
Albert memperhatikan Ge yang begitu telaten membalut kaki nya dengan menggunakan perban elastis yang di berikan oleh Albert.
"Aku tidak menyangka,Kamu dapat merawat dirimu sendiri!"Ujar Albert yang membereskan kotak P3K.
"Aku dokter!"Timpal Ge,Albert terdiam,memang Albert belum melihat semua data - data milik keluarga Ge,karena keburu wanita itu tiba.
"Aku mau pulang!"Ge segera berdiri,dan menahan kaki nya yang sakit.
"Aku akan mengantar mu sampai ke asrama,dan sekalian bawa makanan ini bersama mu juga!"Albert mengambil satu bungkus plastik berisi satu kotak makanan,yang di pesan oleh Albert .
"Jika besok masih terasa sakit,Aku memberi mu ijin untuk istirahat!"Sambung Albert.
"Harus dong,kalau Aku enggak kemari,enggak mungkin ini bisa terjadi!"Ketus Ge yang kesal,lalu melangkah perlahan menuju pintu.
"Hati-hati"Dengan sigap Albert membantu Ge yang kehilangan keseimbangan tubuh saat membenarkan gerakan kaki nya.
Ke dua nya kembali merangkul satu sama lain,Ge menatap Albert begitu dalam.Sebelum nya belum ada pria yang begitu membuat Ge terpaku saat menatap mata mereka.Tapi,berbeda dengan Albert,pria ini terlihat sombong dan cuek.Namun,netra nya kalau di lihat bikin orang nyaman dan betah berada di dekat nya.
"Maaf!"Ucap Albert,Ge membulatkan matanya,saat pertama kali ia kenal Albert.Pria ini orang yang paling di takuti oleh semua peserta,selain judes dan kejam,Albert juga orang yang begitu cuek sama keadaan.
Albert dengan senang mengantar Ge menuju lantai dua,dan Albert punya tanggung jawab mengantar Ge dengan selamat sampai ke kamar nya.
* * *
Gerimis di pagi hari membuat seorang pria bermalasan untuk turun dari ranjang nya.Al tidur kembali setelah sholat subuh,karena ia merasa akhir-akhir ini hari -hari nya terlalu melelahkan.Selain membantu Alex di pelatihan taekwondo,Al juga membantu Maryam di pondok pesantren.
Namun,banyak sekali perubahan dalam diri Al saat ia tinggal bersama dengan ke dua orang tua nya.Al sudah banyak mendalami ilmu agama,selain sudah bisa membaca Al-Qur'an Al juga sudah bisa menghafal beberapa surat pendek.
Tok..Tok..Tok..
"Al,apa Kamu sudah siap sayang?"Tanya Maryam dengan lembut,kamar Al tidak di kunci.Namun,Maryam tidak akan masuk sembarangan ke dalam kamar pribadi sang anak.
Mendengar suara Maryam,Al segera menarik selimut nya ke bawah,lalu duduk di atas kasur,sembari mengumpul nyawa nya.
"Al"Panggil Maryam lagi,
"Iya Umi,sebentar lagi Al keluar!"Sahut Al dari dalam kamar.
"Umi tunggu di dapur nya,Kita sarapan sama!"
"Iya!"
Setelah mendengar suara langkah kaki Maryam yang pergi.Al segera turun dari ranjang dan menuju kamar mandi.
__ADS_1
Di dapur,seperti biasa,Maryam menyiapkan beberapa menu untuk sarapan pagi.
Cup!
"Pagi sayang"Ucap Alex,sembari mengecup pipi sang istri yang tanpa cadar.Maryam hanya tersenyum tanpa menjawab.
Alex kembali memeluk Maryam dari belakang,sembari menggoda sang istri.
"Wangi sekali sayang,masih sama wangi nya 22 tahun yang lalu "Bisik Alex,
"Mas!"Maryam tersipu malu mendengar ucapan sang suami.
"Bukan kah itu kenangan indah yang harus nya kita apresiasikan ?"Goda Alex lagi,Pria ini sengaja menggoda Maryam dengan mengingatkan malam pertama mereka beberapa tahun yang lalu.
"Meski sudah begitu lama,Kamu tidak pernah berubah mas,masih sama saat pertama kali Kita bertemu di dalam kamar yang indah itu"Kini Maryam berbalik,melihat sang suami,dan mengalungkan ke dua tangan nya di leher Alex.
Cup Cup !
"Mas!"Pekik Maryam,saat Alex dengan sengaja menci um ke dua pipi istri nya.
"Hari ini jualan?"Tanya Alex,
"Eeemmm,jualan!"Sahut Maryam sembari mengangguk nya.
"Sayang,Kamu lupa ada dua puluh anak yatim di pondok Abah karim yang harus kita santuni sayang!"
"Iya Aku tau,tapi 'kan Kita masih memiliki tabungan sayang!"
"Tabungan itu,untuk mempersiapkan pernikahan anak-anak Kita kelak"
Alex memegang ke dua pipi Maryam,ia tidak menyangka dapat berjodoh dengan wanita seperti Maryam,selain sabar dia juga memiliki hati yang begitu lembut.Alex yang garang saja dapat luluh dengan sikap lembut Maryam.
"Sayang,Kamu sudah siap,Ayo sarapan dulu!"Maryam segera melepaskan tangan nya di leher Alex,saat melihat Al sudah datang ke dapur.
Al segera duduk di kursi milik nya.
"Al senang dapat melihat Umi dan Papa begitu bahagia !"Goda Al,Maryam hanya tersenyum saat mendengar ucapan sang Anak.
"Umi mu wanita pertama yang membuat hati Papa mu luluh,sampai sekarang pun tidak akan berubah!"Sambung Alex,memegang tangan Maryam.
"Eeehemmm,pah hormati dong yah jomblo ini!"Ketus Al,
"He..He..He..Makanya segera cari calon istri,agar dapat berpacaran setelah menikah !"Cibir Alex,Al hanya tersenyum saja menanggapi ucapan sang Ayah.
__ADS_1
"Pah,ada yang ingin Al bicarakan"
"Katakan saja,Papa akan mendengar nya!"
"Kalau papa tidak keberatan,Al siap membantu pernikahan El dan Ge,Al tidak kekurangan uang,Al akan membantu ke dua adik-adik Al!"
"Terimakasih sayang,tapi Kamu tidak perlu memikirkan itu,Umi sama Papa sudah menyiapkan itu semua.Yang terpenting saat ini,Kalian semua sehat-sehat dan Kita dapat berkumpul semua disini!"
"Amiin,Al janji secepatnya Al membawa El kembali kesini!"
Maryam mengangguk nya,begitu juga dengan Alex,yang bangga dengan pemikiran Al,karena Alex dapat melihat kalau Al bukan pria yang egois,dia selalu dapat memikirkan keadaan adik-adik nya meski sudah lama terpisah jauh.
Begitu selesai sarapan,Maryam membereskan meja makan dengan di bantu oleh Al.
"Sayang,bawa semua kotak kue ke mobil,biar piring nya Umi yang cuci!"
"Baik Umi!"
Al segera pergi pergi membawa kotak kue bersama dengan nya.Alex sedang membersihkan motor milik nya dengan kain.
"Papa enggak ikut sama Al?"
"Enggak,Papa naik ini saja !"
Mereka berdua berbincang -bincang,sembari menunggu Maryam.Tak lama kemudian Maryam keluar dengan membawa satu kotak kue di tangan nya.
"Nih"Maryam memberikan kotak kue itu Kepada Al.
"Ini untuk apa Umi?"
"Berikan kotak kue ini untuk Aisyah,dia bisa membagikan itu dengan anak-anak yang lain!"
"Baik Umi!"Al segera meletakkan kotak kue itu dengan sama dengan kotak yang lain.
"Mas,Aku berangkat dulu,Assalamualaikum !"Maryam menyalami tangan suami nya untuk berpamit,begitu juga dengan Al.
"Waalaikumsalam,Al hati-hati bawa mobil nya ,jalan sedikit licin karena baru saja hujan reda!"
"Iya papa,Kami berangkat dulu!"
"Eeemm"
Al dan Maryam segera masuk ke dalam mobil,Alex hanya bisa melihat punggung mobil yang meninggalkan halaman rumah mereka.
__ADS_1
Naik view,semangat author untuk update setiap hari ๐Miss u para reader โ๏ธ