Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 71 Spesial eps El


__ADS_3

Dirumah sakit internasional As-Salam.Di depan ruang ICU,El berdiri menunggu sang dokter keluar dari ruangan tersebut.


Tap..Tap..Tap..Seseorang berlari ke arah tempat dimana El berdiri,Pria ini segera menoleh,dan melihat Khadijah yang berlari ke arah El.


"Apa yang terjadi,kenapa bisa begini?"Khadijah terlihat begitu panik,dan ia sangat khawatir dengan kondisi Siti.


"Dokter belum keluar,jadi El belum tau bagaimana kondisi nya!"Ungkap El.El melihat raut wajah Khadijah yang sangat berbeda,ia seperti sedang mengkhawatirkan seorang saudara bukan seorang pelayan.


"Tuan muda tau,dia sahabat satu-satu nya yang ku miliki di Mesir ini,ia yang berteman dengan ku begitu tulus,tidak ada orang yang seperti dia,bahkan aku rela memberikan semua nya kepada dia,agar ia tetap baik-baik saja di dalam sana!"Ungkap Khadijah,dengan mere-mas jari jemari nya,berkali-kali Khadijah menyeka air mata yang hampir lolos di pelupuk matanya.


El terdiam,tidak ada ucapan yang bisa ia lontarkan,ia tidak tahu harus berkata apa,El juga tidak tahu kenapa Khadijah begitu peduli kepada sosok pelayan seperti Siti.


'Ini kah sosok wanita yang ku tolak semalam ?ia bahkan sangat peduli kepada orang lain?apa yang membuat ku ragu?kebaikan nya ? atau ketulusan nya kepada orang lain?padahal Aku sendiri tidak begitu sempurna,kenapa Aku bisa ragu kepada nya!'El bergelut dengan hatinya,sembari menatap punggung Khadijah yang membelakangi dirinya.Disaat Khadijah tiba di rumah sakit,ia terus saja mengkhawatirkan kondisi Siti,bahkan Khadijah tidak pernah menatap El saat ia tiba di rumah sakit.


"Kha..."El mengulurkan tangan nya.Namun,ia menarik kembali saat pintu ruangan ICU terbuka.


Ceklek !


"Dok,bagaimana kondisi nya?"Khadijah langsung bertanya kepada dokter Pria yang keluar dari ruangan tersebut.


"Siapa keluarga pasien!"


"Saya keluarga nya!"Sekali lagi,El menatap Khadijah,


"Alhamdulillah,pasien sudah melewati masa kritis,ia sudah baik-baik saja,hanya saja pasien masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius!"Ungkap sang dokter.


"Keluarga pasien,mohon untuk mengurus administrasi untuk pasien !"Ujar seorang perawat yang menghampiri mereka.


"Saya,biar saya saja,karena ini terjadi karena saya!"El meminta izin kepada Khadijah untuk menebus kesalahan nya.


"Baik,ikuti saya!"El mengangguk,ia segera mengikuti perawat itu.Sementara Khadijah tetap bersama dengan dokter membahas kondisi Siti.


"Mohon maaf,kami sudah melepas cadar nya,karena kami harus melakukan perawatan,terlebih lagi di bagian kepala butuh di perban,satu lagi kami juga sudah melepaskan kontak lensa yang ia kenakan,untung saja kami cepat menyadari nya!"


"Tidak masalah,yang penting ia selamat dan kondisi nya baik-baik saja,Dia memang suka pakek kontak lensa,entah kenapa ia suka menyembunyikan netra mata nya yang indah itu,padahal saya sendiri menyukai nya,malah saya yang memakai kontak lensa dengan netra biru padahal netra saya berwarna coklat pudar!"Khadijah tersenyum tipis.Dokter itu pun ikut tersenyum melihat senyuman Khadijah yang sedang menahan kesedihan nya.


"Apa Anda baik-baik saja?"dokter itu bertanya kembali saat melihat Khadijah yang berulang kali menyeka air mata nya.


"Eeeeemm"Khadijah mengangguk nya,


"Panggil saya jika terjadi sesuatu dengan pasien,Saya dokter Michael pamit undur diri dulu,masih ada pasien lain yang harus saya periksa!"Khadijah sekali lagi mengangguk nya,Michael segera pergi meninggalkan Khadijah di depan ruang ICU.


"Sayang,apa yang terjadi?"Suara Nyonya Ming Hao menyadarkan Khadijah dari lamunannya.


"Mama..."Khadijah segera memeluk sang ibu dengan begitu erat.Nyonya Ming Hao mengelus punggung sang Anak.


"Apa dia juga disini?"Tanya Nyonya Ming Hao,Khadijah mengangguk nya,yang ia maksud adalah El,pria yang semalam telah menolak anak nya di depan keluarga besar nya.


"Dimana dia?"Nyonya Ming Hao kembali bertanya,ia menatap wajah sang anak.


"Ia baru saja pergi untuk mengurus administrasi untuk Siti!"


"Duduk lah,jangan terlalu di pikirkan,jika dia bukan jodoh mu,Mama akan carikan orang yang lebih baik dari dia.Asal Anak mama berhenti bersedih,jangan pernah berharap kepada sesuatu yang tidak akan menjadi milik kita,karena jika tidak kesampaian rasa sakit itu akan lebih menyakitkan dari sebelumnya!"Nyonya Ming Hao,terus memberi saran untuk anaknya.


"Assalamualaikum!"Ucap Maryam,Nyonya Ming Hao dan Khadijah terkejut,saat mengetahui calon besan nya telah tiba di Mesir.


"Umi"Khadijah segera menci-um punggung tangan Maryam dan juga Alex.Namun,di tempat itu tidak terlihat ada nya Abizar.


"Dimana El?"Tanya Maryam.


"Tuan Muda El sedang mengurus administrasi rumah sakit,mungkin sebentar lagi ia akan kembali!"


"Baiklah,kita tunggu El saja,biar El saja yang memberitahu kamu nanti nya"Ujar Maryam,sembari menyentuh wajah Khadijah dengan lembut.Alex yang berdiri di sebelah Maryam ikut mengangguk nya.


Mereka semua menunggu El di depan ruang ICU.


* * *


"Tuan,silahkan tunggu disini"Ujar seorang perawat yang mengantar El ke bagian administrasi rumah sakit.El mengangguk dan patuh dengan ucapan sang perawat.


"Sus,ini obat yang akan di bayar oleh Tuan ini,dan satu lagi,berikan formulir atas nama pasien yang di rawat di ruang ICU,yang masuk tiga puluh menit yang lalu!"

__ADS_1


"Baik,sus!"Perawat itu segera pergi setelah memberikan kertas resep obat kepada suster yang berjaga di bagian Administrasi.


"Atas nama Tuan...?"Suster itu menatap El,


"Elbarak!"Sahut El,


"Baik,ini sudah saya isi semua nya,dan disini juga ada barang milik pasien,tadi kami sudah memeriksa nya,karena kami membutuhkan kartu identitas pasien,Tuan ini barang milik pasien semua nya!"Suster itu memberikan sebuah tas kepada El,dan juga serta formulir milik pasien kepada El.Setelah melakukan pembayaran.Namun,El di minta untuk menunggu obat yang belum di bawa oleh perawat tadi.


"Tuan,silahkan tunggu dulu disana ya"Sembari menunjuk 'kan kursi tempat menunggu obat untuk pasien,tanpa menjawab El segera pergi menuju kursi tunggu.


Selang beberapa menit,tanpa memeriksa formulir yang ada di tangan nya El menunggu giliran nya untuk di panggil oleh perawat.


"Pasien atas nama Atika...!"Panggilan pertama langsung membuat El terkejut.El melirik ke arah orang yang lain, yang sedang menunggu di tempat itu juga.Namun,tidak ada yang berdiri untuk nama itu.


"Pasien atas nama Atika ..!"Panggil suster itu lagi,El masih menunggu siapa pemilik nama itu.Tapi,tidak ada yang berdiri untuk mengambil obat atas nama Atika.Di dalam keadaan El yang sedang bingung menunggu sosok Atika untuk mengambil obat,seorang perawat menghampiri El.


"Tuan,giliran Anda sudah di panggil sejak tadi!"Ujar perawat itu,


"Saya?"Perawat itu mengangguk nya.


"Tapi,saya menunggu panggilan atas nama Siti?"El menatap perawat itu dengan heran,


"Boleh saya periksa formulir Anda?"El segera memberi nya,perawat itu tersenyum.


"Silahkan ikut saya!"El segera mengikuti perawat itu lagi.


"Pasien atas nam Atika?"Tanya Suster itu lagi,


"Benar,sus,berikan bungkus obat itu kepada Tuan ini !"Suster segera memberikan bungkus obat tersebut kepada El.Meskipun dalam keadaan bingung El tetap mengambil nya.


Dengan tangan nya yang gemetar,El pergi meninggalkan bagian administrasi.Secara perlahan,El mengangkat kertas yang atas di tangan nya.Betapa terkejut nya El saat melihat formulir pasien atas nama Atika,dengan umur yang sama,dan juga bergelar seorang dokter.


El berusaha untuk menyenderkan tubuh nya di dinding rumah sakit.


Bugh!


Namun,tiba-tiba tubuh itu ambruk dan merosot ke lantai.Sekali lagi ia melihat formulir yang ada di tangan nya,El menyadari di tangan nya satu lagi ada tas milik Atika dan barang itu semua ada di dalam tas Atika.


"Dia"Gumam El,dengan suara serak nya.


"Jika Siti itu Atika,kenapa ia bersikap seolah-olah ia tidak mengenali ku?kenapa ia berusaha untuk menghindar?kenapa ia bekerja di keluarga Tuan Abizar?"Berbagai macam pertanyaan,El lontarkan kepada dirinya sendiri.Dari jauh Maryam melihat sang anak yang terduduk di lantai,Maryam segera menghampiri El.


"El..."Panggil Maryam,Pria itu mendongakkan kepala nya,saat mengetahui Maryam sudah tiba,El segera berdiri dan memeluk sang ibu.


Maryam tersenyum,dan mengelus punggung El.


"Apa yang terjadi?kamu menangis?"Maryam memegang ke dua pipi El,lalu membawa El ke tempat duduk.


"Sayang,apa yang terjadi?katakan pada Umi,jangan membuat Umi merasa bersalah kepada mu!"Maryam menggenggam tangan anak nya,El menatap Maryam dengan tatapan memelas nya.Lalu ia melirik Khadijah dari jauh bersama dengan sang ibu.


"Apa Umi sudah katakan apa yang El katakan sama Umi?"Tanya El,


"Belum,Umi tidak akan mengatakan nya,Umi ingin kamu sendiri yang memberitahu Khadijah,wanita itu pasti akan senang mendengar nya!"Pungkas Maryam.


"Umi..."Lirih El,dengan suara serak nya,El menundukkan pandangan nya,ia menggenggam kuat tangan Maryam.


Maryam menyadari jika ada sesuatu yang masih menganggu pikiran El.


"Ada apa?kenapa kamu terlihat seperti orang kebingungan ?"Maryam mengangkat dagu El,membuat pria itu agar menatap nya.


"Jika,wanita yang hadir di mimpi ku bukan Khadijah,apa Umi mau menerima nya?"Pertanyaan El,membuat Maryam menaikan alisnya.


"Bukan kah wanita yang ada di dalam mimpi mu bermata biru,Khadijah memiliki mata biru itu,dan ia juga wanita muslimah?"Kini Maryam menatap lekat ke arah El,ia tahu,banyak keraguan di netra anaknya itu tentang Khadijah.


"Umi,El jatuh cinta kepada seorang wanita,ia bukan seorang ratu atau pun bidadari dunia,tapi ia hanya butiran debu diantara keluarga Khadijah,ia bukan emas atau pun mutiara yang sama kilau nya dengan khadijah.Namun,ia hanya wanita biasa,sangat biasa,ia adalah seorang mualaf,ia wanita pertama setelah Aisyah yang menggetarkan hati El,sebelumnya El yakin saat El bertemu dengan Khadijah El merasakan getaran di dalam hati El saat melihat netra biru milik Khadijah.Namun,saat ini El sadar,ternyata pemilik netra biru itu bukan Khadijah melain wanita lain!"


Kini El menundukkan pandangan nya,Maryam yang mendengar penuturan sang Anak begitu terkejut.Ternyata anak yang selama ini Maryam kenal sangat penurut dan pendiam,dapat menyimpan begitu besar rasa cinta kepada seorang wanita.


Bahkan semua anak-anak nya hampir mewarisi semua sifat dari sang suami.


"Siapa wanita itu?"El dan Maryam sama terkejut nya saat mendengar pertanyaan itu,ke dua nya segera menoleh,entah sejak kapan Alex sudah menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Papa!"El segera berdiri dari tempat duduk nya.


"Jadi El,yang kamu maksud sudah siap memperistri 'kan Khadijah itu apa?apa kamu sedang bergurau?apa kamu sedang ingin mempermainkan papa dan Umi mu?"kini Alex menatap tajam ke arah El,pria itu terus menundukkan pandangan nya.


"Liat papa!"Tegas Alex memegang kedua bahu El.


"Mas,tenang kita sedang berada di rumah sakit!"Bisik Maryam berusaha melepaskan tangan Alex,dari bahu El.


"Papa boleh kecewa sama El,tapi pa,cinta itu tidak bisa di paksakan,El tidak mungkin hidup dengan Khadijah yang tidak ada rasa cinta?itu akan menyakiti khadijah sebagai istri El!"


"Ada apa ini?"Tanya Nyonya Ming Hao saat melihat ke tiga orang itu terus saja berdebat,Khadijah juga ada disana.


Maryam atau pun Alex bingung bagaimana untuk menjelaskan nya kepada Istri Abizar tentang perasaan El kepada Atika,yang saat ini ada di dalam ruang ICU.


"Nyonya Ming Hao,saya dan istri Saya,akan pamit untuk kembali ke hotel,kita akan bertemu kembali besok pagi,ini juga sudah malam,kami ingin beristirahat dulu!"Alex berpamitan kepada istri Abizar.


"Baiklah kalau begitu,sampai bertemu besok pagi!"Nyonya Ming Hao tersenyum,sembari bersalaman dengan Maryam.Maryam dan Alex segera pergi meninggalkan tempat itu,kini hanya tinggal El disana.


"Sebelum Saya pergi,Saya ingin bertemu dengan pasien!"Ujar El,ia segera berjalan ke arah ruang ICU.


Ceklek !


El membuka pintu ruangan itu,ia melangkahkan kaki nya mendekati ranjang,dimana Atika sedang berbaring di sana.


"Kenapa ?kenapa kamu berpura-pura di depan ku,tidak mengenali ku?apa yang telah ku perbuat sehingga kamu bersikap seolah kita berdua tidak pernah bertemu,bukan kah,kamu yang mengatakan kalau kita ini adalah rekan?rekan kerja ?"Ucap El,yang berdiri di samping ranjang Atika.


El dapat melihat kembali raut wajah itu,meskipun dalam keadaan yang tak sadarkan diri.Namun,itu sudah membuat El senang,kalau saat ini kondisi Atika sudah baik-baik saja.


El menyentuh tangan Atika yang terpasang infus,El memegang jari jemari Atika dengan lembut.


"Cepat sembuh,dunia sedang menunggu mu!"Gumam El,lalu berbalik meninggalkan ranjang itu,El segera pergi meninggalkan ruangan ICU.


Blam!


Pintu ruangan itu kembali tertutup.Atika meneteskan air mata nya,perlahan-lahan mata nya terbuka,ia sudah mendengar semua ucapan El.


'Selama nya kita hanya sebatas rekan kerja bukan?lantas untuk apa aku harus kembali?dan untuk apa aku menginginkan kamu kembali?diantara kita tidak ada yang istimewa,biarpun ada itu hanya gurauan saja.Saya ini hanya butiran debu,meskipun terlihat berkilau,semua orang tetap akan mengenali saya sebagai debu,bukan permata"Atika terus saja menatap pintu ruangan nya,air mata nya terus mengalir,hampir membasahi seluruh wajah nya.


Ceklek !


Pintu itu kembali terbuka,kini yang masuk adalah Khadijah,perempuan itu mengembangkan senyuman nya kepada Atika yang berbaring disana.


"Bagaimana keadaan mu?"Tanya Khadijah,begitu ia tiba di samping ranjang Atika.Khadijah membantu menyeka air mata Atika,membuat Atika tertegun.


"Sudah membaik!"Sahut Atika,dengan suara nya yang pelan.


"Maaf,maaf sekali lagi!"Ucap Khadijah yang kini menggenggam tangan Atika dengan erat.Sikap Khadijah tentu saja membuat Atika terkejut.


"Apa benar pria yang kamu maksud itu adalah Tuan muda El?"Khadijah melihat netra biru milik Atika.Atika terdiam,ia tidak langsung menjawab,namun air mata nya kembali menetes.


Memang benar,awal pertemuan ke dua nya adalah secara kebetulan.Namun, kedua nya berbagi kisah yang sama,Atika pernah menceritakan tentang diri nya yang jatuh cinta kepada musuh nya,sehingga ia memutuskan untuk masuk Islam.Tapi,khadijah juga menceritakan tentang cinta pada pandangan pertama,tanpa mereka sadari yang mereka cerita adalah orang yang sama.


Atika tersenyum,ia menggenggam tangan Khadijah,"Itu hanya masa lalu,kami tidak pernah seakrab itu,kami hanya lah rekan kerja,kami tidak memiliki hubungan yang istimewa.Namun,saat ini Aku yakin,dengan kehadiran Tuan muda aku sudah sangat yakin,kalau Tuan muda adalah jodoh mu !"Tukas Atika,masih tersenyum,bi-bir nya yang pucat kini mengukir senyuman manis ke arah Khadijah.


"Atika,dalam hidup ini kita kadang harus bisa sadar,apa yang bisa kita miliki apa yang tidak bisa kita miliki,itu juga termasuk cinta Tuan muda.Atika kamu tau,Aku sudah mengagumi nya sejak lama.Namun, aku sadar selama ini Tuan muda tidak pernah memandang ku sebagai cinta,ia hanya menganggap ku sebatas teman saja,bahkan malam itu ia langsung menolak ku,tanpa memberi kesempatan untuk ku berbicara !"Pungkas Khadijah,Atika terkejut,karena ia tidak tahu jawaban El pada malam itu.


"Khadijah..."Lirih Atika,ia merasa bersalah,saat ini ia hadir di tengah - tengah mereka.


"Kamu jangan merasa bersalah,Aku yang hadir di antara kalian,kamu harus segera sembuh!"Khadijah segera memeluk Atika dalam keadaan berbaring di ranjang.


Ceklek !


Atika segera melepas pelukan nya,lalu ia menoleh,dokter Michael datang untuk memeriksa Atika kembali.


"Bagaimana keadaan mu,ijinkan saya untuk memeriksa mu lagi!"dokter Michael segera memeriksa Atika,Khadijah masih menunggu nya di samping ranjang pasien.


"Ini sudah jauh lebih baik dari sebelum nya,dua hari lagi,insyaAllah sudah boleh pulang,nanti hanya perlu melakukan pemeriksaan ulang saja di bagian kepala!"


"Terimakasih dok!"Ucap Khadijah,dokter Michael mengangguk sembari tersenyum.


Khadijah membantu Atika untuk makan bubur,lalu memberikan obat untuk Atika,dokter Michael yang sejak tadi memperhatikan mereka hanya tersenyum saja melihat kepedulian Khadijah terhadap Atika.

__ADS_1


__ADS_2