
Suara azan berkumandang,Maryam segera turun dari ranjang nya.Melihat sang suami yang masih terlelap dalam tidur nya.Dia segera membangunkan Alex.
"Mas,bangun sudah subuh!"Maryam membelai wajah suaminya yang terlihat malas untuk membuka mata,padahal Alex sudah terbiasa dengan panggil itu setiap subuh.Tapi,ia selalu punya rencana untuk membuat Maryam lebih lama membangunkan nya.
Cup!
Alex mencuri satu ciuman di pipi Maryam,membuat wanita ini membulatkan mata nya.
"Mas,apa yang Kamu lakukan,udah tua berhenti bertingkah seperti Anak muda!"Ketus Maryam mengejek sang suami.
"Eh,jangan nilai orang dari umur ya,Aku masih terlihat begitu tampan dan kuat!"Ujar Alex yang segera duduk di atas ranjang.
"Ayo sholat,sebentar lagi,Aku harus menyiapkan jualan !"
Maryam segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi.
Jam 08:00,terlihat disebuah ruang dapur,ada tiga orang yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.
"Bagaimana keadaan Ge,apa ia sudah tiba dengan selamat?"Seru Al,Maryam baru teringat nya,ia lupa menghubungi Ge.
Maryam beranjak ke arah kamar,lalu mengambil ponsel nya,dan mengubungi Ge.
"Assalamualaikum Ge"
"Waalaikumsalam Umi!"
"Bagaimana keadaan mu,apa Kamu sudah tiba di tempat pelatihan ?"
"Sudah Umi,bahkan Ge,sudah mendapat kamar di asrama.Besok hari pertama pelatihan,mungkin hari ini hanya ada waktu untuk beristirahat saja!"Ungkap Ge.
"Baiklah Sayang,Kamu istirahat dulu,Umi mau lanjut sarapan dulu,Kamu jaga pola makan yang teratur sayang!"
"Siap Umi,Ge tutup dulu,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam "
Setelah panggilan itu terputus,Maryam keluar dari kamar nya,ia melihat Al yang sedang menata jualan nya dalam kotak.Sementara Alex meminta Maryam untuk lanjut sarapan.
* * *
Baru saja Alex sama Al hendak keluar,tiba-tiba juragan kasim datang ke rumah mereka dengan membawa beberapa orang kesana.
"Alex,keluar Kau!"Teriak Juragan Kasim.
Alex dan Al,segera keluar,dan melihat beberapa orang yang datang ke rumah mereka.
"Berani sekali Anak mu memukul Anak Ku!"Teriak Juragan Kasim lagi.
__ADS_1
"Siapa yang memukul Anak mu?"Tanya Al,yang berjalan ke arah Juragan Kasim.
"Bima,kemari!"Teriak nya lagi,Bima segera keluar dari mobil,dengan di bantu beberapa preman teman ayah nya.
"Owh,manusia sampah itu!"
Plaak!
Juragan Kasim menampar Al,saat Al menghina anaknya.
"Berani Kau!"Al hendak menyerang Juragan Kasim.Namun,Alex segera menghalangi nya.
"Al,jangan gegabah!"Bisik Alex.
"Berani sekali Kau tampar Aku!"Teriak Al,yang tidak terima orang lain memukul nya.Alex tahu betul sikap anak nya.Al paling tidak bisa menerima ada yang berani menampar nya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Maryam yang baru saja keluar,saat mendengar suara ribut di depan teras.
"Ini lagi,wanita sok alim,tapi menjaga Anak nya satu saja tidak becus!"Cibir Juragan Kasim.
Duaackkh!
"Aaggrh!"
Alex segera menonjok wajah Juragan Kasim,hingga pria itu terjatuh.Beberapa preman segera menolong juragan Kasim.
"Mas,tahan!"Maryam mencoba menenangkan suami nya,agar tidak membuat keributan yang lebih parah.
"Lebih baik,kalian pergi,sebelum kesabaran Ku habis!"Sambung Alex,Juragan Kasim yang sudah mengenal Alex adalah Guru Taekwondo,pun mengajak anak buah nya pergi untuk meninggalkan rumah itu.
"Masalah Kita belum selesai disini saja.Tunggu saat itu tiba,Aku akan membuat Kalian menerima nya!"Teriak Juragan Kasim,dan berlalu masuk ke dalam mobilnya.
"Sayang,duduk disini,biar Umi liat!"
Seru Maryam,melihat wajah Al yang terlihat bengkak.
"Ambilkan air es,Aku akan membantu mengompres nya !"Sambung Alex,Maryam segera masuk kembali ke dalam untuk mengambil kain dan air es.
"Ini hanya sebuah tamparan Pa,Al tidak apa-apa!"
"Di kompres sedikit biar ganteng nya enggak hilang!"Goda Alex,Al malah tersenyum.
"Al,apa Kamu bahagia tinggal disini?"Tanya Alex,
"Tentu saja bahagia,meskipun sangat jauh berbeda dengan kehidupan Al di NY.Namun,disini Al lebih bahagia,bisa di dekat Umi dan Papa!"Ungkap Al.
"Di NY.Kamu pasti tidak pernah di pukuli atau di tampar orang ya?"Cetus Maryam yang baru saja keluar.
__ADS_1
"Siapa yang mau nampar dia,baru angkat tangan saja udah duluan pingsan !"Goda Alex.
"He..He..Papa,terlalu memuji!"Al,menahan dingin nya air es dari handuk kecil yang di kompres oleh Alex.
"Papa sudah lama tidak memukul orang,ternyata pukulan Papa tidak kalah hebat dengan pukulan orang lain!"Alex tersenyum ke arah Al.
"Papa bisa aja,Papa seorang pelatih Taekwondo,tentu saja kekuatan Papa masih hebat!"Ujar Al memuji Alex.
Setelah selesai mengompres Al,Alex segera mengantar Anak dan istri nya,menuju pesantren.
Dari jauh,di pintu gerbang,Al melihat Aisyah yang sedang membantu menjemur Abah Karim.
"Itu Abah Karim,Ayah nya Gus Zayn.Kakek Aisyah.Semenjak istri nya meninggal Aisyah yang merawat Abah Karim!"Imbuh Maryam.
"Dia benar-benar calon Istri yang baik.Saat Abah Karim meminta El untuk menjadi suami dari Aisyah,betapa bahagia nya Umi dapat calon menantu seperti Ning Aisyah!"Maryam terus saja memuji gadis itu,membuat Alex hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Jadi Al,apa Kamu sudah mendapatkan calon Istri?"Sambung Alex,Al menaikan alis nya yang terkejut.
"Istri?"Al mengulangi kata-kata itu.
"Jangan bilang Kamu tidak mendekati siapapun disana !"Cibir Alex.
"Bagus Kamu sayang,jika tidak pernah menganggu wanita mana pun,karena lebih baik langsung menikah dari pada harus menjalani hubungan yang tidak ada pasti!"Ujar Maryam.Al hanya diam saja melihat ke dua orang tua nya.
Al segera turun,lalu berjalan meninggalkan mobil nya.
"Al,mau kemana?"Tanya Alex.Namun,Al tidak menjawab nya.
"Mau kemana anak itu?"Seru Alex,sembari menurunkan kotak kue.
Maryam melihat ke arah Al,yang berjalan menghampiri Abah Karim,dan Aisyah.
"Aisyah!"Panggil Al.
"Assalamualaikum!"Seru Aisyah,Al pun bagaikan tertampar mendengar ucapan itu.
"Waalaikumsalam,maaf Saya lupa mengucap salam!"Ujar Al,Aisyah mengangguk nya,sembari menundukkan pandangan nya.
"Nak Al 'kan ya?"Tanya Abah Karim,Al melihat ke arah Aisyah.
"Ning Aisyah sudah memberitahu Abah,kalau nak Al,kakak tertua El!"Ungkap Abah Karim.
Al segera berjongkok,dan menyalami tangan Abah Karim,yang duduk di kursi roda.
"Kak Al,bisa menunggu Aisyah di ruang kelas,disana sudah ada Anak-anak lain yang mau belajar ngaji,Kak Al bisa ikut mereka,nanti Aisyah nyusul!"
Al mengangguk nya,ia segera bergegas menuju ruang kelas,Aisyah membawa Abah Karim untuk kembali masuk ke bilik nya.
__ADS_1
Tinggalkan Vote+like dan Hadiah 😘✌️