
Begitu sampai di rumah sakit Xander,Caston dan Maryam segera turun.
Maryam melihat di sekitaran rumah sakit lumanyan mewah dan besar,seluruh rumah sakit di penuhi oleh pengawal.
Di saat Maryam dan Caston telah turun dari mobil,Pria dewasa berbaju serba hitam lengkap dengan jas dan kaca mata hitam berbaris di depan lorong menyambut Caston dan Maryam.
"Selamat siang Tuan !"
Seru Mereka serentak.
Maryam melirik ke arah Caston.
"Heem.."
Sahut Caston,ia segera melewati tempat mereka berdiri.
Semua pengawal berbaris begitu rapi,dan menundukkan kepala Mereka sembari menghormati ke dua orang yang lewat di depan Mereka.
Setelah melewati perbarisan Pengawal,lalu Caston mengumumkan jika Maryam istri dari Tuan Mereka.
"Untuk Kalian semua,Wanita di sebelah Saya adalah istri dari Tuan Alex,Dia adalah Nyonya Maryam!"
"Salam untuk Nyonya Maryam !"
Semua memberi salam penghormatan kepada Maryam.Kini Mereka bukan menunduk lagi kepala nya,tapi sedikit membungkuk,Wanita ini terdiam kaku,sambil melirik ke arah semua orang.
"Kita ke ruangan Ayin !"
Ujar Caston,Maryam mengangguk.
"Nyonya sudah melihat,begitu lah Mereka menghormati atasan nya,bila Tuan disini,Mereka akan membungkuk lebih dari itu selama setengah jam !"
Pungkas Caston,Maryam membulatkan matanya,ia sebelum nya belum pernah melihat hal yang seperti itu.
"Selamat siang Tuan Caston !"
Sapa dua orang dokter yang baru saja keluar dari ruangan Ayin.
"Nyonya ini dokter Darrel,dan ini dokter Lauren,Dia dokter wanita satu-satunya disini,yang merawat Ayin.Ini Istri Tuan Alex Nyonya Maryam!"
"Salam Nyonya Maryam !"
Sapa ke dua dokter tersebut,sambil membungkuk.
Maryam hanya diam saja.
"Kami akan ke ruang Ayin !"
Ujar Caston,
"Apa perlu Kami antar?"
"Tidak perlu!"
Caston segera berlalu bersama dengan Maryam,ke dua dokter itu masih menatap heran ke arah Maryam.Karena penampilan Maryam membuat semua orang menatap nya dengan aneh.
Ceklek !
Caston membuka pintu ruangan Ayin,terlihat Ayin yang sedang duduk di tepi hospital bed nya.
"Kenapa Kau lama sekali,Aku sudah menunggu begitu lama!"
Gerutu Ayin dengan kesal,saat melihat Caston di ambang pintu.
Caston tidak menjawab,Maryam melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Nyonya!"
Ayin segera melompat dari hospital bed dan memberi penghormatan kepada Maryam,ia juga membungkukkan tubuhnya.
"Asisten Ayin hati-hati,apa yang Anda lakukan,Anda baru saja sembuh!"
Pungkas Maryam berjalan ke arah Ayin.
"Nyonya terlalu berlebihan,Saya hanya sakit beberapa hari saja,dan sudah sembuh total,hanya saja Tuan belum membiarkan Saya pulang,malah memaksa Saya untuk tinggal disini,padahal disini begitu membosankan !"
Pungkas Ayin,Caston hanya melihat ke dua perempuan itu.Caston masih berdiri di ambang pintu,dan memasukan ke dua tangannya ke saku celana.
"Caston,bantu Saya membawa barang Asisten Ayin,Aku akan membantu Asisten Ayin !"Ujar Maryam.
"Panggil Saya Ayin,kini Anda adalah orang ke dua yang Kami hormati dirumah utama!"
__ADS_1
Pungkas Ayin tersenyum.
Caston segera masuk ke dalam ruangan dan mengambil semua barang Ayin,membawa nya bersama.
"Apakah benar telah sembuh?"
Maryam kembali bertanya,Ayin mengangguk nya.
"Iya,sudah sembuh total,jangan ragu kan rumah sakit Xander,ini rumah sakit terbaik,khusus untuk keluarga Xander dan bawahan saja,tidak di perbolehkan untuk orang luar!"
Ayin kembali tersenyum.
"Kita akan pergi ke tempat perbelanjaan !"
Ucap Caston begitu tiba di mobil.
"Perbelanjaan ?siapa yang mau belanja?"
Ayin mengulangi ucapan itu.
"Tuan Alex meminta Nyonya untuk memasak Ayam Payet!"
Ujar Caston.
"Ayam penyet,bukan Payet!"
Bantah Maryam,setiba di dalam mobil.
"Iya itu maksud Saya!"
"Eeem...."
Ayin hanya mangut-mangut saja.
Caston segera memutarkan arah mobil nya,Pengawal sekali lagi menundukan kepala saat mobil tersebut akan meninggalkan rumah sakit.
Beberapa menit kemudian ..!
Tiba di sebuah tempat pusat perbelanjaan terbesar di New York.
"Pilihan yang tepat Caston!"
Cetus Ayin,yang segera turun dari mobil,dan membuka pintu untuk Maryam.
Ucap Maryam.
"Berhenti mengucapkan terimakasih,ini adalah tugas Saya!"
Ayin Tersenyum,Maryam juga ikut tersenyum,meskipun tidak terlihat.
"Kita harus segera berbelanja ini sudah mau sore!"
Pungkas Caston.
'Aku sudah meninggalkan waktu sholat Ku dua waktu!'
Maryam masih berdiri di depan mobil.
"Ada apa?"
Tanya Ayin,
"Aku belum melakukan kewajiban Ku!"
Ujar Maryam.
"Sholat?"
Ayin menebak nya,Maryam mengangguk.
"Ayo,Kita belanja dulu,Aku akan meminta Caston untuk mencari kan mesjid di sekitaran sini!"
Maryam mengangguk nya.
"Dari sini sekitaran 50 meter lebih ada masjid Manhattan,Kita bisa singgah disana!"
Ujar Ayin,Maryam mengangguk nya.
"Terimakasih Ayin!"
"Sudah saya katakan berhenti mengucapkan terimakasih !"
__ADS_1
"Sorry!"
Maryam tersenyum,Ayin dapat melihat dari netra Maryam.
Mereka bertiga masuk ke dalam mall tersebut,dan mulai membelanjakan perlengkapan dapur dan juga kamar.
"Nyonya,Tuan berpesan,jika ada barang yang Anda butuhkan silahkan di beli,karena Kita tidak bisa keluar setiap hari untuk kesini!"
"Apakah Saya bisa memilih beberapa barang pribadi untuk Saya?"
Caston mengangguk nya.
"Apa yang ingin Nyonya beli Saya bisa menemani Anda!"
Bisik Ayin,
"Aku butuh beberapa produk kewanitaan!"
Balas Maryam sedikit berbisik.
"Caston,tinggalkan Kami berdua,Kamu boleh menunggu Kami disana!"
Ayin menunjukan tempat menunggu untuk Caston,Pria itu mengangguk nya.
Kriing...
Kriing...
Ponsel Caston berdering.
"Hallo Tuan!"
"Dimana?"
"Masih di tempat perbelanjaan!ada apa Tuan?"
"Jangan lupa singgah di masjid,seperti nya ia belum sholat,dan Kamu pasti lupa untuk berhenti!"
Titah Alex dengan datar.
"Ba..baik Tuan!"
Caston gagap saat mendengar suara bariton Alex yang dingin seperti biasanya.
"Dimana Dia?"
"Ada di......"
Caston mulai melirik dan mencari Ayin serta Maryam.
"Maaf Tuan,Saya kehilangan jejak Mereka,sebentar Saya akan carikan!"
Ujar Caston panik.
Alex segera memutuskan panggilan nya.
"Tu...Tuan ...!"
Teriak Caston,tapi tidak ada jawaban.
Di tempat lain!
Alex berdiri dari tempat duduk nya,ia sedang berada di sebuah restoran,bersama dengan klien dan beberapa kolega lain nya.
"Ada apa Tuan Alex,raut wajah Anda terlihat tidak baik-baik saja!"
Tanya salah satu kolega Alex.
"Rapat nya sampai disini dulu,Kita akan lanjut kembali di pertemuan berikut nya!"
Ujar Alex,yang sudah berdiri.
"Tidak bisa begitu Tuan,bahkan Kita belum memulai Nya,tapi Anda sudah membubarkan nya!"
Seru seorang klien yang datang jauh-jauh hanya untuk mengikuti rapat dengan Alex.
"Jika Anda tidak senang!Kita batalkan kerjasama ini!"
Pungkas Alex lalu segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Ada apa dengan Nya,kepada Dia selalu bersikap begitu!"
__ADS_1
"Dia seenaknya membatalkan kerjasama dengan Kita,Dia pikir Dia siapa !Aku akan mengirim komplain ke perusahaan Xander!"
Klien maupun kolega tidak ada yang menerima dengan keputusan Alex saat ini.Bahkan Mereka tidak segan - segan mengirim email komplain kepada perusahaan Xander.