Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Kepedulian Alex


__ADS_3

Alex membereskan semua nya,lalu membantu Maryam untuk kembali ke ranjang.


"Mas,bantu ambilkan baju piyama Ku di lemari!"


Alex segera berdiri dan mengambil piyama Maryam.


"Mau Aku bantu ?"


Tanya Alex,berharap Maryam mengiyakan nya.


"Enggak usah Mas,Aku bisa sendiri!"


Terlihat Alex berpaling dengan raut wajah yang kecewa.


"Tapi Mas,Kamu bisa bantu Aku untuk melepaskan baju ini!"


Secepat kilat Alex berbalik kembali,dan tersenyum ke arah Maryam.


Alex segera membantu Maryam untuk melepaskan gamis nya,lalu Alex tubuh Alex terpaku di depan Maryam,menatap tubuh sang istri dengan begitu indah.


Gluk!


Alex menelan ludah nya,Alex tidak dapat menahan godaan yang ada di depan mata.


Alex segera berpaling,ia merasa aset nya memberontak di bawah sana.


'Belum apa-apa sudah bergerak,dasar !'


Cibir Alex dalam hati kepada junior nya yang cepat tergoda hanya melihat Maryam dalam keadaan memakai dalaman saja.


Alex segera membantu sang istri memakai piyama,lalu membaringkan Maryam di kasur.Alex segera menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.


Cup!


"Mimpi indah sayang,cepat sembuh !"


Alex mengecup kening Maryam,lalu mengelus nya dengan lembut pipi yang tirus itu.


"Mas mau kemana?enggak tidur?"


Tanya Maryam,saat melihat Alex mengisi daya ponsel nya.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan,ini Saya Caston!"


Alex segera berjalan ke arah pintu kamar nya.


Ceklek !


"Berikan berkas Nya!


Alex mengulurkan tangan Nya,saat tiba di luar kamar.


"Tuan,yang ini dua proposal yang baru saja di kerjakan oleh staf departemen keuangan,yang satu nya lagi proposal proyek baru Kita!"


"Aku mengerti,Kamu sudah bisa pergi!"

__ADS_1


Caston mengangguk,lalu segera pergi dari hadapan Alex.


Alex kembali ke kamar dengan dua buah map di tangan nya.


"Mas,enggak tidur?"


Tanya Maryam kembali,saat melihat Alex kembali ke kamar.


"Tidur,sebentar lagi siap memeriksa berkas ini!"


Maryam mengangguk nya,ia melihat Alex yang berjalan ke arah sofa,lalu meletakkan map tersebut diatas meja.


Alex pergi ke ruangan kerja nya melalui pintu kamar mandi yang terhubung ke ruangan kerja.


Lalu kembali lagi dengan laptop di tangan nya.Maryam memperhatikan Alex yang sibuk mondar mandir di dalam kamar.


Maryam segera kembali duduk di kasur.


"Mas,apa setiap malam Kamu akan tidur terlambat?"


Alex mengangguk nya, "Seperti ini lah Aku sayang,hanya bisa tidur satu atau dua jam saja,kadang pernah tidak sempat tidur jika ada bisnis luar pulau !"


Alex masih fokus menatap layar laptop nya.


"Kenapa bangun lagi,tidur lah,Aku akan segera menyusul!"


Ujar Alex,Maryam segera berbaring kembali.


Tak..Tak..Tak...


Terdengar keyboard yang di tekan oleh Alex,bergema di dalam ruangan itu,Maryam perlahan -lahan memejamkan mata nya sampai terlelap.


Alex tersenyum melihat wajah sendu milik Maryam,entah kenapa rasa lelah dan rasa ngantuk nya hilang saat melihat sang istri.


"Semoga hidup Kita selalu seperti ini!"


Gumam Alex,lalu melanjut menyelesaikan pekerjaan Nya.


Satu jam berlalu,Alex mulai merenggang kan otot-otot Nya.Ia sendiri merasa sudah sangat mengantuk.


Jam 00:00.


Alex menyimpan laptop nya kembali,dan membereskan proposal,baru ia mengantikan baju nya.


Alex segera naik keatas ranjang,lalu berbaring di sisi Maryam,sebelum ia tertidur,terlebih dulu ia mengecup kening sang istri.


***


Besok Nya!


Maryam sedang berada di dapur,bersama dengan Koki lain.Pak Kim mondar mandir di dalam dapur,ia begitu gelisah saat mengetahui Maryam masuk dapur.


"Nyonya,apa yang ingin Anda makan,katakan saja pada Ku,Kami akan menyediakan Nya,jika Tuan tau,Anda disini,Aku dalam bahaya!"


Pungkas Pak Kim.


"Pak Kim,tenang lah,tidak apa-apa,Aku hanya ingin membuat sarapan,hari ini Aku ingin membuat cake untuk Tuan !"

__ADS_1


Maryam sibuk mengeluarkan semua peralatan memasak,dan juga meminta koki untuk memberikan nya beberapa bahan kue.


"Nyonya,tolong lah,tinggalkan dapur,biarkan Aku saja yang mengurus nya,disini ada banyak Koki,mereka akan membantu Anda!"


"Pak tenang saja,enggak apa-apa, oke!"


Maryam menoleh,sambil tersenyum,Pak Kim hanya bisa melihat mata nya saja,yang menggambarkan kalau Maryam sedang tersenyum.


Pak Kim berdiri di ambang pintu,dengan tubuh yang berkeringat karena memikirkan Maryam yang sedang berada di dapur.


Beberapa Koki lain juga ikut memantau Maryam,bahkan mereka tidak di perbolehkan untuk ikut campur,saat Maryam memasak.


"Biar Salman saja Nyonya!"


Tegas Pak Kim,saat melihat Maryam akan mengangkat beberapa bahan kue ke atas meja.


Salman segera membantu Maryam,dan wanita ini tidak lupa mengucapkan ucapan terimakasih untuk Salman,sebagai bentuk menghargai kebaikan nya.


Maryam mengambil ponsel yang ada di dalam kantong celemek.Lalu meminta Salman untuk menyediakan bahan nya.


"Kamu bantu Saya untuk menuangkan bahan nya !"


"Baik Nyonya!"


"Aku akan membuat bolu black forest!Kamu bantu Aku!"


Salman mengangguk nya.


"200 gram gula pasir halus,150 gram margarin/butter lelehkan,100 gram terigu protein sedang,25 gram maizena,25 gram cokelat bubuk,15 gram cake emulsifier,15 gram susu bubuk full cream,8 kuning telur,7 telur antero (telur utuh),1-2 sendok makan cokelat pasta black forest,1 sendok teh vanila,Sudah di siapkan semua,biarkan saja disitu Aku akan menuang nya sendiri"


Maryam segera menuangkan beberapa bahan ke dalam mixer,lalu mulai menekan tombol on-off.


Sementara Pak Kim,masih sibuk mondar mandir di depan dapur,Pak Kim,masih terlihat gelisah,ia tidak bisa tenang kalau Maryam belum selesai di dapur.


Tepat jam 07:00 pagi,Kue buatan Maryam telah siap,ia mulai menghias Nya.


Maryam membuat dua cetakan kue,yang satu bentuk petak,satu lagi bentuk hati,untuk suami tercinta.


"Akhirnya siap juga!"


Gumam Maryam,sambil memegang cake di tangan nya.



"Yang ini Kalian potonglah,dan bagikan buat yang lain,yang ini untuk Tuan Alex!"


Salman segera mengambil cake di tangan Maryam.


Sementara itu,Alex masih tertidur dengan pulas,mungkin karena semalam ia kecapean,jadi terbangun terlambat.


Alex meraba-raba tempat tidur nya,disebelah kosong tidak ada orang,Alex segera membuka mata nya .


"Dimana Dia?"


Gumam Alex,sembari melirik ke arah kamar mandi,berharap Maryam di kamar mandi.


Disaat Alex ingin tidur kembali,ia melihat baju mandi Maryam ada di tempat jemuran,ia mengurungkan niat nya untuk tidur lagi.

__ADS_1


Alex segera turun dari ranjang,lalu memeriksa kamar mandi.


__ADS_2