
Sudah satu Minggu berlalu,Maryam kini menjalani hari-hari nya dirumah saja.Alex tidak mengizinkan Dia untuk keluar dari rumah walau hanya sebentar.
"Mas.."Panggil Maryam,membawakan jas milik suami nya ke balkon,dimana Alex sedang berdiri di sana,sembari menghirup udara pagi.
"Ada apa ?kenapa begitu gelisah?"Maryam membantu Alex memakaikan jas milik nya.
"Ceritakan padaKu!"Sambung Maryam saat melihat Alex hanya diam saja.
"Aku memikirkan keluarga Guntur,Peter sudah tiba di NY.Namun,sudah seminggu ini Aku tidak melihat nya,bahkan di pertemuan terakhir Dia juga tidak hadir,Aku takut Dia menyusun rencana lain,untuk mencelakakan Kita!"Pungkas Alex.
"Tenang lah,tidak akan terjadi apa-apa,semua nya akan baik-baik saja,Mas hanya perlu berhati-hati,musuh bisa mengintai dimana saja!"Ujar Maryam,yang sedang membantu memakaikan dasi untuk Alex.
Alex kembali masuk ke dalam kamar,Maryam mengikuti nya dari belakang.
"Nih..Untuk Mu,Aku tau Kamu membutuhkan nya!"Alex memberikan sesuatu kepada Maryam.
"Maternity belt?"Maryam melihat ke arah Alex.
"Iya"Alex mengangguk nya,
"Kamu tidak perlu berlatih secara diam-diam dengan Ayin,itu resiko nya lebih parah,berlatih secara terbuka,Aku menyetujui nya,tapi Kamu harus lebih hati-hati,ini dapat membantu melindungi perut Mu!"Ujar Alex.
Awal nya Maryam terkejut,saat mendengar penjelasan Alex,karena Alex sudah mengetahui rahasia Dia dengan Ayin.
"Ingat,tetap hati-hati!"Ucap Alex memegang bahu Maryam.
"Terimakasih Mas,Aku melakukan itu untuk melindungi diri Ku sendiri,maaf Aku sudah menyembunyikan itu dari Mas!"
Maryam memeluk sang Suami,Alex membelai punggung Maryam dengan lembut.
"Tidak masalah,apapun yang ingin Kamu lakukan,Kamu harus menceritakan itu padaKu!"Tegas Alex,Maryam mengangguk Nya,lalu melepas pelukan sang suami.
"Aku mengerti Mas!"
Cup!
Alex mengecup kening Maryam,sembari menyentuh lembut pipi Maryam yang semakin hari semakin tembem.
"Iiihh..Gemes!"Ucap Alex sambil menarik pipi Maryam.
"Aww,Mas!"Pekik Maryam.
"He..he.."Alex hanya tertawa kecil di depan Maryam saat melihat wajah gemes istri Nya.
"Aku merasa berat badan Ku semakin hari semakin naik!"Protes Maryam,sambil cemberut,ia melipatkan ke dua tangan nya di dada.
"Tapi Aku suka,Kamu semakin nyaman untuk di peluk !"Goda Alex,sambil memeluk Maryam dari belakang.
Tok..Tok..Tok..
"Tuan,Tuan Muda disini!"Ucap Seseorang di balik pintu kamar Alex.
Alex terkesiap mendengar nama itu.
__ADS_1
"Albert!"Gumam Alex,yang segera melepas pelukan nya.
Ceklek !
Alex membuka pintu,melihat seorang pelayan berdiri di depan pintu.
"Dimana Albert?"
"Ada di bawah Tuan !"
"Kamu turun lah dulu,Aku akan menyusul!"
Pelayan mengangguk nya,lalu bergegas pergi.
"Apa Albert datang?"Tanya Maryam memegang bahu sang suami.
"Iya,Albert datang.Tapi,dengan siapa ia datang,Sandra atau pun Ayah tidak memberitahu Aku sebelumnya!"Sahut Alex,yang menarik pintu kamar lalu menutup nya.
"Ayo,Kita liat dulu Mas!"Maryam mengajak Alex untuk turun melihat Albert.
Sampai di lantai dasar,Alex berjalan ke arah ruang tamu,saat Mereka memasuki ruangan tersebut.Maryam melihat Albert yang sedang di layani oleh pelayan sebaik mungkin.
"Tuan Alex!"
Beberapa pelayan berbaris di depan sofa ruang tamu,saat melihat Alex memasuki ruangan tersebut.
"Tinggalkan Kami!"
"Papa.."Albert segera memeluk Alex yang berjalan ke arah nya.
"Bagaimana Kamu bisa sampai kemari?"Tanya Alex,saat Albert sudah berada di gendongan nya.
"Mau,mau di gendong bunda!"Ujar Albert merentang kan ke dua tangan nya ke arah Maryam.
"Enggak boleh ya sayang,bunda lagi sakit!"Bohong Alex,karena Alex tahu berat badan Albert akan menyusahkan Maryam kalau ia mengendong Albert.
"Enggak apa-apa Mas,Aku bisa,berikan pada Ku!"Maryam sendiri mengulurkan tangan nya ke arah Alex.
"Duduk !"Titah Alex,dengan sorotan netra yang memberi peringatan.Seketika Maryam terkejut,lalu segera duduk di sofa.
Melihat Maryam sudah nurut,Alex segera memberikan Albert kepada Maryam.Kini Albert duduk di atas pangkuan Maryam.
Kriing..
Kriing..
Suara telepon ruangan tamu berdering,Alex segera mengangkat nya.
"Alex!"Seru Seorang wanita di seberang sana.
"Sandra!"
"Kak,apa Albert datang kesana ?"Terdengar suara Sandra yang cemas.
__ADS_1
Alex melihat ke arah Albert yang sedang bercanda riang dengan Maryam.
"Benar,Anak Mu ada disini.Kenapa Kau membiarkan Dia pergi sendiri?apa Kamu tidak menginginkan Dia lagi?"
Sandra mendengar suara Alex yang datar,tapi terdengar begitu serius.
"Kak,Aku bukan sengaja,Kakak tau,Dia sangat sulit di atur!"Imbuh Sandra.
"Kak,bagaimana Dia bisa sampai ke rumah utama,apa Caston atau Ayin menjemput nya?"Sandra baru mengingat sesuatu.
"Aku tidak melihat ke dua orang itu,Aku tutup telepon dulu,Albert baik-baik saja disini,Kamu tidak perlu khawatir!"
"Baik Kak"
Sandra segera memutuskan panggilan tersebut,setelah meletakan telepon nya kembali,Alex menghampiri istri dan juga keponakan nya.
"Albert,katakan pada Papa,bagaimana Kamu bisa sampai kemari?"Alex duduk di sebelah Maryam.
"Eeem.."Albert melihat ke arah Maryam.
"Sayang,katakan pada Kami,bagaimana Albert bisa sampai kesini?"
"Aku,Aku menyimpan denah rumah utama saat terakhir kali datang kemari dengan Mama!"
Alex melihat ke arah Maryam.
"Lain kali tidak boleh pergi tanpa pamit sama Mama,Kamu tau,Mama sangat mengkhawatir kan kamu!"Tegas Alex.
"Iya Pah!"Albert mengangguk nya.Albert tahu Alex bukan Pria yang bisa di bohongi,Alex enggak akan senang kalau Albert berperilaku nakal.
"Jadikan cerita kan sama bunda,kenapa Albert menyelinap datang kemari?"Maryam mengusap punggung Albert membuat Albert berperilaku manja kepada nya.Alex sedang dengan pemandangan itu.
"Dua bulan lagi,ulang tahun Albert.Aku ingin merayakan nya dengan bunda dan juga papa!"Ketus Albert,melihat ke arah Alex.
"Albert,Kamu tau,setiap tahun,Kakek merayakan ulang tahun Mu disana,jika tahun ini Kamu merayakan nya disini,Kakek tidak akan senang!"Ujar Alex,mengingatkan ponakan nya.
"Kakek itu,selalu saja begitu,Dia tidak pernah memikirkan perasaan orang,selalu saja keinginan nya yang harus di turuti,Kakek egois Papa.Albert tidak senang dengan Kakek!"Cetus Albert,sambil cemberut.
"Sayang,ini masih pagi,bunda yakin Kamu pasti belum sarapan kan?"Tanya Maryam.
Albert mengangguk pelan.
"Mas,bawa Albert ke ruang makan,Kita sarapan sama-sama!"Titah Maryam,Alex mengangguk nya.
"Tuan,Tuan Jerry disini!"Ucap Pak Kim,yang menghampiri Alex di ruangan tamu.
"Jerry?kenapa pagi-pagi sekali bisa sampai kemari?"Gumam Alex.
"Suruh Dia masuk,dan ajak Dia untuk sarapan,setelah sarapan baru bahas apa keperluan nya!"
"Baik Tuan !"
Pak Kim,segera pergi untuk melihat Jerry yang menunggu Alex di teras.
__ADS_1