Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Rumah Utama


__ADS_3

Begitu sampai di rumah utama,Alex segera memarkirkan mobilnya.


Ceklek!


Ayin datang membuka pintu mobil untuk Maryam dan Alex.


"Tuan,apa yang terjadi?kenapa Anda sampai begitu lambat?"


Ayin belum menyadari luka di lengan Alex.


"Kirim foto peluru ini untuk Jerry,minta Dia periksa,ini milik siapa?"


"Baik Tuan!"


Ayin mengambil peluru yang ada di tangan Alex,lalu ia baru menyadari luka di lengan Alex.


"Tuan,apa yang terjadi,apa Anda baru saja mendapatkan serangan?"


Alex mengangguk nya.


"Tunggu sebentar,Aku akan menghubungi dokter Lauren !"


"Tidak perlu,Aku akan mengobati nya sendiri!"


Alex segera mengajak Maryam untuk masuk ke dalam rumah.Namun,Wanita ini menolak nya.


"Mas,duluan saja,Aku ingin berbicara dengan Ayin,mengenai pesanan cake untuk besok,Aku akan segera menyusul!"


Pungkas Maryam,melepas genggaman tangan Alex.


"Heeem..."


Alex segera masuk dengan raut wajah nya yang masam,Maryam hanya bisa menggelengkan kepala nya saja,melihat sikap Alex yang begitu menggemaskan saat sedang cemburu.


"Ada apa Nyonya?"


"Begini,Ayin bisa kah Kamu membantu Saya?"


Ayin menaikan alis nya,lalu Maryam berbisik kepada Ayin.


"Tapi Nya,Anda harus meminta persetujuan Tuan Alex dulu,saat ini Anda sedang hamil,jika terjadi sesuatu Kita semua dalam masalah!"


Imbuh Ayin,dengan wajah yang tegang.


"Kalau minta ijin kepada Tuan,tentu saja Tuan tidak akan mengijinkan Ku,Aku tadi sebelum pulang sempat memeriksa ruangan kosong di toko dessert.Kita bisa melakukan nya disana,bagaimana ?"


Ayin ragu.Namun,niat dan tujuan Maryam baik,hanya saja ia tidak bisa melakukan hal itu di belakang Alex,jika Alex tahu Dia akan di hukum,dan bahkan di bu nuh.


"Ayin,bagaimana?"


Maryam memegang tangan Ayin,ia memelas agar Ayin menyetujui permintaan nya.


"Baiklah,sehari 20 menit,tidak boleh lebih!"


"Iya Aku mau!"


Maryam langsung menarik Ayin dalam pelukan nya.Karena Ayin akan membantu nya mulai besok.


"Nyonya!"


Panggil Ayin,Maryam melepas pelukan nya lagi.


"Maaf,Aku terlalu senang,kalau begitu Aku akan melihat suamiKu dulu,terimakasih Ayin!"


Ayin mengangguk,sembari tersenyum.


Maryam segera masuk ke dalam rumah,ia bergegas menuju lantai dua,ia berjalan ke arah kamar nya.

__ADS_1


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,kebetulan Alex juga baru siap mandi.


Maryam melepaskan cadar nya,lalu meletakkan kain cadar itu di atas ranjang.


"Mas,Kamu sudah mandi?bagaimana dengan luka Mu?"


Maryam khawatir,ia segera menghampiri sang suami.


"Memang nya Kamu peduli!"Ketus Alex yang cemberut,lalu mengabaikan Maryam,ia segera berjalan menuju lemari baju.


"Mas.."


Panggilan Maryam di abaikan Alex.Maryam langsung bergegas menghampiri sang suami dan membujuk nya.


"Mas"


Maryam memeluk Alex dari belakang,membuat jantung Alex berdegup lebih kencang.


"Mas,Kamu marah?"


Tanya Maryam lagi,Alex masih berdiri dengan tegak dan tidak bergeming.


"Mas!"


Maryam mengeratkan lingkaran tangan nya di pinggang Alex.


"Jangan marah,Aku tidak mengabaikan Mu,justru Mas sekarang yang mengabaikan Ku!"Bisik Maryam di telinga Alex,siapapun itu tidak akan bisa berlama-lama untuk marah.


Alex segera berbalik,dan melihat kearah istrinya,memang antara Maryam dan Alex lebih tinggi Alex,sehingga membuat Maryam harus mendongakkan kepala saat melihat sang suami,yang kini tengah berdiri di depan nya.


"Apa Aku bisa marah?"Alex memegang ke dua pipi Maryam,tangan nya yang dingin meresap ke kulit wajah Maryam.


"Aku lebih senang membahagiakan Mu,dari pada marah kepada Mu,justru Aku takut jika Kamu mengabaikan Ku,Aku takut jika nanti Aku tidak dapat merasakan lagi perhatian Mu!"


"Aku adalah istriMu,selain Mas,siapa lagi yang harus Ku peduli,Aku hanya memiliki Mas disini!"


Alex menyapu bi bir ranum milik sang istri dengan ibu jarinya.


Cup! Alex segera mencium mesra bi bir sang istri.


Semenjak mengetahui Maryam hamil,Alex jarang menyentuh sang istri apalagi melakukan hubungan suami istri,sesuai dengan saran dokter,untuk tidak melakukan itu saat kehamilan nya masih beberapa minggu.


Cup! Alex berlanjut mengecup puncak kepala Maryam,lalu memeluk nya dengan erat.


"Tetap lah berada disisi Ku selalu,jangan pernah melirik Pria lain selain Aku!"


Ucap Alex lagi,yang memang ia sangat takut jika istri nya melirik Pria lain.


"Mas,Aku hanya akan melihat dan mencintai Mu saja,Aku tidak pernah melirik Pria lain!"


"Mandilah dulu,Aku akan memakai baju,setelah itu Kita sholat magrib bersama !"


"Heeem"Maryam mengangguk nya,ia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


"Tunggu sebentar,Aku akan membantu Mas untuk membalut luka!"


Ujar Maryam.


"Setelah sholat saja,darahnya juga sudah berhenti!"


"Baiklah"


Maryam segera masuk ke dalam kamar mandi,semetara Alex bergegas untuk memilih baju nya.


Jam 20:00.

__ADS_1


Setelah melakukan kewajiban mereka sebagai umat muslim.Maryam membantu Alex untuk mengobati luka nya.


"Eeem"Desis Alex,saat air alko hol itu membersihkan luka nya.


"Perih ya mas!"


"Enggak!"Alex langsung menjawab,Maryam hanya tersenyum,saat melihat Suaminya yang tidak mau mengaku sakit.


"Bagaimana kalau Aku menjahit nya Mas?"


Saran Maryam,Alex menaikan alis nya.


"Tidak,tidak perlu ini hanya tergores sedikit,tidak perlu di jahit!"


Jawab Alex tegas,Maryam kembali tersenyum.


"Bulan saja takut sakit!"Sindir Maryam,Alex segera memalingkan wajahnya yang malu.


Maryam segera membalut luka Alex,dan setelah ia selesai,Alex mengajak Maryam untuk makan malam.


"Ayo!"


Ajak Alex,memegang tangan Maryam.


"Kemana?"Maryam mendongakkan kepala nya yang sedang duduk.Sementara,Alex sudah berdiri.


"Makan malam?apa Kamu tidak merasa lapar?"


"Aku sudah kenyang melihat Mas Alex yang tampan!" Goda Maryam yang ikut berdiri,dengan kotak P3K di tangan nya.


"Eeemm"Alex segera mendekatkan wajahnya dengan wajah Maryam.


"Kalau begitu,ayo Kita makan yang lain saja!"Sambung Alex melihat me-sum ke a


arah Maryam.


"Mas!"


Maryam mengerucutkan bi bir nya,saat melihat Alex yang sedang menggoda nya.


"He..he..he..Aku hanya menggoda Mu saja,simpan lah kotak obat itu,kita akan turun segera!"


Maryam mengangguk Nya,ia segera menyimpan kotak P3K itu di lemari kecil yang ada didalam kamar tersebut.


Baru saja Alex memegang handle pintu,ponsel nya sudah berdering.


Kring..


Kriing..


kring ..


"Tunggu sebentar,Aku akan mengangkat nya dulu!"


Maryam mengangguk Nya,sambil melirik Alex yang kembali ke arah nakas.


"Hallo!"


"Tuan,Aku sudah mengecek hasil peluru yang di kirim Ayo !"


"Datanglah kesini,Kita akan makan malam bersama,setelah itu baru membahas nya!"


"Tuan,saat ini Saya baru kembali menjemput istri Saya,apa bisa saya membawa nya bersama ?"


"Bawalah!"


"Baik!"

__ADS_1


Alex segera memutuskan panggilan itu,saat ini Maryam sedang menunggu nya di ambang pintu kamar


__ADS_2