Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Salah tingkah


__ADS_3

Maryam mengejar nya sampai ke mobil,Alex sudah masuk ke dalam mobil,ia menurunkan kaca mobil,lalu melihat Maryam,yang berdiri tidak jauh dari nya.


"Saya pergi ke menara sebentar,tidak perlu risau,semua akan baik-baik saja,ingat harus lebih banyak-banyak istirahat,karena hari pernikahan tinggal ti-ga hari lagi !"


Ucap Alex dengan begitu lembut,seakan -akan Maryam sedang di ingatkan oleh seorang suami.


Tapi selalu saja tiap berbicara Alex tidak menunjukan ekspresi apa-apa,selain wajah nya yang dingin ucapan nya juga datar.


Maryam mengangguk pelan,lalu Alex menaikan kembali kaca mobil nya,sehingga Maryam tidak dapat melihat lagi Alex yang sedang berada di dalam mobil.


Namun,sebalik nya malah Alex yang terus melihat Maryam,karena dari dalam mobil terlihat begitu jelas .


Maryam terpaku di tempat nya berdiri,menatap kepergian mobil Alex meninggalkan halaman rumah utama.


"Cuma sebentar ?"


Gumam Maryam.


"Maryam apa yang sedang Kamu pikirkan,jauhkan pikiran yang seperti itu!"


Lanjut Maryam lagi,lalu menggerakkan kaki nya menuju pintu utama,Maryam berniat untuk beristirahat.


"Jika Asisten Ayin pulang,bangun kan Saya!"


Ucap Maryam sambil tertunduk,sehingga membuat beberapa pelayan disitu terlihat kagum kepada Maryam.


Maryam adalah sosok wanita yang lembut dan juga baik.Sehingga mampu melunakkan keras nya hati seorang Pria seperti Alex.


Awal nya Maryam sangat takut berhadapan dengan Pria yang menyebalkan seperti Alex,tapi lambat laun,semakin sering mereka berbicara semakin besar pula rasa keinginan Alex untuk lebih mengenal Maryam.


Maryam berbaring sebentar di ranjang king size,yang di sediakan Alex untuk Maryam.


Maryam menatap langit-langit kamar dengan interior yang begitu megah.Dia kagum dengan ruangan yang sekarang ia tempati sebagai tempat tinggal nya,Maryam memejamkan mata nya sebentar hanya untuk menghilangkan rasa lelah namun ia malah ketiduran.


Di Menara!


Ayin yang lebih dulu sampai di menara telah memeriksa semua cctv di menara.


Ayin mengetahui memang benar Revan yang tekan membantu membebaskan Devano,beberapa saat kemudian Ayin di menara, Alex juga tiba ke tempat yang sama dengan Ayin.


"Tuan Alex..!"


"Tuan Alex!"


Semua bawahan dan pengawal pribadi di menara terlihat mereka yang sedang menyambut kedatangan Alex,Mereka semua menundukkan kepala nya saat Alex berjalan masuk ke dalam menara.


"Ayin !"


Teriak Alex dengan keras,

__ADS_1


Tap...tap...tap...tap...


Beberapa pengawal berkumpul di depan Alex semua nya,termasuk Jerry law ketua pengawal.


Tap ..tap...


Ayin datang menghadap Alex,ia menundukkan kepalanya.


"Saya disini Tuan,apa ada yang bisa saya bantu?"


Tanya Ayin yang sudah berdiri di depan Alex.


"Kamu kembali ke rumah utama,tugas dan pekerjaan disini,aku dan Caston yang akan membereskan nya!"


Titah Alex,masih dengan raut wajah yang datar.


"Baik Tuan,Saya permisi!"


Alex mengangguk nya,Ayin segera berjalan ke arah pintu.


"Caston,kirim beberapa pengawal ke perbatasan,karena Aku yakin mereka belum pergi dari tempat itu,karena banyak bawahan Kita disana!"


Ujar Alex.


"Tuan Saya telah mengetahui itu barusan,memang benar Revan dan Devano berencana kembali ke markas Mereka, tapi mereka berhenti di sekitaran perbatasan,untuk melihat keadaan"


Jelas Caston,


Tegas Alex dengan raut wajah yang suram,lalu berbalik naik ke atas.


"Tuan tunggu!"


Jerry law berteriak,saat ia mendapati pesan dari bawahan di perbatasan.


Alex menoleh tanpa bersuara,hanya raut wajahnya saja yang nampak terbaca oleh semua orang,kalau saat ini Alex tidak mau mendengar sesuatu yang kurang memu askan.


Saat melihat raut wajah Alex,Jerry law terdiam ia tidak berani berbicara.


Melihat Jerry law yang terdiam,Alex segera turun kembali,lalu berjalan ke arah Pria itu.Jerry law gemetar,bahkan berdiri nya tidak tenang,ia gugup.


"Katakan !"


Ucap Alex satu kata,mampu membuat seluruh pengawal itu gemetar.


"Tu..Tuan!mereka mengabari kalau Revan dan Devano berhasil lolos!"


Tutur Jerry law dengan kepala menunduk.


Duaaacckkkk!

__ADS_1


Bugh!


Semua kepala mendongak melihat kearah sumber suara,atasan Mereka terbanting begitu jauh dengan satu tendangan yang di berikan oleh Alex.


Pria bertubuh kekar dan berotot itu,sudah mengatakan tidak akan mendengar kekalahan.Seluruh pengawal terlihat begitu takut dan gemetar.


Jerry law tidak berani bersuara,atau mendesis kesakitan di depan Alex karena ia tahu,Alex tidak akan senang dengan orang yang lemah,apalagi sering mengeluh.


Alex berbalik tanpa berbicara lagi,raut wajahnya sudah bisa di tebak kalau Alex kecewa dengan kinerja kerja para pengawal nya di perbatasan.


"Tuan Jerry..."


Beberapa pengawal berhamburan membantu Jerry yang tersungkur di lantai.


Mereka membuka kemeja Jerry,ada bekas tendangan Alex disana yang langsung membiru.


"Saya tidak apa-apa!"


Ujar Jerry menahan rasa sakit.


Pengawal tersebut membantu Jerry untuk berdiri,lalu mengantar nya ke ruangan pengobatan.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Alex masuk ke dalam kamar nya,lalu melihat seisi kamar masih sama saat ia sendiri,bahkan berdua dengan Maryam beberapa hari yang lalu.Namun, tidak merubah kamar itu akan terlihat lebih menarik tetap saja sepi di matanya.


Alex berjalan ke kamar mandi,membersihkan dirinya,lalu berdiri di depan cermin yang ada di kamar mandi.


Bayangan Maryam terlihat di kaca Alex terkejut,lalu menyentuh cermin tersebut dengan tangan nya yang basah.


"Dia begitu lembut saat telah di jinak kan,apa pantas menikah dengan pria seperti Ku,jika tidak membunuh pasti menyiksa orang!"


Gumam Alex,masih melihat bayangan Maryam yang muncul di cermin kamar mandi.


Alex kembali ke luar dari kamar mandi,membuka lemari kecil yang beberapa hari lalu di gunakan oleh Maryam.


Dugh!


Sebuah buku usang terjatuh,dan menarik perhatian Alex,Pria ini segera berjongkok untuk mengambil nya.


"Apa ini ?"


Gumam Alex saat melihat buku tersebut,lalu ia membuka nya,lembaran demi lembaran ia melihat nya,sampai di lembaran terakhir di bagian dalam sampul buku,Alex tercengang,ia mencengkram kuat buku tersebut.


Yang di pegang Alex adalah buku novel cinta tentang hijrah nya seorang perempuan dan laki-laki,namun melihat halaman terakhir sampul buku tersebut membuat Alex marah dan juga emosi.


Buku yang terlihat lusuh dan juga usang tersebut,di genggam nya Alex dengan kuat,terlihat buku tersebut sudah lama di gunakan oleh sang pemilik dan pembaca.


LOVE

__ADS_1


Revan ♥️Maryam


Di belakang sampul buku tertulis nama seseorang Pria yang memberikan buku tersebut kepada Maryam,terlihat Alex begitu marah dan emosi,meskipun Pria itu adalah masa lalu Maryam.Namun,tetap membuat Alex begitu tidak menerima nya saat Maryam masih menyimpan novel tersebut.


__ADS_2