Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Misteri pengkhianat


__ADS_3

Tiba di dalam ruangan Alex.Jerry memberikan ipad yang ada di tangan nya kepada Alex.


"Tuan,ini dia,ini nama orang yang sudah membeli mobil dengan nomer plat 621-AWY,seri nya tahun lama,bukan tahun ini.Dan Aku sudah mendapatkan alamat si pembeli!"Ungkap Jerry.


"Pria ini berusia lima puluh tahun,apa mungkin,melakukan hal seperti itu?"Alex mendongakkan kepala nya,menatap ke arah Jerry,ini sedikit meleset dari tebakan Alex.Tapi,Alex tetap percaya pada tebakan sebelum nya.


"Aku juga ragu Tuan.Tapi,tidak salah nya Kita langsung datang kesana untuk menyelidiki nya!"Saran Jerry.Alex yang mangut-mangut tanpa jawaban.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka.


"Tuan,ini berkas yang Anda minta!"


Alex mengambil map yang ada di tangan Caston.


"Caston,siapkan beberapa mobil dengan beberapa orang pengawal !"


"Baik Tuan!"


Caston segera pergi,untuk mempersiapkan yang di perintah oleh Alex.


"Tuan,Caston tidak bertanya,kemana Kita akan pergi,kenapa dia langsung mengiyakan nya ?"Jerry terlihat bingung,Alex hanya menyempitkan matanya saja.


"Dalam sebuah misi,tidak di perbolehkan untuk bertanya,semua yang dikatakan atasan adalah perintah!"Ujar Alex,lalu berdiri dari tempat duduk nya.


Alex keluar dari ruangan nya dengan di ikuti oleh Jerry.


Semua bawahan Alex terlihat tangguh dan pintar.Namun,semua nya ada porsi masing-masing mereka bertiga saling melengkapi satu sama lain.


"Selamat siang Tuan!"


"Selamat siang !"


Semua orang yang lalu lalang di lobi menyapa Alex.Dan kali ini ia menanggapi orang yang menyapa dengan ramah.Sungguh,perubahan yang besar dalam diri Alex.


Jerry saja dibuat tercengang dengan sikap Alex,yang tiba-tiba ramah dengan semua orang.


Caston sudah berdiri di depan mobil dengan pintu terbuka.


Blam!


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil,dan pergi ke alamat yang telah di berikan Jerry kepada Caston.


"Tuan,Aku tidak melihat pergerakan Devano.Apa dia sudah tau,kalau Kita memasang GPS?"Jerry menoleh ke arah Alex.


"Kenapa tiba-tiba Kau membahas Devano?"Alex menaikan alis nya.


"Tanpa sengaja Aku melihat GPS di sini,tapi tidak bergerak sudah tiga hari,Aku tadi berniat mengecek cctv markas!"


"Lokasi terkahir?"


"Rumah sakit kota !"


Caston melirik ke arah Jerry.

__ADS_1


"Kenapa mesti rumah sakit kota?"Caston penasaran,sedangkan selama ini Devano baik-baik saja.


"Singgah di rumah sakit itu,cari tau kamar yang dia tempati!"


"Baik Tuan !"


Caston kembali fokus menyetir,sementara Alex mengangkat panggilan telepon yang dari tadi bergetar.


"Iya"


"Tuan,hari ini Nona muda kembali,dalam keadaan kesal,ia tidak terlihat begitu bahagia!"


"Emm,awasi terus pergerakan dia,jika terjadi sesuatu segera hubungi Aku!"


"Baik Tuan !"


Alex menyimpan kembali ponsel di dalam saku jas nya,saat Caston menghentikan mobil tepat di depan sebuah rumah,dengan gerbang yang lumayan tinggi.


"Tuan,apa mobil pengawal tidak terlalu mencolok?"Jerry menoleh ke belakang mobil,ada beberapa mobil pengawal berbaris di sana.


"Kita turun !"


Mereka segera turun,dan memeriksa rumah yang mereka datangi.


"Maaf Tuan,cari siapa?"Seseorang menyapa dari balik gerbang,itu adalah tukang kebun.


"Tuan Mateo,ada dirumah?"Tanya Jerry.


"Ada,Bapak ada dirumah!"


Tukang kebun itu mengangguk,lalu segera membuka gerbang.


Alex,Caston dan Jerry segera masuk ke dalam.Sementara pengawal menunggu di luar rumah.


"Pak,ada yang mencari Anda!"Pria paruh baya itu menoleh,yang duduk di kursi roda.


Alex dan Jerry terkejut dengan pemandangan di depan mata mereka.


"Ada apa ya?"Pria itu mendorong kursi roda nya,lebih dekat dengan Alex.


Jerry memperhatikan sekeliling rumah itu,tidak ada yang perlu di curiga 'kan.


"Tuan,apa benar Anda pernah membeli mobil dengan plat 621-AWY?"


"Pernah,dan mobil itu sudah saya jual satu Minggu yang lalu,karena semenjak saya sakit tidak ada yang menggunakan mobil itu!"


Jerry melirik Alex,Pria ini memberi isyarat untuk pergi.


"Tuan,Kami boleh tau,siapa yang membeli mobil ini?"Caston masih penasaran,padahal Alex sudah menyuruh nya untuk berhenti.


Mateo terlihat bingung.Namun,disaat dia mau menjawab,Alex sudah duluan berdiri.


"Kami permisi dulu!"Ujar Alex,yang segera pergi meninggalkan tempat itu.


Dengan perasaan yang cukup penasaran,Caston dan Jerry mengikuti Alex dari belakang.

__ADS_1


Tiba di mobil. . .


"Tuan,kenapa Anda menyuruh Saya untuk bertanya?"


"Percuma bertanya,Kalian tidak akan mendapat jawaban apapun,karena yang kalian cari enggak ada disini!"Pungkas Alex,perubahan raut wajah Alex begitu jelas terlihat.


"Apa Tuan,sudah mengetahui sesuatu?"


Alex mengangguk nya.


"Kembali ke klinik,Aku sudah meninggalkan Istri Ku begitu lama!"


Tanpa menjawab,Caston segera melajukan mobil nya ke arah jalan pulang.


"Tuan,apa masih perlu singgah di rumah sakit kota?"


"Iya!"


Beberapa menit berlalu,Caston berbelok ke arah rumah sakit yang di maksud Jerry.


"Tuan,apa Kami perlu ikut?"


"Tidak perlu,berikan informasi ruangan nya kepada Ku!"


Jerry menyerahkan iPad yang di tangan nya kepada Alex.


Dengan langkah yang tergesa-gesa,Alex segera pergi menuju ruangan dimana Devano berada.Tanpa bertemu dengan perawat atau resepsionis.


Ceklek !


Alex membuka pintu,netra nya membulat,tatapan nya kaku.Beserta kaki nya membatu.Pandangan di depan nya bukan lah yang di harapkan Alex.


"Sus,apa yang terjadi dengan pasien ini?"Alex melangkah masuk,ada seorang perawat yang sedang melepas infus dan semua alat yang terpasang di tubuh Pria itu.


"Pasien ini telah meninggal,semua organ di dalam tubuh nya telah di ambil,disaat dia tiba disini,satu Minggu yang lalu,tidak dapat tertolong,sampai sekarang tidak Kamu tidak mengetahui keluarga nya!"Pungkas suster itu.


"Apa Anda mengenali nya?"Sambung Suster itu.Wanita yang diajak bicara oleh Alex,melihat Alex dengan tatapan kagum,dan terpesona.


"Tidak "Alex menggeleng nya.Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


Meskipun Devano pernah memiliki masalah dengan Alex.Tapi,Devano adalah orang yang sama yang berasal dari Indonesia,seperti dirinya.


"Tuan!"Seru Jerry,saat melihat Alex kembali dengan raut wajah yang pucat.


"Dia sudah ma ti!"Ungkap Alex,lalu masuk ke dalam mobil.


Jerry dan Caston terdiam,tidak berani bertanya.Apalagi melihat raut wajah Alex yang tidak biasa.


"Caston,sedikit lebih cepat!"


"Baik Tuan !"


Mobil melaju dengan kencang,seperti yang di ingin 'kan oleh Alex.Di tengah perjalanan tidak ada yang bersuara,hari ini cukup melelahkan,tapi hasil nya mengecewakan.


Hanya Alex yang tahu,siapa pengkhianat yang sebenarnya di kubu mereka.

__ADS_1


Vote+beri hadiah dan jangan lupa tinggalkan like dan coment ya ,😘


__ADS_2