Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 50


__ADS_3

Alex dan Maryam segera keluar dari kamar El,dan berjalan ke arah pintu depan,melihat Ge yang baru saja tiba.


"Assalamualaikum Umi.."Ucap Ge sekali lagi,


"Waalaikumsalam,sayang !"Jawab Maryam,lalu mempercepat langkah nya untuk memeluk Ge.Begitu juga dengan Alex,ia segera memeluk Anak gadis nya itu.


"Katanya pulang dengan senior mu?dimana orang nya?"Tanya Alex,saat melihat tidak ada orang selain Ge.


"Ada,masih di sana!"Ge menunjuk ke arah pintu gerbang,ada Albert yang sedang menurunkan koper milik nya dari dalam taxi.


Alex dan Maryam menatap ke arah Albert yang membelakangi mereka.Alex terus saja menatap Albert dari jauh.Bahkan ia tidak berkedip sedikit pun.Maryam memeluk lengan suami nya,ia ikut melihat ke arah Albert,Maryam tersenyum meskipun senyuman nya terhalang cadar.


"Master!kemari lah!"Teriak Ge,Albert segera membayar taxi,setelah taxi itu pergi,Albert menarik koper dan membawa tas bersama dengan nya.Raut wajah Albert bergetar,ada sejuta rindu yang ia simpan di dalam dada nya.Ada banyak cerita yang ingin ia ceritakan kepada Alex sosok papa yang selalu membuat ia rindu.Ada Maryam sosok ibu,yang membuat Albert menyayangi wanita itu.


Dengan langkah besar,Albert berjalan ke arah teras rumah,ia melangkah demi langkah untuk mencapai tujuan itu.Pandangan Alex terpaku,ia terus saja menatap Albert,begitu juga dengan Albert,yang sudah tidak dapat menahan diri nya lagi.Wajah Albert tidak dapat menyembunyikan rasa rindu yang begitu amat selama kepada Alex yang sudah l tidak ia lihat.Netra nya berkaca-kaca,bi-bir nya serta wajah ikut bergetar.


Tiba-tiba tas yang di bawa oleh Albert terjatuh,dan pria itu segera berjongkok untuk mengambil nya,ada air mata yang menetes dari mata nya,Albert segera menyeka lalu berdiri kembali untuk menghampiri orang yang sudah menunggu nya sejak lama.


Alex yang tidak mengenali Albert pun berjalan untuk melihat nya lebih dekat,dan tiba lah kini Albert di depan Alex,ke dua nya masih melihat satu sama lain.Alex benar-benar tidak dapat mengenali wajah Albert yang berubah begitu drastis.


Alex tersenyum saat ke dua nya sudah melihat satu sama lain begitu lama."Selamat datang di Indonesia,dan di rumah Kami,Alex.Nama Saya Alex Xander,Guru Taekwondo macan putih!"Alex mengulurkan tangan nya ke arah Albert.Membuat Albert terdiam dan tidak menjawab.


"Eeehem"Ge berdehem,Albert segera sadar dari lamunan nya.


"King!"Jawab Albert,masih melihat Alex.Alex terkejut mendengar nama itu,ia teringat dengan Tuan besar King."Nama Saya master King!"


"Eeemm,Kamu boleh tinggal disini,Kamu bisa tinggal di kamar tamu.Ini istri Saya Maryam"


Maryam mengangguk sembari memberi senyuman kepada Albert,meskipun tidak dapat di lihat nya.Alex segera berbalik,untuk kembali masuk ke dalam rumah.


"Guru,terimakasih !"Ucap Albert,mengulurkan tangan ke arah Alex.Pria ini berbalik lagi,lalu menjabat tangan Albert.Albert tersenyum begitu juga Alex.

__ADS_1


"Ge,bawa tamu masuk ke dalam,dan tunjukan kamar nya!"


"Baik Pa!"Alex segera masuk ke dalam.


"Ayo,ikut Aku!"Albert mengangguk,dan mengikuti Ge yang mengantar nya ke kamar tamu.


"Ini kamar Master,kalau ada apa-apa,panggil Aku saja!"


"Baik!"Ge segera pergi meninggalkan kamar tamu dan Albert.Pria itu,masih terdiam di kamar,lalu mengambil dompet milik nya.Mengeluarkan foto Alex dan diri nya saat berusia 7 tahun,dan itu foto cukup lama,masih di simpan oleh Albert.


Makan malam tiba. . .


Di meja makan,terlihat begitu canggung,apalagi dengan keadaan Albert yang berbeda.


"Ambil satu set peralatan makan untuk Tuan King!"Titah Alex kepada Ge.


"Panggil Saya king saja,tidak perlu menyebut Tuan,itu membuat Saya malu!"Ujar Albert.


"Memang nya dimana saat ini orang itu?"Albert melihat ke arah Maryam.Wanita itu terdiam.


"Dia sudah lama meninggal"Sahut Alex dengan datar.Semua orang terdiam.Termasuk Ge yang baru saja datang.


Ge kembali dengan membawakan satu set peralatan makanan yang baru untuk Albert.


"Master King,ceritakan pada Kami,bagaimana Ge belajar disana,apa ia menyusahkan Anda?"Tanya Maryam yang duduk di samping sang suami.


"Pa,Kita itu punya prinsip,saat makan tidak boleh berbicara!"Tegas Ge,yang tersenyum.Albert segera melirik ke arah Ge,wanita itu sedang tersenyum.Alex malam tercengang mendengar ucapan sang Anak.


Memang selama ini Alex dan Maryam melarang mereka berbicara di saat makan.Tapi bukan berarti tidak boleh mengobrol,Prinsip itu pernah di lakukan Alex saat Dua puluh tahun yang lalu.Maka dari itu Alex terkejut saat mendengar Ge berkata begitu,selama ini Alex tidak pernah mengatakan itu kepada Anak nya,selain kepada Maryam dan semua bawahan nya di NY.


Kriing..Kriing.

__ADS_1


"Ponsel Umi berdering,tunggu sebentar Umi akan mengangkat nya dulu!"Maryam segera berjalan ke arah kamar.


Ge dan Alex serta Albert melanjutkan makan malam mereka,Alex masih menunggu sang istri yang belum kembali dari kamar.


Sepuluh menit berlalu,Maryam kembali lagi ke meja makan.


"Mas,kita harus pergi ke pesantren,Abah Karim,sudah berpulang!"Ucap Maryam dengan suara lemah.Ge terkejut.


"Kita berangkat sekarang.Master king Kami sekeluarga pergi melayat dulu,Anda boleh menunggu Kami di rumah!"Albert mengangguk nya.Ge segera mengikuti Maryam yang sudah pergi duluan meninggalkan meja makan.


Tiba di pesantren,banyak warga sekitar datang untuk melayat,banyak Anak-anak pondok yang sedang mengaji.


"Sabar ya Sayang,semua kita akan kembali pada sang pencipta hanya waktu saja yang berbeda!"Ucap Maryam memeluk Aisyah,yang duduk di samping jenazah Abah Karim.


"Terimakasih Umi"


"Apakah Gus Zayn sudah kembali?"


"Eeemm,Gus akan sampai besok pagi!"


Semua orang terlihat mempersiapkan untuk acara pemakaman Abah Karim.Sudah tradisi mereka,tidak akan menunggu atau membiarkan jenazah lebih lama,Abah juga berpesan untuk segera di kebumikan jika waktu nya ia meninggal.


"Kak Aisyah,Aku turut berduka atas musibah yang menimpa mu"Ucap Wanita berpakaian sama seperti Aisyah dan juga Maryam.


"Terimakasih Azizah,kapan Kamu datang,kenapa Aku tidak tau?"


"Baru saja tiba,bersama dengan ibu Ku,Aku akan tinggal di pondok ini untuk waktu yang lama menemani mu,sekalian ingin belajar banyak dari mu!"Ungkap Azizah.


Wanita yang bernama Azizah,dengan nama lengkap Nurul Azizah adalah junior nya Aisyah di sekolah menengah atas.Kedua nya terlihat begitu akrab dan sudah menjadi teman yang baik sejak SMA dulu,hanya beda satu tahun saja.


__ADS_1


Hallo semua nya,mampir ya di audiobook nya Kak Erna,ramein ya manteman,dan dukung terus karya ini.


__ADS_2