
"Kak Aiolos dan Kak Nyx sangat baik. Mereka sama sekali tidak pernah mengajariku hal yang aneh. Tidak seperti Ibu," kata Eria menatap ibunya sendiri dengan sedih.
"Sekali lagi kamu katakan nama mereka, Ibu akan ..." kata Ibunya menarik kerah bajunya dan menatap anaknya dengan kesal.
Eria tidak takut sama sekali. "Mereka baik hati, ramah, mempercayaiku dan juga teman-temanku," kata Eria menatap tajam Ibunya. Kali ini dia tidak akan diam begitu saja.
Ibunya terdiam tidak mengira Eria akan menatapnya kembali seperti itu. Ibunya melepaskan kerah baju Eria dan segera merapihkan bajunya.
Tentu hal itu disaksikan oleh Paranormal yang akan satu tempat dengan anaknya.
"Pak, tolong ya aku tidak mau satu ruangan dengan anaknya itu!" Kata Bu Aki yang sedikit kesal.
Kru menenangkannya. "Dengarkan dulu, program hari ini adalah menggambarkan situasi palsu dan yang asli. Anda hanya perlu keluar saja dan mengatakan sesuatu yang terlihat hebat!"
Bu Aki masih menatap ibu Eria yang sangat jutek kepadanya. Tentu Bu Aki pun sangat marah dibuatnya.
"Aku terganggu sekali dengan kehadiran ibunya. Suruh dia jangan berada di atas panggung!" Kata Bu Aki sambil menunjuk.
"Tidak bisa tapi tenang saja, Ibunya tidak akan mungkin ikut ke tempat kalian nanti memberikan pertunjukkan. Dia juga ada karena mencemaskan anaknya," jelas kru lain.
"Mencemaskan anaknya? Ibu macam apa yang tidak membela anaknya saat tengah dihajar orang? Lagipula orangnya sangat tamak, aku bisa melihat itu dari sorot matanya. Itu bukan mata seorang ibu tapi wanita yang senang memanfaatkan kemampuan orang!" Kata Bu Aki sengaja meninggikan suara.
Eria melewatinya dan terus berjalan. Dia mendengarnya tapi tidak menghiraukan. Ibunya Eria pun sama dia menatap Bu Aki dengan pandangan mata yang menantang.
"Baiklah! Baiklah! Kami akan urus ibunya nanti, ini adalah acaranya yang terakhir. Kami akan segera mengeluarkannya bila tidak sesuai rencana," kata Asisten.
Ibu Eria tentu mendengarkan apa yang dikatakan paranormal tadi dan bisik-bisikan dari beberapa orang yang melewati mereka.
"Aku pernah membaca mengenainya di internet dan pantas saja suaminya meninggalkan dia. Dia terus berbicara mengenai harta sebagai kompensasinya," bisik A.
"Sayang sekali ya anaknya malah bersama dengan ibunya, seorang ibu yang haus uang," bisik B.
__ADS_1
Desas desus itu sudah tentu Eria mendengarkan dengan jelas. Dia tidak bisa membela ibunya karena dia juga melihat sendiri bagaimana tingkah ibunya di rumah.
Ibunya yang mendengarkan teramat marah sambil menggigiti kuku jempolnya. Dengan kesal memuncak, dia harus menahan semua bisikan orang-orang. Saat beberapa orang sudah menjauh, sang ibu mendekati Eria.
"Seenaknya sekali mereka mengatakan itu.. AKU TIDAK PEDULI TUNJUKKAN PADA MEREKA KEKUATANMU! Mau kebohongan atau permainan kata-kata, apapun! Berikan saja apapun yang mereka mau!!" Teriak ibunya yang sudah setengah gila.
Eria kaget mendengarnya dan mengangguk, toh permainan ini pun akan segera berakhir. "Baiklah, bila itu yang ibu mau. Akan aku akhiri semua permainan dan penderitaan ibu dan aku,"
Ibunya kaget tersadar telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya. "Apa? Ka-kamu bicara apa tadi? Tunggu tunggu, bukan itu maksud ibu!" Katanya mengejar Eria yang berjalan.
Eria berhenti tanpa menatap ibunya. "Bu, apa ibu pernah memanggil sekali saja namaku? Seperti dahulu? Aku ingin ibu memanggil namaku," kata Eria. Ibunya hanya bisa diam, dan Eria pergi sendiri.
"Eria!" Teriak Aiolos yang akhirnya bertemu dengannya.
Eria kaget melihat Aiolos dan Nyx yang berlari ke arahnya, lalu tersenyum ceria.
"Ibunya dimana?" Tanya Nyx melihat-lihat.
"Ayo, kita harus lebih dekat," ajak Nyx.
Mereka lalu duduk bersama penonton lain yang duduk di bangku penonton. Memperhatikan gerak gerik Eria, untungnya kali ini mereka berdua memang benar-benar dekat dengannya.
"Baiklah pemirsa, hari ini kami mengundang paranormal yang sudah terbukti selalu benar dalam aksinya. Mereka benar-benar sudah tidak asing lagi, mari kita sambut: Bu Aki dan Eria!" Kata MC dengan suara yang keras.
Para penonton bertepuk tangan meskipun sebagian kurang semangat setelah melihat Eria, dengan perban yang banyak.
"Tamu kita hari ini adalah Ibu Tari yang kisahnya sudah 10 tahun suaminya menghilang. Silakan Bu Tari, masuklah. Beliau meminta kami untuk melakukan penerawangan yang sudah biasa dilakukan," kata MC membuat penonton tidak sabar.
Eria tidak bergeming hanya duduk agak sedikit jauh dari Bu Aki. Tentu ibunya juga memandangi Eria dengan rasa berdebar.
"Apakah suami Bu Tari masih hidup ataukah sudah tiada seperti kabarnya? Kalau begitu akan kita tanyakan dimanakah kira-kira suaminya berada? Kalian berdua silakan fokuskan untuk menembusnya dengan menggunakan indra ke 6," kata MC.
__ADS_1
Bu Aki kemudian melafalkan sesuatu sedangkan Eria tidak melakukan apapun. Membuat yang lain kebingungan. Dan melihat bagaimana Eria bisa menyebutkan mantra, tangannya saja di perban.
Lalu Bu Tari datang dengan wajah yang tertunduk sedih. Lalu dipersilakan duduk di depan Bu Aki dan Eria.
"Anu... apakah suamiku masih hidup?" Tanyanya sambil menangis.
Eria menatapnya dengan tajam dan keheranan. Sedang Bu Aki memperlihatkan kemampuannya setelah menerawang.
"Ya, tentu saja hanya tampaknya dia mengalami kecelakaan yang membuatnya hilang ingatan," kata Bu Aki menghela nafas.
"Apa!? Dia akan kembali? Ba-bagaimana keadaannya?" Tanya Bu Tari agak kaget.
"Jangan cemas karena cinta Anda begitu besar kepadanya, dia akan kembali dalam 3 bulan ini," kata bu Aki tertawa menenangkannya.
"Baiklah, kalau begitu... bagaimana dengan Eria sendiri?" Tanya MC agak cemas.
Yang lain mulai berbisik karena sudah tahu Eria seperti apa. "Mudah-mudahan dia tidak menghancurkan reputasinya lagi kali ini,"
Aiolos seketika melihat sesuatu gambaran pada dinding dan di dalamnya terdapat kerangka dewasa. Dia memegang kepalanya dan Nyx menenangkannya.
"Ada apa? Apa yang kamu lihat?" Tanya Nyx berbisik.
"Suaminya dibunuh lalu dikubur dalam dinding," kata Aiolos menatap Nyx. Mereka terdiam dan menatap Eria, apa yang akan dikatakannya?
"Eria, bagaimana? Menurutmu dimanakah suaminya berada sekarang?" Tanya MC mengelap kepalanya agak cemas.
Ibu Eria yang mendengar pertanyaan sang MC begitu percaya diri dan pasti Eria akan memberitahukan juga bahwa suami ibu itu masih hidup.
"Anak itu pasti akan mengatakan hal yang sama juga. Pasti!" Gumamnya penuh percaya diri.
Bersambung ...
__ADS_1