
Satu Minggu berlalu. . .
Semua keluarga besar Xander telah berkumpul di rumah utama.Ada Ayin dan Caston yang ikut hadir,Jerry datang sendirian tidak membawa sang istri,karena istri Jerry sedang mengambil studi S2 di Inggris.
"Aisyah,tolong letakkan ini disana sayang,Umi masih ingin membuat desert untuk nanti malam"Maryam memberikan kue yang sudah siap di sajikan untuk menantu perempuan nya.
Alex datang ke dapur untuk melihat apa yang terjadi disana.Tiba di dapur,Alex melihat sang istri yang sedang membuat beberapa desert untuk nanti malam.
"Kenapa kamu melakukan ini sendiri ?dimana pelayan atau koki?"Tanya Alex begitu tiba di ambang pintu.
"Mas,sini.Coba Kamu cicipi kue ini "Ujar Maryam,memberi sepotong cake untuk Alex,dan mengabaikan pertanyaan Alex barusan.
Setelah cake di tangan nya habis,Alex kembali bertanya.
"Dimana koki?"
"Ada sedang menyiapkan menu untuk nanti malam,ada di ruang makan,mereka sedang memilih bahan-bahan yang bagus untuk menu yang akan mereka siapkan!"
"Kenapa tidak minta koki saja yang menyiapkan desert ini?"Tanya Alex lagi,
"Mas,Aku sudah terbiasa membuat nya sendiri,berhenti khawatir begitu,aku tidak apa-apa!"Maryam segera memasukan adonan ke dalam oven.
"Umi,seperti nya di luar ada yang datang"Aisyah memberitahu ibu mertua nya.
"Itu pasti Ge.Sayang boleh Umi titip cake nya,kamu cuma nungguin sepuluh menit saja,Umi mau melihat Ge sebentar"
"Boleh Umi"
"Terimakasih sayang"Maryam dan Alex segera meninggalkan ruang dapur.
"Sedang apa?"Tanya Al,yang langsung memeluk Aisyah dari belakang begitu tahu sang istri sedang sendirian di dalam ruangan tersebut.
"Mas,apa yang kamu lakukan?bagaimana kalau ada yang lihat?"
"Enggak ada orang hanya ada kita berdua"Al mengecup pipi sang istri dari belakang,membuat Aisyah menghindar karena geli,dan tentu saja ia senang dengan perlakuan Al,dan membuat ia tersenyum malu.
Di dalam kamar,Elbarak sedang menunggu Atika,ia memainkan ponsel nya,sembari menikmati kopi nya.
"Mas El...!"Teriak Atika dari dalam kamar mandi,tentu saja membuat ponsel di tangan El melayang dan terjatuh kelantai.
Klang Pak!
El tidak melihat bagaimana kondisi ponsel nya,ia segera berlari ke arah kamar mandi.
Tap...Tap...Tap..Tap..
Brak!
El mendorong paksa pintu kamar mandi membuat Atika terkejut,dan berdiri menatap El.
"Apa yang terjadi,kenapa berteriak?"Tanya El,memegang kedua bahu sang istri.
Atika mengangkat tangan nya,dan memperlihat 'kan benda kecil yang ada di tangan kanan nya.Melihat benda di tangan Atika membuat El membulatkan mata nya dengan mulut yang ikut terbuka lebar.El meraih benda tersebut di tangan Atika,dan memperhatikan nya lebih dekat.
"Sayang,ini?"El menatap Atika,wanita itu mengangguk,dan membenarkan tebakan dari El.
"Tapi kenapa warna tidak jelas,sayang ini benar atau enggak?"Tanya El dengan raut wajah yang sedih,El mau tahu kebenaran nya,El tidak mau kecewa.
"Benar sayang,itu benar,mungkin karena aku baru telat lima belas hari,jadi belum terlihat lebih jelas!"Ungkap Atika,mengambil kembali benda tersebut di tangan El.El segera memeluk erat Atika.Beberapa kali ucapan terimakasih keluar dari mulut El untuk sang istri.
El juga mengecup pipi kiri dan kanan Atika,lalu beralih mengecup kening sang istri dengan mesra.
"Sayang,terimakasih sudah mau memberikan kabar bahagia ini untuk Ku"Ucap El,memegang kedua pipi Atika.
"Bukan mas saja yang bahagia,aku juga bahagia,semoga kelak kita menjadi orang tua yang baik untuk anak kita"
"Amiin sayang"El kembali memeluk Atika sekilas,lalu segera mengendong nya dan membawa Atika dari kamar mandi menuju ranjang.
"Mas"Atika menutup wajahnya yang malu"
"Kenapa harus malu,bukan kah kita sudah bersama"Goda El menurun 'kan Atika dari dalam gendongan nya.
__ADS_1
"Kamu siap-siap dulu,kita turun dan temui keluarga ku,mereka pasti pada sibuk,Aku juga melihat tadi mobil Ge juga baru sampai"
"Ge adik ipar?udah sampai?ayo kita keluar!"Atika segera bangkit dari duduk nya.
"Sayang,pakai dulu baju mu yang benar,itu di kepala mu masih ada handuk"El menunjuk ke arah kepala Atika.
"Oh,Astagfirullah,iya sayang,tunggu sebentar ya"
"Eeem"Angguk El,lalu Atika segera berganti pakaian.
Teras Utama. . .
Maryam memeluk Ge begitu Ge turun dari mobil dan menghampiri sang ibu.
"Sayang,bagaimana kabar mu?"
"Ge sehat ma,Kami berdua sehat.Bagaimana dengan Umi dan Papa?"
"Kami juga sehat,Ayo masuk dulu"
Albert segera menyalami tangan Maryam,lalu memeluk Alex seperti biasa.
"Sandra,ayo masuk!"Ajak Alex saat Sandra hanya berdiri di depan pintu mobil.Melihat Sandra tidak bergerak dari tempat nya berdiri,Maryam segera menghampiri Sandra.
"Di luar terlalu dingin pagi-pagi begini,mending masuk ke dalam ayo"Ajak Maryam,Sandra hanya membalas dengan anggukan saja,lalu mengikuti langkah kaki Maryam.
Tiba di dalam,Aisyah dan Al juga keluar dari dapur untuk menyambut kedatangan mereka.El dan Atika baru saja turun dari lantai atas,dan mereka semua menatap nya.
"Selamat datang Kak ipar"Seru El dan Al,
"Harusnya manggil nya adik ipar ya,'kan lebih tua kalian dari Ge"Ujar Albert yang tersenyum tipis.
"Eh,bilang saja Kak ipar mau terlihat lebih muda,he..he.."Goda El,Al hanya menyimpulkan senyuman nya saja,melihat kedekatan semua orang disana.
"Sandra,kenalkan.Ini menantu saya Atika dan Aisyah"Maryam memperkenalkan Sandra kepada ke dua menantu nya.
Atika dan Aisyah segera menyalami tangan Sandra.
"Kamu juga cantik"Sahut Maryam.
"Semua wanita cantik,kami ini lah yang tampan"Goda El,semua orang tertawa geli mendengar ucapan itu.
"Ayo kita ke ruang tamu,biar pelayan menyiapkan minuman"Alex mengajak semua orang ke ruang tamu.
Caston dan Ayin ikut berkumpul dengan yang lain.Beberapa menit yang lalu,Pelayan pun datang dengan berbagai minuman dan cemilan di atas nampan.
"Jadi,ini sekalian acara syukuran untuk orang ini?"Tanya Sandra.
"Benar,untuk Aisyah dan Ge,seperti nya Ge sudah masuk bulan ke tiga ya?"Maryam melirik sang Anak.
"Iya ma"
"Atika juga ma,jangan lupa"Ucap El,semua orang melirik ke arah Atika dan El.
"Haah?"Sandra terkejut,Alex dan yang lain ikut bingung.
"Benar sayang?"Tanya Maryam memastikan,karena sebelum nya mereka tidak pernah membicarakan kehamilan Atika.
"Benar ma"
"Waaah,bisa sekalian ini syukuran,Ayin juga mau melahirkan ya,bulan ini,entar kalau mau melahirkan disini saja,biar ada kami yang menjaga mu"Tukas Maryam,Ayin merasa segan,Jika Tuan rumah yang harus menjaga nya.
"Tidak perlu Nyonya,kita tinggal di menara juga ada dokter dan perawat"
"Tapi berbeda,mending tinggal disini,benarkan mas?"Maryam meminta pendapat sang suami.
"Kamu harus tanya dulu sama Caston,kalau mereka nyaman nya di sana ya biar disana saja"
"Iya Nyonya,biar di menara saja,Ayin dan Aku lebih nyaman disana"Ungkap Caston.
"Kalau itu keputusan mu,aku pun hanya bisa menyetujui nya saja"Ujar Maryam kemudian.
__ADS_1
* * *
Pada malam puncak acara. . .
Semua hidangan desert yang sudah di siapkan oleh Maryam sejak tadi pagi,sudah di tata rapi oleh pelayan di atas meja.
Acara tersebut terlihat begitu meriah,mereka sengaja membuat acara di halaman rumah.
Pada malam acara,semua pengawal terlihat begitu tampan dan juga mempesona dengan mengenakan jas berwarna putih,sesuai yang di perintahkan Alex.
Alex tidak mengundang tamu,ia hanya mengundang Dante dan juga keluarga Abizar.Semua orang terlihat begitu menikmati acara tersebut.
"Selamat ya dokter Atika atas kehamilan mu"Ucap Khadijah sembari mengulurkan tangan nya.
"Terimakasih,semoga Aku juga segera mendengar kabar baik dari mu"
"Boleh Aku mengelusnya?"Tanya Khadijah,El dan Michael menatap bingung ke arah Khadijah.
"Maksud aku perut nya"Sambung Khadijah lagi,semua orang terlihat tersenyum.
"Boleh,silahkan "Khadijah segera mengusap lembut perut Atika,"Semoga Allah segera mempercayakan kamu juga"
"Amiin"Sahut mereka serentak.
"Michael,silahkan kalian nikmati hidangan nya,anggap saja rumah sendiri"
"Terimakasih El atas sambutan hangat dari mu,kami pasti tidak akan sungkan-sungkan,benar 'kan sayang"Michael segera menarik Khadijah ke dalam pelukan nya.
Disisi lain ada Al yang sedang mengobrol dengan Abizar serta istri nya Ming Hao.
"Aisyah,saya sangat berharap jika anak saya juga di berikan kepercayaan seperti kalian semua.Beruntung sekali keluarga Xander,memiliki calon baby nya serentak"Ujar Min Hao.Aisyah hanya tersenyum saja,apalagi dengan tangan nya yang terus di genggam oleh Al,ia tidak membiarkan walaupun hanya sebentar.
Alex juga sedang mengobrol dengan Dante dan juga Jasmine.
"Jadi,kapan kalian akan menikah?"Tanya Alex langsung pada intinya.Dante tersenyum menanggapi ucapan dari Alex.
"Saya berencana menunggu Anda duda!"Ketus Jasmine,Alex langsung membulatkan matanya dan menatap Jasmine dengan tajam.
"Kau secara tidak langsung mendoakan istri ku ma-ti?"Tukas Alex,Dante tahu,kalau Alex tidak senang ada orang yang bercanda soal itu.
"Anda terlalu serius,saya hanya bercanda,jangan diambil hati"Timpal Jasmine lagi,
"Sudah-sudah.Untuk apa kamu bercanda soal itu,apa kamu tidak menghargai ku sebagai tunangan mu?"Tanya Dante,
"Tidak Mas,aku hanya bercanda"Jasmine segera memeluk mesra lengan Dante,dan ingin memanasi Alex,tapi Pria ini cuek saja.
"Sayang,kenapa hanya berdiri disini saja,ajak lah mereka untuk menikmati hidangan nya"Seru Maryam yang baru saja menghampiri Alex.
Alex segera merangkul Maryam,dan mengecup kening sang istri,membuat Maryam malu,dengan Dante.
"Nyonya,selamat ya atas kehamilan semua menantu dan anak Anda "
"Terimakasih "Sembari menangkup ke dua tangan nya di dada.
Terlihat malam puncak acara yang begitu meriah,semua kolega terdekat Alex datang dan ikut meramaikan acara tersebut.
Kini semua sudah lengkap di keluarga Xander,terlebih lagi dengan kehadiran calon cucu Alex.
Dari jauh terukir senyuman bahagia dari bi-bir El,yang sedang merangkul pinggang sang istri,mereka berdua terlihat begitu mesra.Begitu juga dengan Al yang masih menggenggam tangan Aisyah sejak acara itu di mulai.
Tentu saja masih ada Albert dan Ge yang sedang duduk di dekat taman,ke dua nya sedang menikmati desert yang di buatkan oleh Maryam.Dari jauh Sandra mengukir senyuman indah nya saat melihat pemandangan itu.
Apalagi Caston dan Ayin,yang terus saja bersama,tidak pisah walaupun hanya sesaat.Hanya ada Jerry sendiri yang duduk di dekat teras sedang menikmati wine yang ada di tangan nya.
"Tuan Jerry boleh saya bergabung "Seru pak Kim dengan segelas wine di tangan nya.
"Boleh silahkan "Ke dua nya bersulang untuk menikmati wine.
Semakin larut malam,acara pun semakin meriah,tidak terlepas dari suara musik yang terus bergema,mereka semua sangat menikmati nya,acara terakhir Alex persembahkan untuk tamu-tamu nya,dan juga untuk para pelayan dan pengawal nya.
Sedangkan menantu dan Anaknya sudah pergi meninggalkan taman.Mereka semua ada di dalam kamar masing-masing sedang menikmati malam yang panjang dengan kekasih halal mereka.
__ADS_1
End See you ♥️