
Aisyah yang baru saja selesai sholat tahajud,lalu membereskan perlengkapan sholat nya,serta kembali naik ke atas ranjang.
Disaat Aisyah ingin menarik kembali selimut untuk menutupi tubuh nya.Tanpa sengaja mata nya tertuju ke arah amplop yang di berikan Al waktu sore tadi.
Aisyah lama sekali melihat nya,bahkan ia penasaran dengan isi nya hanya saja Aisyah terlalu takut untuk membuka amplop tersebut,karena Aisyah teringat ucapan Al.
Al memberitahu Aisyah,jika amplop itu adalah harapan Al.Tapi,rasa takut dan rasa penasaran nya lebih besar rasa penasaran nya,Aisyah segera membuka amplop tersebut.
Dengan tangan yang gemetar,Aisyah memegang surat pemberian Al.Lalu,ia mulai membuka nya secara perlahan.Ada keraguan dalam hati Aisyah,untuk membuka lipatan kertas berwarna putih itu.
"Bismillahirrahmannirrahim.Semoga apa yang ada di dalam ini,tidak membuat keraguan di hati hamba ya Allah!"Ucap Aisyah,saat mata nya terpejam.
Setelah merasa begitu lega Aisyah pun membuka surat lembaran dari Al.
Sebelum membaca isinya lebih dulu Aisyah menjawab salam Al.
Assalamualaikum
Albarak Xander.
Pada siapa harus ku tanyakan, mengapa jadi begini.Seluruh dunia membisu,kemana harus ku cari momen kebahagiaan kita yang pernah terjadi.
Bahkan sang waktu pun tidak meninggalkan jejak disini.Ada begitu banyak keluhan di bibirku,ada jarak yang membentang jauh dari kehidupan.Mengapa impian-impian meleleh di dalam mataku,mengapa garis takdir terhapus dari tanganku tanpa alasan.
Doa yg telah ku panjatkan, mencapai langit,kemudian bertabrakan dengannya doa nya dan doa Ku memantul kembali tanpa jawaban,nafasku berbelok menuju arah yg tak menentu,ku tak dapat melihat satupun jalan,detak jantung telah meninggalkan jantungnya.Namun, bayangan-bayangan itu tak pernah meninggalkan raga.Sendiri, aku memikirkan hal ini lagi dan lagi hingga kabut kenangan berjalan bersamaku.
Salam perpisahan dari Saya,sang pengagum mu.Wasalamualaikum..
Tik..Tik..Tanpa sengaja air mata itu terjatuh di atas kertas berwarna putih yang di pegang oleh Aisyah.Setiap bait demi bait mengandung begitu dalam makna.
__ADS_1
"YaAllah"Ucap Aisyah,menutup wajah nya dengan ke dua tangan nya.Menutupi wajah nya yang telah mengundang naf-su lelaki yang seharusnya menjadi ipar,malah memiliki perasaan terhadap nya.
Aisyah menyimpan surat itu,melipatnya kembali,dan memasukan kertas itu ke dalam kitab milik nya yang ada di atas meja kecil.Lalu dengan perasaan bimbang Aisyah membaringkan tubuh nya.
Isi surat Al mulai mengaduk pikiran dan ketenangan Aisyah.Bahkan berkali-kali Aisyah menepis rasa gelisah itu."Aisyah yakin,Aisyah hanya mampu memikirkan satu calon imam saja,yaitu Kak El,meskipun Kak El,saat ini berada di negeri orang,Aisyah percaya Kak El adalah jodoh Aisyah.Ya Allah,jangan letakkan hamba di tengah - tengah jurang,karena hamba tak sanggup untuk melihat kebawah,betapa dalam nya jurang itu.Jangan letakkan hati hamba di tengah-tengah dua saudara, itu akan membuat Aisyah merasa bersalah.Aisyah hamba lemah,Aisyah hanya punya satu impian,berikan hamba jawaban atas doa-doa hamba,kirimkan Orang yang menurut-Mu pria yang baik,dan jodoh dunia akhirat untuk hamba!"
Dengan mengucap kata bismillah dan doa pengantar tidur,Aisyah mulai memejam 'kan mata nya,berharap hari esok dapat memulainya seperti biasa,dan berjalan dengan lancar menuju hari H.
Di sisi lain,ada Al yang terus bergelut dengan hati nya.Al sudah mengutarakan isi hati nya kepada Aisyah.Al juga mengucapkan kata-kata perpisahan kepada Aisyah.
Tapi,kenapa Al masih merasa jika dirinya belum sepenuh nya bisa melupakan Aisyah,mengikhlaskan Aisyah untuk saudara nya.Disini bukan Al,El dan Aisyah yang salah,tapi cinta yang datang tanpa ada yang tahu,hati yang terlalu tersentuh dengan kelembutan dan kebaikan,sehingga menimbulkan perasaan suka dan nyaman.
Setelah berpikir begitu lama.Akhirnya Al memutuskan sesuatu yang menurut nya yang terbaik,Al menulis surat untuk Maryam dan juga Alex.Al tahu,ke dua orang tua nya menyayangi Anak-anak mereka.Namun,dalam hal ini harus ada yang mengalah yaitu Al,sebagai orang yang hadir di tengah hubungan orang lain.
* * *
Tiga hari telah berlalu,dari hari dimana Atika hilang dan tak pernah kembali ke condo.El setiap hari mencoba menunggu dan bahkan sampai datang ke condo Atika hanya untuk melihat wanita itu.Tapi,nyata nya Atika tidak pernah kembali.
Tok..Tok..Tok..
Ketukan pertama tidak menyadarkan El dari lamunannya.
Tok..Tok..Tok..
"Siapa?"El membenarkan jas nya,lalu membereskan berkas yang berserakan di atas meja.
Ceklek !
"Tuan Muda"Seru Ayin,berjalan ke arah El.
__ADS_1
"Ada apa Tante,katakan!"
"Malam ini ada acara penyambutan Anak duta LA,datang ke NY!"
"Siapa?"El masih belum mengenal Anak kedutaan dari LA.Padahal,Pria itu adalah teman baik Alex.
"Tuan Dante,saudara Tuan Abizar !"Ungkap Ayin,lalu memberikan iPad yang ia pegang kepada El.El mulai melihat dan mengenali Pria itu,atas bantuan Ayin,El mulai mengetahui sedikit demi sedikit kerja sama yang berlangsung antara mereka.
"Jam berapa?"
"Jam 20:00,malam ini,Saya sudah memberitahu Pak Kim agar menyiapkan baju untuk Tuan Muda!"
"Baik,Aku akan pergi ke acara itu.Minta Paman Jerry untuk menemani Saya!"
"Malam ini Jerry harus pergi ke perbatasan Menara,karena Peter mulai melakukan penyerangan udara.Bagaimana kalau Saya saja yang menemani Anda Tuan muda?"Ayin sengaja menawar diri,agar El tidak pergi sendiri,karena acara seperti itu 20% di isi oleh orang baik dan 80% oleh orang yang mungkin kurang waras.
"Baiklah,Kita akan pergi sama!"El mengangguk nya,lalu kembali menatap layar laptop.Meskipun El berada tepat di depan Ayin.Wanita ini yakin saat ini hati nya tidak lagi disini.
"Apa ada yang menganggu pikiran Tuan Muda?"Mendengar pertanyaan itu,El mendongakkan kepala nya menatap Ayin.
"Eeeemmm"El menggelengkan kepala nya.
"Kalau memang tidak ada lagi yang mau di bahas,Saya pamit undur diri !"
"Silahkan,sampai bertemu nanti malam Tante"Ujar El,sembari mengembangkan senyuman nya.
"Sampai bertemu nanti malam Tuan muda!"
Ayin segera pergi meninggalkan ruangan El.Tiba,di luar ruangan Ayin merogoh ponsel milik nya yang ada di dalam saku jas .
__ADS_1
"Cari sampai ketemu,Tuan Muda butuh informasi wanita itu,jangan biarkan Wanita itu dalam masalah!"Tegas Ayin,lalu mematikan panggilan nya.Lalu Ayin kembali ke ruangan nya yang ada di lantai bawah.