
Drrt..Drrt..
Ponsel El bergetar,ia sedang berbicara dengan Dante dan beberapa orang lain.Dalam diam nya,El mengawasi Big yang berbicara dengan Peter.
"Ada apa?Anda terlihat sedang memperhatikan mereka ?"Tanya Dante.
"Eeemm,Aku baru pertama kali melihat orang di sebelah paman Peter!"
"Dia Tuan Big,manusia paling bejat di era Papa mu,hanya saja mereka belum pernah bertemu dan berseteru,selama ini,Tuan Big,lebih banyak menghabiskan waktu nya di Thailand"Ujar Dante,sembari memutar minuman yang ada di tangan nya. "Dia anak ha-ram keluarga Cristopan!"Bisik Dante,El mangut-mangut.
"Tunggu sebentar Saya angkat telepon dulu!"El sedikit berjauhan dari keramaian untuk menerima panggilan dari Ayin.
"Hallo Tante?"
"Tuan Muda datang lah ke toilet wanita,Saya tidak dapat keluar dari sini,perut Saya sakit,bisakah Tuan Muda menolong Saya?"
"Bisa,Aku pun mulai bosan disini,Kita bisa langsung pulang !"
"Baiklah !"
El memutuskan panggilan nya,lalu bergegas pergi menemui Ayin di toilet.Tiba di toilet wanita,El melihat dua orang bodyguard yang berjaga di depan toilet,lalu ia segera merogoh ponsel nya,menghubungi Ayin kembali.
Beberapa saat kemudian keluar seseorang dengan sedikit menunduk,dan memegang perut nya.
"Tante,ayo kita pulang!"El membantu menuntun Ayin,keluar dari tempat itu,ia memegang ke dua bahu Ayin.
'Kenapa bahu nya lebih kecil?'El ragu,ia takut salah orang.Namun,ia hafal dengan gaun yang di kenakan Ayin saat datang ke acara ini.
Dua orang pengawal itu melihat ke arah wanita yang bersama dengan El.El membawa nya sampai ke tempat parkir,lalu membuka pintu mobil,dan Wanita itu segera masuk ke dalam mobil.
Blam !
El ikut masuk,"Tante Kita langsung pulang,atau singgah di apotik dulu?"El melirik.
"Tuan Muda,bisa kah,kita tunggu sebentar !"
"Kamu?"El menatap tajam ke arah Atika,yang saat ini berada di dalam mobil nya.
"Dimana Tante Ayin,sedang apa Kamu disini?"Tanya El,dengan suara lantang,merasa telah di bohongi.
Di tempat lain,Ayin yang sudah merubah penampilan nya,dan merobek gaun yang ia tukar dengan Atika tadi,merobek bagian bawah nya,agar lebih pendek.Disaat Ayin keluar dari toilet,dua orang pengawal itu tidak berhenti memperhatikan Ayin.
"Tunggu!"Mereka curiga dengan wanita yang baru saja keluar dari toilet,dan menghentikan Ayin.
"Ada apa?"Tanya Ayin,dengan ekspresi datar nya.
__ADS_1
"Eeemm,Kamu boleh pergi!"Ucap Pengawal itu,
"Siapa Kalian yang berani menghentikan Aku?sedang apa Kalian di depan toilet wanita?"Ayin berbalik bertanya,ke dua pengawal itu nampak takut,apalagi saat melihat Ayin dengan aura yang tak di miliki wanita biasa.
"Dimana wanita itu?"
Ayin menoleh saat mendengar suara itu.Big datang untuk melihat Atika di toilet,yang sudah pergi begitu lama.
"Ayin ?dari perusahaan Xander?Asisten Alex?"Seru Big,menyeringai ke arah Ayin.
Ayin segera pergi,melewati Big,tanpa menggubris pria itu yang sedang bertanya kepada nya.
"Tunggu"Big kembali menghentikan langkah kaki Ayin,wanita itu menoleh,menatap nya dengan ujung mata.
"Kenapa Kau memakai gaun Atika?dimana wanita itu?"Big menatap Ayin,dari atas kebawah,dan dari bawah ke atas.
"Tuan Big,Aku tidak tau,ternyata Anda lebih bodoh dari bawahan Anda,ini bukan gaun tapi,dress,kenapa Saya harus memakai punya orang.Apakah Saya tidak mampu membeli nya?"Ayin malah melempar pertanyaan lain kepada Big,Pria ini mengepalkan tangan nya mendengar cibiran dari Ayin.
Melihat raut wajah Big yang begitu kesal,membuat Ayin begitu puas,sudah menghina pria yang selalu merendahkan martabat perempuan.
Setelah Ayin pergi,Big segera menyuruh dua orang pengawal nya untuk memeriksa toilet tersebut.
Di tempat parkir. . .
El masih menunggu Ayin untuk tiba di parkiran,sementara Atika menunggu di mobil.
"Ijin 'kan Aku menumpang sampai ke persimpangan jalan!"Ucap Atika lirih.
El menatap Atika yang sedang duduk di dalam mobil,sebenarnya ia tidak pernah kejam kepada wanita mana pun.Namun,mengingat wanita ini pernah menghina Maryam membuat El kurang respek terhadap Atika.
El teringat menyimpan sesuatu di mobil nya,lalu menyuruh sopir untuk mengambil.Sopir tersebut memberikan selembar kertas kepada El.
Ceklek !
El memberikan kertas tersebut kepada Atika,lalu menutup pintu mobil kembali,sembari menunggu Ayin.
Blam!
Atika terkejut saat El membanting pintu mobil.Namun,lebih terkejut lagi,Atika membaca tentang kasus dua puluh tahun yang lalu,dimana Maryam di bebaskan dari tuduhan itu.Dan pelaku nya adalah Peter.Atika kaget,meskipun Peter jahat kepada nya .Namun,ia tidak percaya sepenuh nya kepada El.
Atika turun dari mobil,lalu menghampiri El,
Pak!
Atika menekan kertas itu di dada El."Anda sengaja memanipulasi kertas ini,untuk membuat seolah-olah Nyonya Maryam tidak bersalah?mungkin Saya akan percaya.Namun,setelah saya liat kembali,saya ragu untuk percaya,demi membersihkan nama Nyonya Maryam,Anda sudah menunduk orang lain dalam kasus ini!"
__ADS_1
"Apa maksud dari ucapan mu?"El memegang lengan Atika dengan kuat.Belum pernah ia memperlakukan seorang wanita begitu kejam.
"Anda pikir dengan Anda menolong saya,saya bisa berpikir jika Anda mungkin orang baik,berbeda dengan Nyonya Maryam ?"
"Cukup!"Teriak El dengan keras,membuat Atika terkesiap.
"Sekali lagi Kamu mengatakan Umi Ku bersalah,Aku akan mematahkan lengan mu!"Lanjut El,mencengkram kuat lengan Atika .
"Aagrh"De-sah Atika,merasakan sakit pada lengan nya.El segera menghempas tangan Atika,membuat Wanita itu hampir saja kehilangan keseimbangan nya.
"Aku tidak pernah memaksa untuk Kamu percaya pada Umi Ku.Namun,yang harus Kamu tau,Paman Peter bukan Ayah biologis mu,Ayah biologis mu adalah Pria bernama Khai,dia di bunuh oleh Peter sendiri,saat usia mu sekitar 15 tahun !"Ungkap El,Atika malah semakin terkejut mendengar kenyataan dari bi-bir El.
"Bohong!Aku tidak percaya padamu!"Teriak Atika dengan keras,air mata nya membasahi pipi mulus nya.Saat melihat Atika menangis tersedu-sedu,El merasa simpati,ia tidak tega melihat air mata wanita itu.
"Atika.."Lirih El.
"Cukup!Aku tidak mau mendengar nya lagi!"Atika berusaha menepis tangan El yang ingin meraih tangan nya.
"Tapi,itulah kenyataan yang harus Kamu ketahui,sampai kapan Kamu mau dibodohi oleh orang lain,yang dengan sadis memanfaat 'kan kebodohan mu itu!"Teriak El,dengan lantang.
"Kenapa?kenapa harus Aku?"Atika berbalik mencengkram jas El,membuat Pria ini berusaha untuk melepaskan tangan Atika dari jas nya.
"Apa semua orang di dunia ini senang memanfaat 'kan orang lain,demi kepentingan mereka sendiri?"Sambung Atika lagi,El melihat netra Atika yang di banjiri air mata.El terdiam saat melihat getaran bi-bir Atika yang tidak sanggup lagi untuk mengucapkan banyk kata untuk menepis semua kenyataan yang baru saja ia dengar.
Tangan El menggenggam tangan Atika yang masih mencengkram kuat jas nya,
"Hiks..Hiks..Hiks.."Atika masih saja menangis tersedu -sedu bahkan ia tidak mampu mengeluarkan suara untuk membantah semua ucapan El.
Dengan rasa peduli entah datang dari mana,El memeluk wanita itu,mendekap nya dengan erat,untuk pertama kali El memeluk wanita selain keluarga nya sendiri.El mengusap lembut rambut Atika,menenangkan Wanita itu.
Tanpa Mereka sadari Ayin sudah tiba sejak tadi,dan mendengar semua pembicaraan ke dua nya.
"Eeehem..Tuan muda!"Seru Ayin,El segera melepas Atika dalam pelukan nya.
"Tante,Anda baik-baik saja?"El menghampiri Ayin.
"Ayo Kita pergi,sebelum mereka menyadari kalau Atika ada disini!"Ajak Ayin,
"Tante bawa dokter Atika kembali ke rumah utama,Aku akan pulang dengan mobil yang lain,Aku sudah menghubungi Pak Kim,mungkin sebentar lagi,ia akan tiba!"
Ckiiittt!
"Tuan Muda"Teriak Pak Kim,El menoleh,
"Ayo kita pulang,Pak Kim sudah tiba!"El segera menghampiri Pak Kim.Sementara Ayin mengajak Atika untuk pulang.
__ADS_1
Dua mobil pergi meninggalkan tempat tersebut.Sepanjang jalan,Atika hanya diam saja,tanpa berani bertanya satu pertanyaan pun kepada Ayin.
Berbeda dengan El,yang terus saja merasa bersalah telah memeluk wanita lain,selain istri nya kelak.'Maafkan Kak El,Aisyah,Kak El sudah membuat Aisyah kecewa!'El mengusap kasar wajah nya,berkali-kali kala bayangan itu terus menghantui dirinya.