Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 64


__ADS_3

Rumah Sakit umum New York. . .


Di rumah sakit yang sama,dengan ruangan yang berbeda.Di luar ruangan sudah ada Albert,Jerry dan juga Caston,yang menunggu dua orang di dalam dengan cemas.Saat ini Alex sedang berada di ruang OK sedangkan Sandra berada di ruang ICU.


Albert terlihat paling cemas diantara mereka bertiga,ia bahkan tidak duduk walaupun hanya sebentar,sejak tadi Albert mondar-mandir di depan ruangan yang bersebelahan.


"Mas..."Panggil Ge,saat berada di tempat itu,dan berlari ke arah Albert,ia segera memeluk sang istri,di bajunya di penuh darah milik sang ibu.


"Jerry apa yang terjadi?"Tanya Maryam mendekati Jerry yang sedang berdiri bersama dengan Caston.


"Maaf,seharusnya Aku tidak akan bertanya soal ini,kalau ia sudah mulai turun ke dunia hitam ini lagi,Aku seharusnya tidak akan bertanya begini,karena Aku sudah tau jawaban nya!"Setelah mengatakan itu,Maryam berbalik,dengan rasa kecewa,lalu duduk di bangku tunggu yang ada di depan ruangan tersebut.Maryam menundukkan kepala nya,Jerry dan Caston melihat itu terdiam,mereka berdua tidak bisa memberikan penjelasan apapun kepada Maryam saat ini.


"Bunda,tenang lah,semua akan baik-baik saja!"Albert berjongkok di depan Maryam,lalu menenangkan Ibu mertua nya itu.Ge duduk di sebelah Maryam.


"Semoga Mama Sandra dan Papa baik-baik saja"Ujar Ge,yang meletakkan kepala nya di bahu Maryam,dengan lembut Maryam mengelusnya.


"Kita berdoa saja semoga semua nya membaik!"Sahut Maryam.


"Dimana El?"Tanya Maryam lagi,


"Belum kembali,katanya ia akan kembali malam ini,jika semua nya telah di selesaikan !"Ujar Caston,Maryam mengangguk.


"Sudah berapa lama mereka di dalam ?"Maryam menatap Jerry,


"Baru tiga puluh menit Nyonya,dan perawat pertama sudah keluar,katanya Tuan baik-baik saja!"Jerry menundukkan pandangan nya,

__ADS_1


Ceklek !


"Keluarga pasien?"


Semua orang yang berada di sana menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan OK.


"Bagaimana dok?apa yang terjadi dengan suami saya?"Maryam berdiri paling depan dari yang lain.


"Tuan Alex sudah melewati masa kritis,saat ini ia sudah baik-baik saja,Kami akan memindahkan nya ke ruangan inap.Tolong ikuti Saya keruangan saya,ada yang ingin Saya bahas dengan Anda!"Ujar dokter itu,dan segera berlalu dari hadapan mereka,dengan di ikuti oleh Maryam.


Di dalam ruangan dokter Teo.Maryam duduk di depan meja dokter Teo,Pria itu mengeluarkan hasil pemeriksaan,lalu memperlihatkan nya kepada Maryam.


"Ini bagian saraf yang rusak akibat benturan keras di kepala,Saya belum bisa memastikan apa ini akan berakibat fatal,atau sebaliknya.Namun,untuk ke depan nya Tuan Alex tidak dapat lagi,membahayakan tubuh nya dalam kondisi seperti ini.Mohon lebih menjaga nya agar tidak melakukan hal-hal seperti ini,jika kepala nya terbentur lebih keras mungkin nyawa nya tidak dapat di selamatkan.Apalagi saya melihat bagian tubuh Tuan Alex,banyak sekali bekas operasi,dan ini seharusnya operasi terakhir yang ia jalani,jangan biarkan ini terulang lagi!"Ungkap sang dokter,Maryam membulatkan mata nya,sembari menatap hasil pemeriksaan tersebut.


Blam!


Tubuh Maryam ambruk ke lantai,ia menangis tanpa suara.Namun,dada nya serasa sesak,Maryam terus saja menangis,sampai akhirnya Ge menghampiri nya.


"Umi,apa yang terjadi?"Geisha memegang bahu Maryam.


"Sudah ku katakan,kalau kita kembali kesini,kita tidak akan hidup tenang dan damai!"Ujar Maryam,Albert mendengar itu,ia sendiri tahu,ini semua terjadi karena Alex berusaha untuk menyelamatkan hidup Sandra.


"Umi..."Geisha memeluk Maryam,yang masih menangis,"Umi jangan berkata begitu,kita semua pasti bisa melewati cobaan ini,percaya sama Ge Umi,semua akan baik-baik saja"Maryam mengangguk,sembari menyeka air mata nya.Geisha membantu Maryam untuk berdiri.Satu Bed hospital keluar dari ruangan Ok,Maryam melihat itu,ada Alex yang berbaring disana,Maryam segera mendekati ranjang tersebut.


"Nyonya,mohon tidak menghalangi kami,Kami akan membawa pasien ke ruangan nya"Ujar sang suster.

__ADS_1


"Umi"Geisha melepaskan tangan Maryam yang memegang sisi ranjang,dan membiarkan suster mendorong ranjang tersebut ke ruangan inap.


Geisha dan Maryam mengikuti nya dari belakang.Setelah beberapa menit kemudian,pintu ruang ICU terbuka.


"Dok,bagaimana dengan mama saya?"Albert berada disana dengan di temani Jerry dan juga Caston.


"Nyonya Sandra sudah melewati masa kritis,ia kehabisan banyak darah,dan butuh waktu beberapa jam untuk ia kembali siuman,apalagi saat ini masih ada efek obat bius,jadi Anda harus bersabar menunggu nya siuman!"


"Berapa lama dok?"Tanya Albert yang tidak sabaran,


"Sekitar tiga atau empat jam,tapi bisa juga satu jam,tergantung dorongan dari pasien itu sendiri,Saya berharap Nyonya Sandra segera siuman !"Ujar dokter tersebut,


"Boleh saya melihat nya?"


"Silahkan tapi,hanya untuk satu orang saja!"


"Aku akan masuk!"Jerry dan Caston mengangguk,dokter mempersilahkan Albert untuk masuk ke dalam.


Tiba di dalam ruangan,Albert melihat wanita yang tidak lagi muda.Wanita itu terbaring lemah di atas ranjang pasien,semua alat rumah sakit terpasang di tubuh nya,dan patient monitor juga ada disana.Albert melihat ke arah Patient Monitor alat yang digunakan untuk memantau kondisi berbagai macam kondisi sinyal tubuh pada pasien.


"Mah..."Lirih Albert menatap sendu ke arah Sandra,Albert duduk di kursi yang ada di samping ranjang Sandra.Albert menggenggam kuat tangan Sandra,ia meneteskan air mata nya sekali lagi,saat melihat wanita yang ia cintai lebih dari hidup nya berbaring lemah disana,wanita yang menjadi cinta pertama nya saat ia lahir.Wanita yang sudah berjuang untuk melahirkan nya dan membesarkan nya.Banyak kesalahan yang di lakukan Sandra kepada Albert dan yang lain.Namun,Albert dapat memaafkan nya,karena saat ini kondisi Sandra begitu terpuruk.


Ceklek !Pintu kamar terbuka,Albert menoleh,itu Geisha yang datang untuk melihat keadaan ibu mertua nya.


"Mas"Geisha memegang bahu sang suami.Albert merebahkan kepala nya di pinggang Geisha,wanita ini segera memeluk nya saat melihat sang suami yang sedang menangis.Geisha mengelus kepala Albert dengan lembut sembari berkata"Serahkan semua nya pada Allah sayang,semua akan baik-baik saja,ini cobaan,mas harus banyak sabar!"Albert mengangguk nya,dengan posisi yang masih memeluk Ge.

__ADS_1


__ADS_2