Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Belajar


__ADS_3

Alex membawa Maryam ke tempat belajar menembak.


"Mas,apa ini?"Maryam melirik ke arah Alex.


"Ini senj ata api yang sering Kami gunakan,jika Kamu ingin belajar ilmu bela diri,setidaknya belajar dengan tuntas,Aku akan mengajari Kamu bagaimana cara menggunakan benda ini!"Pungkas Alex,


"Mas tau,terakhir kali Aku mendengar suara nya saja Aku sempat pingsan,Aku tidak bisa menggunakan benda ini"Maryam mencoba menolak.Namun,Alex sudah mengatur nya sejak awal tidak akan membiarkan Maryam menolak belajar menembak.


"Gunakan ini,saat Kamu akan menembak,itu tidak akan membuat Kamu terkejut!"Alex memperlihatkan headphone,untuk di gunakan di telinga Maryam.


"Apa Aku harus belajar menembak segala,Aku tidak ingin membu nuh orang Mas!"Protes Maryam lagi,yang semakin panik.


"Sayang tenang,ini bukan untuk membu nuh orang,tapi untuk membela diri sendiri,saat ada musuh yang menyerang Kita,Kamu perlu belajar ini!"Alex memegang ke dua bahu Maryam,dan mulai menenangkan sang istri,agar mau belajar menembak.


Alex segera mengatur pis tol yang akan di gunakan Maryam.


"Kita juga perlu melindungi diri sendiri dari musuh!"Ujar Alex,Maryam hanya terdiam membisu memperhatikan sang suami yang sedang mengatur pis tol untuk Nya.


"Mas,itu peluru nya asli enggak?"Tanya Maryam,Alex menaikan alis nya.


"Enggak,ini palsu,jadi aman untuk Kamu gunakan,hanya saja Kamu hanya boleh menembak ke arah itu,bukan ke arah Ku!"Tegas Alex,Dia terpaksa berbohong agar Maryam tidak takut.


"Baik lah !"Sahut Maryam malas.


"Ada apa?mau di tunda?atau Kamu enggak mau belajar menembak?"Alex melihat ke arah Maryam dengan pis tol di tangan nya.


"Bu-Bukan begitu Mas,ia Aku mau belajar menembak!"Jawab Maryam dengan lantang,Alex hanya tersenyum tipis saat melihat semangat istri nya.


Alex segera memberikan pis tol yang telah ia cek kondisi nya,dan Maryam menerima nya dengan tangan gemetar.


"Kamu harus benar-benar menggenggam nya,jangan sampai terjadi kesalahan!"


"Iya Mas!"


Maryam segera berdiri di tempat yang telah di tentukan Alex.Alex membantu memasang headphone di telinga Maryam.


"Angkat tangan Mu,dan arahkan pis tol yang ada di tangan Mu ke arah depan,bidik dengan benar,di dalam pis tol ini terdapat ti -ga peluru.Kamu punya kesempatan untuk menembak selama ti-ga kali juga,usahakan tepat sasaran !"


"Berikan Aku contoh!"Rengek Maryam,dengan pis tol yang sudah ada di tangan nya.


Alex mengangguk ia segera mengambil pis tol lain yang ada di atas meja,lalu mengarahkan nya ke depan,sambil melihat ke arah Maryam.


"Perhatikan caranya!"Tegas Alex,Maryam mengangguk.


Dor..Dor..Dor..

__ADS_1


Tembakan Alex tidak ada yang meleset,semua nya tepat sasaran,yang lebih hebat,Alex dapat menembak dalam satu bidikan masuk dalam lobang yang sama.


Maryam membulatkan matanya saat melihat Alex menembak tepat di depan matanya sendiri.


"Sekarang giliran Kamu!"


Maryam kembali ragu,ragu bukan tidak tepat sasaran.Namun,ia ragu untuk menggunakan benda yang ada di tangan nya.


"Yakin saja kalau Kamu bisa,fokus ke papan yang ada di depan Kamu,bayangkan kalau papan itu adalah musuh Mu,yang harus Kamu bu nuh demi menyelamatkan orang yang Kamu sayang!"


Maryam mengangguk nya,Maryam segera mengarahkan kembali sen jata yang ada di tangan nya ke arah depan.


Maryam memejamkan mata nya.


Dor..


Satu peluru keluar dari sarang nya,terlihat sedikit meleset dari papan yang sudah di sediakan Alex untuk Maryam.


Dor..


Peluru itu kembali meleset,kini Maryam merasakan tegangan yang cukup kuat dari hasil tembakan ke dua peluru nya.


"Pelan-pelan saja,tidak perlu terburu-buru,pastikan kalau Kamu bisa dan mampu!"Alex berdiri di belakang Maryam,dan melihat sang istri yang sedang membidik.


Dor..


Peluru ke ti-ga tidak meleset,hanya saja pertahanan tubuh Maryam tumbang,tunggu saja Alex segera menangkap tubuh istri nya yang hampir terjatuh.


"Tidak apa-apa,Kita bisa mencoba untuk belajar besok lagi,sekarang waktu nya untuk menyusul Albert!"


"Iya Mas!"Maryam merasakan lututnya sedikit gemetar,ia tidak dapat berdiri dengan teratur.


"Kamu enggak apa-apa?"Alex memegang bahu istrinya.


"Lu-lutut Ku gemetar Mas,Aku tidak bisa berdiri dengan benar!" Sahut Maryam yang mencoba memijit lutut nya.


"Aku bantu"Alex segera mengendong sang istri,membuat Maryam terkejut.


"Mas,apa yang Kamu lakukan,ayo turun kan Aku!"Rengek Maryam.


"Sudah,diam!Aku akan membawa Mu keluar dari tempat ini!"


Maryam mengangguk nya,Alex bergegas keluar dari lapangan belajar menembak.


Sampai di depan mushola,Alex menurunkan Maryam kembali.

__ADS_1


"Apa sudah membaik?"


"Sudah Mas,biarkan Aku jalan sendiri !"


"Eeem!"


Alex membiarkan Maryam jalan sendiri.Namun,Alex tidak melepaskan tangan Maryam yang ia genggam.


"Dimana Pak Kim dan Albert?"


"Mereka ada di lapangan belakang rumah !"Jawab pengawal yang berjaga di depan rumah.


Alex segera membawa sang istri bersama nya menuju lapangan yang ada di belakang rumah.


Dua puluh menit berlalu,Mereka sampai di gerbang lapangan.Meskipun lapangan tidak besar dan tidak luas.Namun,sangat cocok di gunakan untuk berkuda.


"Papa..."Teriak Albert,saat melihat Alex,Albert yang sedang menunggangi kuda bersama dengan Pak Kim.


Suara derap kuda yang berlari melintasi setiap jalur yang ada di lapangan tersebut.Membuat Maryam terkesima dan ingin mencoba nya.


"Mas,mau mencoba Nya!"Pinta Maryam.


"Tidak boleh,Kamu sedang hamil!"Alex melarang Maryam karena kondisi Maryam yang sedang hamil.Alex tidak ingin sesuatu terjadi dengan Istri dan Calon anak nya.


"Tapi Aku pengen Mas,Ayolah Mas!"Rengek Maryam,mengalungkan lengan Alex.


"Tidak,sekali tidak tetap tidak!"Tegas Alex dengan nada tinggi membuat Maryam terkesiap,dan melepas tangan nya yang sedari tadi mengalungkan lengan Alex.


"Sayang maaf!"Ucap Alex memegang bahu Maryam.


"Bukan tidak boleh,hanya saja kondisi Mu saat ini,Aku takut sesuatu terjadi!"Sambung Alex lagi,menarik Maryam dalam pelukan nya.


Tap..Tap..Tap..


Albert berlari ke arah Alex dan Maryam.


"Bunda mau coba?"Seru Albert,Maryam segera mengangguk nya,tapi Maryam juga melirik ke arah Alex yang sedang menatap nya dengan tatapan peringatan yang tidak bisa di bantah.


"Minta Papa untuk membawa Bunda keliling lapangan,Papa paling jago berkuda!"Ujar Albert.


"Eeemm"Alex melirik ke arah Albert.Dan juga Maryam yang berdiri di depan nya.


"Ya..Ya!"Ucap Alex sambil mangut-mangut,dan menyerah ke pada ke dua orang yang berdiri di depan nya.


"Aku akan membawa Kalian bersama !"Cetus Alex.

__ADS_1


"No..No!Aku sudah capek,bawa Bunda saja!"Albert segera berlalu dari hadapan Alex dan Maryam,sembari mengibas-ngibas tangan nya.


__ADS_2