
Sesampainya di penginapan,nafas mereka terengah-engah karena berlari dari toko tersebut. Keadaannya menjadi cukup parah ternyata itulah kenapa mereka diperingati untuk tidak membuka kotaknya.
"Yoi bunsho o tsukutte iru yodesu ( Sepertinya bisa buat tulisan yang bagus, nih )," kata kaoru mengedip sambil tertawa ke semua temannya.
Mereka semua sampai di depan lalu bergegas masuk ke ruangan kamar mereka. Ada suara peluit dari para guru untuk mereka berkumpul di ruang pertemuan.
"Sa, isoide! Issho ni naru jikan!! ( Ayo, cepat! Waktunya berkumpul )!!" Teriak Sayoko yang panik.
Sudah banyak murid-murid yang datang dan berduri membentuk barisan sesuai kelas masing-masing. Erika kembali ke kelas sebelah mereka.
Para guru dan pengawas sudah ada di depan panggung, sebagian berjaga di belakang mereka supaya tidak ada yang keluar.
"Ma, ashita wa 6-ji ni oki, 7 tokiniha choshoku ga 08-ji 30-bu Nara ni mukete shuppatsu shimasu ( Nah, besok bangun jam 6, sarapan jam 7. Jam 08.30 berangkat menuju Nara )," kata Pak Guru.
Semua murid senang sekali mereka bisa pergi lebih jauh dan mereka sudah menyiapkan banyak bekal dan juga kamera.
"Dare mo chokoku shinai, hai! Kondo wa sorezore no heya ni modorimashou! Yushoku to kyukei ( Jangan ada yang terlambat, ya! Sekarang kembali ke kamar masing-masing! Makan malam lalu istirahat )," kata Guru lainnya.
Pintu aula lalu dibuka kembali dan semuanya menuju kamar masing-masing. Erika kembali dengan kelompok Kaoru. Mendiskusikan kegiatan mereka keesokan harinya.
Mereka makan di kamar masing-masing lalu menunggu para petugas untuk mengantarkan makanan. 15 menit kemudian pintu diketuk dan masuklah petugas makanan yang memakai kimono putih menaruh makanan di atas meja kecil.
Mereka bertujuh antusias sekali perut mereka memang sudah lapar sejak tadi. Erika sempat membuka makanan lalu dibagikan ke semuanya serta petugas yang datang.
"Yame! Tabete, taberu! Yaaay! ( Hore! Makan, makan! Yaay )!" Seru Naoko, Sayoko dan Min bersamaan.
Mereka semua duduk bersamaan sambil menyimpan makanan cemilan mereka di pinggir meja. Naoko menikmatinya juga kamar mereka berisikan tujuh orang tapi entah kenapa Naoko melihat ada delapan.
"Naze yattsu aru nodesu ka? ( Kok ada delapan )?" Tanya Naoko kebingungan. Petugas yang terakhir mau pergi, langsung dicegat Naoko.
"*****Hai, misudesu, nani ga mondaina nodesu ka*****? ( Ya, Nona, ada apa )?" Tanya petugas itu kebingungan.
"Naze 8-shoku aru nodesu ka? ******Watashitachi wa 7-saidesu****** ( Kenapa makanannya ada delapan? Kami kan bertujuh )," kata Naoko sambil menunjukkan mereka semua serta dirinya.
Petugas itu lalu tidak percaya dan menghitungnya memang benar ada tujuh orang lalu kenapa dia menaruh satu meja?
"Nani? 8 no kawarini? Anata wa sore ga kimyoda to shitte imasu ( Apa? Bukannya ada delapan? Lho aneh )," kata Petugasnya keheranan.
Erika menatap Naoko dan memang menyebutkan bahwa meja makannya kenapa ada delapan. "Hontoni 7-ri imasu ( Kami memang ada tujuh orang )," kata Erika yang ikut bingung.
"Hai moshiwakearimasen. Anata ga heya ni hairu no o mita no wa totemo fushigidesu. 8-rideshita. Naze 7tsu shika nai nodesuka ka? ( Ya ampun maaf ya. Aneh sekali tadi aku lihat kalian masuk ada delapan orang kok. Kenapa hanya ada tujuh )?" Tanya Petugas itu tidak mengerti lalu mengangkat satu lagi.
Setelah petugas itu pergi, Naoko kembali duduk. Sebagian temannya melihat. Lalu mereka makan lagi, setelahnya selesai makan mereka merapihkan meja makan masing-masing dan diletakkan di lorong kamar supaya diangkat petugas.
Lalu mereka kembali mengumpulkan dokumen dan kertas. Mereka sudah sibuk mengerjakan laporan dengan tenang. Lalu Naoko yang hendak mengambil penggaris berhenti dan melihat ke sisi kanan.
Ada meja makanan satu yang belum dibereskan. Dia menghela nafas apa petugas itu lupa? Bukannya tadi sudah diambil?
"Sore ga daininguteburunaoni, naze mada soko ni aru nodesu ka? ( Itu meja makannya kenapa masih ada sih )?" Tanya Naoko kesal masalahnya sudah kosong tapi tidak dibereskan.
__ADS_1
"Wa? Nantekotta, Naoko? ( Haah? Apa sih, Naoko )?" Tanya Rei keheranan. Teman-temannya memperhatikannya yang tengah kesal.
"Sore wa daininguteburunaoni, yakuin ni yotte tora reru kawari ni, sore wa mada soko ni arimasu ( Itu meja makan bukannya tadi sudah diambil oleh petugas ternyata masih ada )," kata Naoko menunjuk ke ruang kosong.
"E? Motto itsu? ( Eh? Lebih satu )?" Tanya Kaoru yang mencari-cari.
Mereka semua memandang Naoko keheranan. Mereka pikir Naoko bercanda tapi raut wajahnya serius. Mereka yang tadinya tertawa lalu terdiam.
"Tonikaku, nani ga okite imasu ka? ( Bicara apa sih )?" Tanya Sui kebingungan. Yang ditunjuk oleh Naoko tidak ada apapun disana.
"Daininguteburu? ( Meja makan )?" Tanya Mina lalu berjalan ke lorong diikuti oleh Naoko.
"7tsu arimasu! Erika, Sayoko, Sui, Kaoru, Naoko, Rei to watashi wa 7tsu no torei o motte imasu ( Ini ada tujuh kok! Erika, Sayoko, Sui, Kaoru, Naoko, Rei dan aku ada tujuh meja makan )," Kata Mina keheranan dengan Naoko.
Lalu Sayoko berdiri dan menjelaskan situasinya. "Wa? Subete ga kurin'appu sa remashita. Mienai no? ( Haah? Semuanya sudah selesai dirapihkan. Kamu tidak lihat )?" Tanya Sayoko.
Naoko menghitungnya benar juga memang ada tujuh. Lalu meja makan yang tadi dia lihat? Secepatnya dia kembali lihat ke dalam ruangan, meja makan itu tidak ada. Yang lain kembali mengerjakan tugas, Naoko memijat kepalanya apa karena kelelahan dan terlalu takut jadinya berhalusinasi?
Saat tadi mereka selesai makan pun, meja tambahan itu juga sudah kosong tapi siapa yang makan? Teman-temannya tidak merasakan kejanggalan yang tampak itu. Erika seperti agak pucat tapi dia tidak bertanya apapun pada mereka.
Sayoko lalu menghampiri Naoko yang selesai membuat bagan untuk daftar nama boneka.
"Naoko, watashi no baggu wa dokodesu ka? ( Naoko, mana tas aku )?" Tanya Sayoko sambil duduk.
Naoko tampak kebingungan dia juga mencari tasnya ternyata... "Wa? ( Haah )?"
"So so, watashi no baggu mo dokoni arimasu ka? ( Oh iya Tas aku juga kemana ya )?" Tanya Mina mencari-cari.
"Kaban o motte kita no wa Naoko janakatta no? ( Bukannya yang membawakan tas kita Naoko )?" Tanya Erika agak bingung dan teringat.
"E!? ( EH )!?" Teriak Naoko.
"Watashitachi matometa no wa, sore o motarasu saigo no monodatta, Nao? ( Yang kita satukan tadi yang terakhir membawakan Nao )?" Tanya Sayoko mengingatkan.
Naoko teringat saat itu mereka semua panik dan keluar toko begitu sana tanpa membawa tasnya juga ketiga temannya.
"Watashi wa kanojo o ryokan modosanakatta! ( Aku waktu kembali ke penginapan tidak membawanya )!" Kata Naoko sudah ingat sekarang.
Erika menatap tasnya yang lain justru yang lebih penting ya tas sekolah bukan tas piknik. Lalu dia mencari-cari sesuatu. Kamera. Dia ingat dimana dia menyimpannya.
"Wa? Doko ni nokotta no? ( Haah? Ketinggalan dimana )?" Tanya Sayoko dan Kaoru.
"A, kamera mo aru ( Aduh, kamera juga ada disitu )," kata Erika tidak menemukan dalam tasnya.
Kaoru sebagai ketua menepuk dahinya.
"Shoppu Zalaam ( Toko Zalaam )," kata Naoko yang merasa bersalah. "Sono basho ni wa antikuna ningyo ga arimasu. Soko ni oite kudasai ( Di tempat yang ada boneka antik itu ku letakkan di situ )," kata Naoko menundukkan kepalanya.
"EEEEE!? ( EH )!?" Teriak semua temannya.
__ADS_1
Mereka sangat trauma dengan kejadian aneh tadi ternyata tasnya disimpan di dekat dimana kotak itu berada. Sial sekali nasib mereka semua karena Naoko.
"Uma, moshiwake arimasen yo, kore wa dodesu ka? ( Ma, maaf ya bagaimana ini )? Ashita wa soko ni tsurete ittara hayaku suppatsu shite ... do? ( Besok berangkat pagi-pagi kalau diambil ke situ sekarang... bagaimana )?" Tanya Naoko memberanikan diri meskipun takut juga.
Mereka semua berpikir untuk bahan sih sudah mereka satukan tapi kamera? Foto-foto sebagian masih ada dalam memorinya.
"Sore mo muzukashidesu ( Susah juga nih ). Shikashi, kowai tokoro ni mo nokotte iru ( Tapi tertinggalnya di tempat yang menakutkan juga )," kata Kaoru. Mereka semua terdiam memikirkan cara yang terbaik.
Lalu tiba-tiba Sayoko memulai percakapan dengan dua teman lainnya yang tidak dipahami Naoko. Mereka semua tampak melihat sesuatu yang Naoko tidak bisa lihat.
"E? Soko ni ikitaidesu ka? ( Eh? Mau ke sana )?" Tanya Sayoko menatap ke arah ruang kosong di sebelahnya.
Naoko merasa aneh, dikiranya Sayoko sedang bercanda tapi mereka semua kaget juga.
"Sore wa daijobudesu ne? Anata wa kowakattadesu ( Tak apa-apa nih? Tadi kamu ketakutan )," kata Mina juga sama menatap ke ruang kosong itu.
"Ng? Watashitachi mo kuru? ( Ng? Kami juga ikut )?" Tanya Rei kaget.
Naoko yang merasa sangat aneh kemudian menyela. "Ma-matte! Anata-tachi yo! ( Tu-tunggu! Kalian )!" Cegah Naoko.
Mereka bertiga lalu menatap Naoko penuh tanda tanya dan kebingungan.
"Naoko, nande soko ni sueatteru no? ( Naoko, kamu kok duduknya di sana )?" Tanya Sayoko lalu melihat ke sampingnya dan itu kosong.
"Watashi no tonari ni suwatte imasen ka? ( Bukannya kamu duduk di sebelah aku )?" Tanya Mina kebingungan juga. Sejak kapan Naoko ada di sebelah Erika?
Naoko melongo menatap mereka. "Watashi wa Erika no sugu tonari ni imashita. Nande kon'na ko to suru no? ( Aku dari tadi disini kok sebelah Erika. Kalian ini kenapa sih )?" Tanya Naoko yang justru heran dengan sikap mereka bertiga.
"Hai, watashitachi wa anata ga hitori de iku no o osorete iru koto o shitte imasu ( Ya, kami tahu sih kamu takut pergi sendirian )," kata Sayoko tertawa.
"Hai ( Ya )," kata Sui setuju.
Naoko masih kebingungan lagi sedangkan Erika hanya diam melihat situasi. Dia agak tidak mengerti kenapa mereka semua berbicara sendiri.
"NANI O ITTE IRU NODESU KA? DARE TO HANASU KA? SAYOKO! MINA! REI! ( KALIAN BICARA APA? BICARA DENGAN SIAPA? SAYOKO! MINA! REI )!" Teriak Naoko mengguncang mereka bertiga.
Hanya Erika yang wajahnya memucat ingin menangis tapi dia tahan. Karena dia sangat ketakutan untungnya Naoko sama normal dengannya dan memegang baju Naoko.
"Dare to? Anata to issho ni, Naoko! ( Dengan siapa? Sudah pasti dengan kamu, Naoko )!" Kata Mina kesal. Hari ini Naoko kenapa sih? Sampai sekesal itu terhadap mereka.
"Anata wa, anata ga nokoshita mono o hirou tame ni mise ni iku to iimashita. Un, Erika? ( Kamu bilang, sekarang akan ke toko itu untuk mengambil barang yang tertinggal. Iya kan, Erika )?" Tanya Sui yang masuk pengaruh "Naoko".
Erika yang sedari tadi hanya diam akhirnya membuka mulutnya meski ketakutan. "Ie, Naoko wa kesshite so wa iimasendeshita. Anata ga hanashite iru kagiri, kare wa watashi no tonari ni ite, hanashite imasen ( Tidak, Naoko tidak pernah mengucapkan begitu. Selama kalian berbicara dia berada di sebelahku tidak bicara )," kata Erika menundukkan kepalanya.
"Naoko" yang tidak terlihat memandang tajam pada Erika yang memejamkan kedua matanya. Boneka itu membuat wujud Naoko agar semua temannya percaya tapi ternyata hanya Naoko dan Erika yang tidak terpengaruh.
Temannya menatap Naoko dan Erika dengan kaget lalu mereka saling berpandangan satu sama lainnya. Kemudian mengerubungi Naoko dengan ketakutan.
"IE! WATASHI WA NANI MO IWANAKATTA! ( TIDAK! AKU TIDAK BILANG APA-APA )!" Teriak Naoko membuat temannya tersadar. Mereka semua dibawah pengaruh "Naoko" lain.
__ADS_1
Bersambung ...