
Ruangan dokter Lauren . . .
"Baik Tuan,jika itu yang Anda inginkan akan Saya lakukan sesuai perintah Anda!"Ucap Lauren sambil mangut - mangut di depan Alex .
"Aku akan membawa Dia disaat usia kehamilan Nya empat bulan.Karena Saya telah berjanji akan membawa hasil USG itu kepada Tuan King,tolong jaga rahasia ini,jangan sampai ada yang tau!"Tegas Alex,seperti biasa suaranya datar,sikap nya pun begitu dingin.
"Baik Tuan,Saya sudah mengerti,Anda hanya perlu memberikan ini setiap hari nya,satu butir di pagi hari dan satu butir di malam hari!"Pungkas dokter Lauren menyodorkan satu papan obat tablet kepada Alex.
Alex mengambil nya dan segera memasukan obat tersebut kedalam saku jas nya.
"Anda tidak perlu khawatir,kejadian seperti ini bukan lah hal yang pertama,banyak suami di luaran sana yang mengidam.Namun,Anak Mereka juga banyak yang laki-laki,jadi Tuan Anda tidak perlu takut,Saya yakin dengan keyakinan Saya,jika Tuan akan mendapatkan keturunan yang Anda inginkan !"dokter Lauren mengembangkan senyuman kearah Alex,sembari untuk menyemangati Pria di depan nya.
"Terimakasih,Saya permisi dulu,ingat jangan sampai ada yang tau kesepakatan antara Kita berdua!"
"Baik Tuan Saya mengerti!"Lauren menundukkan kepala nya,memberi hormat kepada sang pemilik Klinik Xander.
Alex segera pergi meninggalkan ruangan Lauren.
Besok Nya,Jam:07:00 Pagi . . .
Maryam baru saja selesai mandi,dan turun ke lantai dasar untuk sarapan.Namun,Alex belum juga pulang.
"Nyonya Tuan Jerry di luar!"
"Ada apa Pak Kim?kenapa pagi-pagi begini Tuan Jerry kemari?Tuan Alex tidak ada di rumah ia belum pulang?"Maryam menoleh saat ia meletakkan sendok dan garpu di sebelah piring nya.
"Katanya,Tuan Jerry akan mengantar Anda ke toko,nanti Tuan Alex akan menyusul,mengingat hari ini Anda ada pesanan pertama di toko dessert!"
"Betul sekali,sampai kan kepada Tuan Jerry,mohon tunggu li-ma menit lagi,setelah saya selesai,Saya akan segera keluar!"
"Baik Nya!"
Pak Kim pun berlalu meninggalkan ruangan makan.
Sementara di teras rumah utama,Jerry menunggu Maryam.
"Tuan Jerry silahkan di minum,ini kopi Anda,mohon tunggu sebentar,Nyonya sedang sarapan !"
"Baik,tidak masalah!"
Pak Kim kembali masuk,sementara,Jerry melihat pengawal rumah utama yang berkurang li-ma orang .
"Dimana yang lain?"Tanya Jerry kepada pengawal yang berdiri di pintu masuk.
"Yang lain semalam ikut bersama dengan Tuan Alex,tapi belum kembali sampai saat ini!"
"Eeemm"Jerry mangut-mangut,ia tahu pasti sesuatu terjadi disana sehingga pengawal yang di bawa Alex gugur.
Jam 07:10,Jerry melihat jam di tangan nya.
"Maaf sudah menunggu lama!"
Maryam berdiri di depan pintu,sembari membawa tas bersama nya.
"Biar Saya yang membawa nya!"Jerry mengambil alih tas di tangan Maryam.
"Terimakasih!"
Jerry tersenyum,sembari berjalan kearah mobil yang ada di depan teras.
Ceklek !
Jerry membuka pintu untuk Maryam,wanita itu segera masuk,dan di susul oleh dua orang pelayan dengan mobil yang berbeda.
[Ayin,jangan lupa janji Kita,Kamu sudah berjanji kepada Ku hari ini ]
Maryam mengirim pesan kepada Ayin,tapi tidak ada balasan,dan terlihat pesan wa belum terbaca.
"Nyonya,apa Anda baik-baik saja?"Jerry memperhatikan gerak-gerik kegelisahan Maryam di jok belakang.
__ADS_1
"Saya baik-baik saja!"
Jerry segera memutar arah mobil,dan berhenti di depan toko dessert milik Maryam.
Ceklek !
Maryam segera turun dari mobil,karena ia tahu,Jerry harus kembali ke kantor.
"Tuan Jerry terimaksih !"Ucap Maryam,setelah ia turun dari mobil.
"Heeem"Jerry kembali mengembangkan senyum nya.
Dua orang pelayan yang ikut Maryam ke toko Ani dan Ana,Wanita kembar yang sudah lama bekerja di keluarga Alex.Mereka terlihat begitu muda.
"Kalian bisa langsung menyimpan kan bahan-bahan cake nya,ini bahan yah di perlu kan"Maryam memberikan sebuah catatan kepada Ani,lalu ia segera mengambil celemek dan memasang nya.
"Permisi !"
Saat mendengar suara itu,Maryam segera menoleh,ia baru ingat itu adalah Abizar,Pria yang kemarin sore memesan cake kepada Nya.
"Tuan mohon maaf,pesanan Anda belum siap,Kami baru sampai kemari!"Ujar Maryam dengan sopan,tidak ingin mengecewakan pelanggan pertama nya.
"Tidak apa-apa,Saya datang kemari hanya untuk memeriksa apa toko nya buka atau enggak,soalnya kemarin saya tidak mengambil nomer ponsel Anda!"
"Insyaallah Kami selalu buka,dan hanya tutup di hari Jumat !"
"Saya permisi dulu,Saya akan mengambil pesanan nya di jam 10:00 nanti!"
"Baik Tuan!"
Abizar segera pergi meninggalkan toko tersebut,sementara Maryam kembali ke dapur untuk menyiapkan pesan cake Abizar.
Jam di dinding berjalan begitu cepat,sehingga beberapa kali Maryam harus melihat ke arah jam tersebut,agar ia bisa semaksimal mungkin mencapai waktu yang telah di janjikan nya.
"Hueek!"
Untuk pertama kali Maryam merasakan mual,ia bahkan sangat mual,dan ini pertama kali ia rasakan setelah hari dimana ia mengetahui bahwa dirinya hamil.
"Hueeek"
Maryam berlari kearah kamar mandi,tanpa pertanyaan pertanyaan Ani.
"Huuee..Hueeek"
Maryam terus saja mual-mual di kamar mandi,bahkan perut nya terasa begitu sakit.
Maryam memegang perut nya yang rata,perut nya terasa mules dan seperti orang akan buang hajat.Namun,bukan itu yang ingin di lakukan Maryam,ia ingin segera menenangkan tubuhnya agar ia tidak stres.
"Nyonya minumlah dulu!"Ani memberikan segelas air putih kepada Maryam,saat melihat wanita ini duduk di kursi di dekat dapur.
"Terimakasih,apa cake nya sudah siap semua?"Maryam melihat ke arah Ana.
"Sudah Nyonya,Aku sudah memasukan ke dalam kotak!"
"Baik!"
"Jika Anda kurang sehat,Kita tutup saja toko nya,takut Tuan Alex marah,kalau ia tau kondisi Anda begini!"Saran Ani.
"Tidak apa-apa,ini hanya mual biasa saja,sebentar lagi juga akan merasa baikan !"
Maryam mengangguk kearah Ani.
Sementara Ana membawa kotak cake tersebut ke depan,dan meletakan nya di atas meja.
Ceklek !
Abizar datang kembali ke toko dessert,tepat di jam 10:00,seperti yang ia janjikan dengan Maryam sebelum nya.
"Tuan mohon tunggu sebentar,Saya akan memanggil Nyonya kemari!"
__ADS_1
Abizar mengangguk,lalu memeriksa kotak cake milik nya.
"Semua nya sudah siap,Anda bisa membawa nya sekarang !"Ucap Maryam,yang berjalan ke arah meja tersebut.
"Berapa total harga nya ?"
Abizar mengambil dompet yang ada di saku celananya.
"Tuan Anda bisa membayar dengan ikhlas,dan uang tersebut tolong berikan kepada anak-anak panti!"Ucap Maryam membuat Abizar kagum.
"MasyaAllah,terimaksih banyak,semoga Allah memudahkan rejeki Anda!"
"Amiin..Amiin.."
"Saya akan membawa cake ini sekarang !"
"Silahkan Tuan,Ani bantu lah Tuan ini untuk membawa cake ke mobil!"
"Baik Nya!"
Sementara Ani membantu Maryam membawa cake ke mobil Abizar,Maryam segera kembali ke dapur.
Sebelum Maryam melangkahkan kaki nya,ia melihat ponsel milik Abizar yang tertinggal diatas meja.
"Ponsel Tuan Abizar?"Gumam Maryam.
"Ana.."Panggil Maryam.Namun, tidak terlibat Ana di dapur,seperti nya pelayan itu sedang di kamar mandi.
Maryam segera keluar untuk memberikan ponsel milik pelanggan nya.
"Nyonya .."
"Ani dimana Tuan Abizar?"
"Tuan Abizar masih di tempat parkir!"
"Masuk lah ke dalam dan periksa cake di oven!"
"Baik Nya!"
Maryam segera ke tempat parkir,dimana mobil Abizar di parkiran.
Tok..Tok..
Abizar menurunkan kaca mobil nya.
"Maaf,Tuan Anda meninggalkan ponsel Anda!"
"Oh iya,terimakasih banyak !"
Maryam mengangguk,dan segera menyerahkan ponsel tersebut kepada Abizar.
Maryam segera membalikkan tubuh nya untuk kembali ke toko.
"Tunggu!"
Abizar kembali turun dari dalam mobil,dan mengambil buku hasil tulisan tangannya.
"Nih,sebagai ucapan terimakasih Saya karena Anda sudah memberikan sumbangan kepada anak-anak panti!"Pungkas Abizar,memberikan buku dengan judul Wanita-Wanita Sholeha idaman Setiap Pria.
Maryam melihat kearah buku yang di pegang Abizar,ia tidak langsung mengambil nya.
"Ambil lah,ini gratis,Anda sudah berbaik hati memberikan sumbangan kepada anak panti!"
"Terimakasih !"
Maryam segera mengambil buku tersebut yang ada di tangan Abizar,tanpa melihat ke arah Abizar.
"Mar..Yam..!"
__ADS_1
Maryam menoleh saat mendengar suara yang begitu keras dan nyaring di telinga nya bagaikan suara petir di siang bolong.
Vote+like +Koment 😘