Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Mengobati luka


__ADS_3

Maryam tersenyum,saat melihat Alex yang senyum kaku.


"Kapan terakhir kali mas tersenyum?"


Tanya Maryam saat ia melepaskan perban di perut Alex.


Alex menaikan satu alis nya mendengar pertanyaan itu.


"Aku yakin,Mas sendiri pasti tidak ingat kapan itu terakhir kali!"Sambung Maryam lagi,yang kini sedang membersihkan darah di sekitar bekas jahitan.


Alex masih terdiam,ia sibuk memperhatikan istrinya yang sedang mengobati luka nya itu.


"Apa ini sakit?"


Maryam menoleh ke arah Alex,yang sedang melihat nya.


Alex menggelengkan kepala nya,Maryam malah mengangguk.Lalu mencoba menekan luka itu.


"Aagrh!"


Maryam menghela nafas nya mendengar desa han Alex.


"Untuk apa berpura-pura kuat,ini luka nya cukup dalam,kalau di liat dari jahitan,ini pasti doble luka!"


Kini Maryam mengolesi obat luar untuk Alex,Pria itu masih melihat nya dengan dingin.


"Mas,boleh Aku tau bagaimana Kamu mendapatkan luka ini?"


Itu lah yang ingin Maryam tahu sejak awal,tapi ia sengaja tidak ingin langsung bertanya untuk menghindari kemarahan Alex.


"Apa Kamu sudah menyimpan pertanyaan ini sejak dari tadi?"


Maryam melirik kearah Alex,saat Alex berbalik bertanya kepada nya.


Maryam mengangguk nya,tapi saat ini jika Alex tidak mau menceritakan nya,ia tidak akan memaksa nya.


Alex kembali diam.Maryam pun selesai mengobati luka Alex.


Maryam berdiri,lalu menyimpan kotak obat di nakas.


"Aku akan turun ke bawah untuk mengambil makanan,Mas tunggu disini saja,jangan bangun atau duduk,berbaring lah sebentar agar obat nya segera meresap,dan luka akan segera kering!"


Maryam memberi saran sekalian peringatan kepada Alex,Pria itu hanya diam saja,Maryam segera berjalan ke arah pintu kamar,dengan kaki nya yang sakit.


Maryam tidak lupa memasang cadar nya kembali sebelum ia turun ke bawah.


Maryam menuruni satu persatu anak tangga,ia membawa kunci dapur bersama nya,ia tahu saat ini dapur pasti terkunci.


Begitu tiba di depan dapur ia segera membuka pintu nya.


Ceklek !


Maryam tidak tahu,apa yang ingin di makan oleh Alex,namun ia baru ingat kalau ia sudah merebus ayam,di goreng sebentar pasti tidak akan lama.


"Aku akan membuat nya sebentar paling 10 menit,pasti keburu!"


Maryam segera mengambil bahan,dan juga ayam yang ia simpan di lemari es.


Dari dalam kamar,Pak Kim mendengar suara seseorang memasak di dapur,ia segera datang ke ruangan dapur.


"Nyonya,apa itu Anda?"


Maryam menoleh.


"Maaf Pak Kim,saya sudah membangunkan Anda!"

__ADS_1


"Apa yang sedang Anda lakukan ?"


"Saya sedang membuat makanan untuk Tuan Alex!"


Mendengar makanan itu untuk Alex,Pak Kim lantas tidak langsung pergi,ia melihat dan mengawasi Maryam di dapur.


Setelah Maryam mengulek sambal nya,lalu menyiapkan piring dan juga sedikit nasi.


"Waah imut sekali!"


Saat Maryam melihat mangkuk kecil berbentuk love.


Ia langsung mengambilnya dan mencetak nasi ke dalam mangkuk itu,sedari tadi Pak Kim hanya melihat saja,tidak banyak komentar.


"Akhirnya siap juga!"


Gumam Maryam,disaat ia akan keluar,Pak Kim menghadang nya.


"Tunggu sebentar Nyonya!"


"Ada apa Pak?"


Maryam memegang nampan berisi gelas dan juga nasi serta ayam penyet yang di request oleh Alex tadi pagi.


"Aku akan mencicipi nya!"


Mendengar itu,Maryam segera menghalangi nya.


"Maaf Pak,ini hanya sedikit,Aku tidak bisa membiarkan Pak Kim mencicipi nya,Pak Kim tenang saja,Saya tidak akan meracuni Tuan!"


Pungkas Maryam,Pak Kim hanya bisa mengalah dan membiarkan Maryam pergi.


"Apakah minuman di kamar masih ada?"


Tanya Pak Kim.


Pak Kim mengangguk nya.


Maryam segera pergi hadapan Pria Tua yang super duper kepo itu.


Maryam masih berusaha untuk naik ke atas meski harus tertatih karena kaki nya sakit.


Ceklek !


Maryam melangkah masuk ke dalam kamar.Ia tersenyum saat melihat Alex begitu patuh berbaring di tempat tidur.


Maryam meletakan nampan diatas nakas.Maryam kembali tersenyum saat melihat wajah suaminya yang sedang tertidur.


Maryam membuka kembali cadar nya lalu menyimpan nya di sisi ranjang.


"Mas!"


Maryam menyentuh wajah Alex dengan lembut,membangunkan suaminya yang tertidur.


"Aku pikir Aku akan sarapan besok pagi !"


Maryam menaikan satu alis nya,ia tahu Alex sedang menyindir dirinya.


"Aku membuatkan makanan lain,makanya sedikit lama!"


Sahut Maryam,ia segera membantu Alex untuk bersandar.


"Pelan-pelan!"


Setelah bersandar dengan baik,lalu Maryam mengambil nampan,Alex melirik nya,ia melihat ke arah Maryam.

__ADS_1


'Masih sempat membuat itu?'


Alex tidak berani bertanya,tapi ia akan senang jika istri nya berkenan untuk menyuapi nya makan.


"Mas,duduk saja Aku akan menyuapi Mu!"


Pungkas Maryam,Alex tertegun,ia hanya bisa mengangguk nya saja.


Maryam mengambil nasi dengan tangan nya sendiri,ia tidak menggunakan sendok.


"Mas buka mulut nya!"


"Bismillahirrahmannirrahim"


Alex melihat kearah tangan Maryam yang terisi dengan nasi,Alex belum membuka mulut nya.


"Tangan Saya bersih kok,Saya sudah mencucinya!"


Maryam tidak ingin Alex merasa jijik dengan nya,hanya karena ia menyuapi nya dengan tangan bukan dengan sendok.


"Bukan,bukan begitu,Aku akan memakan nya,jika itu adalah tangan Mu yang menyuapi Ku!"


Wajah Maryam merona,ia menunduk,sembari mencubit sedikit daging ayam lalu mengolesnya dengan sambal balacan.


Alex mengunyah nya sambil melihat ke arah Maryam membuat istrinya jadi malu,bahkan Maryam tanpa terasa tangan nya tiba-tiba gemetar.


Alex segera memegang tangan istri nya.


"Apa Kamu gugup?"


Tanya Alex,sontak membuat Maryam kaget.


"En-enggak!ayo makan lagi,biasa bisa minum obat lalu istirahat!"


Maryam sengaja mengalihkan pembicaraan nya.


"Aku suami Mu,kenapa harus begitu gugup,Aku tidak akan memakan Mu!"


'Memakan dalam bentuk kata apa itu?'


Maryam mendongakkan kepala nya,menatap Alex.


"Apa Aku tampan?"


Alex sengaja menggoda Maryam.


"Pertanyaan apa itu?berhenti menyombongkan diri,meski pun tampan juga tidak akan bertahan lama,wajah tampan itu lama kelamaan akan berubah menjadi kusam dan juga keriput,tidak perlu di banggakan !"


Ketus Maryam meletakan piring nasi,lalu bejalan ke arah tempat wudhu untuk mencuci tangannya.


Mendengar jawaban Maryam membuat Alex malu,ia sudah salah melontarkan pertanyaan itu kepada Maryam.


Maryam kembali lagi ke kamar,lalu membereskan nampan,meletakan nya di atas meja sofa single.


"Maaf!"


Ucap Alex,Maryam menoleh,melihat ke arah suami nya.


"Maaf?maaf untuk apa?"


Maryam berjalan ke arah Alex.


"Mengenai pertanyaan Ku tadi,Aku hanya bercanda saja!tidak perlu di masukan ke hati!"


"Aku tidak apa-apa,Mas jangan sungkan-sungkan,mungkin Kita jarang bercanda,sekali bercanda malah canggung!"

__ADS_1


Maryam tersenyum,lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Alex.


__ADS_2