Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
5


__ADS_3

"Kalau begitu, aku..." kata Sheila dengan mata mengiba dan ketakutan.


Anoko menghela nafas mungkin kadus Sheila juga sama dengan temannya. "Dia sangat peka dan tubuhnya memang kemah terhadap hal seperti itu. Lalu yah, dia memutuskan untuk pindah ke asrama lain. Setelah itu sih ada beberapa penghuni yang masuk kamar kamu sekarang. Tapi saat aku tanya mereka kebanyakan berkata tidak ada yang aneh," kata Anoko panjang lebar.


Sheila tidak bisa lagi berkata apapun, ada kemungkinan karena dia sangat peka makanya hantu itu mendatanginya.


"Apa mungkin ada sesuatu ya di kamar itu," kata Anoko memandangi Sheila yang ketakutan.


"Aduh, Kakak jangan berkata begitu dong," kata Sheila ketakutan.


"Yaaa ada yang bisa melihatnya tapi ada juga yang tidak. Semua itu pasti ada artinya kan, asrama ini kan memang dibangun di atas tanah pekuburan sih," kata Anoko dengan serius menatap Sheila.


😨😨 Sheila menampakkan wajah yang terkejut. "Pe-pekuburan!?"


Anoko lalu melirik kanan kiri dan menatap Sheila sangat dekat dan bicara dengan suara mengerikan.


"Ada juga gosipnya dulu di sekitar sini ada rumah besar, tinggal anak berdarah campuran saat itu dia sering sakit-sakitan. Suatu hari keluarga anak itu kedatangan beberapa orang yang ternyata adalah perampok. Keluarga anak itu dibunuh dengan keji termasuk anak yang sedang sakit," kata Anoko dengan wajah menyeramkan dan tertawa terkekeh-kekeh.


Sontak wajah Sheila semakin memucat dan Anoko tertawa diam-diam.


Di kejauhan Tera sedang mencari teman sekamarnya karena tahu pasti akan berbuat ulah pada anak baru.


Sheila menelan ludah mendengarkan kisah seramnya. "Ka-kalau begitu anak yang aku lihat itu..."


"Mungkin mendendam ya karena dia kan dibunuh secara sadis lalu tubuhnya mereka kubur sembarangan. Kemungkinan di kubur dibawah kamar dimana ya kamu sekarang yang menempati," kata Anoko semakin senang melihat wajah Sheila yang memucat.


PLAKKK!!


Suara tumpukan koran yang digulung memukul kepalanya dengan lumayan keras. Anoko kesakitan dan Sheila menganga terkejut.


"Dasar! Mulai lagi kebiasaan kamu menakuti anak baru. Wajahmu itu yang penuh dendam, kamu tak tahu semua anak baru mengatakan kalau kamu itu yang menakutkan melebihi hantu," kata Tera memarahinya.


"HAHAHAHA!!" Kata Anoko tertawa keras sambil memegang kepalanya.


"Jadi cerita itu bohong?" Tanya Sheila masih terkejut.

__ADS_1


"Tentu saja. Tanah ini ada sejarahnya tapi percayalah bukan tanah pekuburan. Kamu memang harus di ruqyah. Jangan terlalu dipikirkan ya apa kata orang ini," tunjuk Tera yang masih berdiri.


Anoko menjulurkan lidahnya dan Tera mencubit pipinya dengan keras. Anoko tertawa karena temannya itu sudah mengetahui kebiasaannya.


"Jadi bagaimana kisah sebenarnya?" Tanya Sheila yang agak kesal ternyata kena bohong.


Tera duduk bersama di sebelah Anoko. "Asrama ini memang dibangun di bekas rumah yang terkena perampokan tapi tidak ada korban jiwa kok. Soal anak berdarah campuran itu, aku belum pernah dengar. Karena keluarga yang terkena rampok, tidak memiliki anak," kata Tera melirik Anoko.


"Hahhh syukurlah," kata Sheila. Tera masih memarahi Anoko yang menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada Sheila yang sudah sangat ketakutan.


Ibu kos jutek itu memasuki ruang bersama dan memberitahukan bahwa waktu makan sudah selesai.


"Ayo ayo jangan seperti anak TK saja kalian harus diberitahu berapa kali supaya ingat! Kembali ke kamar kalian masing-masing dan pukul 9 matikan lampu kamar kalian," katanya sambil menepuk satu per satu siswa untuk kembali.


Sheila berjalan ke arah kamarnya bersama para penghuni lainnya lalu membuka kamarnya dan menghela nafas lagi. Dalam hatinya berharap bahwa hantu itu tidak muncul lagi.


Pukul 12 malam Sheila bersiap tidur tapi masih saja memikirkan apa yang dikatakan oleh kedua senior itu. Meskipun katanya aman tapi kenyataannya yang dialaminya pun benar-benar menyeramkan.


"Kenapa? Kalau ada yang bisa melihat dan yang tidak, kenapa aku harus masuk ke golongan yang bisa sih?" Pikir Sheila agak menangis.


Meskipun niatnya berniat untuk tidur namun tetap saja kedua matanya susah menutup. Akhirnya dipaksakan daripada dia harus tidur di kelas lagi.


Beberapa menit saat dia mulai bisa tidur, terdengar suara sesuatu.


*Hik hik hik...


"Hm? Seperti suara tikus. Atau suara tangisan*," pikir Sheila dalam tidurnya.


Huuu huuu huuu...


Lama kelamaan semakin jelas suara apa, Sheila seketika membukakan kedua matanya. Badannya tegang sekali, dia menelan ludah mulai kumat lagi gangguannya.


"Siapa sih yang menangis? Suaranya terdengar sangat pilu," kata Sheila terdiam. Dia mengatur nafasnya untuk lebih mendengar. Dia fokuskan untuk meyakinkan suara itu karena tidak terdengar lagi, dia memutuskan untuk tidur kembali.


Suara itu terdengar lagi saat Sheila mulai memasuki dunia mimpi dan semakin dekat dan keras. Sheila tertegun dan mendengarkan, dia bangkit dari kasur.

__ADS_1


Ya! Benar! Suara tangisan tapi dari mana? Dia mencari sumbernya lalu melihat ke arah lantai! Sheila terdiam dan memandang sekelilingnya.


"Benar itu suara tangisan! Tapi dari arah mana? Lantai?" Tanya Sheila lalu merangkak dan mencari tahu.


Dia agak ragu, mau memeriksa tapu cemas juga. "Terdengar jelas dari arah bawah lantai kamarku! Tapi kan seharusnya kamar bawahku ya kamar lain," kata Sheila lalu keluar untuk memastikan.


Kamar penghuni lain ternyata berjarak 1 meter dari kamarnya lalu Sheila dengan kedinginan menuruni tangga ke lantai 1. Ternyata posisi kamar di bawahnya tidak ada kamar hanya seperti dinding saja.


Dia menggigiti jarinya lalu kembali ke kamarnya dalam keadaan tidak percaya.


Hik hik hik


Suara itu terdengar lagi. Meski agak jantungan dia memutuskan untuk mendengarkan.


"Ini bukan mimpi! Ternyata di bawah kamar ini terdapat dinding yang lumayan besar. Ja-jangan-jangan..." kata Sheila memeluk dirinya sendiri.


Ta..kut. To...lo...ng


Suara samar-samar itu terdengar.


"Ka-kamu siapa? Ka-kamu mau apa?" Tanya Sheila berkata ke udara.


Lalu Sheila merangkak dan menempelkan telinganya ke lantai.


To...long... a...ku... ke..luar da...ri sini...


"Keluar? Keluarkan kamu dari sini? Bagaimana caranya?" Tanta Sheila sedikit demi sedikit rasa takutnya berubah menjadi penasaran.


Si...ni


Saat Sheila mendengarkan muncul dua tangan kecil yang menggapai kepalanya dari dalam lantai. Dan membuat Sheila masuk ke dalam lubang hitam seakan dirinya ditarik.


Dia teringat apa kata Kak Anoko beberapa orang ditarik ke dalam lubang hitam dan itu nyata! Sheila sangat terkejut melihat lubang hitam besar itu di kamarnya. Seperti energi besar berusaha membawanya ke dalam lantai.


Sebelum terhisap, Sheila sempat memegang kaki meja belajarnya. "TOLONG!!! TOLONG!!! AKU TERHISAP. KYAAAAAA!!!" Teriak Sheila yang sangat panik langsung dihisap ke bawah.

__ADS_1


"SHEILA!!!!" Teriak ibu kos membuka pintu kamarnya dengan keras. "Kamu kenapa sih!? Tengah malam pasti teriak-teriak!!" Kata ibu kos dengan sangat galak.


Bersambung ...


__ADS_2