Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Takut


__ADS_3

Alex segera menghampiri Maryam,dan memeluk nya dari belakang.


"Sayang,maaf,Aku tidak bermaksud membuat Kamu marah,apalagi sampai membakar buku itu!"Alex memeluk Maryam dengan dengan erat.Meletakkan dagu nya di atas bahu sang istri.


Maryam menyentuh kepala Alex dengan tangan nya,sembari mengelus nya.


"Aku tidak marah,hanya saja Aku tidak senang,jika terus di curigai!"


Maryam melepas pelukan Alex,lalu berbalik melihat sang suami yang kini berdiri tepat di depan nya.


"Aku bukan curiga,hanya saja,Aku tidak senang Kamu selalu memandang dan memperhatikan buku tersebut,seolah-olah Kamu sedang mengenang orang yang memberi buku itu!"Alex memegang ke dua bahu istri nya.


"Mas,Aku tidak mengenang Dia,siapa Dia yang harus Ku kenang?Aku sekarang milik Mu,Anak yang Ku kandung adalah calon baby Kita,apa yang salah dengan Mas,sehingga bisa berpikir begitu jauh !"


"Iya,Anak yang Kamu kandung adalah anak Ku,tapi kalau itu anak cowok bisa membuat Ku bahagia,kalau Anak cewek,apa bisa membuat Ku bahagia?Aku tertekan dengan keadaan ini,yang belum bisa mengetahui jenis kelamin anak itu!"


Karena terlalu terbawa suasana dan hati nya belum stabil dari emosi,membuat Alex mengucapkan kata-kata yang membuat Maryam sedih.


Alex baru menyadari jika Dia keceplosan,ia melihat netra Maryam yang berkaca-kaca,Alex segera menarik Maryam dalam pelukan nya.


Bugh!


Alex memeluk erat tubuh istri Nya.Namun,Maryam tidak membalas pelukan itu.


"Sayang,maaf,ucapan Ku membuat Kamu tersinggung,Aku tidak bermaksud,melukai perasaan Mu!"


Maryam tidak menjawab,air matanya mengalir membasahi cadar yang ia kenakan.Dalam diam nya,Dia merasakan sesuatu sangat menusuk di dalam hati nya.


"Sayang!"Alex melepas pelukan,lalu menatap sang istri.


"Sayang jangan menangis!"Melihat Maryam menangis membuat Alex semakin panik,Dia tidak bermaksud melukai hati Maryam.


"Ingat,apapun jenis kelamin Anak Kita,Aku menerima nya,hanya saja Aku terlalu berharap untuk mendapatkan anak cowok yang pertama,itu hanya keinginan Ku,tapi jika Tuhan belum mengijinkan Nya,Aku dapat menerima itu semua !"Pungkas Alex,kembali menarik Maryam dalam pelukannya.


Alex mengusap punggung Maryam,mencoba menenangkan sang istri,agar tidak berlarut -larut dalam kesedihan.


"Akkhh.."De sah Maryam,sembari memegang perut nya.


"Apa yang terjadi?"Alex melihat ke arah Maryam.


"Sakit!"Maryam memegang perut nya.Alex segera mengendong sang istri,dan membawa nya ke dalam rumah.


"Apa yang terjadi?"Gumam Pak Kim, saat melihat Alex yang terburu-buru membawa Maryam dalam gendongan nya menuju lantai atas.

__ADS_1


"Tuan apa semua baik-baik saja?"Teriak Pak Kim,


"Iya!"Sahut Alex singkat,lalu menginjak anak tangga terakhir,menuju kamar nya.


Brak !


Alex mendorong pintu kamar,dengan punggung nya,ia segera berjalan menuju ranjang.


Membaringkan tubuh Maryam dengan perlahan,disaat Alex hendak pergi Maryam memegang tangan suami,menahannya untuk pergi.


"Ada apa ?Aku harus menghubungi dokter Lauren!"


"Tetap disini Aku tidak apa-apa!"


Alex mengangguk nya,ia segera duduk di tepi ranjang,dan menemani sang istri.


"Masih sakit perut nya?"Alex mengelus perut buncit Maryam,jika disentuh sekarang sudah terasa di tangan nya.


Maryam menggeleng nya.


"Sayang berhenti memikirkan ucapan Ku tadi,Aku tidak bermaksud melukai hati Mu.Jika Anak yang Kamu kandung adalah perempuan,Kita akan merawat nya sama-sama di Indonesia!"Pungkas Alex,ia tidak ingin menyakiti Maryam,dan ia akan mengajak sang istri untuk kembali ke Indonesia.


"Kenapa ?"


"Aku punya alasan,saat ini belum bisa memberitahukan Mu,jika sudah waktu nya Aku akan menceritakan segala nya kepada Mu!"Alex memegang wajah Maryam,yang saat ini sedang melihat nya dengan penuh tanda tanya.


"Baik!"Sahut Maryam singkat,tidak ingin memperpanjang 'kan permasalahan nya.


Tok ..Tok..Tok..


"Siapa?"Alex menoleh ke arah pintu kamar yang di ketuk dari luar.


"Pah,Aku Albert,boleh kah Aku masuk?"


"Iya,pintu tidak di kunci!"


Ceklek!


Albert melangkah masuk ke dalam kamar,melihat Maryam yang berbaring di ranjang.


Albert segera meletakkan nampan di atas meja sofa.


"Bunda,apa yang terjadi,apa semua nya baik-baik saja,Aku melihat Bunda sama Papa tidak turun untuk makan,jadi Aku berniat untuk membawa nya kemari,Aku takut jika dedek bayi nya lapar!"Ucap Albert berdiri di depan Alex,sehingga menghalangi Pria ini untuk melihat istri nya.

__ADS_1


'Kenapa Aku lupa,Albert yang anak kecil saja bisa mengingat nya!'


Alex segera berdiri,dan mengambil makanan yang di bawa Albert barusan.


"Bunda baik-baik saja,hanya saja bunda kurang istirahat!"Maryam memegang tangan Albert,agar sang Anak tidak merasa khawatir.


Maryam hendak duduk,Albert dengan sigap membantu Maryam,Alex melihat pemandangan yang membuat nya tersentuh.


"Makan dulu,setelah itu sholat,dan baru tidur!"Ujar Alex,Maryam mengangguk nya.


"Sholat?"Albert melirik ke arah Alex.


Selama ini Albert tidak pernah melihat Alex dan Maryam sholat,dan Albert tidak mengetahui agama Alex yang sebenarnya.


"Iya Sayang,itu kewajiban bagi seluruh umat Islam!"Sahut Maryam.


"Aku juga punya Bunda M*ri* yang selalu Aku hormati,Bunda,kenapa Aku tidak bisa sholat seperti Papa dan Bunda?"Albert melirik ke arah Maryam,lalu menatap Alex.


"Kita berbeda"Sambung Alex.


"Apakah bisa Aku seperti Bunda dan Papa?"


Mendengar pertanyaan Albert semakin membuat Alex bingung,karena Alex tidak ingin keberadaan sang istri menjadi masalah dalam kehidupan nya,jika Albert ingin berpindah keyakinan yang dengan Nya.


Alex tidak akan bisa menghadapi Tuan King,jika itu terjadi.


"Kita bisa membahas itu nanti,mari Kita suapi Bunda dulu!"Alex mengalihkan pembicaraan Albert,dan Anak itu dengan patuh menuruti omongan Alex.


Albert segera membantu Maryam untuk makan,meskipun tidak membuka cadar,Albert tidak pernah menanyakan itu,karena ia tahu,pertama kali melihat Maryam sudah seperti itu.


Beberapa menit berlalu,Albert keluar dari kamar,dengan membawa nampan nya bersama.


Alex mengintip pesan yang masuk ke ponsel nya,ia tahu jika itu dari Caston.


"Tuan,saat ini Devano telah kembali kepada Peter,Aku rasa Dia akan menjalankan rencana balas dendam nya kepada Tuan !"


Alex mengabaikan pesan tersebut setelah membaca nya,karena ini sudah tahu dimana Devano saat ini,dan ia tahu dimana pun keberadaan Pria itu.


"Apa yang terjadi?"Tanya Maryam saat melihat raut wajah Alex datar.


"Tidak ada,hanya urusan pekerjaan !"Jawab Alex singkat menyimpan kembali ponsel diatas nakas.


Vote +like + Koment,

__ADS_1


😍✌️


__ADS_2