
El sudah rapi dengan jas berwarna hitam,serta kemeja biru yang semakin membuat aura ketampanan El terpancar begitu jelas dari kaca cermin yang memantul 'kan bayangan Tuan Muda El dari keluarga Xander.El masih mengukirkan senyuman bahagia dari bi-bir nya itu,kala ia mengingat kalau El akan meminang wanita yang ia cintai lahir dan batin nya.
Tok..Tok..Tok..
"El,kamu sudah siap?"Terdengar suara Alex dari luar kamar El,pria ini bergegas pergi untuk membuka pintu kamar nya.
Ceklek !
"Pah!"Panggil El dengan senyuman yang masih mengukir di bi-bir nya itu,membuat Alex melirik ke arah Maryam.
"Eheem.."Alex berdehem,El segera menundukkan kepala nya karena malu.
"Ayo,kita pergi,seharusnya keluarga Abizar sudah tiba di sana lebih awal !"Ucap Alex memegang tangan sang istri,El mengangguk,lalu mengikuti Alex dari belakang.
Lima belas menit berlalu,tempat yang dipilih Abizar lebih dekat dari hotel tempat Alex menginap.Mereka memilih The Blue Restaurant and Grill,tempat nya selain nyaman juga terlihat begitu mewah dan bersih.
"Assalamualaikum"Sapa Alex dengan ke dua tangan nya di da-da,
"Waalaikumsalam !"Jawab Abizar,yang segera bangun ketika melihat Alex tiba.Pertemuan kali ini Alex dan Abizar terlihat lebih ramah,Nyonya Ming Hao segera bersalaman dengan Maryam.
El mencari sosok Atika,namun dua wanita itu tidak ada di meja makan itu,disana hanya ada Tuan Abizar dan istri nya.
"Silahkan duduk!"Ujar Abizar,Alex pun segera duduk,Maryam dan El juga ikut serta.
"Saya sudah tau semua permasalahan yang terjadi antara El dan Khadijah,meskipun saya berharap mereka berdua bersatu,namun tetap juga kenyataan nya mereka tidak berjodoh!"Ungkap Abizar,Alex terkejut,ia melirik Maryam.Alex tidak menyangka Abizar sudah mengetahui nya.
"Tujuan Kami mengajak Tuan Alex bertemu,kami meminta maaf kepada El atas peristiwa yang terjadi saat makan malam di Istiana kami!"Sambung Abizar,El tersenyum ramah.
"Saya sudah melupakan masalah itu Paman!"Ujar El,
__ADS_1
"Mungkin kami yang terlalu berharap,sehingga terkesan sedikit memaksa,El jujur kami tidak tau,kalau kamu mencintai wanita lain,kami pikir kamu menaruh hati kepada putri kami.Saya meminta maaf yang sudah salah paham kepada mu!"
"Masalah yang sudah lewat tidak perlu di bahas lagi,saat ini yang perlu kita bahas adalah masa depan mereka!"Sambung Alex,Abizar dan yang lain ikut mengangguk.
"Dimana Siti dan Khadijah?"Tanya Maryam yang memang tidak melihat dua orang itu berada disana.
"Atika Umi!"Bisik El,
"Eeemm...Atika maksud saya!"Sambung Maryam.
"Atika dan Khadijah sudah pergi ke bandara,malam ini Atika berencana untuk kembali ke LA.Karena Atika sudah lama mengetahui identitas nya sebagai pewaris keluarga Cristopan,jadi ia kembali ke LA,untuk menerus perusahaan keluarga nya!"Ujar Abizar.Alex terkejut,nama yang di sebut oleh Abizar tidak asing,bahkan Maryam juga ikut syok.
Alex dan Maryam kini bersamaan menatap ke arah El.
"El,apa lagi ini?kenapa semua nya jadi begini?kamu tau,keluarga Cristopan adalah keluarga yang paling tidak ingin papa berteman,apalagi sampai harus besanan dengan mereka!"Tegas Alex, yang kini menatap El dengan tajam.
"Pa,El sudah tau semua nya,keluarga mereka memang pernah berbuat salah.Namun,Atika tidak tahu apa-apa,bahkan waktu kejadian itu ia belum lahir,dan itu bukan dosa dia,itu kesalahan orang tua nya,kenapa harus Atika yang menanggung nya?"Alex kembali duduk saat Maryam mencoba menyuruh Alex untuk tenang.
"Mas,cukup.Lupakan dendam di hatimu,bukan kah,mas ingin kita hidup damai,mungkin itu sudah jodoh nya El!"Maryam memegang lengan suami nya.
"El,kalau kamu memang mencintai gadis itu,Papa menyetujui nya,Kejar dia dan lamar lah dia untuk calon istri mu,apapun yang membuat mu bahagia papa menyetujui nya!"Alex tersenyum,kini El segera bangkit dari duduk nya.
"Pah,Aku akan menjemputnya di bandara,semoga saja ia belum pergi!"Ujar El,yang segera bangkit dari duduk nya.Alex mengangguk sembari berucap"Pergi lah Nak,bawa calon istri mu kembali!"
El segera pergi meninggalkan restoran itu,dan pergi untuk menjemput Atika di bandara.
"Assalamualaikum"Ucap Seseorang yang baru saja tiba disana,semua orang menoleh ke arah Pria dengan baju serba putih.Pria itu adalah Michael,dokter yang merawat Atika waktu kecelakaan.
"Nak Michael ya,silahkan duduk!"Sambut Nyonya Ming Hao dengan ramah.Alex dan Maryam saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Maaf saya tiba sedikit terlambat,karena banyak pekerjaan di rumah sakit!"
"Tidak masalah,kamu juga baru tiba!"Sahut Alex.
"Tuan Alex,Nyonya Maryam,kenal 'kan,ini dokter Michael,calon suami Khadijah!"Ungkap Nyonya Ming Hao.Maryam dan Alex terkejut,lalu mereka tersenyum bersama.
"Alhamdulilah,Khadijah dapat jodoh yang lebih baik dari El!"Ujar Maryam yang ikut senang.
"Tuan muda El,juga mendapatkan calon istri dokter bukan?Atika juga seorang dokter,Tuan muda El juga mendapatkan calon istri yang lebih baik dari Khadijah!"Timpal Nyonya Ming Hao yang ikut tersenyum.
"Saya yang beruntung mendapatkan istri seperti Khadijah.Selain baik dia juga wanita yang lembut!"Ungkap dokter Michael,Maryam mengangguk,karena memang yang di katakan Michael adalah fakta nya.
"Silahkan di cicipi hidangan nya,sembari menunggu El kembali!"Ujar Abizar,mempersilahkan mereka untuk mencicipi hidangan dari restoran itu.
Bandar Udara. . .
El baru saja tiba disana,dengan di antar oleh sopir.Tanpa menunggu waktu yang lama El segera mencari Atika dan Khadijah di tempat itu.Namun,ke dua wanita itu tidak terlihat sama sekali,El sudah mencari di seluruh bandara itu,namun tidak ada Atika ataupun Khadijah di tempat itu.
"Dimana kalian!"Gumam El,yang kini berada di depan ruang tunggu VIP.Disana juga tidak ada Atika atau pun Khadijah,El sudah merasa pasrah dan juga kecewa,ia yang terlambat untuk datang.
"Tuan muda El?"Panggil Khadijah,pria itu segera menoleh,berharap Atika juga ada disana.
"Atika"Gumam El dengan suara yang paling pelan.Sekali lagi,raut wajah nya memancarkan kekecewaan.
"Apa yang membuat Tuan muda datang kemari?"Tanya Khadijah,
"Dimana Atika ?"
"Pesawat nya baru saja lepas landas!"Ujar Khadijah,
__ADS_1
El segera berbalik,dan membelakangi Khadijah,dengan raut wajah nya yang penuh kekecewaan.
"Kenapa dia selalu begitu,kenapa sulit sekali untuk di dapatkan,semakin di kejar,rasa nya semakin ia menjauh,apa ini yang di nama 'kan jodoh?atau ini hanya permainan dunia saja!"Lirih El yang kecewa berjalan meninggalkan tempat itu.Khadijah hanya menatap punggung El yang berjalan pergi meninggalkan tempat itu.