
Setelah memeriksa kamar mandi yang ternyata kosong,lalu Alex mencari Maryam dengan rasa cemas,karena sang istri masih sakit.
Alex turun ke lantai dasar berharap Maryam ada di taman dan bersantai ria disana.
"Apa yang terjadi?kenapa semua berkumpul di ruangan dapur?"
Tanya Alex kepada pelayan yang kebetulan lewat di depan nya.
"Itu Tuan,Nyonya Maryam sedang memasak di dapur!"
Jawab Pelayan itu sambil menundukkan kepala nya.
"Masak?"
Pelayan kembali mengangguk nya.
Dengan langkah tergesa-gesa Alex pergi untuk melihat nya.
Alex berdiri di belakang Pak Kim.
"Eheem!"
Alex berdehem,Pak Kim terkesiap,saat mendengar suara itu,ia sadar kalau itu adalah Alex.Pak Kim segera berbalik dan melihat Alex.
"Bagus!"
Satu kata yang baru saja keluar dari mulut Alex telah membuat Pak Kim gemetar.
Sorotan mata Alex bak singa yang sudah siap menerkam siapa saja musuh yang ada di depan nya.
"Pak Kim An..."
"Sayang,Kamu sudah bangun ?"
Maryam berjalan ke arah Alex yang sedang berhadapan satu sama lain dengan Pak Kim.
Alex mengurung kan niat nya untuk memarahi semua Koki dan juga Pak Kim di depan Maryam.
Alex tersenyum kecut saat Maryam menghampiri nya.
"Kalian semua boleh pergi!"
"Permisi Tuan !"
Pak Kim segera pergi meninggalkan dapur dengan di ikuti oleh semua Koki.
Alex kini menatap lekat ke arah Maryam yang sedang tersenyum kepada Nya.
"Mas,ayo di cicipi cake buatan Ku!"
Alex segera mengikuti sang istri ke ruangan makan.
Maryam segera memotong sedikit cake tersebut untuk di cicipi sang suami.
"Dalam rangka apa ini?"
Tanya Alex.
"Enggak ada,gimana Mas rasanya?"
"Eeem....enak!"
Jawab Nya seketika dan menyodorkan piring ke arah Maryam.
"Nambah?"
Tanya Maryam,Alex mengangguk nya.
"Mas,boleh enggak Aku buka toko dessert?"
__ADS_1
"Toko Dessert?"
Maryam mengangguk nya,saat Alex kembali bertanya.
"Apakah Aku kurang memberi nafkah untuk Mu?apa ada keinginan Mu untuk membeli sesuatu belum terwujud?"
Alex melanjutkan pertanyaan nya,sembari menikmati cake buatan sang istri.
"Bu-Bukan begitu Mas,hanya saja Aku bosan dirumah,dan ingin memanfaatkan keahlian yang Ku punya,dari pada berdiam diri dirumah,yang ada stres !"
Ketus Maryam,mendengar pernyataan sang istri,Alex melirik dengan tajam.
Alex menaikan satu alis nya.
"Apa tinggal dirumah membuat Mu stres?"
Kini Alex menyimpan sendok garpu disisi piring cake.
"Eemmm enggak juga sih Mas tapi..."
Maryam tidak melanjutkan ucapannya saat melihat sang suami yang menatap nya dengan tajam.Ke dua tangan nya di lipat kan di dada.
"Beri Aku satu alasan yang masuk akal baru Aku bisa mempertimbangkan nya!"
Cetus Alex,Maryam menaikan alisnya,Alex mengangguk nya.
"Gini Mas,Aku kan bisa tuh membuat Dessert,jadi kepingin aja gitu untuk berjualan,dan hasil penjualan nya,bisa di sumbangkan ke panti asuhan gitu Mas!"
Jelas Maryam,dan berharap Alex mau menyetujui nya.
Alex segera berdiri dari tempat duduk nya,ia masih mengenakan baju tidur nya.
Dengan raut wajah yang kecewa Maryam menatap sang istri.
"Nanti sore Kita lihat toko yang ada di sekitaran kantor Xander,jadi orang kantor bisa memesan Dessert dari toko Kamu!"
"Mas serius?"
"Iya,tapi ingat hanya boleh buka sampai jam 20:00,tidak boleh lewat dari jam itu,dan satu lagi di depan toko harus ada dua orang pengawal yang menjaga tempat itu,dan nanti Aku akan mengirim beberapa pelayan disini untuk membantu Kamu di toko!"
Pungkas Alex,yang tidak bisa di bantah Maryam.
"Mas,untuk pelayan sih enggak apa-apa,tapi untuk pengawal seperti nya itu tidak perlu,mas tau kan toko dessert yang Kita buka hanyalah toko kecil,Aku takut orang-orang akan segan untuk berkunjung kalau melihat pengawal yang Mas kirim,membuat Mereka takut!"
Ujar Maryam,ia berusaha meyakinkan Alex kalau ia bisa menjaga diri nya sendiri tanpa pengawal .
"Emmm..Akan Mas pertimbangkan,ayo ke kamar!"
Alex memegang tangan istri nya,dan mereka sama-sama kembali ke kamar.
Dzzzrt...
Dzzrt..
"Mas,ponsel Mu bergetar!"
Teriak Maryam dari balik pintu kamar mandi.
"Siapa?"
"Number Privat!"
"Abaikan saja!"
Maryam meletakkan kembali ponsel Alex.Namun,nomer tersebut terus saja menghubungi Alex,bahkan hampir li-ma kali.
Ceklek !
Alex keluar dari kamar mandi,dengan handuk masih di kepala nya.
__ADS_1
Perut nya yang sixpack,sungguh sangat menggoda apalagi otot perut yang kekar itu,membuat Maryam sang istri menelan ludah nya melihat ketampanan Alex yang masih dengan rambut basah nya.
"Mas Aku sudah menyiapkan kemeja dan jas Kamu!"
"Hari ini ada meeting,tolong ambil kan bros dasi Ku di laci!"
Titah Alex,Maryam segera berdiri,dan berjalan menuju laci.
Saat membuka laci mata Maryam tertuju kepada benda yang berkilau warna ke emasan berbentuk gajah.
"Mas ini cantik ?"
Maryam mengangkat bros tersebut kearah Alex.
"Yang lain coba,yang kupu-kupu!"
Ujar Alex, Maryam mengangguk nya.
Setelah mengambil yang di pinta sang suami,Maryam berjalan ke arah Alex.
"Apa Bros itu pemberian seseorang?"
Tanya Maryam,Alex tercengang.Namun,segera mengangguk nya.
"Selera nya bagus,itu juga terlihat begitu mewah!"
Ucap Maryam,membantu membenarkan dasi sang suami.
"Mas wajah Mu terlihat begitu pucat,apa Kamu sakit?"
Maryam meletakkan punggung tangan di dahi sang suami.
"Panas sekali Mas!"
Ketus Maryam,yang khawatir.
"Udah enggak apa-apa,nanti minum vitamin juga baikan!"
Ujar Alex,ia segera memakai jas nya dan di bantu oleh Maryam.
"Huueeek..Hueeek!"
Alex segera berlari ke arah kamar mandi,ia merasa perut nya sedikit mual dan ingin muntah.
"Mas!"
Maryam menyusul suami nya yang sudah pergi ke kamar mandi.
Alex berdiri di depan wastafel.Maryam segera memijit tekuk sang suami,agar merasa lebih nyaman.
"Apa sudah enakan?"
Tanya Maryam saat Alex sudah selesai membersihkan mulut nya,Maryam membantu Alex untuk mengelap nya.
"Mas,apa sebaiknya Kamu istirahat dulu saja di rumah,hari ini enggak usah ke kantor?"
Maryam terlihat begitu khawatir saat melihat Alex yang pucat.
"Hari ini ada meeting proyek baru Mas,harus pergi,tidak bisa menyuruh Mario untuk menangani nya,bisa hancur nanti proyek nya!"
Alex segera mengambil ponsel nya,dan memasukan nya dalam saku.
Maryam mengantar sang suami sampai ke lantai dasar.
"Tuan Alex!"
Sapa Caston saat melihat Alex yang sudah siap untuk berangkat.
"Kita pergi,Sayang,nanti sore Caston akan menjemput Mu di rumah,Aku menunggu Mu di toko yang akan Kita beli!"
__ADS_1
"Baik Mas,hati-hati!kalau merasa lelah langsung istirahat !"
Alex mengangguk nya.Dan segera pergi bersama dengan Caston.