
"Mas!"
Ketus Maryam,saat tangan nakal itu menyentuh dua buah kenyal yang tertutup gamis.
Alex tersenyum lalu segera menarik kembali tangan nya.
"Nih!"
Alex memberikan gelang Maryam,yang diambil kembali dari Pria itu.
"Mas,dari mana dapat ini?"
"Tentu dari Pria yang sudah merebut nya dari Mu,liat pergelangan tangan Mu sampai tergores begini!"
"Aku enggak apa-apa Mas!"
Jawab Maryam,menyentuh bahu Alex yang duduk di samping nya.
"Mas,tangan Mu?"
Maryam melihat tangan Alex yang tergores dan terluka.
"Hanya tidak sengaja tergores sedikit !"
Alex menyembunyikan tangan nya di dalam saku celana.
"Sini Aku liat Mas!"
Maryam mengulurkan tangan nya.Namun,Alex malah menggelengkan kepala nya.
"Mas!"
Panggil Maryam lagi,dengan tatapan dingin nya,terpaksa Alex memperlihatkan tangan nya yang terluka.
"Apa yang Mas lakukan ,sehingga sampai membuat nya begini!"
Maryam mengelus tangan Alex yang terluka.
"Tidak ada apa-apa!"
Alex tidak ingin Maryam mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Tok..Tok...Tok...
"Tuan,ini Saya dokter Lauren !"
"Masuk !"
Ceklek !
Dokter Lauren masuk dengan membawa kotak berisi jarum suntik infus bayi.
__ADS_1
"Tuan,Saya akan menggantikan jarum infus Nyonya!"
Dokter Lauren berjalan ke arah ranjang Maryam.
"Ganti?tapi ini sudah dok?"
Tanya Maryam yang bingung.
"Ini,Suami Anda meminta untuk di pasangkan yang ukuran baby!"
Pungkas dokter Lauren.
"Apa?"
Maryam melirik ke arah Alex.Alex juga menatap nya dengan menaikan satu alis nya.
"Tidak perlu dok!"
Sambung Maryam,melarang.
"Kenapa ?"Tanya Alex yang bingung.
"Karena ini sudah nyaman,biarkan yang ini saja!"
Pungkas Maryam.
"Apa ini tidak menyakiti Mu?"
Alex memastikan kembali.
"Enggak Mas!dok,enggak perlu di ganti.Dok kapan Saya bisa pulang ?"
"Pulang,tentu itu tergantung Tuan Alex,kapan Tuan memperbolehkan Anda untuk pulang!"
"Baik dok,Saya akan berbicara dengan suami Saya!"
Maryam melirik ke arah Alex,Pria ini malah pura-pura tidak mendengar Nya.
"Saya permisi dulu !"
Maryam mengangguk nya,dokter Lauren segera keluar dari ruangan itu.
"Mas,apa maksud nya ?"
Maryam segera menatap Alex dengan tatapan dingin nya.
"Karena Mas mau Kamu sembuh dengan baik disini,dan bekas jahitan tanpa membekas!"
Pungkas Alex,mengelus rambut sang istri.
"Emmm,Mas Kamu terlalu berlebihan,ini tidak apa-apa!"
"Aku berlebihan karena peduli,kalau Aku enggak peduli,mungkin Aku tidak setakut ini kehilangan Mu!"
Pungkas Alex yang kesal,lalu berbalik ingin pergi.
"Mas!"
Panggil Maryam lagi,Alex tidak menggubris nya.
Alex berjalan ke arah pintu ruangan,lalu memegang handle pintu.
"Mas,akan mengurusi kepulangan Mu,tunggu Mas disini!"
Ujar Alex,tanpa melihat ke arah Maryam.
"Baik,Suami Ku!"
Maryam tersenyum,meskipun Alex enggan untuk menoleh.
Alex segera pergi ke ruangan dokter Lauren.
"Tuan Alex!"
Sapa dokter Lauren,saat keluar dari ruangan nya.
"Bisa kah Kita bicara ?"
"Bisa Tuan silahkan !"
Alex segera masuk ke dalam ruangan dokter Lauren,dan meminta dokter wanita itu untuk menutup kembali pintu nya.
Apa sih yang mau di obrolkan Alex,dengan dokter Lauren?,yuk bisa yuk vote + beri hadiah untuk menyemangati Author😘
__ADS_1