Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
5


__ADS_3

Akhirnya beberapa terlewati datanglah acara festival di kampus mereka berdua. Di rumah Andriani sudah siap dengan kostumnya dan tengah berdandan seperti kebanyakan warga Jepang yang memakai cosplay.


Sarah sudah duluan menuju kampus karena kelasnya akan mengadakan stand restoran. Kemudian Andriani mengambil tas selempang yang juga berwarna hitam, sepatu tinggi dengan high heels semakin menambah kesan suram kepadanya.


Eris juga mengaguminya dari balik bola kristalnya. Andriani tahu betul cara berdandan, Eris harus mencobanya untuk membuat kesan lebih gelap.


"Very pretty. The second soul ( Sangat indah. Jiwa yang kedua )," ucapnya tersenyum.


Mama dan papanya menatap kostum yang dipakai Andriani lalu mendoakannya agar selalu terlindungi dengan hal yang kurang baik.


Andriani memesan ojek online, si supirnya pun meminta ijin untuk difoto berdua. Andriani senang sekali dan juga yakin akan memenangkan lomba baju unik.


Tiba di kampus, Andriani membayar ongkos lalu dengan semangat memasuki kampusnya. Saat itu suasana kampus pun meriah sekali dibuatlah pepohonan sakura buatan dari triplek. Banyak sekali yang memakai cosplay namun memang hanya Andriani saja yang memakai gothic. Usahanya tidak sia-sia.


Andriani lalu melihat kostum hera dengan baju khas Yunani atau mitologi dewa dewi.


"Wihhh kostum kamu heboh!" Kata Andriani menatap Hera apalagi terdapat belahan dada tapi dia siasati dengan memakai baju kaos putih.


"Bagaimana? Bagus kan, berbeda temanya dengan kamu," kata Hera berputar-putar.


"Tongkatnya juga cocok. Seperti sungguhan, kapan kamu pesannya?" Tanya Andriani penasaran.


"Hehehe sewaktu kalian ada pelajaran yang lain, aku dapat ide saja," kata Hera rambutnya pun dia cat berwarna cokelat.


"Keren," kata Andriani mengacungkan jempolnya.


Heran tertawa senang dan duduk memperhatikan yang lainnya. Mereka memotret banyak gaya juga dengan teman yang lainnya. Setelah itu dia teringat pada kakak kelasnya, Kratos dan segera mencarinya. Sedangkan Hera memperhatikan tingkah lakunya. Eris pun ada dia datang tanpa ada seorangpun merasa aneh padanya.


"Kamu datang," kata Hera.


"Begitulah, Bi. Bagaimana kehidupan Bibi disini? Tampaknya sangat menikmati," kata Eris.


"Yaaah lumayan juga hidup di bawah sini. Itu mangsa selanjutnya ya?" Tanya Hera menguap.


"Iya," kata Eris.


"Mau aku traktir? Kita ke lantai atas ada resto kelas yang makanannya enak. Tenang saja Andriani pasti akan kamu dapatkan," kata Hera mengajak Eris.


Mereka pergi dan Andriani mendapati Kratos sedang duduk sambil memandangi ponselnya yang retak. Andriani mendekati Kratos dengan langkah yang bak model dan berdiri di hadapannya sambil tersenyum.


"Wow! Siapa ya?" Tanyanya bingung.


"Hehehe," kata Andriani malu.


"Dewi gothic. Keren! Siapa nama kamu?" Tanya Kratos memberi salam seperti pangeran.


"Kenalkan nama aku Andriani, semester 5 jurusan Ekonomi, kak Kratos," kata Andriani memberi hormat.


"Owh berarti anak kelas ya. Maaf ya jurusan Ekonomi tidak ada yang aku kenal. Aku Kratos anak jurusan Hukum semester 7. Kamu kalau tidak salah pacarnya David kan ya? David nya mana?" Tanya Kratos ternyata sudah tahu soal David.


"Aku tidak tahu kemana dia, kami sudah putus kak," kata Andriani agak malu.


"Putus? Ahhh pasti anak itu yang senang nempel ke David," kata Kratos mengetahui ujungnya akan begini.


"Kakak sendiri kok disini saja? Pacar kakak mana?" Tanya Andriani.


"Ya itulah sama tidak tahu kemana dia mungkin bosan. Dimana kamu membeli bajunya?" Tanya Kratos memegang bajunya.


"Rahasia takutnya kakak nanti datang ke tokonya. Yang pakai ini kan harus aku saja," kata Andriani pura-pura marah.

__ADS_1


"Hahahaha kamu ini ya tidaklah ini kan buat perempuan. Paling aku beli untuk laki-lakinya. Kalau kamu mau ke tokonya lagi, ajal aku ya," kata Kratos mengedipkan sebelah matanya.


Andriani membuat rambutnya menjadi putih karena termotivasi dengan Eris dan menggulung rambutnya menjadi spiral, lalu memakai kontak lensa.


"Boleh kak kebetulan nanti aku mau kembalikan baju ini ke pemiliknya lalu aku pinjam lagi," kata Andriani.


"Untuk apa dikembalikan lalu kamu pinjam lagi? Ribet sekali. Kamu pakai saja terus kembalikan nya nanti kalau kamu sudah puas. Kamu cantik sekali memakai baju itu," kata Kratos sambil tersenyum.


"Waaaah benar apa kata anak itu. Kak Kratos jadi suka sama aku kalau begitu aku coba saja untuk menyatakan cinta," pikir Andriani dengan senang sekali.


"Ada apa?" Tanya Kratos memandangi Andriani dengan lucu. Andriani bukan tipenya tapi karena tampaknya menyenangkan karena statusnya berbeda.


"Aku suka sama kak Kratos dari semester 1 tapi belum berani mengutarakan. Sebelum jadi dengan David pun, aku sudah suka lama sama kakak. Sudah berani mau menyatakan eh kakak sudah punya pacar," kata Andriani menahan malunya.


Kratos menghela nafas, dia bukan tipenya tapi juga tidak mau membuat Andriani bersedih apalagi sudah sejak lama menyukainya. Yahhh dicoba sajalah...


"Hmmm bagaimana ya kakak juga sering memperhatikan kamu sejak ospek. Waktu itu kamu masih anak bawang sih hahaha," kata Kratos berterus terang. Dia tahu kenyataannya tapi tidak terpikirkan kalau sampai anak itu menyatakan cinta. Entah kenapa mulutnya seperti tertahan menolak Andriani.


"Jadi?" Tanya Andriani menunggu.


"Kita jadian saja yu. Status kita sama-sama sudah berakhir. Pacar kakak kelihatannya sudah punya yang lain, David juga begitu," kata Kratos yang memegangi tangannya Andriani.


Otomatis Andriani serasa terbang ke langit dan dia mengangguk setuju. Dalam hatinya David akan menyesal saat tahu temannya menjadi kekasihnya.


Di sisi lain dalam gedung lain Hera dan Eris memperhatikan Andriani.


"Wah, sukses dia," kata Hera bertepuk tangan.


"Setelah ini bagaimana ya? Posisi David dan Kratos akan diganti," kata Eris.


"Kratos apa dia ingat masa lalunya?" Tanya Hera.


"Tidak. Dia tidak ingat siapa dirinya di masa dahulu, biarkan saja," kata Eris memakan dimsum tanpa ekspresi.


"Aku akan bilang padanya kalau sudah jadian dengan kak Kratos. Lihat saja, kamu pasti akan menangis," kata Andriani.


Akhirnya Andriani menemukan David yang sedang mengobrol seru dengan temannya yaitu Angka.


"DAVID!" Teriak Andriani dengan keras.


David yang mendengarnya celingukan mencari suara itu. Angka menepuk David dan menunjuk ke arah Andriani.


"Tuh," kata Angka lalu ijin pamit untuk pergi.


"Eh, mau ke mana?" Tanya David melihat Angka pergi.


"David. Kamu kemana saja sih? Susah sekali mencari kamu," kata Andriani terengah-engah.


"Hah? Ada apa ya? Kamu siapa?" Tanya David merasa aneh.


"Duuuh, masa langsung dilupain begitu saja sih baru juga putus. Aku sudah masuk ke mantan kamu," kata Andriani sebal.


"Putus? Kapan saya jadian sama kamu? Pacar saya bukan kamu," kata David masih kebingungan.


"Kok begini sih? tapi tidak mungkin David berpura-pura tidak kenal. Aku tahu sendiri David itu orangnya seperti apa. Apa karena baju ini? Siapapun yang aku pikat, lelaki yang sudah punya pacar pasti putus. Lalu yang pernah jadian sama aku hilang ingatan?" Pikir Andriani bengong.


David masih bengong menatap Andriani, dalam hatinya dia suka anak itu tapi memang tidak kenal.


"Maaf aku kurang sopan. Sebenarnya aku selama ini suka sama kamu, Vid. Hanya saja kamu sangat cuek apalagi dengan perempuan lain kamu lebih lembut dari pada ke aku. Jadi aku mau menyatakan agak takut," kata Andriani melihat bagaimana reaksinya.

__ADS_1


"Oh, aduh... begitu toh. Hmmm... ya aku juga suka sama kamu kok. Jadi mau pacaran sama aku? Tanya David yang malu-malu tapi mau.


"Tapi maaf ya aku sebenarnya sudah punya pacar. Baru saja dengan kak Kratos, tapi terima kasih ya sudah mau menerima," kata Andriani lalu pergi begitu saja sambil tertawa senang.


"Lah, katanya suka sama aku tapi malah jadian dengan orang lain. Kenapa sih tuh cewek? Eh tunggu tunggu.. bukannya... aku ini bicara apa sih? Andriani kan memang pacar aku, dia juga yang begitu saja memutuskan satu pihak. Ahhh! Dia jadian dengan Kratos!? Si brengsek itu," kata David yang entah kenapa tersadar. Dan bergegas menyusul Andriani kembali tapi mencari Kratos dulu.


Andriani tidak ada dimanapun David kebingungan cepat sekali kekasihnya itu menghilang. Dia bingung akhirnya mencari ke tempat lain yaitu tempat dimana Kratos berada.


"Kratoooss huuuh awas dia kalau ketemu beraninya dia samber kekasih orang," kata David bergegas ke gedung sebelah yang biasanya dia suka ada.


Di lantai atas kelas kakaknya berada, Sarah sedang sibuk melayani para tamu dengan gembira. Lalu masuklah Andriani sang adik dengan penampilan gothic nya yang membuat semua teman kakaknya histeris tapi kagum.


Sehingga Andriani lupa dengan maksud kedatangannya kesana. Sarah memperhatikan pakaian yang adiknya kenakan, dia teringat pesan dari anak kecil itu.


"Semoga adek ingat setelah acara ini dia harus melepaskan bajunya," gumam Sarah agak cemas.


Di tempat lain David masih mencari Kratos. "Eh, kamu lihat Kratos tidak?" Tanya David ke anak jurusan lain.


"Kratos? Tadi ada sih di lapangan sama anak perempuan semester 4 kalau tidak salah, anak itu menyatakan cinta. Sekarang sepertinya di kantin bawah," jawab salah satu anak jurusan Hukum.


"Thanks," kata David berlari.


David melihat Kratos sedang makan pisang goreng. Lalu dengan marah segera memegang kerah bajunya. Kratos kebingungan.


"Woi! Kira-kira dong kamu ambil pacar orang begitu saja!" Teriak David emosi.


"Hah? Kenapa nih? Vid, istigfar!" Kata Kratos bingung.


"Istigfar istigfar kamu yang istigfar. Sudah punya pacar buat apa gaet pacar aku? Rakus!" Seru David akhirnya melepaskan kerahnya.


"Ini masalahnya apa sih? Main tarik kerah terus kamu dorong aku juga," kata Kratos emosi.


"Jangan pura-pura bego lah. Kamu baru jadian sama pacar gue," kata David.


"Haaaaah?! Andriani? Untuk apa aku sama dia bukan tipe juga. Pacar aku kan kamu juga tahu saya masih sama dia kok. Dia mau kesini sebentar lagi," kata Kratos memperlihatkan telepon darinya.


"Dia bilang kalian sudah jadian. Aku sadar sudah salah terlalu banyak tidak memperhatikannya tapi pure itu karena tugas kuliah banyak. Kan kamu juga tahu," kata David.


"Iya aku tahu. Aku juga bingung kenapa aku sampai menjawab mau sama dia, kan aku masih sama kekasihku. Aneh," jelas Kratos.


"Cerita kamu bagaimana sih?" Tanya David.


"Ya tiba-tiba dia datang ke tempat aku saat aku sedang mencari kontak seseorang. Kemarin orang itu salah mencari barang jadi aku kesal sampai banting ponsel," jelas Kratos.


"Oh iya kamu kan cari kostum yang sama dengan pacar. Lalu soal Andriani bagaimana?" Tanya David.


"Sepertinya pacar kamu salah paham deh. Ada kemungkinan dia menyangka aku sudah putus dengan pacar. Aku bingung dia tiba-tiba menyatakan cinta aku malah mengiyakan begitu saja," kata Kratos dengan jujur.


"Kamu serius kan?" Tanya David masih belum percaya.


"Serius. Sumpah deh! Aku masih sayang sama kekasihku nih, alasan dia tidak ada kontak lagi karena ponselnya masuk kolam," kata Kratos memperlihatkan kekasihnya yang habis keluar dari kolam.


"Tapi kok Andriani bilang kalian sudah jadi kekasih? Kenapa sih dia?" Tanya David.


"Mungkin untuk mencari perhatian kamu jadinya dia karang cerita, Vid. Coba deh kamu cari," kata Kratos.


"Iya juga ya. Sempat aneh juga sama anak itu akhir-akhir ini. Mau cek kesehatannya malah galak," kata David. Kratos tertawa mendengarnya.


"Cari gih biar kelar urusannya," kata Kratos.

__ADS_1


"Oke deh, bro. Sori ya sudah salah," kata David kemudian mereka bercengkrama tangan dan saling berpisah.


Bersambung ...


__ADS_2