
Jam di dinding kamar mewah dan besar itu sudah menunjukan pukul 09:00,sudah hampir petang.Namun,Maryam baru saja membuka matanya.
Maryam mencoba mengucek ke dua mata nya,lalu ia membuka nya perlahan.
"Morning..!"
Sapa Sang suami yang sudah lebih dulu bangun,dan saat ini sedang berbaring di sebelah dan menatap nya.
Cup..cup..
Alex mengecup ke dua mata Maryam,lalu beralih mengecup bi bir Maryam yang ranum itu.
Maryam masih menatap Alex dengan heran,dan mulai mengingat kembali apa yang telah terjadi antara Dia dan Pria yang berbaring di sisi nya.
Wajah Maryam bersemu merah bak kepiting rebus,Alex menyadari itu.
"Apa Kamu malu?"
Sang suami segera duduk di sebelah Istrinya.
Maryam menoleh jam di dinding,yang tak pagi lagi,melainkan sudah masuk waktu petang.
"Astagfirullah,udah mau siang!"
Maryam segera duduk diatas ranjang,lalu mengambil piyama nya dan mulai mengenakan nya.
"Mau kemana ?"
Alex melihat Maryam yang sibuk dengan piyama masih di atas tempat tidur.
"Mau mandi,lalu bikin sarapan!"
Ujar Maryam.
"Udah mau siang,siapa yang mau sarapan,sebentar lagi udah waktunya makan siang!"
Pungkas Alex.Maryam tertunduk.
"Maaf Mas,Aku kesiangan !"
Ucap Maryam merasa bersalah,tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Tidak apa-apa,disini banyak pelayan,Kamu tidak perlu merasa bersalah begitu!"
Ujar Alex dingin.
Aku akan pergi mandi!"
Maryam berusaha turun dari ranjang.
"Sssttt!"
Maryam mendesis,saat merasakan sesuatu yang sakit di bawah tubuhnya.
"Ada apa ?"
Tanya Alex yang melihat Maryam membungkuk menahan rasa sakit.
"Ti..tidak apa-apa!"
Maryam malu untuk mengatakan itu,lalu ia melirik ke arah ranjang,ada noda merah yang sudah kering di atas kasur.
Maryam kembali menarik selimut dan menutupi noda merah itu.Alex menyadari kalau Maryam malu akan hal itu.
"Begini saja,Aku akan membantu Kamu ke kamar mandi,bagaimana ?"
Saran Alex,Maryam masih ragu.
"Tidak perlu,Aku bisa sendiri!"
__ADS_1
Maryam belum terbiasa harus bergantung diri kepada orang lain.
Dengan langkah yang terseok-seok,menahan rasa sakit,Maryam berjalan ke arah kamar mandi.
"Apakah sesakit itu?"
Gumam Alex,yang duduk di tepi ranjang,dengan hanya mengenakan celana pendek nya saja.
Blam!
Maryam menutup kamar mandi,lalu ia melakukan ritual mandi,pengantin baru.
Alex juga berdiri,dan berlalu ke kamar mandi satu lagi.
30 menit berlalu,ke dua nya sama-sama keluar dari kamar mandi,Maryam mengenakan baju mandi,sementara Alex hanya melilitkan handuk di pinggang nya saja.
Rambut Alex yang masih basah,terus saja air nya menetes ke bawah,dan mengalir melewati belahan roti sobek yang ada di tubuhnya,Maryam melihat itu,seakan ia melihat wajah tampan Alex yang begitu berkharisma.
Alex memberikan satu set pakaian lengkap kepada Maryam,entah sejak kapan ia telah menyiapkan baju itu,Maryam segera menerima nya.
Setelah berpakaian begitu rapi,Alex mengeluarkan hairdryer dari dalam laci.
Alex segera menyolok nya di dekat lampu tidur.
"Aah,ada apa?"
Tanya Maryam saat Pria itu menyentuh bahu nya.
"Aku akan membantu mengeringkan rambut Mu!"
Ujar Alex dengan wajah datar nya,lali Maryam duduk dengan tegap di depan meja rias.
Angin yang keluar dari benda elektronik itu membuat rambut nya kering seketika,bahkan rambut panjang itu terbang suka-suka nya mengenai wajah Alex maupun Maryam.
Alex meletakan kembali pengering rambut,lalu ia membantu Maryam untuk membenarkan rambutnya yang berantakan.
kriing...
Handpone Alex berdering,ia segera meraihnya.
MARIO
Nama yang keluar dari layar ponsel,membuat Alex sedikit menjauh dari sang istri.
"ya!"
Sahut Alex.
Maryam tidak ingin menguping apa yang di bicarakan Suaminya dengan orang yang menelpon barusan,tapi Maryam dapat mendengar suami Alex yang sedikit panik.
"Eeemm...baik,lakukan yang terbaik!Aku akan datang setelah siang!"
Tut...Tut...
Alex segera mematikan handpone nya,lalu ia berjalan ke arah pintu kamar.
"Jika lapar turun lah untuk makan,Aku akan pergi ke kantor setelah itu!"
Ujar Alex,Maryam mengangguk,Alex segera keluar dari kamar.
Blam!
Kini hanya tertinggal Maryam sendiri di kamar,ia sedang merias tipis wajahnya,lalu menutup kembali dengan cadar nya.
Maryam membereskan sprei yang terkena noda darah,dan memasukan nya ke dalam ranjang baju kotor.Maryam membawa nya turun ke bawah untuk di cuci.
Sampai di lantai dasar,Maryam berpas-pasan dengan Pelayan.
"Nyonya!"
__ADS_1
Dua orang itu menundukkan pandangan nya.
"Dimana tempat cuci baju,Saya ingin mencuci sprei!"
Ujar Maryam yang menahan malu.
"Biar Kami saja Nyonya,ini adalah tugas Kami!"
Saran mereka.
"Tidak,biar Aku cuci sendiri yang ini,tolong antar saya kesana!"
Maryam menolak nya,karena ia tidak ingin orang-orang melihat noda darah itu.
Ke dua pelayan itu lalu mengantar Maryam ke ruangan cuci baju.
sreeet....
Mereka mendorong pintu kaca ke samping,di dalam itu terdalam ti-ga mesin cuci otomatis,dan dua yang biasa.
"Nyonya kalau untuk sprei bisa gunakan yang ini!yang pinggir sana,itu khusus pelayan dan koki,Tuan Alex gak bolehin Kami untuk mencampur nya!"
Maryam mengangguk,mendengar ucapan pelayan.
Maryam segera memasukan sprei tersebut ke dalam mesin cuci,dan di bantu oleh pelayan untuk menuangkan bubuk sabun.
"Apa yang Kalian lakukan!"
Suara keras dan datar itu mengagetkan Maryam dan juga ke dua pelayan.
"Tuan .."
"Tuan.."
Ke dua nya menundukan pandangan nya,Maryam menoleh ke arah Alex.
"Ini adalah tugas Mereka,kenapa Kamu harus campur tangan dalam pekerjaan ini?"
Tanya Alex dengan ekspresi dingin nya.
"I..ini Aku sendiri yang ingin mencuci nya,karena Aku menghargai Mas sebagai suami,tidak kah,sesuatu yang di gunakan suami istri alangkah baik nya Aku sendiri yang mencuci nya!"
Maryam menjelaskan nya kepada Alex,agar tidak membuat Pria itu salah paham.
"Eeemmm...untuk apa banyak pelayan,kalau pekerjaan seperti ini harus kita sendiri yang melakukan nya!"
Cetus Alex,masih berdiri di ambang pintu,dengan ke dua tangan nya di masukan ke dalam saku.
Bugh!
Dua pelayan itu bersujud di depan Alex,membuat Maryam tercengang.
"Tuan maaf,Kami sudah meminta nya kepada Nyonya,tapi Nyonya menolak,Nyonya ingin mencuci sendiri katanya !"
"Maaf kan Kami Tuan!"
"Apa yang kalian lakukan,cepat berdiri!"
Ujar Maryam,ke dua pelayan itu masih bersujud di depan Alex.
"Berdiri!"
Titah Alex,karena Maryam sudah melihat nya begitu lama.
Melihat ke dua pelayan itu sudah berdiri,Alex segera pergi meninggalkan Mereka.
"Aku menunggu Mu di ruang keluarga!"
Maryam mengangguk nya .
__ADS_1