Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Ngindam


__ADS_3

Duuaaackk..


Alex memukul Lion dengan keras,sehingga Pria itu terkapar di lantai.


"Heeh!"Lion tersenyum licik ke arah Alex,sembari menyentuh sudut bi bir nya yang sobek.


[Tuan,Aku sudah memasang semua alat peledak Nya !]Suara Ayin terdengar di earphone yang ada di telinga Alex.


[Anda hanya punya waktu li-ma menit untuk pergi dari sana!]Sambung Ayin,Alex terkejut,dan membulat kan matanya,lalu melirik ke arah Caston.


Caston memberi isyarat kepada Alex agar segera pergi meninggalkan tempat itu,sementara Caston akan mengurus sisa nya.


Tap ..Tap..Tap...Tap..


Alex segera berlari keluar dari dalam gedung.


"Kejar Alex!"Titah Lion kepada Anak buah nya.


Dor ..Dor...Dor...


Caston melepas tembakan nya,sehingga terjadi baku tembak di dalam gudang tersebut.


Tit..Tit..Tit...


"Bos,Mereka memasang peledak !"Ujar salah satu bawahan Lion,saat ini Mereka sedang bersembunyi di balik karung penyimpanan tembakau.


"Sial!"Umpat Lion,menatap kesal ke arah pintu yang sedikit jauh dari Nya.


"Kalian halangi Caston,Aku akan mengejar Alex dari pintu belakang !"


"Baik Tuan !"


Tap...Tap...Tap...


Dor..Dor...


Klang ..Klang..


Dor...Dor...


Melihat Lion sedang berlari ke pintu belakang Caston segera melepas tembakan,sehingga baku tembak antara Caston dan bawahan Lion kembali terjadi.


Semua bawahan Lion mati tertembak,sehingga bawahan Alex hanya tertinggal Caston dan satu lagi pengawal yang ikut dengan Mereka,ke dua nya hanya terluka ringan.


"Kita harus segera meninggalkan tempat ini!"


"Baik Tuan!"


Brak!


Caston mendengan pintu gudang dengan keras,sehingga pintu itu terbuka dengan cepat


*Duaaaarrrr!


Duar...


Duuaaarrr....


Booommm*...


Suara ledakan terjadi dimana-mana,Alex dan Ayin kini berada di dalam mobil,Mereka menunggu kedatangan Caston.


"Tuan Alex,itu Caston!"Teriak Ayin saat melihat Caston yang terjatuh di depan gudang,satu langkah setelah ia keluar dari gudang,tempat tersebut segera meledak.


"Bantu Dia!"


Ayin mengangguk,ke dua nya segera keluar dari dalam mobil,dan membantu Caston.


"Tuan,pengawal ini ma ti!"Ucap Ayin setelah memeriksa pengawal yang tadi tersisa,rupanya ikut ma ti juga setelah terjadi ledakan.


"Bawa Caston !"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Alex dan Ayin memapah tubuh Caston,Alex melihat punggung Caston yang terluka karena semburan api saat gedung tersebut terbakar.


Ceklek !


Mereka meletakkan Caston di jok belakang.


"Biar Aku yang menyetir!"Saran Alex,ia segera duduk di kursi kemudi.


Dor..Dor...


"Uuhh!"


"Tuan!"


Lion menembak Alex tepat di bagian punggung nya.Alex terjatuh di tanah.


Dor..Dor...Dor...


Ayin melepaskan tembakan nya ke arah Lion.


Lion bersembunyi di balik pohon.


*Klik !


Klik*!


"Sial,peluru nya habis!"Umpat Lion kesal,saat mendapati senja ta nya tanpa peluru.Lion masuk ke mobil dan meninggalkan tempat itu.


Brruuummmm....


Dor..Dor..


*Klang..


Klang..


Mendengar suara mobil Lion yang pergi dari tempat itu,Ayin segera melepaskan tembakan nya lagi,meskipun meleset.


"Tuan!"Panggil Ayin.


"Uukkh,Aku tidak apa-apa!"Sahut Alex yang segera bangun.Alex melepaskan jas nya,lalu ia melepaskan rompi anti peluru yang ia pakai .


"Untung saja Kita sudah mempersiapkan itu!"Ayin membuka pintu kemudi untuk Alex,Pria itu segera masuk ke dalam mobil.


Ddzzzrttt..


Ddzzzrttt...


"Tuan seperti nya ponsel Anda bergetar?"Ujar Ayin melihat kearah ponsel Alex yang terletak di depan setir.


Alex segera mengambil nya.


"Maryam !"Gumam Alex.


"Apa itu Nyonya?"


"Eeem...Istri Ku menelpon,tunggu sebentar Aku akan mengangkat nya!"


Ayin mengangguk.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam Mas!"


"Ada apa ?kenapa belum tidur?"Alex berbicara begitu lembut agar Maryam tidak mencurigai apa yang saat ini di lakukan Alex.Dia takut istri Nya akan marah dan juga khawatir.


"Aku hanya ingin tau,kenapa Mas begitu lama?"


"Aku masih banyak pekerjaan yang belum selesai tidur lah duluan,Aku akan pulang besok,jangan menunggu Ku,Aku tutup ya,Assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumslam !"


Alex segera memutuskan panggilan Maryam agar ia bisa segera membawa Caston ke klinik Xander.


"Huueek...Hueek..!"


Alex kembali mual,padahal ia ingin menyetir.


"Tuan,biar Aku saja,Anda duduk lah di samping !"Saran Ayin,yang segera turun dari dalam mobil,Alex pun tidak bisa membantah dengan kondisi nya yang sedang mengidam dapat menghambat tujuan Mereka.


Ayin segera melaju mobil nya meninggalkan tempat tersebut.Gudang Pribadi milik Lion telah di lahap oleh si jago merah dengan begitu rakus,sehingga dalam 15 menit semua nya sudah habis merata dengan kobaran api yang besar.


Kerugian yang di capai oleh Lion bisa sampai ke titik angka milyaran,bahkan mungkin itu satu-satu nya aset Pribadi yang telah di simpan lama oleh Lion.


03:00 Subuh.


Mobil Alex memasuki halaman Klinik Xander,sebelum mereka sampai disana.Alex telah menghubungi semua staf klinik,begitu juga pengawal sudah berbaris menunggu kedatangan Alex.


Tit..Tit...


Satpam yang berjaga pintu keamanan pun segera berlari membuka gerbang untuk Mereka .


Sriiiiieetttt!


Bruum...


Bruum...


Ayin memarkir mobil tersebut tepat di depan ruangan dokter Lauren di sebelah kiri nya.


Ceklek !


Ayin dan Alex turun dari dalam mobil.


"Tuan Alex!"Sapa semua bawahan serentak yang berdiri di belakang mobil,berbaris dengan rapi.


Tap...Tap...Tap...


Dokter Lauren bersama dengan dua orang perawat mendorong hospital bed.


"Tuan,Anda bisa kembali duluan,Aku akan menangani masalah ini!"Saran Ayin,


"Baik lah,Kamu tinggallah disini,Aku akan kembali,jika ada apa-apa,hubungi Jerry!"


"Baik Tuan !"


"Kalian semua berjaga laga di sini,jangan biarkan ada penyusup yang masuk ke klinik Xander!"Titah Alex kepada pengawal Nya.


"Siap Tuan !"Jawab mereka serentak dengan di ikuti hentakkan kaki dengan keras.


Alex ingin membuka pintu mobil.Namun,ia teringat akan kehamilan Maryam,Alex mengurungkan niat untuk pulang,ia berniat ingin bertemu dengan dokter Lauren.


"Tuan,kenapa Anda masih disini?"Ayin melihat Alex yang berjalan ke arah ruangan operasi.


"Aku punya janji dengan dokter Lauren,Aku baru mengingat nya tadi!"Alex melihat ke arah lampu merah yang ada diatas pintu ruangan operasi.


Ayin mengangguk nya,lalu memilih untuk duduk di kursi menunggu yang ada disana.


"Dokter Laure !"Panggil Alex saat melihat dokter Lauren hendak masuk kembali ke dalam ruangan operasi.


"Tuan !"


"Saya ingin berbicara dengan Anda,bisa kah Kita bertemu setelah operasi ini?"


"Tentu bisa Tuan,tunggu 10 menit lagi,Kami akan selesai,Anda bisa menunggu Saya di ruangan Saya!"


"Baik,Saya akan menunggu Kamu disana!"


Ceklek !


Dokter Lauren segera masuk ke dalam ruangan operasi,sementara Alex berputar arah jalan menuju ke ruangan dokter Lauren,yang ada di gedung pertama saat mereka memarkir kan mobilnya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan Vote+like+komen+beri hadiah,supaya Author semangat untuk Crazy up lagi 😇😘


__ADS_2