
Maryam duduk di sofa yang ada di dalam ruang Alex.Sementara di depan nya sudah ada hidangan yang di sajikan oleh Ayin.
"Presdir Hyun Bin sudah kembali?"
"Sudah Tuan,ia juga menitipkan ini untuk Nyonya !"
"Apa ini ?"
Ayin menggelengkan kepala nya.Alex segera membuka nya,dan ia terkejut melihat sebuah kontrak yang di berikan kepada Alex.
"Ayin,ini proyek baru yang di berikan kepada perusahaan Cristopan di LA,bukan kah ini sudah di resmikan waktu acara pertemuan
keluarga mereka kemarin.Apa yang membuat mereka membatalkan kerja sama nya?"Alex terlihat bingung.
"Tentu saja Vidio yang tersebar di acara itu,Presdir Hyun Bin,tidak mau bekerjasama dengan orang yang citra keluarga nya buruk!"
"Sayang,Kita mendapatkan dua berkas sekaligus dari Presdir Hyun Bin,ini suatu keberuntungan buat Kita!"Alex segera menghampiri sang istri dan memeluk nya.
Cup Cup Cup!
Alex mengecup kening Maryam berkali-kali,membuat Ayin membulatkan mata nya melihat ke arah Alex dan Maryam.
"Mas,masih ada orang disini!"Bisik Maryam,Alex baru menyadari itu.
"Eeheem!"Alex berdehem,sembari melepas pelukan nya,lalu berbalik menatap Ayin.
Ayin reflek segera menoleh ke arah lain,apalagi saat ini Alex melihat nya dengan tatapan yang mengerikan.
"Apa yang Kamu inginkan,Aku akan membelikan nya untuk mu?"Tanya Alex,memegang tangan Maryam.
"Eemm"Maryam meletakan satu jari telunjuk nya di pipi sembari memikirkan apa yang ingin di beli oleh nya.
"Apa?"Tanya Alex,yang melihat istri nya belum bisa memutuskan apa yang ingin dia beli.
"Mau kebab,dengan tiga porsi!"Ujar Maryam dengan bahagia nya,memegang tangan Alex.
"Haah?"Alex menaikan satu alis nya.
"Memang bisa habis?"Alex kembali meyakinkan Maryam.
"Tentu!"Sahut Maryam,sembari mengelus perut nya yang buncit.Ayin yang melihat itu tersenyum.
"Gemes!"Cetus Alex,menarik pipi Maryam yang berbalut cadar.
"Ayin,booking Ariana Afghan Kebab Restaurant,jangan biarkan orang lain datang menganggu!"Titah Alex.
"Baik Tuan,untuk jam kapan Tuan?"
"Untuk tahun depan!"Ketus Alex menatap tajam ke arah Ayin.
"Sekarang lah!"Sambung nya lagi.
"Ba-Baik,segera saya booking Tuan !"
"Eeem!"
__ADS_1
Ayin segera mengeluarkan ponsel yang ada di dalam saku jas nya.
"Mas,apa itu halal?"
"Tentu sayang,restauran itu halal untuk Kita makan,jadi Kamu enggak perlu takut,Aku sudah memeriksa nya!"
"Eeem"Maryam mengangguk nya,lalu kembali duduk di sofa.
Alex segera kembali ke meja nya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan,sebelum ia pergi meninggalkan kantor.
Kriing..
Kriing..
Alex melihat,telepon yang ada diatas meja nya berdering.
"Hallo!"
"Kak,kenapa belum ada kabar dari Albert?kapan Kamu akan mengabari Aku?"
Alex menghela nafasnya sebentar.
"Aku belum bisa melacak lokasi nya,tapi Aku yakin,saat ini Albert baik-baik saja,mungkin dia belum ingin Kita menganggu nya!"Ujar Alex.
"Gampang sekali Kamu mengatakan itu,Dia Anak Ku satu-satu nya,bukan Anak mu,makanya Kamu bisa berkata begitu!"Tutur Sandra dengan lantang.
"Jadi sekarang apa mau Kamu?"Tanya Alex yang kesal,
"Aku mau segera bawa Albert kembali,jangan lupa dia pergi ke tempat pelatihan itu karena kamu!"Tegas Sandra memutuskan panggilan itu.
Tap!
"Tidak ada apa-apa,jangan khawatir!"Ujar Alex,sembari tersenyum ke arah Maryam.
"Mas,segera temukan Albert,Aku juga merindukan nya,Aku berharap ia baik-baik saja!"Pungkas Maryam.
"Pasti Sayang !"
Alex melanjutkan kerja nya,ia bertanda tangan beberapa berkas penting yang ada di atas meja milik nya.
Ceklek !
"Tuan,mau berangkat sekarang?"Tanya Ayin.
"Tunggu li-ma menit lagi!"
Ayin mengangguk nya,sembari memeriksa pekerjaan Alex,dan menyimpan berkas yang sudah di tanda tangan oleh nya.
"Tuan,kenapa ini ada di sini?"Ayin memberikan berkas keluarga Cristopan kepada Alex.
"Aku melupakan ini,kerjasama ini sudah di batalkan,segera kirim berkas ini ke keluarga Cristopan!"Titah Alex.
"Baik Tuan!"
Beberapa menit telah berlalu,semua pekerjaan telah di selesaikan oleh Alex,dengan di bantu oleh Ayin.
__ADS_1
"Aku menunggu di mobil !"Ujar Ayin,yang segera pergi meninggalkan ruang tersebut.
Alex membantu Maryam untuk berdiri,dengan kehamilan kembar tiga membuat Maryam tidak leluasa untuk bergerak,bahkan untuk duduk saja,sering kali membuat ia tidak nyaman.
"Terimakasih mas!"Ucap Maryam,saat sudah berdiri di pintu ruangan Alex.
"Kita suami istri,tidak perlu sungkan begitu!"
Maryam mengangguk nya,Alex segera membawa sang istri keluar dari ruangan tersebut.
"Tuan,sore ini ada rapat dengan staf karyawan,yang menangani proyek Presdir Hyun Bin!"
"Aku akan kembali sebelum sore!"
"Baik Tuan !"
Alex segera melewati Caston,dan masuk ke dalam lift.
"Apa Kita tidak perlu pergi saja,kita pesan online saja?"Saran Maryam.
"Enggak,itu sudah di booking,Kita juga perlu waktu berdua untuk menikmati suasana di luar rumah!"Ujar Alex,Maryam hanya bisa mengangguk saja,tidak berani membantah.
Sampai di lobi,semua orang menatap ke arah Alex dan Maryam.Kebetulan sudah jam makan siang para karyawan.
Semua orang terlihat mengagumi sikap Alex yang begitu peduli pada istri nya.
Tangan kekar Alex melingkar di pinggang Maryam,Pria itu tidak melepaskan nya walaupun hanya sebentar.
"Aah!"Maryam tersandung,Alex segera memegang nya.
"Hati-hati!"Ujar Alex,kini memegang tangan Maryam.
"Mas,apa yang Kamu lakukan,turun 'kan Aku!"Titah Maryam,memukul dada Alex,semua orang melihat ke arah meraka tidak sedikit orang yang kagum dengan perlakuan Alex itu.
Ayin sudah membuka pintu mobil untuk Maryam,Alex segera meletakkan sang istri di dalam mobil.
"Mas,bikin malu saja,liat lah,semua orang melihat Kita!"
"Kenapa harus memikirkan orang lain,pikirkan saja diri kita sendiri,yang penting Kita bahagia!"Ujar Alex dengan tegas,dan segera masuk ke dalam mobil.
Ayin yang dari tadi menikmati keharmonisan keluarga Bos nya,dia pun hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepala nya.
Didalam mobil,Alex tidak melepaskan tangan Maryam yang sejak tadi di pegang oleh nya.
"Tuan,Kita sampai!"Ujar Ayin,menoleh ke belakang.
"Kami akan segera turun,apa Kamu ikut?"Tanya Alex,
"Aku tidak ingin membu nuh diri Ku dengan keromantisan Anda berdua "Gumam Ayin,tanpa menjawab pertanyaan Alex.
"Apa yang kamu katakan ?"Tanya Alex,yang mendengar ucapan Ayin dengan samar-samar.
"Eh,enggak,Saya menunggu disini saja,Tuan dan Nyonya butuh waktu berdua"Sahut Ayin dengan senyuman bodoh di wajahnya.
"Kalau begitu Kami pergi dulu,kamu tetap disini!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
Alex segera membawa Maryam pergi menuju restauran yang telah mereka booking.