Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Ruangan Makan


__ADS_3

Di meja makan semua hidangan untuk sarapan telah di siapkan,semenjak ada Maryam semua menu di pilihkan sesuai yang di sarankan oleh Maryam,dan Alex sudah mulai terbiasa.


"Sayang mau yang mana?"Maryam berdiri di sebelah Albert,ia ingin melayani Albert dulu,setelah itu baru Alex.


"Bunda,sup salmon saja,Aku enggak suka yang lain!"Albert menunjuk ke arah mangkuk sup.


"Pak Kim,bawakan satu mangkuk sup hangat yang lain untuk Albert!"


"Baik Nya!"


Maryam segera memberikan susu hangat untuk Albert,serta segelas air mineral untuk Anak itu.


"Kenapa Aku harus menunggu begitu lama?"Ucap Alex yang merasa cemburu di abaikan sang istri.


"Sebentar Mas!"Maryam memberikan sup yang di bawakan Pak Kim untuk Albert.Setelah itu,bawa melayani sang suami.


"Jerry,sarapan lah bersama Kami,jangan sungkan-sungkan!"Alex menunjuk ke arah tempat duduk,saat melihat Jerry yang masih berdiri.


"Terimakasih Tuan !"Jerry menundukkan kepala nya,sebelum menarik kursi untuk duduk.


"Papa sama Anak sendiri cemburu "Protes Albert yang sedang mengaduk sup milik nya.


Alex menaikan alis nya.


"Saat makan enggak boleh berbicara!"Tegas Alex,Albert kembali diam,Maryam hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


Jam 08:30 Pagi..


Maryam segera mengajak Albert ke kamar untuk membawa nya mandi,karena hari ini Maryam berniat mengajak Albert untuk berbelanja di mall.


Sementara Alex dan Jerry berjalan ke arah ruangan kerja Alex yang berada di lantai dua,tepat nya di sebelah kamar Alex.


Ruangan Kerja Alex. . .


"Ada yang ingin Kamu bahas?"Alex menoleh ke arah Jerry yang masih berdiri di ambang pintu.Sementara Alex sudah berjalan ke arah meja kerja nya.


"Begini Tuan,jadwal pertemuan antara Nyonya dan Nona Charlotte telah di sepakati,jadi Mereka telah mengirim undangan untuk Kita pagi ini!"Ujar Jerry memperlihat kan layar iPad nya kepada Alex yang duduk di kursi kerja.


"Kenapa harus pada pertemuan pemilihan ketua umum keluarga Cristopan?"Alex menatap Jerry dengan penuh tanda tanya.


"Karena menurut Mereka hari itu yang pas untuk bertemu dengan Nyonya,karena acara digelarkan di NY.Jadi,memudahkan untuk Nyonya datang ke acara tersebut!"


Alex masih memikirkan sesuatu,ia belum menanggapi pernyataan Jerry.


"Acara keluarga Cristopan?"Alex kembali melihat ke arah Jerry.

__ADS_1


"Tuan apa ada yang salah dengan undangan tersebut?"Jerry terlihat gugup,ia takut kalau dirinya telah melewati sesuatu yang mungkin akan membuat Alex marah kepada Nya.


"Periksa tamu undangan yang akan hadir pada acara tersebut!"Tegas Alex,dengan tatapan datar nya.


"Baik Tuan,segera!"Jerry segera mengambil iPad di atas meja Alex,lalu mulai memeriksa tamu undangan yang akan hadir pada acara tersebut.


Alex masih tetap memikirkan sesuatu,ada yang janggal di pikiran nya.Tapi,sulit untuk ia percaya,Alex hanya bisa sebatas menerka saja,sebelum ia mendengar jadwal dari Jerry.


"Tuan,Tuan Peter ikut hadir pada pertemuan itu!"Jerry memperlihatkan tamu undangan yang akan hadir pada acara keluarga Cristopan.


"Seperti dugaan Ku!"Alex melihat ke arah Jerry yang gemetar.


"Aku sudah menduga nya,karena semenjak ia kembali,Peter belum terlihat sama sekali,Aku yakin Dia sudah mempersiapkan dirinya pada pertemuan ini!"Tegas Alex.Lalu berdiri dari tempat duduk nya.


"Jadi,apa rencana Tuan berikutnya"


"Tidak ada!"Jawab Alex singkat,Jerry terlihat bingung,menatap punggung Alex yang berdiri di jendela kaca ruangan nya.


"Apa Kamu punya rencana?"Alex kembali bertanya kepada Jerry.


Deg..


Jerry jelas gugup,Alex bukan tidak punya rencana,hanya saja Dia ingin mengetahui,apa rencana bawahan nya untuk melindungi Bos Mereka.


"Katakan !"Kini Alex berbalik,dan berjalan menghampiri Jerry.


"Pada malam pertemuan itu tiba,Anda dan Nyonya pasti di pisahkan,karena ke dua nya memiliki undangan yang berbeda.Oleh sebab itu,biarkan Aku dan Caston yang berasa di samping Nyonya.Sementara,Ayin dan Cristian mendampingi Anda!"Imbuh Jerry.


"Cristian?"Alex menaikan satu alis nya.


"Iya Cristian,ia bersedia bergabung dan membantu Anda,dengan syarat,Kita memberi kebebasan untuk Devano!"


Mendengar pernyataan Jerry,Alex mengerutkan dahi nya.


"Devano?"


Jerry mengangguk nya.


"Aku bisa membebaskan Devano,tapi Aku punya tugas lain kepada Mu!"Alex memicingkan mata nya,sembari tersenyum licik ke arah Jerry.


"Tugas lain?apa bisa Tuan katakan sekarang,biar Kami bisa mempersiapkan diri!"


"Acara pertemuan itu akan di adakan pada malam Senin.Satu hari sebelum kebebasan Devano,Kamu harus membawa nya ke klinik Xander!"Pungkas Alex.


"Klinik Xander?"Jerry melihat Alex yang mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


"Apa Tuan ingin Saya melakukan penanaman card di tubuh Devano?"


"Benar,Aku ingin tetap memantau nya dari jauh,Aku tidak ingin Dia melakukan kejahatan yang akan merugikan Kita.Apalagi Dia bergabung dengan keluarga Guntur"


"Tuan,siapapun yang tertangkap oleh Kita bukan kah,tidak akan bisa bergabung dengan Guntur lagi?sekarang pemimpin Nya Peter,bukan Tuan Guntur!"Jerry memperlihatkan raut wajah nya yang bingung.


"Peter lebih licik dari Tuan Guntur!Dia pasti akan memanfaatkan Devano untuk mendapatkan lokasi persembunyian Kita,jika Dia bisa melacak tempat itu,bukankah rumah utama ini dalam bahaya?"


Jerry mengangguk nya "Baik Tuan,Saya mengerti,kalau begitu,Saya akan melakukan sesuai perintah Anda!"


"Jangan biarkan Cristian mengetahui rencana ini,Aku punya rencana cadangan untuk acara pertemuan itu,tapi hanya Aku dan Kamu yang tau,Aku tidak ingin yang lain tau,apalagi Cristian!"Tegas Alex,menunjuk ke arah Jerry.


"Saya mengerti Tuan!"Jerry mengangguk nya.


"Kalau begitu,Kamu kembali ke Xander,hari ini Aku mengambil cuti!"


"Baik Tuan,Saya permisi!"


"Eeem!"


Jerry segera pergi meninggalkan ruangan tesebut.


Alex membuka laptop yang ada di atas meja,lalu mengirim email kepada Kolega yang yang ada di LA.


Alex teringat keluarga Dante lebih hebat dari keluarga Cristopan,dan Alex akan meminta Dante untuk membantu nya menangani keluarga Cristopan.Agar Charlotte berhenti mengejar Alex.


Tok..Tok..Tok..


Alex menutup kembali laptop nya,saat mendengar suara ketukan pintu.


"Siapa?"


"Pah,ini Aku Albert,keluarlah!"Teriak Albert dengan keras.


Alex segera berjalan ke arah pintu,


Ceklek !


"Ada apa ?kenapa berteriak?"Alex melihat Albert yang belum memakai baju nya,Anak itu masih menggunakan boxer nya.


"Bunda,Bunda merintih!"Teriak Albert .


"Katakan dengan jelas,jangan berteriak!"


"Bun-Bunda,perut Nya sakit,Ak-Aku tidak tahu kenapa perut nya sakit!"Albert kembali berteriak karena Dia panik,meskipun Alex berjongkok di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2