
Alex segera meraih tangan Maryam,saat wanita ini sudah berdiri di depan nya.
"Sayang,ini tidak seperti yang Kamu pikirkan!"Alex berusaha untuk menenangkan Maryam.
"Memang nya apa yang Ku pikirkan?"Maryam berbalik bertanya kepada suami nya,membuat Alex bingung.
Maryam kembali menatap Charlotte yang berdiri di sebelah Alex.
Maryam berjalan ke arah Charlotte,Alex menahan,Maryam segera melepas tangan Alex yang menghalang nya.
"Kamu perlu menutup tubuh Mu dengan benar,Aku takut kalau Kamu pulang nanti,Kamu akan sakit,dan masuk angin "Cibir Maryam,meletakkan selimut di bahu Charlotte.
"Apa yang Kamu lakukan,apa Kamu tidak marah melihat Suami Mu disini dengan perempuan lain?"
"Diam !"Teriak Alex,Maryam menoleh.
"Sayang,jangan dengarkan wanita itu,Dia sedang frustasi!"Sambung Alex.
"Siapa yang membuat Dia frustasi,apa Suami Ku ini?"Ucap Maryam,berbalik,menyentuh wajah Alex dengan lembut.Membuat Charlotte mengepalkan tangan nya.
"Sayang..."Lirih Alex,memegang tangan Maryam,yang sedang membelai wajahnya.
"Tahan,ada orang lain disini,Kamu bisa melakukan nya saat Kita dirumah!"Maryam menoleh ke arah Charlotte yang sedang kesal.Alex belum mengerti peran apa yang di mainkan sang istri.
"Kamu masih berpura-pura,berlagak sok tegar.Berpura-pura kuat?padahal Kamu ingin sekali marah-marah,dan berteriak disini 'kan?"Tanya Charlotte dengan nada tinggi.
"Jaga bicara Mu,pelan 'kan suara Mu!"Teriak Alex,Maryam menghalang nya,saat Alex maju satu langkah ke arah Charlotte.
"Marah?"Maryam menaikan satu alis nya,Charlotte dapat melihat itu,meskipun tidak bisa melihat keseluruhan wajah Maryam.
"Berteriak ?untuk apa?"Maryam kembali bertanya kepada Charlotte,membuat Charlotte dan Alex tambah bingung.
"Semua Wanita akan sakit hati saat melihat Pria yang Dia cintai,bersama dengan wanita lain,dan apalagi Pria itu berstatus suami nya,memang nya Kamu tidak merasa begitu?"Ketus Charlotte dengan lantang.
"Aku?"Maryam menunjuk ke arah dirinya.
"Kenapa Aku harus marah,dan berteriak,Aku tau selera dan kualitas suami Ku!"Ucap Maryam melangkah lebih dekat dengan Charlotte.
"Kamu bisa melihat kaca yang ada di sana,Kamu bisa lihat,bagaimana Aku,dan bagaimana Kamu?"Tantang Maryam,Charlotte menoleh ke arah kaca rias yang ada di dalam kamar,tempat dimana saat ini Mereka berada.
"Apa yang bisa Kamu bangga 'kan!"Teriak Charlotte lagi,membuat Alex semakin geram.
"Kamu hanya perempuan biasa,suatu saat juga akan di campakkan oleh keluarga King!"Sambung Charlotte.
__ADS_1
"Terus,apa yang membuat Kamu begitu percaya diri, untuk mendekati suami Ku,apa yang bisa Kamu bangga 'kan dengan diri mu.Apa Kamu bangga,bisa menggoda Suami Orang?atau Kamu bangga bisa membawa seorang Pria ke kamar hotel ?"Maryam kembali menaikan alis nya,bicara nya cukup tenang.
Setiap ucapan yang ia lontarkan akan berbunyi notice tinggi di telinga Charlotte, sehingga membuat Wanita ini semakin kesal.
"Aku tau Kamu terlahir dari keluarga terpandang,dan memiliki apapun yang Kamu ingin 'kan,mungkin sangat berbanding terbalik dengan Ku.Namun,asal Kamu tau,apa yang Kamu miliki selama ini,tidak berarti apa-apa,dengan apa yang telah hilang dari Mu!"Ketus Maryam dengan kejam.
Alex masih tidak paham,ia belum pernah melihat istri nya memarahi atau berkata kasar kepada orang lain.Tapi,kali ini Maryam mampu membuat Alex berpikir seribu kali,tentang dirinya.
"Apa maksud Mu?"Charlotte menatap Maryam dengan nyalang.
"Aku tidak bermaksud apa-apa,kedatangan Aku kemari atas undangan Mu,Aku tidak tau,ternyata Kamu mengundang Ku hanya untuk menilai kualitas diri mu!"
"Bren gsek! Teriak Charlotte lagi.
"Jaga ucapan Mu,Aku bisa membuat Mu tidak akan selamat keluar dari tempat ini!"Sambung Charlotte mengancam.
"Siapa yang Kamu ancam!"Teriak Alex melangkah maju.
"Jika Kau berani macam-macam,Ku pastikan Kau tidak akan berani melihat dunia lagi!"
"Apa maksud Mu!"Charlotte berteriak kepada Alex.
"Kau akan tau,Aku telah menyiapkan hadiah untuk mu,dan itu ada di lantai bawah !"Alex tersenyum smirk ke arah Charlotte.
"Sayang,itu terlalu kejam,bagaimana pun ini urusan Wanita Kamu tidak boleh ikut campur !"Imbuh Maryam dengan lembut,mengalungkan lengan Alex dengan manja.
Charlotte masih melihat ke arah Maryam,lalu menatap Alex dengan kesal.
"Ha..Ha..Ha..Ha.."
Gelak tawa Charlotte terdengar begitu nyaring di dalam kamar tersebut.Alex dan Maryam saling pandang satu sama lain,ke dua nya terlihat bingung melihat Charlotte yang tertawa.
"Aku pikir Kamu pintar,ternyata Kamu hanya wanita bodoh,yang mudah di tipu dan di bohongi!"Ujar Charlotte,duduk di tepi ranjang,sembari menompang ke dua tangan nya ke belakang.
"Apa Kamu tau,Pria itu,Dia ingin menggugurkan anak yang Kamu kandung,kalau itu anak perempuan.Karena,sejak awal Tuan Alex tidak menginginkan bayi perempuan.Kamu sudah di tipu oleh nya sampai tahap ini,dan Kamu masih percaya kalau Dia mencintai Mu,dan Kamu menganggap Dia suami yang baik?"Charlotte mempermainkan hati Maryam,mendengar ucapan Charlotte Maryam terdiam sejenak.
Maryam sudah mendengar semua ucapan Alex dan Charlotte sebelum Mereka tahu kedatangan Maryam.
Tapi,disaat Charlotte mengulangi perkataan itu,membuat hati Maryam sakit dan tidak bisa menerimanya.
Maryam mengepalkan tangan nya,ia mencoba untuk bersabar,agar tidak terpengaruh oleh omongan wanita itu.
"Kenapa ?apa Kau baru sadar,jika Pria yang Kau bangga 'kan adalah seorang baji ngan?Dia Mafia,seorang Mafia itu tidak punya hati.Mereka bisa membu nuh tanpa berkedip,ribuan orang mati di tangan Mereka.Apalagi,Bayi yang Kamu kandung,bayi yang belum jelas status nya apa,Kamu yakin Dia akan menerima nya?"Charlotte menatap Maryam dengan raut wajah yang bahagia.
__ADS_1
Alex sudah muak dengan ucapan Charlotte sejak dari tadi.Namun,Maryam terus menghalangi nya untuk ikut campur.
"Dasar bayi siala....."
Plaaak..!
Maryam menampar Charlotte dengan sangat keras,sehingga meruntuhkan pertahanan tubuh Charlotte.Wanita ini menyentuh pipi nya.
Alex memegang ke dua bahu Maryam,mencoba menenangkan sang Istri.
"Kamu boleh menghina Ku,tapi tidak untuk calon Anak Ku,berani Kamu berkata kasar terhadap calon anak Ku,Aku bertaruh nyawa untuk melenyapkan orang yang menghina Mereka,Paham!"Teriak Maryam,dengan sangat lantang,dan Dia berdiri di depan Charlotte dengan menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Wanita itu.
Alex menyadari,kalau tubuh Maryam sudah terlalu lemah untuk bertahan lebih lama lagi,dalam situasi yang menegangkan dan bikin emosi tersebut.
"Sayang tenang !"Bisik Alex.
"Aku baik-baik saja Mas!"Maryam tersenyum ke arah Alex,terlihat dari netra nya.
"Aku bisa menangani ini semua untuk Mu!"Ujar Alex lagi,yang mulai khawatir dengan kondisi Maryam.
"Aku bisa mengakhiri masalah ini,agar ke depan nya,Dia bisa mengingat,siapa orang yang Dia ajak bertemu!"Maryam menoleh ke arah Charlotte,yang saat ini sudah mulai berdiri lagi.
"Baiklah,Ku akui Kamu hebat,tapi Aku tidak yakin,kalau Kamu benar mencintai Tuan Alex!"Tutur Charlotte,Wanita ini mulai menjebak perasaan Alex lagi,karena ia tahu,Alex tidak bisa menerima orang yang tidak mencintai nya,tapi berpura-pura menerima nya.
"Kenapa Kamu begitu yakin?"Maryam berbalik bertanya.
"Karena tidak ada wanita yang mau menerima saat memergoki suami dengan wanita lain,apa Kamu tidak curiga beberapa menit sebelum Kamu datang kemari,bisa saja Kami sudah melakukan apa yang tidak Kamu ketahui!"
"Diam!"Teriak Alex.Namun,semakin membuat Charlotte tidak mau berhenti.
"Suami Ku,tau halal dan haram,Aku percaya pada nya.Aku mencintai nya,seperti Aku percaya kepada nya.Untuk apa Aku marah,malah Aku berterimakasih kepada mu,karena telah merencanakan hal sekotor ini,jadi Aku sekarang bisa mengerti!"Ujar Maryam.
'Suami Ku,tau halal dan haram,Aku percaya pada nya.Aku mencintai nya,seperti Aku percaya kepada nya'Alex melihat Maryam,ucapan itu terngiang di ingatan Alex,ucapan itu ibarat pukulan yang begitu keras kepada Alex,yang selama ini masih menjalankan bisnis terlarang nya.
Charlotte tersenyum."Kamu sekarang mengerti 'kan?Kalau Tuan Alex,tidak benar-benar menerima Kamu dan anak Mu!"Ketus Charlotte.
"Apa Kamu sedang bermimpi?dari mana Kamu tau,kalau Dia tidak menerima Kami,dan asal Kamu tau,Dia menerima Ku dan calon Anak Ku.Anak Kami perempuan,dan hidup Kami baik-baik saja sampai sekarang,Kamu lihat?Suamiku menerima nya,meskipun ia tahu Anak ini adalah anak perempuan !"Alex memegang tangan Maryam yang sudah gemetar sejak tadi.
"Tapi tidak dengan Tuan King!"Sambung Charlotte tersenyum sinis kepada Maryam.
"Kau.."Alex melangkah maju.Namun,suara ketukan membuat ia berhenti.
Tok ..Tok..
__ADS_1
"Nona Charlotte,Tuan Besar,memanggil Anda!"
Seorang pengawal datang memanggil Charlotte ke lantai bawah.