
"Ada rekamannya!?" Tanya semua orang bersamaan dan semuanya menjadi ribut memandangi Ibu Eria yang menyusut.
"Apa benar Anda... Benar-benar menyuruhnya untuk berbohong agar mendapatkan banyak uang? Bahkan Anda tidak peduli pada keselamatan anak Anda sendiri. Saat Eria dipukuli pun saya tidak melihat Anda melindunginya. Apa itu semua benar?" Tanya seorang reporter langsung menanyainya.
Sang Ibu menutup kedua telinganya, ketakutan mendengar pertanyaan itu. Eria hanya berdiri menatap dingin ibunya.
"Jadi semua yang dialami oleh Eria sampai sekarang adalah ..." kata para kru menatap ibunya dengan pandangan sangat marah.
"Itu mengerikan sekali, bagaimana bisa ibu kandung berbuat begitu?" Tanya MC yang geram memegang mike nya.
"Katanya supaya anaknya terkenal dan dia dapat banyak uang. Bahkan anaknya dipukuli dan dijahati banyak orang, dia hanya diam saja," bisik penonton lainnya.
Sang Ibu menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha tidak mendengarkan segalanya. Dia semacam pernah merasakan hal ini tapi entah dimana. Sang ibu menatap Eria, lagi-lagi sosoknya...
Sang ibu tidak mengerti sudah tahu itu adalah anaknya namun, dia merasa pernah mengalami hal ini entah di mana. Dan... ada perasaan ganjil mengenai kehadiran Eria yang bertumpuk dengan penampakan Eris.
"Itulah kenapa Eria menjadi agak kurus bukan? Selain karena banyak luka di setiap hari dia syuting," kata penata riasnya yang simpati.
Bu Aki menghampiri Eria dan berjongkok di depannya sambil memegangi tangan kecilnya. "Luka-lukamu ini... Jangan bilang itu karena hasil dari skenario ibumu sendiri?"
Eria terdiam. Akibat rencana ibunya, mengharuskan dia banyak dibenci dan di celakai oleh banyak orang termasuk artis yang pernah bekerja dengannya.
Eria meneteskan air matanya, ada perasaan terluka, sedih dan kecewa. Bu Aki menutup mulutnya, dan Aiolos dan Nyx memeluknya. Eria menangis di tangan Nyx yang menutupi wajahnya.
"ANDA KEJAM SEKALI!" Teriak Bu Aki kesal. Selama ini perasaannya tepat kalau dibalik perilaku Eria yang aneh sudah tentu ibunya pasti yang menggerakkannya.
"K... Kau..." kata sang ibu menatap Eria.
"Sudah cukup, Bu! Aku tidak mau lagi memakai kekuatanku untuk membohongi orang-orang! Yang aku inginkan adalah diperlakukan sama seperti anak normal lainnya!" Kata Eria sambil menangis.
Ibu dan semua orang terdiam lalu para wartawan memasuki panggung dan mengejar penampakan wajah ibunya.
"FOKUSKAN! SEMUA KAMERA KE ARAH SANG IBU!" Teriak salah satu ketua wartawan berteriak memberikan perintah.
"Tidak. HENTIKAN SEMUA INI AKU LAKUKAN HANYA UNTUK DIA. HANYA DIA!!" Teriak sang ibu berusaha menutupi wajahnya.
"Bukankah selama ini Anda ingin sekali menjadi terkenal? Inilah saatnya lihat kamera dan senyuman," bisik Eris di dekat telinga kirinya.
Sang Ibu merasa merinding mendengar suara itu dan menatap ke sisi kirinya, melihat Eris tersenyum sadis dengan mata yang memerah.
Semua orang saling berpandangan, ada apa dengan ibu Eria? Ada apa di sisi kirinya? Rupanya memang sudah tidak waras, mereka melihat sang ibu terduduk dan berteriak.
"APA IBUKU JUGA MELAKUKAN PEMUKULAN?!" Tanya yang lainnya.
__ADS_1
Eria mengangguk sambil menangis dan semuanya menjadi tidak terkendali. Eria menangis keras dan Aiolos memeluknya.
"Tolong, jangan ada yang menanyainya lagi," kata Nyx memohon.
Bu Aki masih saja berada di sisinya kali ini dia tidak membenci Eria lagi toh ibunya yang mengendalikannya.
"Nak, apa kamu pernah sekali saja disentuh lembut oleh ibumu? Atau sekedar dipanggil nama?" Tanya Bu Aki dengan lembut membelainya.
Eria menghentikan tangisannya. "Tidak. Semenjak ibu tahu kemampuanku, dia merasa takut menyentuhku," Eria menundukkan kepala.
Bu Aki menghela nafas. "Tidak pernah? Sama sekali? Ya ampun jadi selama ini kamu jadi medium dan pemusnah roh jahat, ibumu tidak pernah memeluk atau bahkan memperlakukanmu sebagai anak semestinya?" Tanyanya.
Eria tidak menjawab, sama sekali tidak pernah. Sejak Eria memiliki kemampuan lain, ibunya dengan keras mengajarinya. Bahkan memutuskan untuk mengguyurnya dengan air es dengan niat supaya kuat.
"Kasihan sekali jadi sisi kelamnya adalah tidak disayang oleh ibunya sendiri," kata para penonton yang sedih saat mengetahui kisahnya.
Saat semua fokus hanya pada Eria, sang ibu berdiri dan dengan amarah. "KALIAN SEMUA SALAH! AKU...SELAMA INI..." kata ibunya membela diri namun tidak ada yang keluar.
Dia ingat bagaimana Eria sakit demam selama seminggu karena tekadnya dan suaminya pergi. Eria tidak dapat dibawa karena pengadilan jatuh pada ibunya.
"Ya, ibu selalu ada untukku," jawab Eria.
Mereka yang disana menatapnya, agak bingung tapi setengahnya mengerti. Sejahat nya seorang ibu tetap saja adalah orang tua sah anaknya.
"Benar kan? Kalian dengar kan? Aku juga membelikan kamu baju, makanan yang enak, lalu ..." kata ibunya terhenti lagi.
"Tapi ibu tak pernah mau menatapku atau bahkan menyebut namaku seperti dulu. Ibu selalu memperlakukanku seperti penjahat, ibu sudah bukan ibuku yang lembut dan memiliki kata-kata hangat," kata Eria.
Sang ibu terdiam mendengarnya, tidak bisa membantah, tidak bisa membela dirinya. Air mata menetes tatkala Eria menceritakan mengenai dirinya dahulu, selalu berkata lembut.
"Menyentuhku pun seakan-akan aku kotor atau ibu yang merasa kotor," kata Eria menatap ibunya.
"Ti-tidak. Bukan begitu karena kalau menyentuh sembarangan itu kan... Kotor," ucap ibunya terhenti.
"KOTOR? Anda menyentuh anak sendiri beranggapan karena kotor!? Ibu macam apa Anda ini!?" Teriak Bu Aki yang memang tidak menyukainya sejak pertama bertemu.
"Kotor... Ya. Ibu tidak bisa atau tidak mau menyentuhku karena merasa kotor kan," kata Eria menatap lurus ibunya. Kali ini Eria tidak takut lagi karena banyak yang akan membelanya.
"Kau," kata ibunya yang menatap Eria dengan sangat marah.
"Maka itu ibu berkali-kali mengguyur ku dengan air sumur yang sangat dingin. Seharusnya itu ibu," kata Eria lagi membuat yang lain sangat syok.
"HAH!? Sampai sebegitu nya!?" Teriak yang lain menatap kembali sang ibu.
__ADS_1
"Eria, benarkah itu?" Tanya Nyx berlutut tidak percaya sambil memegangi bahunya yang mungil.
"Ya Kak, itu benar katanya supaya aku tidak kotor. Berarti sebenarnya ibu yang menyadari bahwa dirinya sendiri kotor kan," kata Eria.
"ANAK KURANG AJAR!!!!" Teriak ibunya yang langsung berlari bermaksud menghantam Eria.
Orang-orang tidak sempat menghadang karena mereka terlalu fokus mendengar penjelasan Eria. Sebelum sempat ibunya meninju wajah Eria, Aiolos dan Nyx sudah membawa Eria menjauh.
Alhasil ibunya memukul Nyx yang sengaja menghalangi Aiolos melindungi Eria. Nyx menerima semua pukulan brutal, sambil semua orang menahannya.
"Kamu tidak apa?" Tanya Aiolos cemas.
"Ya. Ini tidak seberapa untungnya tidak ada kayu atau pipa," kata Nyx memegang bahunya.
"Ini karena kalian yang berani-beraninya mendatangi anakku!! GARA-GARA KALIAN BERDUA SEMUANYA MENJADI KACAU!!" Teriak sang ibu sudah tidak bisa dikendalikan.
"Hei, panggil polisi dan tangkap wanita itu!" Kata Asisten panik.
Sang ibu berusaha memukul wajah Nyx tapi tentu saja tidak bisa menjangkau badan tingginya. Beberapa orang berusaha menahannya para penonton pun ikut membantu.
"PISAHKAN IBUNYA! BAWA JAUH DARI SINI! CEPAT!!" Teriak ketua sambil memerintahkan beberapa orang.
Saat lengah, sang ibu melesat menuju Aiolos dan Eria. Nyx lengah, dan berusaha berlari secepat mungkin.
Ibu berhasil sampai, Aiolos menarik Eria untuk berdiri di belakangnya dan ibu Eria berhasil memukul perut Aiolos. Namun Aiolos masih bisa bertahan, dia menghalangi ibunya ke arah Eria.
"AIOLOS!!" Teriak Nyx kaget.
"Anda harus meminta maaf," kata Aiolos menatap ibu Eria sambil menahan rasa sakit di perutnya.
"Padamu!? Enak saja! MEMANGNYA KAMU INI..." kata ibunya sangat marah.
"Pada Eria! IBU MACAM APA YANG MENELANTARKANNYA HANYA DEMI UANG!!" Teriak Aiolos di hadapan ibunya yang kaget.
Mendengar suara Aiolos yang meninggi dan besar membuat sang ibu hanya terdiam. Akhirnya para kru menyuruh penonton untuk keluar agar kondisi bisa dikendalikan.
"Apa maksudmu," kata sang ibu dengan kedua mata yang kaget.
"Apa Anda tidak merasa atau tidak tahu kalau lebih menyakitkan dipukul oleh ibu sendiri daripada orang lain? Itulah kenapa Eria sama sekali tidak menangis saat orang-orang memukul, melukainya, menyerang bahkan mencelakainya. Tapi kalau ibu sendiri, aku tidak yakin dia bisa tahan. Apa salahnya pada Anda?" Tanya Aiolos masih menahan Eria yang menangis.
Nyx yang sudah sampai menghadang di samping Aiolos.
"Kenapa... KENAPA JADI BEGINI!?" Teriak ibunya bersimpuh di lantai dan menangis. "Aku... hanya berharap kehidupan kita jadi berbeda, berubah! Ibu hanya ingin orang yang meremehkan kita... berhenti menatap kita miskin," kata ibunya menutup wajahnya.
__ADS_1
Bersambung ...