Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Maryam VS Tuan King


__ADS_3

"Lancang Kamu!"Teriak Tuan King,melangkah satu langkah lebih dekat dengan Jerry.Caston dan Ayin maju ke depan untuk melindungi Maryam.


"Ijin 'kan Saya bertanya!"


Tuan King menoleh ke arah Maryam yang sedang berbicara.


"Kenapa Anda mengingkari janji Anda dengan Tuan Muda?"


"Kenapa dia harus berkorban untuk wanita seperti Kamu?apa yang akan dia dapatkan setelah ia mengorbankan dirinya?.Kamu tau,keinginan dia adalah berbisnis bukan menjadi seorang militer!"Pungkas Tuan King.


"Anda tau?"Maryam menaikan ke dua mata,sembari membulatkan netra nya.


"Orang macam apa Anda?Anda terlalu egois untuk menjadi seorang Kakek!"Ucap Maryam dengan lantang.


"Anda tau,apa yang menjadi keinginan nya.Namun,Anda menghalang nya?hanya memanfaatkan kondisi orang lain?"Sambung Maryam lagi,tidak kali tinggi dengan ucapan yang sebelumnya.


"Kak ipar cukup!"Teriak Sandra.


"Anda tidak berhak memarahi Ayah saya,Anda juga tidak berhak berteriak kepada nya!"Imbuh Sandra,kini membela Tuan King.


"Saya tidak memarahi nya Sandra.Namun,Saya hanya berusaha untuk menyadarkan nya,dia harus segera berhenti dari sifat orang munafik!"Tegas Maryam,menunjuk ke arah Tuan King dengan jari telunjuk nya.


Pak Kim,Jerry,Caston dan Ayin menatap nya dengan mulut terbuka,dan mata melebar.


"Lancang Kamu!"Teriak Tuan King.


"Siapa yang Kamu panggil Sandra,dia adalah Nona Besar keluarga King!"Tegas Tuan King.


Kini suasana di dalam ruangan tersebut semakin memanas.Tuan King,tetap ingin memaksa Maryam agar segera memeriksa kandungan nya.Sementara,Maryam bersikukuh mempertahankan harga dirinya.Dia tidak ingin melakukan apapun jika sang suami tidak ada di tempat.


"Tuan Besar,jika Anda yang ingin Anda bicara 'kan,saya lah orang yang tepat untuk Anda ajak bernegosiasi!"Ujar Jerry.


"Benar,biar Kami menjadi orang yang setia untuk mendengar segala perintah Tuan!"Sahut Caston.


"Apa ada yang ingin Kamu katakan?"Tuan King,menatap ke arah Ayin,wanita ini menundukkan pandangan nya.


"Aku cukup sabar,jika dalam hitungan menit,Kalian semua tidak menyerah,Kalian akan terima konsekuensi nya!"Tegas Tuan King.


"Kenapa Anda selalu memaksa keinginan Anda terhadap orang lain?apa Anda tidak kasian kepada Albert,Anda telah berjanji kepada nya,tapi Anda malah mencoba mengingkari janji Anda dengan Tuan Muda!"Pungkas Maryam.


"Dia cucu Ku.Aku berhak melakukan apapun yang Aku mau terhadap dia,termaksud mengingkari janji Ku dengan nya!"Tuan King menatap Maryam dengan tatapan bringas nya.


"Anda pantas di sebut orang munafik!"Cibir Maryam,sedikit pun wanita ini tidak goyah terhadap pendirian nya.


"Lancang Kamu!"Teriak Sandra,melangkah maju ke depan Maryam,Caston dengan cepat berdiri di depan nya.


"Nona Besar,mohon kendalikan diri Anda!"Ujar Caston.


"Bukan Aku yang harus kendalikan diri,tapi dia.Dia sudah berani berbicara tinggi dengan Ayah!"Ketus Sandra dengan kesal.


"Biar Aku jelaskan tanda-tanda orang munafik,biar Anda dan Anda tidak dengan mudah dapat mengingkari janji dengan orang lain!"Pungkas Maryam.

__ADS_1


"Tanda orang munafik itu ada tiga,yang pertama jika berbicara berdusta,yang kedua jika berjanji maka tidak menepati,yang ke tiga jika diberi amanah,dia berkhianat"


Maryam kini maju satu langkah,berjarak satu meter setengah posisi ia berdiri dengan Tuan king.


"Anda berjanji dengan Albert.Namun,Anda mengingkari nya.Setiap Anda berbicara,kenapa Anda selalu berdusta,apa yang menjadi keinginan Anda,kenapa harus selalu Kami menuruti nya,kenapa Anda selalu egois.Anda pandai bermulut manis!"Maryam menatap ke arah Sandra,saat akan mengucapakan kata-kata terakhir nya.


Sandra terdiam,tidak berani menyangkal nya.


"Dan yang terakhir,Albert memberi amanah kepada Anda,untuk tidak mengusik hidup Saya dan suami Saya.Namun,Anda mengkhianati kepercayaan Albert!"Sambung Maryam.


Sandra segera menoleh ke arah Tuan King.


"Ayah,apa yang dikatakan dia benar,kenapa tidak membiarkan Anak ini lahir dengan selamat,untuk apa Kita terus berdebat seperti ini!"Sandra mencoba melerai pertikaian antara Tuan King dan Maryam.


"Belum ada orang yang berani membantah ucapan Ku,termasuk suami Kamu!"Tuan King kembali menatap Maryam dengan tajam.


"Apa Anda lupa?Tuan Alex sudah membantah Anda disaat pertama kali Kami ijab Qabul,dan itu membuktikan,tidak ada perintah yang tidak boleh di langgar,kecuali perintah Allah!"


"Diam!"Teriak Tuan King.


"Kim,apa yang Kau tunggu,kenapa Kau tidak membawa nya ke kamar belakang !"Tuan King menatap Pak Kim dengan penuh tekanan.


"Pak Kim,Kamu berani maju,maka Aku tidak akan segan untuk menghajar Anda!"Ketus Ayin,yang mulai geram dengan keadaan tersebut.


"Kamu berani membantah,Pengawal !"Teriak Tuan King dengan keras.


Tap...Tap...Tap...


"Bereskan sampah-sampah ini!"Titah Tuan King,beberapa pengawal terlihat bingung,siapa yang harus mereka lindungi.sementara,Tuan King dan Tuan Alex,sama - sama Bos mereka.


"Kenapa Kalian diam saja!"Teriak Tuan King lagi.


"Ayin lindungi Nyonya,Aku dan Caston akan membereskan sampah ini!"Titah Jerry.


"Baik!"


Koki dan pelayan berdiri mematung di dekat tangga,tidak ada yang bisa mereka lakukan.Mereka hanya pekerja disana,yang tidak berhak ikut campur masalah tersebut.


"Tuan Besar,apa yang Anda lakukan,Anda akan membunuh orang tanpa bersalah,kenapa Anda terlalu keras kepala!"Maryam tidak dapat menghindar lagi,masalah akan semakin rumit jika ia terus menghindar.Maryam sudah mencoba mengulur waktu sampai Alex tiba.


"Jaga ucapan mu!"


Tuan King melihat ke arah pengawal yang masih berdiri mematung.


"Bereskan mereka!"


"Baik !"Jawab mereka serentak.


Beberapa pengawal mulai menyerang Jerry dan Caston.


Duaack!

__ADS_1


Duackh!


Dugh!


Bugh!


"Hiiyak!"


Duack!


"Aaaa"


Dugh! Dugh!


Semua pengawal terkapar di lantai,dengan di bantu oleh Ayin.Mereka bertiga dalam segera melumpuhkan pengawal tersebut.


"Berhenti!"Teriak Tuan King.


Krak!


"Berani bergerak,Aku akan melepas peluru ini ke arah perut nya!"Ujar Tuan King.


Jerry dan Caston,begitu juga dengan Ayin,tidak dapat bergerak.


"Ayah,apa yang Kamu lakukan,Kamu tidak bisa berbuat begitu!"Sandra mencoba menenangkan Tuan King.


"Aaaagrrrhhhh...."


Bugh!


Tiba - tiba Maryam merasakan sesuatu di bagian perut nya,sebelum ia jatuh pingsang,dia sempat berteriak sembari memegang perut nya.


"Nyonya terlalu tertekan,sehingga membuat ia pingsan!"Ujar Ayin,yang segera menolong Maryam dari pingsan.


"Ayin,ayo bawa ke mobil,kita akan mengirim nya ke klinik !"Sambung Sandra.


"Kemana Kalian akan membawa nya!"Tuan King,tidak membiarkan mereka pergi.


"Ayah,kalau Kita tidak membawa nya segera ke klinik,Aku takut sesuatu terjadi dengan janin nya!"Pungkas Sandra.


"Disini ada dokter!"


"Hanya dokter Lauren yang bisa memeriksa Nyonya,jika Anda masih mencoba menghalang nya,hari ini Saya akan menjual nyawa Saya kepada Anda!"Tegas Jerry dengan lantang,dan berdiri di depan Tuan king.


Ayin dan Sandra segera membawa Maryam untuk pergi ke klinik.


Sementara,Caston dan Jerry menghalang Tuan King.


Bruuummm...


Terdengar suara mobil yang keluar dari halaman rumah utama.

__ADS_1


__ADS_2