Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Restoran kepiting


__ADS_3

"Mas!"


Panggil Maryam,saat Alex telah pergi meninggalkan ruangan VIP tersebut.


Alex tidak menoleh atau me jawab panggilan Maryam.


"Tolong di bungkus saja ya,kepiting Nya,Suami Saya ada urusan lain yang lebih penting !"


"Baik Nyonya,tunggu sebentar!"


Maryam mengangguk Nya.


Setelah menunggu 10 menit,pelayan memberikan bungkusan makanan kepada Maryam.


Alex telah sampai di depan toko.Maryam segera menyusul nya.Namun,Alex sudah pergi menuju tempat parkir mobil.


"Terimakasih,jangan lupa datang kembali!"


Ucap seorang pelayan yang berdiri di pintu masuk,Maryam tersenyum sambil melirik ke arah pelayan wanita itu.


"Nona...?"


Panggil seseorang,Maryam menoleh nya.


"Kita bertemu lagi,apa Anda datang kemari untuk makan?"


"Iya!"


Sahut nya lalu membalikkan tubuh nya untuk menyusul sang suami.


"Tunggu,bisa Kah saya mengetahui nama Anda?"


Abizar menunggu jawaban Maryam,wanita ini sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan pria asing.


Alex menoleh ke belakang,melihat istrinya tidak berada di belakang tubuh Nya.Dia segera kembali lagi untuk mencari Maryam.


"Kenapa begitu lama?"


Tanya Alex,yang kini sudah kembali lagi ke depan toko.Alex merangkul pinggang Maryam,agar lebih dekat dengan nya.


Abizar melihat sikap Alex yang begitu posesif kepada Istri nya.


"Hallo Saya..."


Abizar mengulurkan tangan nya ke arah Alex.


"Kita pulang !"


Ujar Alex kepada Maryam,lalu segera membawa istri bersama nya.Tangan yang sedari tadi memeluk pinggang Maryam,semakin lama semakin erat.


"Apa yang salah?"


Gumam Abizar,melihat Maryam dan Alex yang sudah berlalu dari hadapan nya.


Blam!


Alex menutup pintu untuk Maryam,saat wanita itu sudah berada di dalam mobil,lalu ia menyusul untuk masuk ke dalam mobil.


"Heeemm.." Alex menoleh ke arah Maryam yang duduk di sebelah nya.


"Apakah jodoh Pria begitu mudah?tidak seperti diriKu?Aku sudah melajang puluhan tahun,tapi baru menemukan Mu saat pembajakan pesawat.Malah bertemu dengan mu dalam kondisi yang buruk lagi!"


Sambung Alex.


"Mas..."


Maryam memegang lengan kekar sang suami.


"Dia baru saja siang tadi bertemu dengan Mu,tapi barusan bertemu lagi,begitu mudah ia untuk melihat mu,dalam sehari saja dapat melihat Mu dua kali,sementara Aku?"


Alex melirik ke arah Maryam,raut wajah nya yang masam,ucapan nya yang dingin kini sedang melihat istri yang duduk disebelah nya.

__ADS_1


"Mas,apa yang Kamu katakan.Itu hanya kebetulan,bukan disengaja,lagian ini adalah tempat umum,yang akan banyak di kunjung oleh orang lain!"


Pungkas Maryam,mengelus lengan kekar Alex sembari menenangkan bayi besar.


"Apakah Aku perlu membangun beberapa toko privat untuk Mu?"


Maryam menaikan alisnya,Alex dapat melihat itu.


"Ya supaya tidak ada satu orang pun yang dapat melihat istri Ku!"


Alex menyentuh wajah Maryam yang berbalut kain cadar Nya.


Maryam memiringkan sedikit kepala nya,ia merasakan belaian lembut dari sang suami.


"Apa yang menganggu pikiran Mas,katakan padaKu,Aku akan memperbaiki Nya!"


Ujar Maryam,melihat ke arah Suami Nya.


"Kamu tidak salah,hanya Aku yang salah,Aku yang terlalu takut kehilangan Mu"


Alex memegang ke dua tangan istri nya,lalu mengecup nya dengan mesra.


"Heeemm..Huuffff!"


Alex menghela nafas nya,lalu menatap fokus ke depan jalan.


"Apa apa?"


Maryam memegang bahu suaminya,sembari bertanya saat melihat wajah Alex yang kecewa.


"Aku ingin makan kepiting spesial,tapi gara-gara Pria itu membuat mood Ku hilang!"


Pungkas Nya melirik kearah Maryam.


"Apa mas masih mau makan nya sekarang ?"


Maryam tersenyum,meskipun tertutup cadar.


Alex menggelengkan kepala nya.


"Nih!"


Maryam memberikan bungkus makanan kepada Alex,Pria itu melihat ke arah bungkusan yang di pegang sang istri.


"Mas bisa memakan nya disini,Aku sudah meminta pelayan untuk membungkus ini untuk Mas!"


Ujar Maryam.Alex langsung tersenyum bahagia,seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah.


"Aku mau makan disini,wangi nya bikin Aku ngiler!"


"Heeem,tapi Mas,Kita harus menggunakan tangan,tentu butuh air untuk mencuci nya!"


"Aku akan makan dengan tangan ini!"


Alex memegang tangan Maryam,wanita ini merasa wajahnya yang merona.


"Ada apa?Kamu tidak ingin menyuapi Ku?"


Alex mengangkat dagu Maryam saat wanita ini menunduk malu di depan sang suami.


"Bu-Bukan begitu,Aku akan menyuapi Mas!"


Maryam segera membuka bungkus tersebut,lalu Alex membantu Nya untuk mencuci tangan di luar mobil.


Di saat tangan kanan Maryam mengarah ke arah Alex,tangan nya gemetar,ini bukan yang pertama kali ia menyuapi sang suami.Namun,tetap membuat tangan nya gemetar.


"Aaa..heeem!"


Alex melihat kearah Maryam,yang sibuk dengan kepiting itu.Namun,ada kebahagian tersendiri dari momen tersebut.


"Huuuekk..hueeek!

__ADS_1


Alex merasa mual saat daging kepiting masuk ke dalam mulut nya.


"Minum dulu Mas!"


Maryam memberikan botol minuman kepada Alex.


"Sudah membaik?"


Sambung Maryam lagi,melihat kearah Alex yang kini duduk mendongakkan kepala nya ke atas.


"Aku ingin lanjut makan,tapi perut ku terasa di aduk-aduk,Aku mau muntah.Namun,tidak bisa!"


Pungkas Alex dengan lesu,matanya tertuju ke arah bungkusan yang ada di tangan Maryam.


"Aah!"


Desis Maryam,saat tangan nya tidak sengaja terkena cangkang kepiting yang sudah terbuka.


Alex segera menghi sap jari Maryam yang sakit itu.Membuat Maryam melongo dan menatap nya heran.


"Apa masih sakit?"


Alex melihat kearah Maryam yang sedang melamun ke arah Nya.


Maryam menggeleng.


"Kita lanjut makan dirumah,Aku sudah kenyang!"


Ucap Alex,membantu Maryam menyimpan bungkusan makanan itu.


Maryam memberikan satu botol air mineral kepada Alex.Setelah meminum dan membantu istrinya mencuci tangan nya,ia segera menyalakan mesin mobil.


Bruumm...


Maryam melirik suaminya yang sedang fokus menyetir.


"Sudah membaik?"


Tanya Maryam lagi,


"Lumayan,tapi masih terasa mual!"


Sahut nya,tetap fokus menyetir.


"Hueeek..huueek..!"


Alex segera menepi saat merasa perut nya tidak benar.


Ceklek !


Alex turun dari mobil,sementara Maryam menunggu di dalam mobil.


"Huuek..hueek!"


Melihat Alex yang terus-terusan,mual dan muntah,Maryam segera ikut turun,dan membawa sebotol minuman untuk suaminya.


Maryam memijit tekuk Alex,lalu mengoles minyak angin yang ia bawa bersama nya.


"Huueee....."


Mencium minyak angin yang di oles oleh Maryam di tekuk nya,semakin membuat Alex merasa mual.


Alex segera mengambil minuman yang ada di tangan Maryam,dan mencuci mulut nya.


Alex tidak memberitahu Maryam,kalau minyak angin yang di pegang Maryam membuat rasa mual Alex semakin parah.


"Mas"Panggil Maryam yang melihat Alex semakin jauh dari tempat ia berdiri.


Dor...Dor...Dor...


Ti-ga peluru terbang ke arah Maryam dan Alex.

__ADS_1


__ADS_2