Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 28


__ADS_3

Dua hari telah berlalu.Geisha telah kembali ke asrama nya.Hari ini adalah pelatihan menembak dan juga ilmu bela diri melawan serangan dadakan dari musuh.


Setelah melakukan ke dua nya Ge terlihat begitu lelah,dan ia berteduh tepatnya di bawah pohon besar yang ada di lapangan menembak.


"Nih!"Albert datang memberikan satu botol minuman kepada Ge.Namun,Ge tidak langsung menerima nya.


"Ambil"Ketus Albert sekali lagi,Ge langsung mengambil nya.


"Makasih!"


"Tidak perlu!"Jawab Albert songong.


"Siapa nama ibu mu?"Tanya Albert tiba -tiba tanpa basa basi.Pertanyaan itu justru membuat Ge membulatkan mata nya.


"Untuk apa Master menanyakan nama ibu Ku?"


"Aku hanya ingin tau saja,karena Aku melihat sikap mu yang begitu nakal!"Cibir Albert.


"Umi Ku adalah wanita yang baik dan Solehah,kenakalan Ku tidak ada hubungan nya dengan Umi Ku,jadi Anda jangan sesekali menyalahkan Umi Ku!"Ketus Ge yang kesal.


"Tinggal beri tahu saja siapa nama ibu dan ayah mu!"Tegas Albert lagi.Namun,Ge menggelengkan kepala nya.


"Jika Kamu tidak mau memberitahu nya Aku akan mengirim mu kembali ke Indonesia!"Ancam Albert.


"Umi Maryam dan Guru Alex Xander,puas!"Ketus Ge,lalu pergi meninggalkan pria itu di bawah pohon.


Mendengar jawaban Ge,membuat Albert terdiam,meskipun di dunia ini ada banyak kesamaan nama.Namun,tidak mungkin secara kebetulan pasangan ini memiliki nama dengan orang yang begitu dekat dengan nya.


Albert menatap punggung Ge yang sudah pergi meninggalkan nya.Albert bukan Pria yang cengeng,tapi nama itu bisa membuat ia merasakan rindu yang begitu mendalam.


Tiga puluh menit telah berlalu waktu istirahat.Ge yang kembali berlatih pun terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.Albert terus saja memandangi Ge.Namun,wajah Ge selalu menganggu ingatan nya.


"Latihan hari ini,cukup disini dulu"


Mendengar penuturan Master King,semua orang terkejut,karena pelatihan selesai lebih cepat dari sebelumnya.


"Kamu,nanti malam temui Aku di asrama Ku!"Titah Albert lalu pergi meninggalkan tempat itu.Tanpa memberitahukan Ge apa alasan nya menyuruh Ge untuk datang,Pria itu langsung pergi meninggalkan mereka semua.


Semua orang saat ini memandang ke arah Ge,ada yang mencibir dan mengolok-olok nya,karena berani merayu pelatih.


"Asrama Master ada di lantai tiga gedung asrama Kita,kamar 056!"Ujar Seseorang yang berjalan ke arah Ge,


"Ketua Juan,terimakasih !"Ucap Ge,sembari mengembang senyuman.


* * *


Tiba di asrama,Albert begitu selesai mandi,ia segera mengeluarkan laptop milik nya.Lalu membuka semua link yang sudah ia simpan dan juga website nya .


Albert kembali melacak identitas milik Ge,karena ia tidak dapat menemukan identitas Alex sebelum nya.

__ADS_1


Sebelum tampilan layar laptop nya berubah,terlebih dulu Albert merasa gugup dan juga takut dengan kenyataan yang ada di depan nya.


Tap!


Albert menekan layar enter,dan semua informasi mengenai keluarga Geisha terlihat begitu jelas di layar laptop Albert.


"Papa"Gumam Albert saat melihat foto Alex yang ada disana.Penampilan Alex yang sudah banyak berubah.Membuat Albert tersenyum bahagia.Namun,air mata nya tetap saja menetes karena rasa bahagia nya yang terlalu lama ia pendam rindu.


Tok..Tok..Tok..


Suara ketukan dari luar membuat Albert terkejut.Dan segera mematikan laptop nya.Albert berjalan ke arah pintu kamar.Sementara,Ge dari luar masih dengan setia menunggu pemilik kamar membuka pintu nya.


Tok..Tok..Tok..


Ceklek !


"Eh"Ge segera menarik tangan nya kembali saat pintu sudah terbuka.


"Master menyuruh Saya kemari ?apa hal yang penting?"Tanya Ge.


"Masuklah!"


"Enggak!"


Ge menolak untuk masuk ke dalam kamar pria yang bukan mahram nya.


"Serah lu dah!bacot!"Ge segera masuk ke dalam kamar Albert.Pria itu mengerutkan dahi nya,saat tidak mengerti dengan ucapan terakhir Ge.


"Ada apa?"Tanya Ge,saat mereka sudah di dalam kamar.


"Tidak Aku hanya ingin Kau membantu Ku!"Ungkap Albert membawakan satu keranjang baju,dan meletakkan itu di depan Ge.


"Apaan ini?"Ge menatap pria itu dengan tajam .


"Bantu Aku bereskan baju ini,kebetulan tukang setrika lagi libur,jadi Aku ingin Kamu menyetrika ini untuk Ku!"


"Aku keberatan!"Teriak Ge.


"Keberatan Kamu di tolak!"Tegas Albert sembari berkacak pinggang.


"Tidak bisa begitu dong master,ini bukan tugas Saya!"Ujar Ge yang kesal.


"Kamu seorang perempuan,atau mungkin Kamu tidak bisa menyetrika baju?"Albert menyempitkan mata nya,melihat ke arah Ge.


"Nyusahin bangat sih!"Ketus Ge,yang mengangkat keranjang baju tersebut ke arah meja setrika.


"Setrika yang rapi,nanti Aku kasih bonus!"


"Enggak butuh!"Tegas Ge,yang melanjutkan pekerjaan nya.

__ADS_1


"Kamu sudah makan?"


"Mana sempat makan,buru-buru kesini!"Jawab Ge dengan nada kesal.


"Mau makan apa?"


"Terserah,apa saja,yang penting enak,dan halal!"Imbuh Ge,tanpa menoleh ke arah Albert.


"Oke!"Albert menekan layar ponsel nya,ia memesan makanan via online.Lalu pandangan Albert tertuju ke arah gadis yang sedang menyetrika baju nya.


Albert tersenyum mengetahui Ge adalah adik nya,meskipun tidak sedarah.Namun,Albert sangat sayang pada adik-adik nya itu.Apalagi kalau Albert tahu,ia punya dua adik laki-laki lain nya.


Beberapa menit berlalu. . .


Ge telah menyelesaikan pekerjaan nya.Dia segera menyusun baju Albert di dalam lemari.Disaat Ge membuka lemari baju Albert,Ge melihat banyak nya medali dan juga tropi yang di dapatkan dari hasil kerja keras dia.


Tok..Tok..Tok..


Albert segera membuka pintu,saat mendengar suara ketukan.Tak lama Albert kembali ke meja kecil yang ada didalam kamar itu.


"Makan dulu!"


"Eeem,bentar !"Sahut Ge,yang menyimpan keranjang baju.


"Aaagrhhh"


"Hati-hati "Teriak Albert yang terkejut mendengar suara teriakan Ge.Namun,ia tidak sempat menolong wanita itu.


Bugh!


Ge terpeleset dan terjatuh tepat di depan Albert.


"Aduh,sial banget sih!"Gumam Ge.


"Sini Ku bantu "Ujar Albert mengulurkan tangan nya.


"Awww"Pekik Ge,saat ia menggerakkan kaki nya yang sakit.


"Apa yang terjadi?"Albert berjongkok di depan Ge,


"Seperti nya kaki Ku terkilir!"


"Sini Ku bantu"


Albert mengangkat tubuh Ge,dan meletakkan wanita itu di tepi ranjang nya.Albert memeriksa kaki Ge yang sakit.


"Apa masih sakit?"


Ge mengangguk nya,Albert segera mengoles minyak lalu memijit pelan pergelangan kaki Ge,sampai wanita itu merasa lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2