
Alex masih setia menunggu dan menemani sang istri hingga siuman.
Alex,beberapa kali mengecup punggung tangan Maryam,wajah Maryam masih belum menggunakan cadar,bahkan saat keluar dari ruang operasi,Alex menutup nya dengan selimut yang di sediakan dokter Lauren.
"Mas..."Seru Maryam begitu membuka mata nya,yang masih samar-samar.
"Sayang !"Alex segera memeluk istri nya.
"Yang mana sakit,katakan padaku,Aku akan memanggil dokter segera!"Alex terlihat begitu cemas.
"Mas,Aku baik-baik saja,dimana anak Kita ?"Alex tertegun mendengar pertanyaan sang istri,dia sendiri belum melihat Anak-anak nya.
"Anak-anak baik -baik saja,dokter Lauren sudah menangani mereka dengan baik,ketiga nya harus berada di ruang inkubator selama satu Minggu,bersabar lah sayang,setelah satu Minggu Kita akan segera membawa mereka kembali bersama dengan Kita!"Ungkap Alex.
"Mas,bisa kah Aku melihat nya sebentar?"Maryam terus memaksa agar Alex mengizinkan dirinya untuk melihat anak-anak
"Sayang,jangan sekarang ya,karena Kamu masih lemah,dan Anak-anak juga butuh perawatan,tunggu sampai Kamu kembali membaik,Kita pergi sama-sama,dan sekalian membawa mereka pulang!"
Setelah mencoba membujuk nya,akhirnya Maryam terdiam,dan mau mengerti usulan Alex.
Ceklek !
Dokter Lauren segera masuk,tanpa mengetuk,dan itu membuat Alex mengerutkan dahinya.Namun,karena ia baru saja membantu Istri nya,dia pun membiarkan untuk kali ini saja.
"Nyonya,apa ada yang Anda rasakan,dimana ada yang merasa nyeri katakan pada Saya!"Dokter Lauren memeriksa infus,dan juga tekanan darah Maryam.
"Tidak ada dok,hanya saja,masih merasa lemah!"Ungkap Maryam.
"Masih berasa efek obat nya ya,istirahat saja Nyonya,Anak-anak baik-baik saja,mereka tampan dan cantik seperti orang tua nya!"
Maryam tersenyum mendengar kata pujian dari dokter Lauren.
"Saya tinggal dulu ya,kalau ada apa-apa segera panggil Saya!"
Alex mengangguk nya,dokter Lauren segera pergi dari ruangan itu.
Maryam melihat ke arah suami nya yang saat ini juga menatap nya.
"Mas,nangis?"Seru Maryam,melihat ke dua netra Alex.
"E-enggak!"Alex berusaha menyangkal nya.
"Tapi,mata Mas sembab,Aku tau mas nangis 'kan?"
Melihat Alex yang hanya diam saja,akhir nya Maryam pun berhenti bertanya.
"Apa mas senang?sekarang Kita sudah bisa melihat anak-anak kita?"
"Tentu Aku senang.Tapi,Aku juga belum melihat wajah mereka,Aku menunggu Kamu membaik,baru Kita liat sama-sama !"Alex kembali membelai wajah sang istri,yang saat ini tersenyum kepada nya.
Alex lebih memilih menemani sang istri,dari pada datang untuk melihat Anak-anak nya.
Kriing. . .
Kriing. . .
__ADS_1
Kriing. . .
"Hallo"Alex meletakkan ponsel di telinga nya
Namun,mata nya masih menatap Maryam dengan begitu tenang,tanpa memindahkan pandangan nya walaupun hanya sebentar.
"Iya Aku mengerti,Aku segera kesana!"
Alex segera memutuskan panggilan nya.
"Ada apa mas?"
"Aku harus segera pergi,ada sesuatu yang harus Ku kerjakan.Sayang,tunggu Aku kembali,semua nya akan baik-baik saja oke!"
Alex menggenggam kuat tangan Maryam,berasa tidak ingin pergi,atau meninggalkan sang istri walau hanya sebentar.
"Aku selalu menunggu Mas!"Maryam tersenyum.
"Aku akan meminta Ayin,untuk menemani mu!"
"Iya Mas!"
Setelah mengecup kening sang istri,Alex bergegas keluar dari dalam ruangan tersebut,dan pergi meninggalkan Maryam.
Sampai di mobil,Caston melihat Alex yang cemas.
"Tuan,apa tidak sebaik nya,Aku saja yang pergi,bersama dengan Ayin?"
"Tidak masalah,ini harus Aku yang selesaikan !"Tegas Alex.
"Kita langsung ke markas satu,seperti nya mereka masih disana!"Sambung Alex.
Alex mengambil barang yang ia simpan di jok mobil,dan mengatur semua jumlah peluru nya.
"Kamu juga bawa 'kan?"
Caston melirik ke arah senjata Alex,dan mengangguk nya.
"Bagus!"
Alex juga memasang rompi anti peluru,setidaknya itu akan melindungi nya dari tembakan.
"Apa Tuan,sudah siap,Kita akan berhenti disini!"Caston menoleh kebelakang.
Mereka berhenti sedikit jauh dari markas,karena tidak ingin mengundang perhatian musuh mereka.
Sampainya Alex di tempat itu,semua tempat terlihat hancur,bahkan masih ada api yang sedang menyala.
"Tuan,tidak ada siapapun disini!"Ujar Caston,setelah memeriksa keadaan di tempat.
"Ini sudah dua kali Kita ke colongan begini,dan Aku penasaran,apa motif mereka melakukan ini!"Alex sejenak berpikir.
"Bagaimana dengan pengawal?"Sambung Alex,
"Semua nya ma ti!sebelum terjadi kebakaran,terlebih dulu mereka di bius!"Ungkap Caston.
__ADS_1
Kriing. . .
Kriing. . .
Kriing. . .
"Hallo"
"Tuan,mereka sudah pergi,Aku melihat mereka menggunakan mobil berwarna hitam,dengan plat 621-AWY"
"Segera lacak,siapa pemilik mobil itu,dan segera laporkan pada Ku!"
"Baik Tuan,apa perlu Aku datang kesana?"
"Tidak perlu,tidak ada yang tersisa,Kita hanya perlu menjaga markas yang lain,seperti nya sasaran nya adalah markas ti-ga disana,ada banyak barang-barang Kita,banyak obat-obatan yang belum di kirim!"
"Aku akan segera melacak pemilik mobil tersebut sebelum ia bertindak lagi!"
"Iya,Aku percayakan ini kepada mu!"
"Baik Tuan!"
Alex segera memutuskan panggilan nya,dan mengajak Caston untuk kembali.
Sampai di mobil,Caston menoleh ke belakang.
"Tuan,apa ada yang ingin Anda katakan?"
"Tidak ada!Kita kembali ke Xander,Aku ingin memeriksa statistik pemasaran dalam dua hari ini!"
"Baik Tuan !"
Alex merogoh ponsel yang ada di dalam saku celana nya,lalu menekan dan memilih kontak yang ia simpan untuk waktu yang lama.
"Hallo,Tuan Alex!"Sahut seseorang di seberang sana.
"Apa Nona Muda dirumah?"
"Nona sudah pergi sejak semalam,dan belum kembali,katanya pergi ke acara pertemuan klien nya,menggantikan Tuan Besar!"
"Baik Aku mengerti,jika dia kembali,segera beritahu Aku!"
"Baik Tuan !"
Alex menyimpan kembali ponsel milik nya.Caston mengintip nya dari kaca spion.
"Tuan,Aku teringat,Tuan bilang Anda sudah mengetahui pelaku nya,dan pengkhianatan di kubu kita,tapi Anda tidak pernah memberitahukan itu kepada Saya!"
"Belum saat nya,Aku masih menebak nya!"Sahut Alex segera mungkin,Caston mengangguk tidak berani bertanya lebih lanjut.
Begitu tiba di Xander,Alex segera turun dari mobil,dan di depan tangga kantor sudah ada Jerry yang menunggu.
"Bagaimana ?"Alex langsung bertanya.
"Aku sudah mengetahui nya,Kita perlu ke ruangan Tuan !"
__ADS_1
Alex mengangguk,lalu mereka berdua bergegas pergi meninggalkan tempat itu,menuju ruangan CEO yang ada di lantai atas.
Alex baru menebak,tidak berani mengungkapkan semua yang ia tahu,kepada bawahan nya.Namun,kali ini tebakan Alex tidak pernah meleset.