Girl Of Darkness

Girl Of Darkness
11


__ADS_3

"Sebelumnya lagi ada beberapa anak muda yang diam-diam memasuki villa ini dan melakukan pesta miras. Sebagian berkeliling saat saya dan beberapa pelayan sedang berbelanja ke luar," kata Yoshi menjelaskan.


Ada beberapa yang aneh mengenai kisah yang diceritakan Yoshi, bagaimana dia bisa tahu anak muda tersebut berkeliling dan melakukan pesta?


"Ada kemungkinan bagian rumah ini dipasangi cctv," pikir Sisna menatap diam-diam ke pojok.


"Bangunan ini memang terlihat seperti vila biasa tapi sebenarnya sangat rumit. Anak-anak itu melaporkan pada saya dengan ketakutan bahwa salah satu teman mereka menghilang dan tidak kembali," kata Yoshi.


"Anda temukan?" Tanya Fuji.


"Tidak ada. Lalu setelah itu saya memanggil detektif bersama 3 anak buahnya dan kemudian dia melaporkan, satunya menghilang dan tidak kembali," kata Yoshi menunduk kembali.


"Kalau begini bagaimana mungkin kita bisa bertahan?" Tanya Sani duduk bersimpuh.


"Usia berapa?" Tanya Rio.


"15 tahun," jawab Yoshi.


"Sekitar anak tanggung ya," kata Rio lagi.


"Yang sebelumnya?" Tanya Ares.


"27 tahun," jawab Yoshi.


"Tampaknya rumah ini memakan siapa saja yang sendirian tidak berdasarkan usia," kata Eris sambil memandangi pemandangan luar.


Mereka semua menatap Eris yang duduk sebelah jendela tanpa menatap mereka.


"Pemuda itu magang di kantornya bercita-cita ingin menjadi detektif seperti bosnya. Benar saja 3 hari kemudian beberapa pelayan histeris menemukan plastik bening berisikan cairan merah," kata Yoshi.


Semuanya hening. Chris, Rio dan Ares nampak berpikir keras mengenai kejadian tersebut.


"Lalu sekarang kami..." kata Dio dengan suara gemetar.


Yoshi mengangkat kepala dan menatap Dio. "Saya sudah katakan, bila kalian menyerah setelah mendengar cerita ini akan saya berikan kunci dan jalan keluar," katanya.


Mereka tidak ada yang menjawab, meskipun berkata begitu tampaknya tidak mudah keluar karena tidak ada bis.


"Tolong jangan ada yang bertindak seenaknya di vila ini. Bila ingin membuat kegiatan, harap memberitahukan saya dengan menggunakan Intercom," kata Yoshi menunjuk benda yang menempel.


"Memang tidak mungkin ya tanpa tantangan," kata Dani agak ketakutan.


"Hei, ingat saja pada 10 juta per orang jadi kamu bisa berangkat ke Jepang," kata Fuji mengedipkan mata.


"Ya itu benar," kata Kay dengan lega.

__ADS_1


"Penantang maut," kata Eris dengan tenang.


"Lalu ada kejadian yang lain selain orang-orang menghilang?" Tanya Ares yang menghembuskan nafas. Lumayan beresiko tinggi.


"Beberapa pelayan muda ada yang melihat bola api melayang saat dia bertugas memeriksa setiap kamar. Dia lalu berteriak mengatakan bola api itu mengejarnya," kata Yoshi.


"Apa dia selamat?" Tanya Yuri di samping Iran.


Yoshi mengangguk, "Iya tapi langsung keluar dari rumah ini. Saya pikir itu lebih baik daripada harus kehilangan orang lagi. Para pelayan pun sudah muak dengan menemukan plastik berisi darah itu," kata Yoshi.


Semua terdiam mengenai hal itu dan Yoshi pun masih menunduk. Kemudian Rio bertanya dengan sesuatu yang mengejutkan.


"Apa saat vila ini dibangun ada yang hilang juga?" Tanya Rio wajahnya agak tidak enak. Sangat serius.


"Benar," kata Yoshi membuat suasana semakin tegang.


"Sungguh!?" Tanya mereka semua kecuali Eris.


"Salah satu pekerja yang berusia 21 tahun saat mengantarkan semen entah kenapa dia tidak kembali lagi. Lenyap tidak berbekas," kata Yoshi.


"Ini sudah gawat sekali kan. Apa kita mau terus berdiam disini?" Tanya Mila dengan ketakutan.


Kei menertawakan Mila yang menatapnya tajam. "Kamu kan Miko. Kenapa takut? Mau kabur? Mau menyerah?" Tanya Kei mengejek.


"Diam kamu! Kalau berbahaya begini lebih baik aku keluar saja. Bagaimana dengan kamu, dan kalian yang mengikuti demi uang? Nyawa kalianlah taruhannya!" Kata Mila dengan tegas.


"Aku tetap disini," kata Chris.


"Aku juga. Aku sarankan yang ingin keluar lebih baik secepatnya," kata Eris menatap mereka semua.


Ares dan Yuri sudah tentu ikut dengan Eris menurut mereka, hanya Eris yang bisa diandalkan. Toh mereka satu tim juga.


beberapa orang berdiskusi dan Yoshi berdiri, agak tersenyum. "Baiklah, kalau begitu setelah wawancara ini selesai saya akan melaporkan beberapa orang yang berminat tinggal," kata Yoshi.


"Tenang saja sekarang kan ada Olive dimana muridnya Profesor," kata Anita datang dengan bangga.


Olive tersenyum menatap mereka dan menatap Chris yang tidak menyadari kehadirannya. Dia agak kecewa, dan juga agak takut mendengar penjelasan Yoshi.


"Tunggu sebentar, Yoshi," kata Ares menahan.


Yang lain menatap Ares.


"Ya?" Tanya Yoshi yang berbalik.


"Apa ada pesan dari orang yang selamat?" Tanya Ares.

__ADS_1


Mereka tidak berpikir kesana dan mendatangi untuk mendengar.


Yoshi menghela nafas. "Ada. Sebelum mereka semua menyadari ada bahaya, aku melihat tulisan, 'Tinggalkan semuanya. Jangan ada yang mengubah apapun. biarkan semuanya membusuk dan bakar vila ini.'" kata Yoshi.


Mereka semua bengong dan berpikir apakah kemungkinan artinya?


"Mengubah apa?"Tanya Yuri dan Sani bersamaan.


"Mungkinkah peralatan yang ada di sini. Para Otuber itu harus diberitahukan," kata Yuri pada Anita.


"Hei biarkan saja kalau pesertanya berkurang kan lebih bagus," kata Kay seenaknya.


"Setelah itu, kami menyarankan pemilik vila untuk memanggil cenayang, supaya kami mengetahui ada apa dengan vila ini. Pemilik setuju tapi semuanya berakhir tragis," jelas Yoshi.


"Dengar kan? Lebih baik kita keluar saja," kata Mila memaksa.


Chris, Rio dan Sisna enggan menjawab ada yang aneh!


"Kamu saja yang keluar jangan mengajak yang sudah niat bertahan," kata Iran dan Ara.


Mila memandangi arah lain dan kembali memandangi mereka. "Kalian sadar ya, kalian hanya manusia biasa tanpa kemampuan apapun. Benar-benar menantang maut kalau bertahan,"


"Dari pengamatan aku, vila ini sepertinya sudah berdiri sangat lama. Kapan kira-kira pembangunannya selesai?" Tanya Chris dengan serius.


"Yoshi sebaiknya Anda duduk saja. Karena masih banyak pertanyaan," kata Yuri yang mengisikan teh kembali.


Yoshi menghela nafas dan duduk. "Yang saya dengar saat pemilik tersebut berusia 4 tahun sampai dia berusia 35 tahun sekarang,"


Semuanya kaget.


"Wuuh! Itu sih sudah sangat lama dong," kata Dani berteriak.


Chris mengangguk namun wajahnya masih belum hilang dari rasa tegang. "Aku sudah berkeliling dan mendapati beberapa ruangan yang nampaknya seperti berlipat,"


Mendengar itu Yoshi terkejut, bagaimana mungkin Chris bisa mengetahuinya?


"Anda... tidak apa-apa?" Tanya Yoshi.


"Tenanglah. Saya masih manusia, apa anda tahu alasannya?" Tanya Chris.


"Berlipat bagaimana sih?" Tanya Yuri pada Ares.


"Mungkin maksudnya contoh ruangan ini dari ketebalan tembok tampak berlipat. Jadi terlihat seperti bertumpuk," kata Ares menjelaskan.


Eris terdiam sambil memandangi kembali, Arae memberikan kode bahwa dirinya dan semua orang dalam bahaya. Dan mereka harus keluar secepatnya sebelum terlambat.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2