
"Pesan jus untuk Tuan Alex !"
"Baik Tuan !"
Caston memperhatikan Alex yang saat ini sedang duduk di depan nya.
"Apa ada masalah yang lebih serius dari yang sudah Kita hadapi?"
Tanya Caston mulai membuka pembicaraan.
"Aku sudah menghapus email Charlotte,cepat atau lambat berita itu akan tersebar di LA.Aku ingin menghadapi nya,tapi saat ini Maryam ada bersama Ku,bagaimana Aku bisa membuat ia tetap bertahan?"
Alex menatap Caston,bagaimana pun Caston orang yang tepat untuk di minta pendapat oleh Alex.
"Kalau boleh Aku saran kan,apapun masalah yang akan datang,Kita harus menghadapi nya sama-sama, tidak mungkin Kita membiarkan masalah terus datang kepada kita!"
"Kamu punya rencana ?"
"Saat ini tidak ada,namun jika suatu saat Dia bertindak Aku tau cara menghadapi nya !"
"Dimana Ayin?"
Alex tidak melihat adanya perempuan itu.
"Telah kembali ke menara mengantar p il eks tansi untuk Mario !"
"Ayin juga sudah membantu menyelidiki gerak gerik Tuan King,karena Pria tua itu lebih licik dari yang kita bayangkan !"
"Benar,dua hari lagi Dia akan berkunjung ke rumah utama,Tuan Anda harus mempersiapkan diri,mungkin masalah ini tidak semudah yang Anda bayangkan!"
"Aku tahu itu, Aku akan menjelaskan nya kepada Maryam,saat mereka akan tiba di rumah utama!"
"Besok Rabu,maka Kamis mereka akan datang !"
"Aku dengar mereka hanya kembali berdua saja!"
"Lebih baik berdua dari pada Tuan King juga ikut,itu akan sulit untuk di hadapi!"
"Aku tau itu!"
"Saat ini yang harus di pantau di rumah Pak Kim,ia akan memberikan informasi apa saja kepala Tuan King,Anda harus berhati-hati dengan Nya!"
"Aku sudah mengetahui nya,Jika nanti pak Kim tertangkap saat melakukan kesalahan Aku akan mengirimnya kembali ke LA!"
"Aku setuju,karena Pak Kim,adalah kaki tangan nya Tuan King,bagaimana pun Tuan King akan berpihak kepada nya!"
Pungkas Caston.
Alex mengangguk nya.
"Tuan boleh kah Aku bertanya ?"
"Ada apa?"
"Apa benar Anda telah jatuh cinta kepada Nyonya?"
Melihat raut wajah Alex,Caston memberanikan diri nya untuk bertanya.
"Aku juga belum yakin,tapi saat ingin Aku ingin sekali melindungi nya !"
"Jika cinta pertahan kan,Aku setuju Tuan!"
Caston tersenyum,untuk pertama kalinya Alex tidak marah kepada Caston saat pria ini menyinggung masalah pribadi nya.
__ADS_1
"Tuan itu Jus Anda sudah sampai !"
Alex mengangguk nya.
Caston kembali menuangkan wine ke dalam gelas nya.
Alex meraih jus lalu segera meminum jus tersebut untuk menghilangkan haus nya.
Bukan tidak pernah minum,hanya saja saat ini Alex tidak ingin meminum minuman itu,ia takut jika Maryam akan mencurigai nya.
"Tuan Anda mau kemana ?"
Caston melihat Alex yang berdiri.
"Aku akan pulang,bisa saja,Maryam menunggu dirumah !"
"Baik lah !mari pulang sama!
Alex dan Caston segera keluar dari ruangan VVIP tersebut.
Di Tempat lain !
Devano yang sedang menyusun rencana untuk menjebak musuh nya,saat ini Devano berperan seperti Revan,Orang pertama yang ia incar adalah Istri Alex sang mantan kakak nya.Revan Alaska. Masa lalu Maryam.
"Cris Aku meminta Mu untuk mengambil barang Revan,kenapa belum Kau lakukan !"
Teriak Devano,
"Sudah di perjalanan,Tuan Revan menyimpan nya cukup sulit di temukan,karena barang pribadi nya hanya ada di mansion !"
"Barang Pribadi?Kamu tahu barang Pribadi apa yang ia simpan ?paling juga kenangan masa lalu!"Cibir Devano
"Kontrol kan emosi Mu,kalau Kau bertindak sesuka Mu lagi,Aku tidak akan melindungi Mu kali ini!"
"Kamu tenang saja,Aku sudah memiliki nomer wanita itu,Aku sudah menghubungi nya beberapa kali,setidak nya saat ini ia sedang memikirkan Kakak Ku,menurut yang Ku tahu mereka berdua adalah sama-sama cinta pertama !"
"Devano,Kau boleh menyusun rencana itu,namun Kamu tidak boleh melewati batas,karena jika ketahuan Alex,bukan Kamu saja yang mati,maka seluruh markas mafia Alaska akan tinggal nama di buat oleh Alex!"
Duaaackk!
"Aahh!"
"Berhenti memuji Pria sampah itu,sekuat apapun Dia Aku akan membun uh nya dengan tangan Ku sendiri!"
Pungkas Devano,Cristian berusaha untuk berdiri.
"Terserah Kau saja,ingat jangan melibat kan dunia bisnis dengan masalah Pria,tetua juga gak akan setuju dengan itu!"
Brak!
Cristian menendang kursi yang ada di depan nya.
Baik Devano atau pun Cristian enggak ada yang mau mengalah,bahkan Devano selalu bertindak sesuka nya,padahal Cristian telah memperingatkan nya berulang-ulang.
Devano segera pergi meninggalkan ruangan itu,Cristian melihat nya saat ia akan masuk ke dalam mobil.
Brak!
Cristian menutup kembali pintu mobil,membuat Devano marah.
"Kau sadar apa yang telah Kau lakukan barusan ?"
Devano menantang Cris.
__ADS_1
"Kamu tidak boleh keluar dari tempat ini!"
"Aku mau pergi,Aku bosan jika terus -terusan disini!"
Pungkas Devano.
"Berhenti bersikap bodoh,Aku melakukan ini demi kebaikan Mu!"
Teriak Cris.
"Aku enggak peduli,Kau hanya bawahan Kakak Ku,Kau bukan bos Nya,berhenti bersikap seperti bos!"
Teriak Devano.
"Kau lupa?saat ini Kau adalah buronan Alex?Kau lupa,Kau di bebaskan di menara oleh Revan?"
"Sial "
Umpat Devano kesal.
Devano kembali ke dalam markas dengan kesal.
"Hallo,bantu Aku untuk mengawasi keluarga Xander,Aku belum mengetahui lokasi rumah utama,mereka tidak ada di menara atau pun villa!"
Pungkas Cristian melalui ponsel.
"Aku akan menyelidiki nya!"
"Oke !"
Cristian segera memutuskan panggilan nya.Lalu bergegas masuk ke dalam untuk melihat keadaan Devano.
Prang ..!
Prang..!
Brak !
Prang !
Devano menghancurkan semua minuman yang tersusun di rak karena Cristian melarang nya untuk pergi.
"Apa yang kau lakukan,bersikap lah seperti orang dewasa jangan seperti anak kecil!"
Teriak Cristian,
Mengahadapi Devano sungguh membuat Cristian stres,Devano adalah pria yang labil,sikap nya masih sangat kanak-kanak,berbeda dengan Revan sang kakak.Dia lebih dewasa dan juga cukup bisa di andal kan.
"Oke,Kau boleh pergi,tapi dalam waktu sejam Kau harus kembali kesini,Aku tidak ingin Alex mengetahui keberadaan Mu!mengerti Kau!"
"Iya,Aku bisa jamin kembali dalam waktu satu jam,Aku pergi dulu!"
Devano segera pergi meninggalkan markas Alaska.Namun,Cristian segera mengutus seseorang untuk mengawasi Devano.
"Kalian berdua ikuti Devano,ingat jangan biarkan Dia melewati perbatasan,karena disana sudah ada yang menunggu nya untuk di bunuh!"
"Kami mengerti!"
"Jika dalam waktu satu jam ia tidak kembali,kalian boleh memaksa nya untuk membawa nya pulang!"
"Baik Tuan,Kami mengerti!"
Kedua bawahan itu segera pergi,semetara Cristian menunggu Devano dengan cemas di markas.
__ADS_1