
"Hallo..Tuan,Tuan Revan,Aku melihat mobil seseorang mengikuti Mu,apakah Kau baik-baik saja,tadi Aku juga mengirim seseorang untuk memantau keselamatan Mu!"
Ujar Cristian di balik ponsel milik Revan,Pria yang memegang ponsel Revan sengaja mengangkat nya agar terhubung,dan ia ingin tahu apa yang ingin di katakan bawahan Revan.
"Hallo..Tuan...Hallo!apa semua baik-baik saja?"
Prang!
Panggilan segera terputus saat Pria itu melemparkan ponsel Revan ke aspal.
"Tuan Alex,Aku sudah membereskan jejak mobil,dan musuh sudah di masukan ke dalam mobil !"
Pungkas seorang bawahan yang ikut bersama dengan Alex.
"Bagus!.Namun,pancingan yang Kita tangkap kalau ini sungguh besar,lepas kelinci malah tertangkap harimau!"
Ketus Alex,lalu berbalik menatap ke arah mereka.
"Maksud Tuan?"
Mereka masih terlihat bingung,karena tidak dapat membedakan Devano dan Revan.
"Yang Kita tangkap kali ini Revan Alaska bukan Devano Alaska!"
Sahut Alex,lalu berjalan ke arah mobil.
"Tuan,kali ini Kita beruntung,karena sudah lama Kita ingin menangkap baji ngan itu,namun selalu saja lolos!"
Pungaks Mereka lagi.
"Kalian bereskan Pria itu!ingat jangan sampai ada yang tau atau curiga,hilang kan jejak Nya,mulai saat ini Revan Alaska hanya tertinggal nama saja!"
Setelan berkata demikian,Alex segera masuk ke dalam mobil,dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Brummm..!
Suara mobil Alex,yang melaju begitu kencang.
"Apa yang harus Kita lakukan terhadap Pria itu?"
Tanya yang lain,
"Bereskan Pria itu,ambil organ nya,lalu buang mayat nya,atau bila perlu jadikan dagingnya untuk makanan piaraan Kita di markas!"
Pungkas ketua bawahan yang berdiri di depan mobil pengangkutan barang.
"Baik siap!yang terpenting Tuan Alex puas dengan kinerja kerja Kita!"
Ucap Mereka senang,karena telah berhasil melenyapkan satu musuh Mereka.
Alex mengemudi mobil nya dengan kecepatan diatas rata-rata,meskipun ia sudah ngebut semaksimal mungkin.Namun, suara mobil nya sungguh terdengar begitu nyaring,sehingga membuat ia tidak merasakan kalau ia sedang mengejar maut di jalan.
"Revan Alaska!dendam telah Ku selesai kan!namun dendam yang baru,baru saja di mulai hari ini!"
__ADS_1
Gumam Alex,menatap fokus ke depan.
Meskipun ia telah menghilangkan jejak Revan Alaska di New York,namun masih ada satu nyawa lagi yang belum ia bereskan,yaitu Devano Alaska,kembaran Revan,ia kini hidup di bawah dukungan Cristian.
Ting !
"Tuan Alex,Anda benar menganggap dirimu hebat ya!Kita adalah musuh dalam bisnis,tapi menghilangkan Nyawa orang dalam masalah ini adalah pelanggaran organisasi Kita!Saya tau,Anda punya dendam pribadi dengan keluarga Alaska,namun hal itu telah di ketahui oleh Tuan King,Kita hanya bisa berperang di dunia bisnis,namu di kehidupan Nyata,membunuh musuh saat sedang berjuang di bisnis itu adalah pelanggaran !dan Anda seorang pengecut!Perang telah di mulai!"Cristian
Alex membaca isi pesan yang di kirim kan oleh Cristian kepada Alex.
Alex tidak menghiraukan pesan tersebut,ia segera menyimpan kembali ponsel nya.
Kring..
Kring...
kring ...
Ponsel Alex kembali berdering,Jerry law menelpon,setelah itu bergantian Caston yang menghubungi Alex.
Baru saja panggilan dari ke dua nya terputus,Pak Kim ketua pelayan rumah utama,juga ikut menelpon Alex,Pria ini terus mengabaikan panggilan dari Mereka semua.
Kriing...
Kring...
"Sial!Mereka terus sa....!"
Alex tidak melanjutkan ucapan nya saat melihat yang menelpon adalah Tuan King,sang Ayah Angkat,sekaligus pemilik kekuasaan tertinggi di organisasi Mereka.
Alex menghentikan mobil nya,ia segera menepi.
"Hallo Ayah!"
Seru Alex,ketika panggilan itu terhubung.Namun,tidak ada suara seseorang yang sedang berbicara,hening hampir li-ma menit lama nya Alex menunggu.
"Ayah!"
Panggil Alex,sekali lagi.
"Alex!"
Balas Tuan King,seluruh darah Alex yang sebelum nya mendidih,kini nampak berhenti,bahkan nafasnya yang sebelumnya sedikit berat,kini kembali normal.
"Alex!apa Kau membunuh Revan?"
Tanya Tuan King,langsung pada intinya.
Alex terdiam,ia tidak langsung menjawab.
"Alex!"
Panggil Tuan King lagi,
__ADS_1
Alex masih diam.Di depan semua orang dan bawahan Alex orang yang paling di takuti,namun di depan Tuan King,Alex hanya lah piaraan nya saja,ia hanya bocah ingusan yang selalu setia mengikuti nya.
"Aku hanya memberi pelajaran kepada baji ngan itu!"
Ketus Alex dengan suara tinggi.
"Perhatikan saat Kau sedang berbicara,liat siapa lawan bicara Mu,Kau berbicara dengan Ku,tentu Kau harus tau cara menghormati!"
Tegas Tuan King.
"Maaf Ayah!"
Nyali Alex menciut,namun dendam dan benci nya masih saja memberontak ingin melawan pria tua ini.
"Ku tanya sekali lagi,apa Kau membunuh Revan Alaska?"
Suara berat Tuan King,terdengar begitu tajam di telinga Alex.
"Iya!"
Jawab Alex singkat.
"Kenapa Kau melakukan itu,sebelumnya Kita telah berjanji tidak akan melibatkan masalah pribadi dengan bisnis meskipun mereka yang menyebabkan ke dua orang Tua mu mati,tapi di dalam bisnis seharusnya Kau tidak menjadi orang yang pengecut!"
Pungkas Tuan King,yang saat ini belum di lihat oleh .semua orang semenjak kecelakaan,ia banyak menghabiskan waktu nya di Italia. Namun,kekuasaan Tuan King tetap berjalan dengan lancar meskipun ia tidak memimpin pasukannya,tapi setiap saat ia memantau gerak gerik bawahan nya.
"Untuk apa Kau mengangkat Ku sebagai Anak Mu,jika Aku tidak bisa membunuh orang yang telah menyebabkan Orang tua ku mati,harusnya Kau mendukung Ku!"
Teriak Alex,untuk pertama kali nya.
"Alex jaga nada bicara Mu,jika Aku mau,orang pertama yang ku bunuh pasti adalah Kamu,bukan yang lain!tapi Aku tau cara mengatasi dendam di luar bisnis.Sekarang Kamu lihat,karena perbuatan Mu,semua organisasi mafia Miosofio kini telah mengirim kan beberapa email peperangan kepada Kita,bahkan mereka telah menggagalkan kontrak baru kita dengan lahan Mafia Italia!"
Pungkas Tuan King yang tengah kecewa terhadap Alex.
"Sekarang katakan Kau mau bagaimana?"
Sambung Tuan King,
"Ayah,Aku akan memperbaiki itu untuk Mu!Aku minta maaf!"
Ujar Alex,lalu mematikan panggilan nya.
Bugh!
"Aaaggrrhhh sial!"
Teriak Alex,sembari mere mas kasar rambutnya,karena kesal.
Alex melempar ponselnya ke jok sebelah,ia terlihat begitu marah.
Musuh yang berurusan dalam dunia bisnis,seberat apapun dendam Mereka,Tuan king melarang bawahan nya untuk melenyapkan musuh,karena ia tahu,melenyapkan musuh lebih berbahaya dari peperangan yang secara langsung dan nyata terjadi.
"Sial,Tua Bangka itu hanya sayang pada uang Nya,bukan pada reputasi keluarga !"
__ADS_1
Gumam Alex,yang kini masih menepi.