Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Chef Alex


__ADS_3

Terdengar suara denting dari arah dapur begitu kacau.


"Semoga saja Mas Alex enggak menghancurkan dapur nya!"Gumam Maryam,sambil mengusap perut nya,yang sudah mulai terasa jika di sentuh.


Pak Kim,dan beberapa pelayan lain,bergegas ke dapur saat mendengar suara ribut dari dapur.


"Tuan,apa yang Anda lakukan !"Tanya Pak Kim yang langsung masuk ke dalam dapur.


"Kau bisa melihat,kenapa bertanya!"Ketus Alex.


"Kenapa Anda tidak meminta kepada Saya saja,Tuan,disini begitu banyak koki,dan Saya siap membantu Anda dan melayani Anda di waktu kapan pun!"Tegas Pak Kim.


"Kalian,dan Kamu Pak Kim,segera kembali ke kamar,Aku bisa mengurus istri Ku sendiri!"Tegas Alex,Pak Kim melirik ke arah ruang makan.


"Tapi Tuan.."


"Tidak ada tapi-tapi,ini perintah,jangan membantah!"Titah Alex lagi,sepiring kentang goreng sudah ada di tangan nya.


"Kenapa belum pergi?"Alex menatap tajam ke arah dua pelayan yang berdiri di ambang pintu dapur.


"Ka-Kami segera pergi!"


"Saya juga akan kembali ke kamar,Tuan jika butuh sesuatu panggil Saya!"


"Eeem.."


Pak Kim dan dua orang pelayan segera pergi meninggalkan dapur.Sementara,Alex membawakan sepiring kentang goreng untuk Maryam dan segelas susu hangat ibu hamil.


"Mas"Seru Maryam saat Alex sudah kembali ke ruang makan lagi.


"Nih,makan dulu,di habisin,dan jangan disisakan!"Titah Alex,menyodorkan sepiring kentang ke depan Maryam,dan meletakkan segelas susu secara bersamaan.


"Makasih sayang"Ucap Maryam dengan manja dan tersenyum di balik cadar nya.


"Eeem.."Alex kembali mengusap kepala Maryam yang begitu manja kepada nya.


"Mas mau,Aa..."Maryam mengarahkan sepotong kentang goreng kepada Alex.


"Haamm..eeem"Alex mengunyah nya dengan cepat,saat melihat Maryam begitu lahap menghabiskan kentang yang ada di piring.


"Alhamdulillah!"Ucap Maryam begitu selesai makan,dan mengusap kembali perut nya.


"Kenyang?"


"Iya"Angguk Maryam sembari berdiri,dan mengambil piring kotor yang ada di atas meja.


"Mau ngapain?"Tanya Alex saat Maryam membereskan piring kotor.

__ADS_1


"Letakkan kembali,biarkan pelayan yang bereskan besok pagi.Ayo Kita kembali tidur !"Ajak Alex memegang tangan sang istri.


Maryam mengangguk nya,sembari mengikuti langkah kaki sang suami yang keluar dari ruang makan.


Tiba di depan tangga,Alex melihat Caston dan Ayin yang baru saja kembali ke rumah.


"Tuan Alex!"Sapa ke dua nya sambil menundukkan kepala nya.


"Eeem"Alex melihat ke dua nya dengan tatapan penuh penyidik.


"Kami baru kembali dari markas dua,ada barang masuk,dan sudah di periksa,semua dalam kondisi bagus!"Ujar Caston,Alex mengedipkan matanya memberi isyarat.


"Kalau begitu Kami akan segera ke kamar!"Sambung Caston lagi,karena ia baru sadar ada Maryam bersama dengan Mereka.


Alex juga segera membawa sang istri menuju kamar,agar dapat kembali beristirahat.


***


Besok Nya...


Alex sedang memakai kemeja yang bersiap-siap hendak pergi ke kantor.


"Mas biar Aku bantu pasang dasi nya !"Ujar Maryam yang berjalan ke arah Alex yang sedang berdiri di depan meja rias.


Alex mengangguk nya,lalu berbalik ke arah Maryam.


"Sedikit lebih pendek lagi!"Cetus Maryam yang tidak bisa mencapai kepala Alex.


"Mas!"Ketus Maryam kesal,mengerucutkan bi bir nya.


"He..He..Iya,iya!jangan cemberut !"Alex mencubit gemes pipi sang istri.


"Sakit!"


Cup!


Alex mengecup kening sang istri,dan segera berlutut di depan Maryam agar memudahkan sang istri untuk memasang dasi kepada nya.


Alex memegang perut Maryam yang sudah hampir keliatan,dan kali ini Alex baru menyadari kalau perut Maryam sudah terlihat seperti ibu hamil pada umum nya.


"Ada apa ?"Tanya Maryam,saat melihat Alex yang termenung di depan perut buncit nya.


"Emmm..Ini terlihat seperti hamil li-ma bulan!"Ujar Alex mengelus lembut perut Maryam.


"Perasaan Mas,ini saja baru genap ti-ga bulan!"Sahut Maryam,membelai rambut Alex dengan lembut.


Cup! Cup ! Cup!

__ADS_1


Alex mengecup perut buncit Maryam,sambil mendongakkan kepala nya ke atas.


"Sehat-sehat sayang,semoga segera di pertemuan Kita berdua!"Ucap Alex dengan lembut.


Alex kembali berdiri,meletakkan ke dua tangan nya di bahu Maryam.


"Baik-baik dirumah,Aku akan pergi rapat,jangan keluar dari rumah utama tanpa ijin Ku!"Titah Alex.


"Iya Mas,Aku mengerti,Aku tidak akan keluar tanpa ijin Suami Ku!"Maryam tersenyum manis ke arah Alex,membuat Pria ini merona.


"Rasanya,Aku mau disini saja,enggak mau pergi rapat!"Imbuh Alex,duduk di tepi ranjang,lalu menarik Maryam agar duduk di atas pangkuan nya.


"Mana boleh begitu,disaat kerja,Mas harus kerja,tidak boleh main-main!"


"Aku 'kan bos,tidak datang tidak masalah !"Timpal Alex,Maryam menggelengkan kepala nya.


"Mas!"Panggil Maryam,sembari membelai pipi Alex dengan lembut.


"Eeem!"Alex mempererat 'kan lingkaran tangan nya di pinggang Maryam yang sedang duduk di atas pangkuan nya.


"Barang apa yang di maksud Caston semalam,dan bisnis apa yang sedang Mas jalan 'kan?.Kok Aku enggak pernah tau Mas ada ekspor barang-barang dari luar?"


Alex menghela nafas nya,Dia tidak langsung menjawab pertanyaan itu.Namun,rasa penasaran Maryam,terus saja mendesak Alex agar menjawab pertanyaan tersebut.


"Hanya bisnis kecil-kecilan,Kamu duduk manis dirumah saja,urusan uang biar Aku saja yang pikirkan !"Tegas Alex,lalu menurunkan Maryam dari pangkuan nya,dan Dia ikut berdiri.


"Sudah waktu nya berangkat kerja,seperti nya Caston sudah menunggu di teras!"Sambung Alex,sekali lagi mengecup kening Maryam lalu memeluk Istri nya dengan Mesra.


"Enggak sarapan dulu Mas?"


"Enggak,nanti sarapan bersama dengan klien di restoran !"


Maryam mengangguk nya,lalu ke dua nya keluar dari kamar,dan berpas-pasan dengan Albert yang baru saja keluar kamar.


"Bunda!"Panggil Albert segera berlari ke arah Maryam.


Bugh!


"Aaakh!"Pekik Maryam,saat Albert memeluk nya dengan erat,membuat Alex panik,yang mendengar bunyi benturan tubuh Albert dengan Maryam begitu keras.


"Sayang!"Alex memegang bahu Maryam,ia melihat netra Maryam yang berkaca-kaca.


"Bunda,ada apa?"Tanya Albert,saat melihat Maryam seperti orang yang sedang menahan sakit.


"Eeem..Enggak apa-apa sayang,Ayo Kita turun ke bawah!"


Albert mengangguk nya,lalu memegang tangan Maryam.

__ADS_1


"Sayang benar Kamu enggak apa-apa?"Tanya Alex lagi,


"Iya Mas,Aku enggak apa-apa!"Sahut Maryam,sembari menganggukkan kepala nya,menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


__ADS_2