Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Perasaan yang terganggu


__ADS_3

"Kita kembali ke rumah !"Tegas Alex.


"Tuan,masih ada meeting siang nanti!"Sambung Caston.


"Kalian berdua dapat menggantikan Aku,Aku ingin segera pulang!"Ujar Alex,Caston hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


Ayin melirik ke arah Caston,ia tahu saat ini Alex pasti sedang gelisah.


Satu jam telah berlalu,Mereka bertiga sudah sampai tepatnya di halaman rumah utama.Terlihat pengawal yang berbaris dan menundukkan kepalanya,saat sang pemilik rumah baru saja kembali.


"Kalian kembali saja ke kantor!"Titah Alex,ke dua nya menganggukkan kepala,Alex segera keluar dari mobil.


Brak!


Alex membanting pintu mobil,Ayin dan Caston saling pandang satu sama lain.


"Tuan.."Sapa semua pengawal yang berdiri di teras rumah,Alex melihat nya dengan datar,lalu segera masuk ke dalam rumah.


"Tuan,Anda kembali dengan cepat !"Sapa Pak Kim.


"Apa pekerjaan Mu hari -hari sangat sedikit,sehingga Kamu masih sanggup mengurusi orang lain?"Ketus Alex,Pak Kim terkejut,memang seperti biasanya,Pak Kim selalu menyapa Alex kalau pulang kerja.


"Ma-Maaf Tuan!"Pak Kim menundukkan kepala nya,mengintip Alex yang berjalan ke arah tangga dengan raut wajah yang sedang kesal.


Tidak lama kemudian Alex sudah berada di depan kamar Nya.Alex berdiri dengan raut wajah yang masih kesal,lalu beberapa kali ia mengusap nya.


Ceklek !


Alex membuka pintu kamar.Namun,terlihat kosong melompong,tidak ada. Maryam di dalam kamar.


"Dimana Dia?"Gumam Alex mencari ke seluruh tempat,di kamar mandi dan di balkon.


Mengetahui tidak ada Istri Nya di kamar,Alex panik,bergegas turun kembali ke lantai dasar.


Tap..


Tap..


Tap..


Suara langkah kaki nya yang menuruni anak tangga.Pak Kim yang masih berdiri di dekat tangga menoleh ke arah Alex.


"Pak Kim dimana istri Saya?"Tanya Alex dengan suara yang meninggi.


"Nyonya,ada di ruang keluarga bersama dengan Tuan Jerry!"Ujar Pak Kim,tanpa menjawab,Alex bergegas pergi ke ruang keluarga.


Brak!


Alex mendorong dengan kasar pintu ruang keluarga membuat Jerry dan Maryam menoleh bersamaan.


"Mas.."Panggil Maryam yang berdiri dan menghampiri sang suami.


"Tuan !"Jerry berdiri sambil menundukkan kepala nya menyapa Alex.


"Belum selesai?"Tanya Alex dengan datar,melihat ke arah Jerry.


"Baru saja selesai Tuan,tahap pembelajaran untuk hadir di pertemuan nanti,sudah di kuasai sepenuh nya oleh Nyonya.Namun,untuk ilmu bela diri harus bisa melatih lagi minimal dua hari lagi!"Tegas Jerry.

__ADS_1


"Eeem"Alex mengangguk Nya,lalu melirik ke arah Maryam,yang sedang melihat Nya.


"Tuan,Saya akan permisi untuk kembali ke kantor,Caston memberitahu jika sebentar lagi ada meeting!"


"Baik!"Jawab Alex singkat,Jerry segera keluar dari ruang keluarga tersebut.


Terlihat Alex yang menghela nafas berkali-kali,lalu berbalik hendak keluar dari ruang keluarga.


"Apa Mas butuh sesuatu?"Tanya Maryam,saat Alex akan keluar dari ruang tersebut.


"Tidak!Aku akan kembali ke kamar!"Alex segera pergi meninggalkan Maryam.


Maryam hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat sikap sang suami yang kurang mood itu,biasanya selalu bersikap dingin.Namun,kali ini Maryam sudah terbiasa dengan hal itu.


Malam Tiba . . .


Jam 20:13,Maryam keluar dari kamar mandi seraya memegang perut.Maryam merasa perut nya yang terus saja merasa mual sejak sholat magrib tadi.


Maryam melihat Alex yang berbaring di atas ranjang,Dia memejamkan matanya,kedua tangan nya di lipat kan di bawah kepala.


"Mas.."Lirih Maryam membangun 'kan Alex,sejak pulang dari kantor,dan saat sholat magrib.Maryam melihat sikap Alex hanya diam saja,berbeda dengan biasanya.


Melihat tidak ada jawaban,Maryam memanggil nya sekali lagi,tapi tetap sama.


Kriing..


Kriing..


Ponsel Alex yang berada di atas nakas berdering.Alex,segera meraih dan mengangkat nya.Membuat Maryam mengerutkan dahi nya.


Alex turun dari ranjang,dan berjalan ke arah balkon kamar.


"Batalkan,Aku akan datang bulan depan,hari ini Aku masih sibuk!"Tegas Alex.


"Baik Tuan !"


"Dok.."Panggil Alex,


"Iya Tuan !"


"Tiba waktu nya,dokter tau apa yang harus dokter lakukan,sesuai perjanjian Kita dulu!"


"Saya mengerti Tuan,Saya tidak pernah lupa!"


"Eeem..Sampai bertemu di bulan depan!"


Seperti biasa,Alex memutuskan panggilan tanpa permisi.


Alex melirik ke arah kamar,melihat Maryam yang sedang membaca buku usang milik nya dulu.


"Apa yang Kamu baca?"


Mendengar suara Alex,Maryam menoleh,lalu tersenyum.


"Hanya buku usang.Namun,banyak kesan yang terdapat dalam buku ini!"Imbuh Maryam.


"Banyak kesan dengan buku itu,atau dengan orang yang memberi buku tersebut?"Tanya Alex kini berdiri di depan Maryam.

__ADS_1


Maryam menutup buku bacaan nya,dan menyimpan nya di dalam laci.


"Mas,ayo Kita turun untuk makan!"


Alex,mengerutkan dahi nya saat Maryam mengantikan topik pembicaraan Mereka.


"Ada apa?kenapa Kamu tidak menjawab?apa ada yang salah dengan pertanyaan Ku?.Aku paling tidak suka ada orang yang menggantikan topik pembicaraan nya saat Kita sedang membahas topik yang satu nya.Tapi,malah muncul dengan topik yang lain!"Ketus Alex dengan raut wajah yang kesal.


"Boleh Aku tanya?"Maryam mendongakkan kepala nya ke arah Alex.


"Eeem.."Alex melipatkan ke dua tangan nya di dada.


"Kenapa Mas begitu marah,itu hanya buku,apa yang salah?"Maryam menatap Alex dengan dingin.


"Buku?apa begitu berarti sehingga harus menyimpan nya bertahun-tahun?"Cibir Alex,Maryam mengerutkan dahi nya,melihat sang suami.


"Ini bukan bacaan buku biasa saja,hanya saja isi di dalam nya banyak pembelajaran yang bagus untuk di pelajari!"Ujar Maryam.


"Termasuk orang yang memberi buku ini?banyak kenangan yang harus di ingat sepanjang hidup?"Alex memicingkan matanya,melihat ke arah Maryam.


Maryam tidak menanggapi ucapan Alex,ia segera meraih cadar yang ada diatas ranjang lalu memakai nya.


Alex menaikan satu alis melihat Maryam yang sibuk di depan nya.


Kraak!


Maryam menutup kembali laci,dan mengambil buku yang tadi ia simpan.Lalu berjalan ke arah pintu kamar.


Ceklek !


"Kamu mau kemana?"Tanya Alex yang panik,saat melihat Maryam yang marah.


"Aku akan melenyapkan buku ini,agar seseorang bisa hidup dengan tenang,tanpa ada rasa curiga!"Tegas Maryam,lalu segera melangkah keluar dari kamar.


Alex mengusap kasar wajahnya"Dasar mood ibu hamil !"Gumam Alex,ikut menyusul Maryam yang telah meninggalkan kamar.


"Sayang,tunggu!"Panggil Alex,saat melihat Maryam yang turun tangga.


Maryam menuju dapur,melihat Pak Kim yang sedang menyiapkan makan malam.


"Nyonya!"


"Pak Kim,berikan gas torch untuk Saya"


Maryam mengulurkan tangan nya.


"Untuk apa Nyonya,itu ada di lemari bawah!"Sambil menunjuk ke arah lemari yang berada di depan nya.


Tanpa menjawab pertanyaan Pak Kim.


Maryam segera mengambil nya,dan membawa gas tersebut bersamanya.


Saat Alex akan sampai ke lantai bawah,ia melihat maryam yang melewati tangga menuju pintu utama.


Ceklek !


Maryam membuang buku tersebut ke dalam tong sampah,yang ada di samping rumah lalu membakar nya.

__ADS_1


Alex berdiri di belakang Maryam,dengan jarak lima langkah,dari tempat Maryam berdiri.


__ADS_2