
Malam itu hujan turun begitu deras,El tidak pulang kerumah utama,El memilih untuk tinggal di hotel.
"Tuan,ini semua keperluan yang Anda minta.Apa benar Anda tidak pulang ke rumah malam ini?"Tanya Pak Kim.
"Iya,malam ini biarkan Saya menghabiskan malam disini,Saya butuh ketenangan !"Ungkap El,
Pak Kim,pun berpamit meninggalkan hotel tersebut bersama dengan seorang sopir.Sebelum Pak Kim benar-benar pergi meninggalkan tempat itu,terlebih dulu ia menghubungi pengawal yang ada di rumah utama,meminta satu atau dua orang untuk berjaga-jaga di depan hotel,bila nanti El membutuhkan bantuan mereka.
Blam!
El menutup kamar mandi,kemeja putih masih melekat di tubuhnya.Namun,El sudah berdiri di bawah shower dengan air yang lumanyan deras.
Jeddderr...Jeddderrr...
Berulang kali suara petir menggelegar di atas sana,terasa sekali bumi ikut bergoyang.El menangis di bawah air shower,menyembunyikan suara tangisan nya yang mulai tidak dapat mengeluarkan suara nya lagi.
Setelah hampir sejam berada di bawah shower,El pun memilih untuk menyelesaikan drama itu,ia tidak akan lemah hanya karena persoalan itu.
30 menit berlalu...
Duduk di atas sajadah berwarna hitam keemasan,menggunakan sarung dan juga Koko putih serta peci.El mulai memanjatkan doa kepada sang pencipta,memohon ampun atas apa yang telah ia lakukan,El bisa menyembunyikan itu semua dari orang-orang.Namun,El tidak dapat menyembunyikan dosa nya di hadapan Tuhan.
Begitu selesai,El sudah mantap mengambil keputusan,El tidak akan tinggal lebih lama di NY.Karena masih ada tanggung jawab yang harus El lakukan di Indonesia.
Blam !
El kembali menutup pintu kamar hotel,dan berniat segera pergi dari sana.Saat tiba El di depan hotel,pengawal yang di kirim Pak Kim,datang menghampiri El.
"Tuan muda!"Sapa mereka berdua,El terkejut melihat keberadaan mereka.
"Sedang apa Kalian disini?"
"Kami dikirim oleh Pak Kim.Tuan muda mau kemana?Kami bisa mengantar nya!"
"Kita kembali ke rumah utama!"
"Baik!"
__ADS_1
El pun berjalan ke arah ke mobil,dan segera masuk ke dalam mobil,agar segera pulang ke rumah utama.
Rumah Utama . . .
Tiba di rumah utama,Ayin terlihat gelisah,ia berulang kali mondar - mandir di ruang tamu.
"Tuan muda!"Seru Ayin,menghampiri El,saat melihat El sudah pulang.
"Ada apa?"El bertanya,saat melihat raut wajah Ayin yang gelisah.
"Nyonya Sandra,sedang dalam perjalanan kemari!"
"Apa yang bisa El bantu?"
"Anda harus bisa menghindari sebisa mungkin pertanyaan nya,karena jika terlalu banyak berbicara,Nyonya Sandra akan curiga pada Anda Tuan !"
"Baik,Saya mengerti,Saya akan istirahat sekarang !"
"Tuan muda,tidak menjenguk dokter Atika?"
El menoleh,Ayin terdiam,"Aku serahkan semua nya kepada Tante!"El langsung pergi meninggalkan Ayin di depan tangga.
El ingat tanggal dan bulan pernikahan nya dengan Aisyah,El tidak ingin mengecewakan Umi nya.Kali ini El harus tegas dalam mengambil keputusan untuk hidup nya sendiri.Dan El juga sadar di sini bukan lah,dunia nya.
* * *
Seperti biasa semua orang sudah bersiap-siap untuk sarapan.
"Tuan Muda,Nyonya Sandra sudah tiba di bandara,Jerry sudah pergi untuk menjemput nya!"
"Apa Kita perlu untuk menunggu nya agar sarapan bersama?"Tanya El.
"Tidak perlu,Kita bisa sarapan lebih dulu,Nyonya Sandra lebih senang sarapan sendiri!"
Ada Atika di kursi paling ujung,sedang menikmati sarapan nya,ia tidak bergeming sedikit pun setelah mendapat pencerahan dari Ayin,saat tiba di rumah utama tadi malam.Bahkan Atika merasa bersalah,telah menunduk Maryam sebagai pembunuh Ibu nya.
Saat mereka sedang menikmati sarapan pagi nya,sebuah mobil berhenti di halaman rumah utama.Ayin mengetahui jika Sandra sudah tiba.Mereka pun menyudahi sarapan nya,lalu Ayin bergegas pergi meninggalkan meja makan untuk menemui Sandra.
__ADS_1
Caston,ikut menyusul sang istri,begitu juga dengan El,hanya Atika yang tidak berani bergabung dengan mereka semua.
Tiba di depan teras,Ayin melihat sebuah mobil taxi yang berhenti di depan teras,Ayin mengerutkan dahi nya saat mengetahui kalau itu bukan mobil Jerry.
Ceklek !
Seseorang turun dari dalam taxi,menurunkan satu kaki nya,lalu kaki yang lain ikut menyusul.Seorang Pria bertubuh kekar dan lebih tegap dari El,berdiri di sisi mobil masih membelakangi Mereka semua.
"Siapa?"Bisik Caston,
"Aku juga tidak tau!"
El berjalan lebih dekat dengan Ayin dan Caston,sementara Atika mengintip nya dari jendela ruang tamu.
"Al!"Teriak Ayin,dengan keras saat melihat sosok Al yang memalingkan wajahnya melihat ke arah mereka semua.El terkejut mengetahui kembaran nya sudah tiba di rumah utama.
Al mengembangkan senyuman ke arah Ayin,tentu saja membuat Ayin kaget,itu pertama kali melihat kepribadian Al yang lembut.
"Anak mu kembali "Bisik Caston.Caston tahu,jika Ayin sangat menyayangi Al,layak nya Anak sendiri.
Ayin,meneteskan air mata nya karena bahagia sudah dapat melihat Al kembali.Al berjalan kearah teras rumah,menghampiri mereka bertiga.
Dalam waktu yang bersamaan Jerry dan Sandra pun tiba disana.Ayin terkejut saat mengetahui Sandra sudah sampai,dengan keadaan seperti ini,saat ini ada dua Tuan muda di rumah utama, pasti akan terjadi masalah jika Sandra mengetahui jika selama ini Al tidak di NY.
Ceklek !
Jerry turun membuka pintu mobil untuk Sandra,Jerry belum mengetahui kalau Al telah kembali.Al bahkan menoleh ke arah mobil Jerry yang baru saja datang.
Blam!
Sandra membuka kaca mata nya,lalu memberikan itu kepada Jerry,Sandra segera berjalan ke arah teras dengan di ikuti oleh Jerry.
"Sayang,Bunda tau,Kamu pasti menunggu bunda"Sandra memeluk lengan Al,yang berdiri di tangga teras,sementara Sandra belum menyadari kehadiran El disana.
Jerry terkejut saat melihat Al,karena di sisi lain masih ada El disana.
"Caston,turun 'kan barang-barang Saya!"Titah Sandra,saat ia melirik Caston,kaca mata yang Sandra pegang terjatuh ke lantai,saat ia melihat sosok yang mirip dengan Al ada di depan nya.Berulang kali Sandra melihat ke arah Al dan juga El,untuk memastikan kalau penglihatan nya tidak salah.
__ADS_1
"Ini,bagaimana bisa?"Tanya Sandra yang masih terkejut,Caston terdiam,Ayin bingung,terlebih lagi Jerry yang tidak mengetahui jika Al sudah kembali.