Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2. Eps 2


__ADS_3

Full of Love ♥️


Aisyah dan El berjalan kaki kembali dari pasar,dengan banyak belanjaan di tangan El.


"Aisyah,mau Abang antar?"Goda beberapa orang yang biasa nongkrong di depan gang.


Mereka kenal siapa Aisyah,bunga desa,yang banyak di kagumi oleh semua orang,termasuk El.


Aisyah tidak menjawab,ia segera pergi melewati mereka.El mengikuti nya dari belakang.


"Hei!" Pria ini menarik tangan Aisyah.


"Apa yang Abang lakukan,lepas!"


"Lepas!"Titah El.


Satu orang dari mereka yang menggoda Aisyah adalah anak juragan Kasim,orang paling terkaya di tempat mereka tinggal.


"Bim,lepas!"Titah El,saat melihat Bima menarik tangan Aisyah.


"Bim,Kamu membuat Aisyah takut,cepat lepas!"Begitu lah El,selalu berbicara lembut dan sopan.Meskipun,menghadapi orang - orang yang jahat.


Bugh!


Bima mendorong El,hingga jatuh.


"Kenapa Kamu selalu ikut campur urusan Aku!"Bima menarik kerah baju Koko milik El.


"Bukan begitu,Kita sebaik nya menghargai perempuan,tidak seharusnya menganggu mereka!"Ujar El,


"Menganggu,Aku hanya mengobrol,bukan menganggu!"


Duaackkh !


Duaackkh !


"Tolong berhenti,berhenti Abang,jangan pukul Abang El lagi!"Aisyah mencoba menolong El yang tidak melawan.


Tit...Tit...Tit...


Dari jauh terdengar suara klakson motor,Bima and the geng langsung kabur meninggalkan El dan Aisyah.


"Abang El enggak pa-pa?"Tanya Aisyah,tanpa sengaja memegang bahu El dan lutut.


El menatap Aisyah begitu dekat.


"Ma-Maaf!"Aisyah tersadar,dan segera berdiri.Begitu juga dengan El.


"Kenapa Abang El tidak melawan?mereka menyakiti Abang!"


"Umi enggak akan senang,Umi selalu bilang jangan membalas kekerasan,dengan kekerasan!"Jawab El,membenarkan Koko nya yang berantakan.


Aisyah terdiam.Padahal ia tahu,El cukup pandai dalam ilmu bela diri,karena El dan Ge sama-sama di latih oleh Alex.


Di Tempat Lain. . .


Ge yang baru sampai ke rumah,berteriak.


"Aaaggrh!"


"Ada apa Ge?"Alex panik,


"Sakit Pah!"Ge memegang wajah nya.


"Apa yang terjadi?"


Ge menggelengkan kepala nya.


"Pasti sesuatu terjadi dengan El!"Gumam Alex .


Alex melihat mobil El yang masuk dalam halaman rumah.Alex segera keluar untuk melihat.


Maryam menuntun sang Anak berjalan ke arah teras rumah.


"Apa yang terjadi?"Alex memegang bahu El,membantu El untuk duduk di teras.


"Sayang,ambilkan kotak obat!"


"Baik Mas!"


Ge juga ikut melihat keadaan sang Kakak yang terluka.


"Ini penyebab nya Aku sakit!"Ketus Ge dengan kesal.


"Kak,kapan sih Kakak akan berhenti menjadi orang lemah dan bodoh!"Sambung Ge lagi,duduk di sebelah El.


"Ge!"Alex memelototi Ge,memperingatkan gadis itu agar berhenti memarahi El.


Maryam datang dengan membawa kotak obat,Alex membantu mengobati El yang terluka.


"Jadi El apa yang terjadi?"Alex menatap sang Anak,penuh dengan intimidasi.


El pun mulai menceritakan kejadian yang baru saja ia alami.Ge menggelengkan kepala nya yang kesal.


"Apa ini sakit sayang?"Tanya Maryam kepada Ge,yang ikut merasakan sakit,saat El di pukul orang.


Ge hanya mengangguk saja.


"Kenapa sih Kak El gak melawan aja!jangan mau terus-terus di pukul orang!"


"Ge,apa yang Kamu katakan,kekerasan itu tidak di anjurkan.Kamu boleh belajar ilmu bela diri tapi hanya untuk melindungi diri!"


"Tapi Umi,melawan 'kan termasuk membela diri juga!"Sahut Ge dengan cepat.


"Sudah,sudah.Kalian berdua ini tanpa hari yang tidak berdebat!"Imbuh Alex,melerai perdebatan antara Sang istri dan Anak.

__ADS_1


"Umi,Abah Karim mengirim El untuk seminar ke Mesir selama satu Minggu.Dia meminta El yang mewakili pesantren nya,dan juga Abah Karim menyuruh El untuk membawakan beberapa proposal pesantren Al-kitab kesana!"Pungkas El.


Maryam tersenyum,sembari menepuk pelan bahu sang Anak.


"Pergi saja sayang,Umi setuju!"


"Kak El tau,Umi gak akan nolak asal itu Mesir!"Imbuh Ge.


"Itu impian Umi,hanya saja Papa mu membuat Umi gagal ke Mesir!"Cibir Maryam.


"Apa benar Pah?cerita dong sama Kami!"Ge memeluk lengan Alex.


"Ge,sana mandi dulu!"Alex tidak ingin bercerita kisah bodoh nya yang menahan Maryam disisi nya.


"Jadi El,kapan Kamu berangkat?"


"Eem,mungkin dua hari lagi Umi.Pah,bantu El untuk menyiapkan proposal,papa 'kan jago dalam hal itu,kalau papa yang nyiapin,El yakin proposal Kita akan di terima!"


"Baik,nanti papa siapkan!"


Maryam melirik ke arah Ge yang duduk sambil manyun.


"Ada apa?kenapa Kamu cemberut?"Maryam merangkul bahu sang anak dan duduk di sebelah nya.


"Katakan Ge!"Timpal Alex,Ge menatap Alex dengan malas.


"Umi,Ge mau ikut pelatihan Bodyguard,Ge mau kali ini Papa ngirim Ge!"Ujar Ge dengan suara pelannya.


"Ge 'kan baru saja lulus,dan Ge di mintai pak kades untuk menjadi sukarelawan di puskesmas tempat Kita tinggal?"


"Tuh 'kan kapan sih kalian mau ngertiin perasaan Ge,sekali saja seumur hidup Ge.Ge mau mengikuti keinginan Ge.Umi tau,Ge paling senang dengan ilmu bela diri,apa salah nya sih Ge mengikuti pelatihan Bodyguard,selama itu enggak menyimpang!"Ketus Ge,dengan nada tinggi.Lalu pergi meninggalkan yang lain di teras.


"Ge!"


"Ge...Ge!"


Alex berusaha memanggil Anaknya.Namun,Ge sudah berlalu ke kamar.


Maryam hanya terdiam,sembari melihat arah kamar Ge dengan tatapan nanar nya.


"Sudah Sayang,tidak perlu di pikirkan,Ge memang seperti itu,Kamu harus banyak sabar dalam menghadapi Ge ya!"Alex mencoba menenangkan istri nya.


"Pah,Aku akan membantu membujuk Ge!"Sahut El,yang juga berlalu untuk melihat Ge ke kamar.


Maryam menyandarkan kepala nya di bahu Alex.


"Apa Aku salah,menginginkan Anak perempuan yang baik dan sopan.Aku tidak ingin Ge tumbuh seperti Anak pembangkang.Kenapa Ge tidak berteman dengan Aisyah yang begitu baik dan lembut,lama-lama Ge akan terbiasa dan seperti Aisyah!"Ujar Maryam,


Alex mengelus punggung sang istri.


"Sayang,tidak semua keinginan yang kita anggap baik,akan baik untuk orang lain.Memang benar yang Kamu inginkan itu baik.Tapi,Ge belum terbiasa,Ge akan berusaha seiring berjalan nya waktu.Kamu tidak boleh memaksa Anak mu terus mengikuti keinginan mu,karena itu akan membuat kamu semakin jauh dengan Dia!"Pungkas Alex.


Maryam pun memikirkan perkataan suami nya.


Malam pun tiba. . .


"Mas,panggilkan Ge,kalau Aku yang panggil,dia tidak akan keluar!"


"Biarin saja,nanti dia akan keluar sendiri kalau sudah lapar!"Imbuh Alex.


"Biar Aku saja Umi!"


El pun bangkit dari tempat duduk nya,dan pergi untuk memanggil Ge.


Tok..Tok..Tok..


"Ge,ini Aku El!"


Ceklek !


"Apa?"Dengan nada tinggi Ge berdiri di depan El.


"Enggak makan?"


"Enggak!"


"Benaran?"


"Iya!"


"Ada Pete sama jengkol Lo?"El menaikan alisnya.


"Eem,enggak!"


"Aku enggak akan biarkan Kak El ngabisin nya!"


Ge segera berlari ke arah meja makan.El hanya menggelengkan kepalanya.Selama ini Ge tidak pernah bisa menolak Pete sama jengkol.


Alex yang awal nya membenci masakan itu,jadi suka setelah Maryam memaksa nya untuk makan.


Suasana di meja makan,begitu tegang,Ge dan Maryam sama-sama diam.Tidak ada yang berani berbicara,atau mengeluarkan suara


El dan Alex segera berdiri begitu selesai makan malam.Mereka sengaja meninggalkan Ge dan Maryam di meja makan.


Alex dan El mengintip mereka dari jauh.Di meja makan,Maryam dan Ge masih berdiam diri.


"Pah,kapan mereka akan berbicara?"


"Kita liat saja,Umi tidak akan tahan untuk tidak berbaikan dengan Ge!"Pungkas Alex,


Di meja makan,Maryam melirik ke arah Ge.


"Apa jengkol nya enak?"


"Enak,masih sama rasa nya seperti dulu!"Sahut Ge,tanpa melihat ke arah Maryam.

__ADS_1


"Eem,kapan jadwal keberangkatan ke Inggris?"


Ge terkejut,lalu menatap Maryam dengan membulatkan matanya.


"Masih lama,paling bulan depan!"Sahut Ge,


"Umi,akan bantu menyiapkan keperluan mu selama disana !"Imbuh Maryam,


"Apa?Umi setuju Ge pergi ke Inggris?"


"Iya!dengan satu syarat,Ge hanya boleh ikut pelatihan,Ge tidak boleh jadi bodyguard.Umi tidak ingin Anak Umi menjadi pengawal orang lain!"Tegas Maryam.


"Siap Umi.Ge cuma ingin mencari pengalaman baru saja,selagi Ge masih muda.Ge janji Ge akan mewujudkan keinginan Umi,untuk melihat Ge bercadar,setelah pelatihan Bodyguard!"


Ge tersenyum,Maryam juga ikut tersenyum.


"Selamat ya Ge,akhirnya Umi merestui Kamu!"


Ge dan Maryam menoleh,melihat Alex dan El menghampiri mereka.


"Terimakasih kak El,pah!"


Ke dua nya mengangguk secara bersamaan.Ge pun membantu membereskan meja makan.Sementara Alex dan El,pergi untuk mempersiapkan proposal milik El.


* * *


Hari Jumat,jam 08:00 Pagi.


"Umi,kenapa lama sekali!"Protes Ge yang sudah siap dari tadi.


"Tunggu sebentar sayang,Umi sedang mencari cincin tunangan nya El!"


"Loh,memang nya dimana Umi narok nya?"


"Di laci,tapi Umi lupa,entah benar disana,atau tidak !"Maryam terlihat bingung.Alex dan El pun menyusul mereka ke kamar.


"Belum ketemu sayang?"Yang Alex,yang berdiri di ambang pintu.


"Belum mas!"


"Aku bantu cariin!"


"El juga!"


Mereka semua mencarikan cincin tunangan milik El yang akan di gunakan untuk melamar Aisyah pagi ini.


"Ini bukan Umi?"Ge memegang kotak merah,yang ia ambil di bawah ranjang.


"Benar sayang!"Maryam segera merebut kotak merah di tangan Ge.


"Aku nemu di bawah ranjang,mungkin tanpa sengaja Umi menjatuhkan nya!"Pungkas Ge.


Setelah semua nya siap,Mereka pun pergi,untuk melamar Aisyah.


Mereka semua datang melamar ke pesantren Al-kitab.Karena Abah Karim tinggal di bilik pesantren.


Tiba di depan pesantren.El yang duduk di sebelah Maryam,terlihat gugup.


"Apa Kamu gugup?"Maryam memegang tangan Anaknya.


El mengangguk.


"Tarik nafas,lalu lepas.Kamu akan merasa tenang!"


"Ayo turun,takut nya Abah sudah menunggu lama!"Sambung Alex,semua nya bergegas turun dari dalam mobil.


Di depan bilik,dan juga seperti rumah bagi Abah Karim.Gus Zayn,berdiri di depan,menunggu kedatangan mereka.


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam !"


Gus Zayn,mempersilahkan mereka untuk masuk,terlihat Abah Karim yang duduk di sofa.Sementara,Aisyah membuatkan minuman untuk mereka.


"Dimana Aisyah?"Tanya Ge,tanpa ada rasa canggung.


"Husss,panggil dia kakak!"Bisik Maryam.


"Ning Aisyah,ada di dapur,sedang membuatkan minum!"


"Abah,ijinkan Ge untuk membantu Kak Aisyah!"


"Baik,silahkan !"


Ge pun berjalan ke arah dapur untuk membantu Aisyah.Sementara,mereka semua membicarakan tentang lamaran El terhadap Aisyah.


Beberapa menit kemudian . . .


"Ning Aisyah,duduk di mari di dekat Abah !"Ujar Pria tua yang bersandar di sofa.Aisyah mengangguk nya.Sembari memberi salam kepada keluarga calon suaminya.


Ge terlihat memperhatikan El yang masih gugup,apalagi ini acara lamaran El dan Aisyah.


" Aisyah,maksud kedatangan dan tujuan Umi Maryam dan Guru Alex.Beliau berdua ingin meminang Aisyah untuk anak laki-laki mereka yaitu Elbarak Xander!"Pungkas Abah Karim.


Aisyah terlihat menundukkan kepalanya,ia belum berani menatap El dari dekat,ke dua nya bila tertentu selalu berbicara sedikit berjauhan,bila jalan bersama tidak pernah bergandengan,pasti El yang selalu di belakang Aisyah.


Semenjak membuka aula ilmu bela diri,Alex di kenal dengan sebutan Guru Alex.


"Aisyah.Apa jawaban dan pendapat Aisyah untuk lamaran ini?"Yang Gus Zayn,selaku wali dari Aisyah.


Semua orang di ruangan itu menunggu jawaban dari Aisyah.Tapi,nampak nya gadis itu terlihat gugup dan sedikit takut untuk bersuara.


"Aisyah,apabila kedatangan Umi kemari menganggu ketentraman Aisyah,Umi beserta keluarga memohon maaf atas ketidaknyamanan ini"Ungkap Maryam dengan begitu lembut.


Justru membuat Ge terkejut,saat mendengar ucapan sang ibu.Ge melirik ke arah Alex,yang juga ikut terkejut.

__ADS_1


Kenapa Aisyah hanya diam saja,apakah Aisyah menolak?atau Aisyah belum siap berumah tangga diusia nya yang baru beranjak 20 tahun?


El sendiri ikut gemetar,tatkala jawaban itu belum di dengar dari bi bir Aisyah,wanita yang saat ini sedang di lamar oleh nya.


__ADS_2