
Satu Minggu telah berlalu. . .
Sesuai dengan keinginan El,ia meminta waktu kepada Maryam dan Alex.Meskipum tinggal di hotel yang sama dengan Alex dan Maryam,El jarang datang untuk melihat Maryam di kamar nya,karena El tahu terakhir kali mereka bertemu Alex sangat kecewa kepada dirinya.
Satu Minggu di Mesir,tentu saja Maryam memanfaatkan kesempatan ini untuk berjalan-jalan di Mesir,Mesir adalah impian nya dulu,ia bisa datang ke Mesir bersama dengan suami tercinta adalah suatu keberuntungan bagi Maryam.
"Sayang,kamu senang?"Alex melirik ke arah Maryam yang saat ini sedang berada di mesjid Al-Azhar.
"Eeemm,Aku senang mas.Terimakasih sudah memberi kesempatan itu untuk aku,kesempatan untuk datang ke tempat ini,dan berada di sini,bersama dengan orang yang sangat ku cintai!"Maryam menggenggam tangan suami nya.Alex tersenyum,Alex mengecup punggung tangan Maryam.
"Mas,malu di liat orang!"Maryam berusaha menarik kembali tangan nya,tapi Alex malah mengunci tangan Maryam di bawah ketiak nya,membuat Maryam menyerah,dan kini malah menyenderkan kepala nya di bahu sang suami.
"Mas,apa kamu marah sama El?"Maryam melirik ke arah Alex,yang sibuk menatap langit cerah di siang itu.
"Mas"Panggil Maryam lagi,saat sang suami mengabaikan ucapan nya.
"Kenapa aku harus marah?bukan kah yang jalani kehidupan setelah menikah itu adalah El?siapapun pilihan nya asal seiman dan seagama,aku tidak akan menolak nya,kaya miskin bukan penghalang nya.Yang menafkahi keluarga anak kita dia seorang laki-laki,istri nya berasal dari kasta rendah itu tidak masalah,asal dia memiliki sifat yang baik,bagi ku sudah cukup.Aku tidak pernah menilai menantu dari kekayaan nya.Asal dia seiman dan seagama Aku tidak akan menolak nya,El sudah besar ia tau mana yang terbaik untuk nya!"Pungkas Alex,Maryam hanya terdiam sembari mencerna ucapan sang suami.
"Ayo kembali ke hotel,karena malam ini Abizar mengajak kita untuk bertemu!"
"Bertemu?"Maryam mengulangi perkataan itu.
"Ia,dia mengajak kita untuk bertemu,ada yang ingin ia bahas dengan kita,tapi aku tidak tau apa masalah nya!"
__ADS_1
"Semoga saja,tidak ada masalah lain lagi,sudah cukup masalah yang selama ini mas.Mas,kamu harus bisa bersikap tegas di depan mereka,katakan dengan jelas apa yang menjadi keinginan El,jangan beri harapan kepada keluarga mereka,agar kita tidak di musuhi oleh mereka!"
"Sayang,aku tau apa yang harus ku lakukan,aku tidak mengorbankan perasaan anak ku demi orang lain,kamu tidak perlu takut,aku dapat mengatasi itu semua!"Alex berusaha menenangkan Maryam yang over thinking terhadap masalah yang mereka hadapi satu Minggu yang lalu.
Tiba di hotel. . .
El sudah menunggu Alex dan Maryam di depan kamar mereka begitu lama.
"El,sedang apa disini?"Seru Maryam, menghampiri sang anak.Alex hanya melihat sekilas ke arah El,membuat El merasa bersalah,El tentu saja berpikir kalau Alex masih marah kepada nya.
Alex segera membuka pintu kamar,Maryam mengajak sang anak untuk masuk ke dalam.Ini pertama kali untuk El datang berkunjung ke kamar Alex dan Maryam padahal tinggal di hotel yang sama.
"Kedatangan El kesini,El ingin berdiskusi dengan papa sama Umi,El ingin bertanya,apa yang Papa inginkan dari El?"Mendengar pertanyaan El,Alex yang tadi nya ingin mandi,sekarang mengurungkan niat nya,ia meletakkan kembali handuk di tempat jemuran,lalu berbalik menghampiri El yang duduk di tepi ranjang.
"Berdiskusi?kamu ingin berdiskusi apa dengan Papa?katakan ?aku akan mendengarkan nya!"Tegas Alex,El mendongakkan kepala nya.
"Restu Umi dan Papa paling penting untuk El,oleh sebab itu,El ingin bertanya kepada Papa sama Umi?apakah Umi dan Papa setuju jika El meminang wanita pilihan El?"El segera bangkit dari duduk nya dan kini menatap wajah Alex dengan intens.
"Kalau Papa tidak setuju,apa yang ingin kamu lakukan?"Alex menatap El dengan tajam,El menundukkan pandangan nya.
"El menerima dengan ikhlas pilihan Papa dan Umi,El akan menerima nya dengan tulus,sebagaimana Umi dan Papa menerima dia sebagai calon istri El!"
"Mas"Maryam mere-mas lengan Alex,Maryam sangat menyayangi El,Maryam tidak ingin El berkorban sekali lagi demi kebahagian mereka,cukup sekali ia berkorban untuk Al.
__ADS_1
"Papa bangga padamu El,kamu tidak egois,kamu lebih memikirkan perasaan orang lain,dari pada perasaan mu sendiri!"Ujar Alex yang tersenyum.
"Siapapun wanita yang kamu pilih untuk calon istri mu,Papa yakin dia adalah wanita yang baik,Umi dan Papa menyetujui pilihan mu,ajak lah dia untuk bertemu dengan Papa dan Umi nanti malam,sekalian Papa akan bertemu dengan keluarga Abizar juga!"Pungkas Alex,mendengar perkataan Alex,El segera tersenyum smirk,saat Alex memberi restu kepada nya.
"Pah,terimakasih !"El memeluk Alex dengan erat,Maryam ikut bahagia melihat suami dan anaknya yang kembali akur,karena Maryam tidak bisa melihat ke dua orang itu yang berdiam diri untuk saling mengabaikan itu membuat Maryam sedih.
"Umi,terimakasih!"Ucap El,yang kini juga memeluk Maryam,dengan lembut Maryam mengelus punggung anaknya.
"Kalau begitu,El akan kembali ke kamar,dan sampai bertemu nanti"Alex hanya mengangguk sembari tersenyum,El segera pergi meninggalkan kamar itu.
Blam!
Pintu kamar kembali tertutup.Alex segera memeluk sang istri yang masih menatap pintu kamar.
"El sudah pergi,jadi apa hadiah yang kamu berikan untuk ku,setelah merestui hubungan El dengan wanita pujaan hatinya!"Goda Alex,yang tengah memeluk Maryam dari belakang,ia meletakkan dagu nya di bahu sang istri,sesekali mengecup nya dengan mesra.
"Dasar pak mafia tidak mau rugi sedikit pun"Ketus Maryam yang terkekeh."Aku hanya bisa menghangatkan ranjang Anda Tuan,apa lagi yang bisa ku lakukan!"Sambung Maryam yang menggoda Alex,melihat senyuman dari netra Maryam,Alex segera mengendong sang istri ke kamar mandi.
"Mas,turunkan Aku,Aku tidak ingin mandi bersama mu!"Teriak Maryam dari arah kamar mandi.Namun,yang terdengar hanya tawa Alex saja,ia tidak akan membiarkan Maryam lolos dari genggaman tangan nya begitu saja.
"Temani Aku mandi,jika berani kabur Aku akan menghukum mu lebih berat di atas ranjang,dan yakin lah,nanti malam kamu tidak akan bisa jalan dengan benar!"Goda Alex dengan kedipan di mata kanan nya.
"Mas..."Rengek Maryam yang malu,ia segera memalingkan wajah nya dari hadapan sang suami.
__ADS_1