
"Ngomong-ngomong, kalian sudah selesai mengerjakan tugas Bu Sasmi? Ada 50 soal lho, uraian semua. Jam 9 harus dikumpulkan," kata Arika mengingatkan.
Serentak mereka berlima mengerjakan soal dan menunda soal kegiatan nanti malam.
"Sekarang kita fokus sekolah dan lainnya, waktunya istirahat baru deh kita bicarakan lagi. Siapapun yang sudah selesai cari informasi soal teknik pemanggilan arwah. Dan ingat, di saring ya," kata Nemesis pada semua temannya.
Kemudian mereka pun sibuk dengan tugasnya benar saja pukul 9, mereka diberitahukan untuk mengumpulkan tugas yang diberikan. Banyak yang mengeluh katena baru sebagian, ada juga yang tinggal 5 soal tidak keburu terisi. Yang sudah selesai komplit dipisahkan dengan yang belum.
Nemesis, Arika dan Anta mengerjakan sampai 50, sisanya yaaa terpisah dari mereka bertiga.
"Tidak kira-kira Bu Sasmi beri tugasnya mana Kimia pula," kata Saka berdiri merenggangkan badannya.
"Sebentar lagi istirahaaat," kata Nemesis yang rebahan di mejanya.
Pas sekali. TANG TONG TANG TOOONGGG!!
Serentak semua kelas terbukalah pintunya dan murid-murid semacam lalat berhamburan keluar kelas. Ada yang berlarian, tarik menarik seragam takut tidak kebagian kue di kantin, dan banyak lagi kelakuan.
"Kalian bekal?" Tanya Saka.
"Yang bekal duluan saja ke tamannya. Aku mau beli makanan ke kantin dulu," kata Anta.
Nemesis, Saka, Linda dan Ringu menuju taman. Sisanya ke kantin membeli beberapa makanan lalu menyusul.
Saat semuanya sudah berkumpul sambil makan Linda sudah mendapatkan lagi permainan lain. Tentu saja berasal dari Jepang lagi.
"Aku dapat nih permainan Hyakumonogatari. Ini sebenarnya sudah ada juga di buku komik jepang yang judulnya School Rumble. Yang ini sangaat sederhana tapi tetap membutuhkan lilin," jelas Linda sambil melihat info di ponselnya.
"Lilin oh lilin," kata Saka menggelengkan kepalanya.
"Terus?" Tanya Nemesis.
"Kita hanya butuh ruang kosong sertaaaa 100 lilin dan 100 pemain. Tapi sepertinya bisa diubah deh jadi 6 lilin sesuai anggota kita. Lalu kita bergiliran menceritakan kisah seram atau pengalaman nyata bertemu atau melihat sosok halus," jelas Linda menatap mereka semua.
"Aku setuju nih dengan yang ini. Bagaimana, Sis? Mau dicoba?" Tanya Ringu.
"Memangnya kalian ada cerita seram? Ada yang pernah mengalami sesuatu selain di dalam kegiatan kita?" Tanya Nemesis.
Semuanya menggeleng selama ini kan mereka mengalami sesuatu ya sama-sama. Ketemu setan juga sama-sama lihatnya. Nemesis menjentikkan jarinya lanjut makan.
__ADS_1
"Oke lewat kalau begitu ya," kata Linda meneruskan makan rotinya.
"Tidak ada lagi?" Tanya Nemesis padahal dia menunggu ide lain.
"Tidak ada," kata Linda.
"Jadi bagaimana ini? Ada yang lain mungkin menemukan versi baru?" Tanya Arika agak bosan.
Tiba-tiba Nemesis menjentikkan jarinya dan dengan semangat membara dia mencoba memberikan ide lain.
"Aku ada ide!" Kata Nemesis semangat.
"Apa tuh?" Tanya Linda.
"Selama ini kita belum pernah mencoba pemanggilan arwah dengan menggunakan 2 teknik yang berbeda kan. Bagaimana kalau kita mencoba 2 macam teknik yang berbeda? Misal yang satu pakai koin, yang satu pakai gelas," kata Nemesis ke semua temannya.
"Iya juga ya selama ini kita hanya coba 1 macam saja. Terus, lokasinya bagaimana kalau kita ubah?" Tanya Saka.
"Mau dimana?" Tanya mereka bersamaan.
"Itu," tunjuk Saka menuju arah ke belakang Ringu.
Taman itu hanya digunakan untuk kegiatan kelompok, jarang ada yang berani kesana sendirian. Beberapa yang mencoba adu nyali pun selalu ciut padahal baru 1 detik.
"Wah! Betul tuh! Kita jarang lho pakai tempat itu untuk pemanggilan arwah. Itu tempatnya mendukung dan kita ini kan berkelompok. Aku setuju!" Kata Ringu dan Arika menepuk tangan mereka.
"Siapkan! Ayo kita coba!" Kata Nemesis mereka semua bersorak. Benar-benar tidak ada yang punya rasa penakut sama sekali.
"Lalu yang mana saja yang akan kita lakukan?" Tanya Anta bingung karena belum dapat ide lagi.
"Naaaah nih aku baru dapat info lain lagi dari grup WhatsApp ya. Aku jelaskan dulu ya masih seputar negara Jepang. Ada Worikirisama tekniknya sama dengan Kokkuri atau Jailangkung dalam negara kita tercinta ya, menggunakan kertas dan koin. Hanya dari isi kertasnya itu berbeda. Nih aku tunjukkan," kata Arika yang ikut grup mistis lainnya.
Mereka semua melihat karena susah, Arika mengirimkan Berbagi ke grup mereka. Mereka pun melihatnya, Formasi dalam kertas itu memang cukup tidak sederhana apalagi isinya ada kalimat Jepang juga.
"Wah, kamu bisa buatnya? Ada kata-kata Jepang juga," kata Nemesis.
"Tenang, aku bisa kok meski tidak sempurna hehe aku buat dalamnya dulu lalu buat gambar kerangka orangnya kan. Sebelah kanan ditulis Ya dan kiri Tidak. Huruf alfabet dari A sampai Z dibuat memanjang ke bawah atau ke samping nah terakhir, dibuat lengkungan ditambahkan kata Oni di tengahnya. Sudah deh! Bagaimana?" Tanya Arika yang langsung mempraktekkannya.
"Weeeizzz, Arika kan memang jagonya ya dalam hal beginian. Mirip aslinya, Ka," kata Nemesis.
__ADS_1
"Eh, fotokopi dong tapi lebih baik dari rumah kamu saja takutnya nanti disangkanya kita penganut sesuatu," kata Saka.
"Itu sudah 1 macam lalu yang kedua?" Tanya Ringu.
"Nah, satunya lagi Angel. Yang jadi perbedaannya, kita tidak akan menggunakan koin, kita akan cari alat yang lainnya. Ada yang punya ide?" Tanya Nemesis.
Macan-macam temannya memberikan ide mulai dari gunting, tongkat, pensil, penghapus, sumpit bahkan dengan menggunakan botol minuman. Tidak ada yang seru.
"Sudah juga ya, mau yang lebih tinggi dan beda ternyata harus direncanakan secara matang dulu ya," kata Ringu menguap lalu rebahan di rerumputan. Makanannya sudah lama habis.
"Apapun juga tidak ada yang mudah, Ngu. Tergantung ini niatnya kita mau mulai melakukan 2 cara? Sekalian pamer kemampuan dan keberuntungan kita di depan para Oppa kece," kata Nemesis.
Mereka kembali semangat karena akan ada yang bergabung dengan mereka meski sebentar. Dan juga penasaran dengan sosok mereka berdua.
"Namanya kenapa harus berbeda sih padahal kan caranya ya sama saja," kata Ringu.
"Mungkin kalau namanya berbeda-beda lebih seru kali. Atau supaya dibacanya lebih lembut entahlah," kata Nemesis.
"Tetap kita harus selalu waspada teman-teman. Kalau terlalu lengah nanti kita diserang bagaimana? Terus jaga kondisi badan juga kalau ada yang sakit lebih baik jangan memaksa ikut," kata Arika semuanya mengangguk.
TANG TONG TANG TOOONG!!
Bel berbunyi tanda murid-murid harus masuk kelas lagi. Mereka berenam membereskan bekal masing-masing dan membuang bungkusan ke tempat sampah.
"Selanjutnya pelajaran apa sih?" Tanya Linda.
"Matematika," jawab Nemesis yang menggantungkan tangannya ke Arika.
"Aku lupa bawa bukunya. Nanti berdua ya," kata Linda ke Saka.
"Kamu kebanyakan lupa ya, Lin," kata Saka menghela nafas.
"Hehehehe," jawab Linda yang memegang tangan Saka.
"Sis, kamu sama sekali tidak dikirim foto kakak Oppa itu? Aku penasaran," kata Ringu.
"Justru itu aku juga sudah bertanya sama kakakku tapi lebih baik langsung bertemu saja. Ih ya nanti pukul enam sore, kalian kontak di grup ya kalau ada yang dapat ide. Nanti malamnya tinggal kita praktekkan," kata Nemesis menghadap ke belakang dan berjalan mundur.
"Oke," jawab semuanya kompak lalu memasuki kelas dan belajar seperti biasanya.
__ADS_1
Bersambung ...