Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 78


__ADS_3

Tiba di dalam Sandra masih menatap Geisha dengan perasaan yang begitu penasaran.


Setelah membaringkan Geisha di sofa,Albert meminta Caston untuk meminta pelayan untuk membuatkan minuman serta menyuruh pelayan untuk membawakan sedikit makanan untuk mereka.


"Tuan,ini minuman dan cemilan nya!"Albert hanya mengangguk saja.


"Tuan muda,saya dan istri saya harus kembali ke menara,kami harus tiba disana sebelum pagi!"Ujar Caston,


"Baiklah,Saya mengerti,kalian kembali lah.Ingat,kabari saya jika kalian telah tiba di menara"


"iya Tuan,Kami permisi dulu!"Setelah berpamitan,Caston dan Ayin segera pergi meninggalkan mansion.Kini hanya ada Geisha,Albert dan juga Sandra di ruang tamu.


Albert segera menghampiri Sandra,dan berjongkok di depan wanita itu.


"Ma...bagaimana keadaan mu?"Tanya Albert yang kini merebahkan kepala nya di pangkuan Sandra.


"Mama sudah lama tidak melihat mu,Mama kangen sama kamu,kenapa Kamu pergi begitu lama?dan siapa wanita itu?"Albert mendongakkan kepalanya saat mendengar berbagai macam pertanyaan yang di lontarkan Sandra kepada dirinya.


"Bagaimana keadaan mama?"


"Mama sudah kembali sehat,tolong jawab pertanyaan mama,siapa wanita itu?dan kenapa ia ada disini?"


"Ma..."Albert menggenggam tangan Sandra,"Dia istri ku,menantu mama!"Lanjut Albert,Sandra terkejut,bahkan ia membulatkan matanya menatap sang anak yang saat ini ada di depan nya.


"Istri?"Ulang Sandra,Albert hanya mengangguk saja.


"Sayang,apa yang terjadi,bagaimana bisa kamu menikah dengan orang yang beda keyakinan dengan kita?"


"Ma,maaf!"Albert kembali merebahkan kepala nya di pangkuan Sandra,"Albert sudah menjadi mualaf,sejak Albert memutuskan untuk menikahi Ge!"Saat mendengar nama itu,Sandra terkejut,ia segera berdiri dari tempat duduk nya,membuat Albert ikut terkejut.


"Apa yang salah ma?"Albert memegang tangan Sandra,wanita itu hanya fokus melihat ke arah Ge yang berbaring di sofa panjang.


Sandra segera berjalan ke arah Ge,Albert hanya melihat nya saja,tanpa mencegah,ia juga ingin tahu,apa yang akan Sandra lakukan.

__ADS_1


"Sayang,Kamu sudah besar,lama Bunda tidak melihat mu!"Ujar Sandra,Albert membulatkan mata nya.Albert takut kalau Sandra akan marah,ternyata Sandra sudah berubah setelah kejadian di gedung Big.


"Mama"Albert menyentuh bahu Sandra yang duduk di tepi sofa.


"Heeemm...."Geisha mengucek mata,dan membuka nya perlahan,melihat ke arah Sandra dengan bayangan yang samar.Setelah mengingat wanita di depan nya adalah ibu mertua nya sendiri,Ge segera bangun dari tidur nya dan duduk di atas sofa.


"Mama,kapan tiba.Mas kenapa nggak bangunin Aku?"Geisha memegang tangan Sandra tapi,matanya melirik ke arah Albert yang berdiri di depan mereka.


"Mama baru tiba,mama tidak tahu,kalau Albert sudah menikah,sayang Mama minta maaf tidak menyambut mu sebagai menantu dirumah ini,mama benar-benar tidak tau!"


"Tidak apa-apa ma,Mama sehat saja,Aku sudah begitu senang,Sandra segera menarik Geisha kedalam pelukan nya!"


"Huueek..Huueek"


"Ge kamu kenapa ?"Sandra segera melepaskan pelukannya.


"Eeemm Ge juga tidak tahu ma,Ge mulai mual dan pusing sejak tadi pagi ma"


"Aku juga mikir nya gitu ma,tadi dokter juga menyarankan untuk tes dulu"Sambung Albert.


"Ayo kita ke rumah sakit untuk periksa"


"Tidak perlu ma,kami juga baru kembali dari sana,biarkan Geisha tes dirumah saja!"Saran Albert .


"Tes sekarang sayang!"Sahut Sandra,


"Eeemmm"Geisha mengangguk nya,ia segera bangkit dari tempat duduk nya.


"Mau aku temani sayang?"Albert memegang tangan istri nya.


"Tidak perlu mas,Aku bisa sendiri,mas bisa tunggu Aku disini!"Ge segera pergi,menuju lantai dua dengan kantong obat di tangan,serta alat tes pack yang di berikan Rossa kepada nya tadi.


Albert menatap sang istri yang sudah menaiki tangga,Sandra juga sama melihat ke arah Ge,setelah Ge berlalu ke kamar,Sandra kembali melirik Albert.

__ADS_1


"Al-katakan,apa yang terjadi dua puluh tahun yang lalu"Sandra memegang lengan sang Anak,kini Albert melirik ke arah Sandra yang menunggu jawaban darinya.


"Tidak ada yang terjadi,mama duduk lah,kenapa berdiri!"Albert sengaja mengalihkan pembicaraan,ia tidak ingin membahas masa lalu.


"Tapi,kamu menghilang?kami sudah melakukan banyak hal untuk menemukan mu,dimana Kamu tinggal?"


"Aku tidak pergi kemana-mana,aku tetap tinggal di asrama pelatihan militer!"


"Tapi,kenapa pelatih nya bilang sama mama kalau kamu pergi dari sana?"


"Itu Aku yang minta untuk merahasiakan nya dari Mama"Sandra hanya bisa menggelengkan kepala nya.Anak berumur tujuh tahun tapi,sudah bisa memikirkan rencana begitu dalam,menyembunyikan keberadaan nya dari semua orang.


"Mama mohon untuk kali ini tetap lah tinggal disini,jangan tinggalkan mama!"Ujar Sandra yang memegang kedua tangan anaknya.


"Ma,aku akan selama nya disini,menjaga mama,dan tinggal bersama mama,meskipun sekarang kita sudah berbeda.Namun,Kamu tetap Mama ku,wanita yang melahirkan ku,Aku mencintai mu!"Albert memeluk Sandra dengan erat,Albert tahu,Sandra wanita yang selama ini menjaga nya,ia juga tahu betapa sulit bagi Sandra untuk menjaga nya dari kecil hingga berumur tujuh tahun,hidup tanpa seroang Ayah di sisi dirinya.


"Kamu persis seperti Ayah mu!"Ucap Sandra dalam keadaan tanpa sadar,membuat Albert terkejut,untuk pertama kali nya,Sandra menyebut tentang Ayah di depan Albert.


"Mama...."Albert memegang ke dua bahu Sandra dan menatap nya lekat.


"Siapa Ayah ku?"Pertanyaan itu keluar dari bi-bir Albert,yang sudah lama ia simpan.


Sandra menghela nafas nya,Sandra tidak mungkin akan menyembunyikan itu selama nya dari Albert,bagaimana pun ia berhak tahu siapa Ayahnya.


"Papa mu seorang militer,dia pria yang paling di hormati dan di takuti oleh siapapun.Dia ma-ti saat bertugas,seseorang mengkhianati nya,untuk merebut posisi Papa mu,dan yang pertama kali mengetahui hal itu adalah Papa Alex mu.Dia yang tahu kalau papa mu di jebak dan di bunuh oleh seseorang"Sandra menyeka air mata nya,ia tidak ingin mengingat kembali masa lalu yang kelam itu,peristiwa itu terjadi sebelum Albert lahir,dan selama ini Sandra selalu menyembunyikan identitas papa kandung nya dari Albert.


"Mama tahu siapa orang yang merebut posisi Papa saat itu?"


Sandra menggelengkan kepala,ia tidak tahu,tapi Alex pasti tahu siapa orang di balik itu semua.Namun,waktu itu,di negara orang lain,tanpa bukti pelaku tidak dapat di hukum.


Tap..Tap..Tap..


Langkah kaki Geisha,membuat Albert dan Sandra melirik secara bersamaan ke arah Geisha,melihat raut wajah Geisha yang terlihat begitu sedih,dengan memegang alat tes di tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2